Sistem Kuadrilliun Imigran Gelap

Sistem Kuadrilliun Imigran Gelap
Setelah Menyelesaikan Misi


__ADS_3

"Kini Hanya tersisa dua orang di hutan ini yang sedang berjalan bersama menuju kemari. Dia juga sedang menggenggam pedang yang dia kibaskan ke pohon-pohon kecil. Aku rasa salah satu dari merekalah pelaku pembunuhan 2 imigran." Arga membatin saat dapat merasakan langkah kaki dari dua orang tersebut. Waktu Arga kini hanya kurang dari setengah menit. 


Mendapati waktu semakin menipis, dengan segera Arga berlari sekuat tenaga. Tanpa terasa, kaki Arga melayang ketika baru berlari beberapa meter. Arga cukup terkejut saat Arga dapat melayang di udara ketika lari. Hanya dalam hitungan detik, Arga sudah sampai di depan kedua orang tersebut. 


Benar saja, salah satu dari dua orang tersebut adalah pelaku pembunuhan 2 imigran yang Arga cari. 


"Ka.. Kau.. Kau.." Kedua orang tersebut ketakutan melihat Arga yang melayang di udara. 


"Bos, apakah dia hantu..?" Mereka mengira Arga adalah hantu yang meneror karena Arga dapat melayang di udara. Dengan segera mereka berdua menembaki Arga hingga peluru mereka habis. Tetapi tidak ada satu pelurupun yang mengenai Arga, padahal di mata mereka, Arga tidak bergerak sama sekali. Kini mereka semakin yakin jika Arga adalah hantu yang ingin membalas dendam atas kematiannya. 


Dengan segera mereka berdua berbalik badan dan lari. Melihat hal itu, dengan segera mengejar mereka berdua dan kini sudah berada di depannya. Tidak ingin waktu yang di miliki habis, Arga dengan segera mengibaskan tangannya kembali untuk menciptakan gelombang petir seperti sebelumnya. Gelombang petir melaju dengan cepat ke arah keduanya. Tetapi saat jarak gelombang petir kurang 1 jengkal dari keduanya. Gelombang tersebut menghilang tanpa jejak. 


Bersamaan dengan hilangnya gelombang petir, Arga terjatuh ke tanah karena waktu skil legenda penguasa legendaris China telah habis. 


"Aaaauuuu." Suara rintihan Arga saat terjatuh ke tanah. Mendengar Arga merintih saat terjatuh, mereka berdua kini menganggap Arga hanya menggunakan sebuah trik sulap untuk melakukannya. 


"Ayo, bunuh dia." Salah satu dari mereka mengacungkan pedangnya dan mengajak rekannya untuk menyerang Arga. 


Pantat dan kaki Arga kini terasa sangat sakit karena pantat Arga jatuh setelah kedua kaki Arga tidak dapat menahan daya dari gaya gravitasi yang ditimbulkan dari jatuhnya Arga. Belum selesai merasakan sakit di pantatnya, secara tidak langsung Arga melihat kedua orang tersebut mengayunkan pedangnya untuk menebas leher dan kepala Arga. 


Dengan segera Arga menjatuhkan punggungnya yang sebelumnya sedang duduk. Di saat kedua orang tersebut menarik tangannya lagi untuk mengayunkan pedang menebas tubuh Arga, dengan segera Arga rol ke belakang dengan cepat. Terlambat sedikit saja, dada dan perut Arga pasti tertebas pedang dari kedua orang tersebut. Sebab, kedua pedang tersebut kini menancap di tempat sebelumnya Arga berada. 

__ADS_1


Arga yang sudah dalam posisi berdiri, kaki kanan Arga melompat untuk menginjak salah satu pedang yang tertancap di tanah dan berusaha mereka cabut. Saat kaki kanan Arga menginjak salah satu pedang, kaki kiri Arga menendang kepala orang yang menggenggam pedang yang Arga injak. Sedangkan satu orang yang berada di sebelahnya, berhasil mencabut pedangnya dan berusaha menebas kepala Arga. Dengan sigap Arga menunduk dengan kaki yang sebelumnya menendang Arga taruh di depan. Lalu kaki kiri Arga berputar menendang dengan tumit mengincar rahang pelaku pembunuhan. 


Kini kedua pelaku pembunuhan terjatuh dan dengan dengan segera mereka berdiri untuk kembali menyerang Arga. 


Bruk.. Bruk.. Suara tubuh jatuh ke tanah. 


"Kamu terlalu lama menghabisi mereka. Mereka tanpa kasihan ingin membunuhmu. Kamu juga seharusnya tanpa belas kasih kepada mereka." Tiba-tiba terdengar suara Bella dari arah belakang Arga yang baru saja melemparkan paku kepada kedua pelaku dan menancap tepat di kepala mereka. 


"Aku harus memberikan mereka kepada polisi agar misi sistem terselesaikan." Arga menjawab dengan menunjuk kedua mayat tersebut. 


"Itu berlaku jika mereka tidak melawan. Jika mereka melawan. Membantainyapun tidak masalah. Lihat notifikasi misimu. Pasti berhasil." Tidak lama dari Bella berbicara, layar transparan muncul di depan Arga dan menunjukkan notifikasi. Dengan segera Arga membuka notifikasinya. 


(Misi terselesaikan. Hadiah misi mendapat skil menyelam selama 7 hari. Skil menyelam aktif) 


"Larimu cepat sekali. Kau juga sangat kuat. Apa kau benar-benar perempuan?" Mancini yang baru saja tiba, berbicara dengan nafas putus-putus dengan tangan kiri memegang pipi kirinya. 


"Berani meragukan kelamin perempuanku lagi, ku potong lidahmu." Bella menjawab pertanyaan Mancini dengan emosi. 


"Sudah-sudah.. Hiraukan perkataan Mancini. Tidak ada yang meragukan jika kamu wanita. Apa lagi dengan paras secantik manis ini." Arga berusaha meredan amarah Bella dan menyempatkan untuk memuji kecantikan Bella. 


"Kenapa dengan pipimu? Bukankah yang luka itu punggung dan tanganmu?" Agar kembali berbicara setelah melihat Mancini terus menggenggam pipinya. 

__ADS_1


"Dimana luka di tanganmu? Mengapa bisa hilang?" Arga kembali bertanya sebelum Mancini menjawab pertanyaan Arga. Mendengar serangan pertanyaan bertubi-tubi dari Arga, Mancini sampai menelan ludah. 


"Pipi ini, kemungkinan besar di tampar oleh bella." Mendengar pengakuan Mancini, Arga menoleh kepada bella yang terlihat pura-pura tidak mendengar ucapan Mancini. 


"Tentu saja aku menamparnya. Aku mengkhawatirkanmu, tetapi dia tidak bangun-bangun. Mana mungkin juga aku meninggalkannya. Karena itu aku menamparnya dengan keras." Bella terpaksa menjawab karena Arga terus memandanginya. 


"Tentu saja tidak dengan kekuatanku yang sebenarnya." Bella kembali berbicara tetapi dengan berbisik kepada Arga. 


"Lalu, lukamu?" 


"Entahlah tuan, waktu aku baru sadar, aku tidak menyadarinya. Tetapi saat aku berlari kemari. Tangan dan punggungku sudah tidak sakit lagi. Dan aku pun terkejut saat melihat lukaku sudah sembuh dan tertutup hanya dengan bekas garis ini." Mancini menjawab pertanyaan Arga dengan menunjukkan bekas luka di tangan dan punggungnya. 


"Sama denganku, lukaku juga tiba-tiba saja sembuh." Arga mengaku sama kepada Mancini sebelum Arga bingung cara menjelaskannya. 


"Kita mungkin diselamatkan oleh sang Pencipta kehidupan. Karena aku tadi melihat tuan Arga melayang sebelum aku pingsan. Mungkin karena fenomena itu, luka kita tiba-tiba sembuh." 


"Mungkin saja." Arga mengiyakan pernyataan Mancini. Supaya tidak panjang lebar. Sebab Arga tidak ingin Mancini tau dengan sistem yang dia miliki. 


"Lalu, apa yang akan kita lakukan sekarang? " Bella bertanya kepada Arga. 


"Kita mencari hotel yang lain. Agar hotel sebelumnya tidak terus bertanya. Nanti akan ku telepon mereka dan meminta untuk mengirim tagihan mobil yang langsung saja aku beli. Mobil-mibil yang kita pakai. Nanti setelah aku telepon hotel dan aku di beri tagihannya. Mancini mengambil helikopter dan mengevakuasi rekan-rekan kita yang tewas di dalam hutan." Arga menjawab pertanyaan Bella. 

__ADS_1


"Sekarang kamu hubungi roby agar mengirim beberapa orang untuk membantu mengevakuasi rekan-rekan yang tewas." Arga kembali berbicara untuk memerintahkan Mancini. 


"Siap tuan."


__ADS_2