Sistem Kuadrilliun Imigran Gelap

Sistem Kuadrilliun Imigran Gelap
Kupu-kupu sejati


__ADS_3

"Bukan wanita USA? Imigran?" Arga bertanya dengan nada suara yang di tekan. 


"Ya, mereka semua para imigran dari luar USA. Meski aturan baru telah di berlakukan. tetap saja para kupu-kupu malam akan tetap lolos. Sebab mereka memiliki jaringan." Sopir truk tersebut menjelaskan kepada Arga. 


"Baiklah, aku akan turun di sini bersama Bella. Sedangkan Mancini, tolong antarkan dia sampai mendapatkan tumpangan menuju Manhattan."


"Kau akan menikmati wanita di temani teman wanita? Ha.. Ha.. Ha.. Ha.. Ya.. Ya.. Ya.. Aku tau.. Aku tau.. Kau suka bermain threesome. Ha.. Ha.. Ha.." Mendapati perkataan sopir truk tersebut. Bella sangat malu hingga menjadi marah dan memukul atap kap truk hingga berlubang tertembus tangan Bella. 


Mendapati hal tersebut, mulut sang sopir truk dengan segera berhenti tertawa dan terdiam hingga dengan segera memalingkan wajahnya dan memfokuskan pandangannya ke arah depan. Sedangkan Arga yang melihat hal tersebut dengan segera memalingkan wajah pura-pura tidak tahu atas kejadian tersebut. 


"Tuan, sebaiknya kita segera berangkat. Karena aku sangat terburu-buru." Dengan segera Mancini memecah keheningan di dalam truk dengan mengajak sang sopir berbicara yang dari tadi berhenti memarkirkan truknya di seberang jalan depan hotel. 


"Ya, sebaiknya kau segera kembali. Cepat hubungi yang lain. Paman, aku turun dulu ya.. Ayo.." Mendapati Mancini telah membuka jalan pembicaraan, dengan cepat Arga merespon mengiyakan pembicaraan Mancini serta menarik tangan Bella supaya cepat mengikutinya turun dari truk. 


"Mancini, aku pinjam handphonemu." Mendengar ucapan Arga seperti itu, raut wajah Mancini terlihat sedang menahan kesenangan di dalam hati. Sebab, Mancini pernah mendapat cerita dari roby. 


"Jika tuan Arga meminta handphone kita, lekas berikan. Sebab itu cara tuan Arga memberikan bonus kepada orang lain. Aku sudah pernah menerimanya dan melihat beberapa kali hal semacam itu." Mancini memberikan handphonenya sambil mengingat ucapan Roby. 


"Aku kirim 2 kali. Yang pertama, berikan kepada keluarga rekan-rekan. Yang kedua untukmu dan paman sopir. Bagi dengan rata. Dia sangat berjasa pada pertemuan pertamaku."


(Baru saja memberikan sejumlah uang kepada pengawal pribadi sebesar $59.000.000. Sisa saldo $999.898.536.612.936.")


(0 poin skil baru ditambahkan)


(Total 0 poin skil belum digunakan) 

__ADS_1


(Skill saat ini) 


(Fisik 47) 


(Kecerdasan 46) 


(Kecepatan 50) 


(Kekuatan otot 54) 


(Akurasi 30)


****


"Tuan.. Maafkan saya, saya tidak mengerti mengapa bisa menjadi seperti ini." Seorang petugas dengan seragam seperti seorang pilot berbicara kepada laki-laki bertopeng yang baru datang dan melihat layar yang merupakan tangkapan dari satelit. 


"Ada apa!! Semua tampak normal." Laki-laki bertopeng menjawab kepada anak buahnya. 


"Se.. Semua terlihat se… seperti normal, tetaaa… pi koneksi kita terputus dengan pewaris peserta no 67 beberapa jam yang lalu. Te… tapi meski koneksi kita terputus dengan pewaris peserta no 67, sistem Kuadrilliun imigran gelap te… tap berada padanya tanpa bisa kita manipulasi lagi. Se… se… semua akan berjalan sesuai dengan pemrograman yang telah di buat." Anak buah dari laki-laki bertopeng menjelaskan dengan ketakutan hingga suaranya terbata-bata. Sedangkan anak buah yang lain hanya terdiam tidak berani melihat dan hanya terus melihat ke layar monitor masing-masing. 


"BODOH!!! APA YANG TERJADI!!"


"Sa… saya tiii… dak tahu tuuu… aan." Karena jawaban yang tidak sesuai dengan keinginannya. Laki-laki bertopeng tersebut menghempaskan tangannya kepada anak buahnya. Dengan sekejap tubuh anak buah tersebut terhempas menabrak dinding baja jingga tubuhnya hancur seperti semangka yang di jatuhkan dari gedung lantai 100 ke aspal. 


"PERBAIKI INI SEMUA. KALIAN PAHAM!!" Setelah berucap, pria bertopeng tersebut pergi dari tempat tersebut. 

__ADS_1


****


"Kita akan bertemu di restoran setelah membersihkan diri." Arga berucap kepada Bella saat sesaat sebelum Bella memasuki kamar di sebelah kamar Arga. 


"Hmm." Bella menjawab malas atas ucapan Arga. 


Arga tidak begitu menanggapi jawaban Bella yang memang sudah terasa memiliki suasana hati tidak enak sebelum mereka turun dari truk. Semua itu karena ucapan dari paman pengendara truk. 


Hingga beberapa saat kemudian, setelah badan Arga segar karena sudah membersihkan diri, Arga keluar dari kamar dan menuju restoran hotel. 


"Hotel ini tidak terlalu besar. Hanya memiliki bangunan 5 lantai. Juga hanya berada di desa perbatasan sebagai tempat persinggahan. Tidak mengherankan jika nanti di restoran akan ramai kendaraan yang sengaja berhenti hanya untuk makan." Arga membatin sebelum memasuki restoran. Sebab Arga sempat melihat ke jendela saat masih di lantai 4 tempat kamar Arga berada ada beberapa truk bermuatan kontainer besar yang baru saja berhenti. 


Kini Arga berada di restoran. Terlihat di dalam restoran ada 12 pria dengan beberapa di temani wanita penghibur. Saat Arga sudah selesai memesan makanan. Seorang wanita penghibur datang menghampirinya. Terlihat dari kulit dan parasnya, menandakan wanita campuran dari 2 atau 3 ras suku. Wanita yang sangat menarik dan cantik. 


"Tuan, apakah anda sendiri? Apakah aku boleh menemanimu?" Wanita penghibur tersebut meminta izin kepada Arga untuk menemaninya dan berharap tidak hanya menemani Arga makan saja. Tetapi wanita tersebut berharap bisa memakan batang Arga tanpa di kunyah. 


"Ya, silahkan. Makan akan terasa lebih nikmat jika memiliki teman di sampingnya, terlebih wanita tersebut adalah wanita cantik." Arga yang sudah tidak memiliki skil merayu lawan jenis, sudah mulai mahir berbicara kepada wanita. Tetapi rayuan seperti itu tidak akan masuk ke hati wanita penghibur tersebut. Sebab, dia sudah terlalu sering mendapat pujian dan rayuan semacam itu. 


Tentu pada intinya, pria yang mengucapkan hal tersebut hanya membutuhkan kenikmatan daging kempit sesaat. Sedangkan sang wanita penghibur hanya membutuhkan uang dari pria hidung belang yang sudah menikmati tubuh dan daging kempit hangat miliknya. Suatu hal timbal balik yang saling menguntungkan. Hanya itu prinsip yang di pegang wanita penghibur tersebut. 


Baru saja wanita tersebut duduk di sebelah Arga. Tangan sang wanita sudah menjalar ke pangkal paha Arga, hal itu dia lakukan agar pekerjaannya cepat selesai bersama Arga, lalu dapat bekerja dengan laki-laki hidung belang lainnya. 


"Jangan terburu-buru nona. Sebaiknya kita menikmati kelezatan makanan terlebih dahulu. Nafsu makanku bisa menghilang jika tanganmu sudah menjalar pada pangkal paha. Aku dan juga dirimu pasti membutuhkan tenaga sebelum harus bertarung di kamarku setelah ini." Arga berusaha agar naga manisnya tidak terbangun saat perut lapar. 


Wanita penghibur hanya menanggapi ucapan Arga dengan senyum manis dan menarik tangannya dari pangkal paha Arga. Tetapi hal tersebut dia lakukan bukan karena perkataan Arga yang mengatakan jika dirinya membutuhkan tenaga untuk sebuah pertarungan ranjang. Pertarungan ranjang sekejap hingga berjam-jam sudah pernah dia lalui. Dari batang kecil hingga besar sudah pernah dia lahap. Wanita penghibur tersebut melakukannya hanya karena tidak ingin Arga mencari wanita penghibur yang lain jika dia sampai menyinggung Arga. 

__ADS_1


__ADS_2