Sistem Kuadrilliun Imigran Gelap

Sistem Kuadrilliun Imigran Gelap
Mendatangkan Bantuan


__ADS_3

Arga yang sudah meletakkan Bella di kursi panjang di dalam helikopter, terus memandangi wajah bella yang tampak seperti menahan rasa sakit. Kini mereka terbang menuju San Diego untuk kembali pulang. 


****


Saat helikopter akan turun di helipad Hard Rock Hotel Valent Stand, nampak puluhan pengawal Arga sudah menunggu di balkon Hotel. Mereka semua turut bersedih atas kematian Bella. Sebagian besar dari pengawal Arga menunggu di sana, juga bertujuan untuk menguatkan hati Arga. Meski Arga dan Bella tidak pernah mengatakan jika mereka pasangan, tetapi semua pengawal Arga tau jika Arga memiliki hubungan sangat dekat dengan Bella. 


Saat tubuh Bella akan di turunkan dan di letakkan di tandu, Arga tidak menyetujuinya. Arga memilih untuk menggendong sendiri jasad Bella menuju ke kamar Bella. Setelah Arga sampai di kamar Bella, Arga menutup pintu dan meminta untuk tidak ada yang mengganggunya sampai Arga keluar sendiri dari kamar Bella. 


"Sebenarnya aku juga bersedih atas kematian Bella. Tapi di sisi lain, aku sangat senang karena persaingan mendekati Arga jadi berkurang. Tetapi untuk hari ini, sebaiknya aku tidak terlalu banyak bicara dan merayu Arga. Sifat keras kepala Arga yang membuat ku tidak boleh mendekati dengan ceroboh." Siska membatin saat mengikuti Arga yang menggendong Bella menuju kamarnya. 


Di dalam kamar, Arga lagi-lagi meneteskan air mata melihat Bella di atas ranjangnya. Setelah beberapa saat, Arga mengusap air matanya dan keluar dari kamar. Terlihat di sepanjang koridor kamar Bella, puluhan pengawal Arga menunggu dan memperlihatkan kesedihan. 


"Roby, aku ingin kamu mencari informasi keberadaan pemilik paspor yang tadi aku dan Mancini bawa. Aku juga minta padamu untuk menghubungi pria bertato yang aku temui di Front Bliss. Katakan padanya jika aku Arga Litohu menagih janjinya. Minta dia datang ke Hard Rock Hotel Valent Stand dengan semua anak buahnya. Untuk biaya transportasi aku akan menggantinya nanti. Dan katakan juga jika selesai dengan misi yang aku berikan, aku akan memberi imbalan yang sepadan." Arga berbicara dengan aura dendam sangat besar. 


"Siap tuan." Dengan segera Roby meninggalkan tempat untuk menjalankan perintah dari Arga. Sedangkan Arga kembali memasuki kamar Bella untuk meningkatkan skil permanen dengan poin skil yang belum Arga gunakan. 


"Aku memiliki 56 poin skil yang belum aku gunakan. Dalam pertarungan-pertarungan sebelumnya, kecepatan memiliki peranan penting pertama lalu kecerdasan, baru selanjutnya kekuatan otot dan lain-lain. Cepat tetapi tidak memiliki kecerdasan yang baik, akan membuat kegagalan bergerak yang benar. Maka aku harus mengutamakan keduanya terlebih dahulu." Arga membatin dengan mengeluarkan layar transparan di depannya. 


(Baru saja menambahkan 20 poin skil permanen kecepatan dan 36 poin skil permanen kecerdasan. Sisa saldo $999.898.222.602.936.) 


(56 poin skil baru di gunakan)


(Total 0 poin skil belum digunakan) 

__ADS_1


(Skill saat ini) 


(Fisik 60) 


(Kecerdasan 72) 


(Kecepatan 90) 


(Kekuatan otot 60) 


(Akurasi 30) 


"Dengan skil yang sudah aku miliki, aku yakin sudah dapat mengimbangi petarung profesional." Arga membatin lalu merebahkan tubuhnya yang terasa sangat berat, Arga ingin mengistirahatkan tubuhnya terlebih dahulu sebelum meminta kabar baik dari Roby. 


****


Saat Arga membuka pintu, terdengar suara yang Arga rasakan tetapi bukan suara yang mudah di dengar oleh telinga. Arga menoleh ke dalam kamar sebelum benar-benar keluar dari kamar untuk memastikan apa yang beru saja dia dengar dengan indra yang Arga sendiri tidak mengetahui dengan jelas. Cukup lama Arga berhenti di pintu untuk melihat kedalam kamar untuk memastikan sesuatu.


"Tuan, orang bertato yang tuan minta datang, sudah datang 1 jam yang lalu. Dia datang bersama 200an orang." Roby yang menunggu Arga di koridor depan kamar Arga, berbicara setelah melihat Arga cukup lama berdiri di depan pintu dengan pandangan mengarah ke dalam kamar. Mendapati sapaan dari Roby, Arga bergegas menutup pintu dan berjalan menuju lift yang di ikuti Roby dan puluhan pengawal yang dari awal menunggu di koridor. 


****


"Tuan.." Pria bertato tersebut memberi hormat dengan setengah membungkukkan tubuhnya saat Arga memasuki ruangan di mana pria bertato tersebut di minta menunggu. 

__ADS_1


Arga mempersilahkan orang tersebut duduk, lalu Arga menanyai mengenai para imigran resmi yang paspor dan dokumennya kini berada pada Arga. 


"Tuan, kini para imigran tersebut berada di beberapa penjara di beberapa negara bagian. Sebagian besar ada di negara bagian Texas dan yang lainnya tersebar di 3 negara bagian yang berbatasan dengan Meksiko. Mereka di anggap sebagai imigran gelap oleh pengadilan. Sebagian besar masih belum di adili, sebagian lagi telah di vonis untuk di deportasi. Bahkan ada sebagian kecil di vonis pengasingan." Mancini melaporkan atas penyelidikan yang sudah Roby lakukan. 


Mendengar laporan dari Roby, Arga berbicara kepada Roby dan pria bertato untuk mengamankan sekitar pengadilan tinggi di negara bagian Texas.


"Tuan, aku belum mengetahui nama tuan. Maaf jika aku terlalu cepat meminta bantuan anda. Tetapi hal ini memang harus cepat aku lakukan." Arga berbicara kepada orang bertato tersebut. 


"Nama saya Miguel. Saya sangat senang dapat membantu tuan. Bagaimanapun, tanpa adanya tuan yang sudah membunuh Suarez. Mungkin seumur hidup, saya akan berada di dalam penjara." Kini mereka berbincang cukup lama. Lalu Arga mempersilahkan untuk semuanya beristirahat. 


****


"Aku yakin di sana akan ada banyak kejutan. Karena itu aku harus mempersiapkan semuanya dengan benar." Arga membatin saat melihat Miguel meninggalkan tempat tersebut dan di arahkan oleh pelayan untuk menempati kamar yang sudah di sediakan. 


Roby yang juga meninggalkan tempat tersebut, dengan ragu meninggalkan Arga sendiri di sana yang terlihat masih tidak dapat menerima kematian Bella. Melihat hal tersebut, Roby menghubungi Siska supaya datang ke Hard Rock Hotel Valent Stand dan menemani Arga. 


****


Setelah Arga sendirian di ruangan tersebut, Arga menelpon pelayan untuk mengantar minuman ke tempat Arga berada. Arga minum-minum minuman beralkohol di ruangan tersebut sendirian. Hingga Arga telang menghabiskan beberapa botol dan sudah mulai mabuk, Siska datang untuk menemani Arga yang sangat terlihat terpukul atas kematian Bella. 


"Tidak seharusnya kamu begini. Kamu boleh bersedih, tetapi tidak harus tenggelam dalam kesedihan." Siska yang baru saja datang, berbicara kepada Arga dan memeluk Arga dari samping yang sedang duduk dan sedang menenggak minumannya. 


Mendengar ucapan Siska yang sedang memeluknya, Arga hanya tersenyum tipis dan tidak menghiraukan Siska serta tetap menenggak minumannya. Setelah memeluk Arga, Siska duduk di samping Arga untuk menemaninya. 

__ADS_1


__ADS_2