Sistem Kuadrilliun Imigran Gelap

Sistem Kuadrilliun Imigran Gelap
Dikira Agen Lintas Negara


__ADS_3

Setelah melakukan percakapan dengan pelayan tersebut, Arga berdiri dan menuju kasir untuk dapat membeli tubuh pelayan yang akan menjadi ladang informasi bagi Arga. Terlihat di meja kasir ada 1 petugas wanita di depan komputer dan 2 pria tinggi tegap yang berdiri di belakang kasir layaknya seorang pengawal. Mata 2 pria tersebut juga selalu mengawasi setiap pengunjung yang datang. 


"Selamat malam nona." Matahari yang baru terbenam sejak awal Arga datang di rumah makan dan cafe tersebut, menjadikan Arga pengunjung pertama yang ingin menggunakan jasa pelayan wanita di rumah makan dan cafe tersebut. 


"Ya tuan, ada yang bisa saya bantu?"


"Ya, aku ingin menggunakan pelayan tersebut untuk menghibur dan menemaniku di kamar. Mungkin untuk 2-3 kali permainan. Berapa harganya?"


"Kau yakin akan menggunakannya?"


"Ya, kenapa tidak? Aku tertarik padanya. Aku selalu menginginkan sensasi berbeda dengan banyak wanita berbeda pula." Dengan keyakinan Arga berucap kepada kasir tersebut. Hingga kedua laki-laki yang di belakang kasir tersebut tertawa kecil seolah mengejek selera Arga. Sebab pelayan yang Arga pesan bukanlah wanita yang cantik. Kulit terlihat hitam dekil dengan gigi yang tidak rata. Hanya tubuhnya yang terlihat langsing seperti layaknya wanita penghibur kelas atas. Dengan kata lain pelayan yang akan digunakan Arga adalah wanita yang tidak menarik. 


"Harganya $110 tuan?"


"Kau yakin dengan harganya?"


"Tentu saja tuan, siapa yang ingin menggunakannya, bahkan giginya terlihat menakutkan jika dia tertawa. Di bulan ini, anda adalah pelanggan pertamanya. Silahkan menikmati giginya." Dengan tertawa, kasir tersebut menghina kecantikan dari pelayan yang ingin Arga gunakan. 

__ADS_1


"Baiklah, terimakasih. Aku akan menikmati tubuhnya, jika aku ketakutan dengan wajah dan giginya nanti. Aku akan menutup wajahnya supaya tidak terlihat dan aku tetap dapat menikmati tubuhnya." Arga yang kini sudah menggandeng pelayan tersebut, menanggapi hinaan dari kasir dan dua laki-laki di belakangnya. 


Arga dan pelayan tersebut menuju belakang rumah makan dan cafe tersebut. Terlihat di belakang rumah makan dan cafe tersebut. Berjejer wanita-wanita yang sedang bersiap-siap dan masih merias diri mereka agar terlihat cantik. Sebab di awal terbenamnya matahari, memang belum semua wanita penghibur keluar dari rumah bordil. Kebanyakan dari mereka masih baru menyiapkan diri. Di belakang rumah makan tersebut terlihat seperti sebuah penampungan wanita-wanita penghibur yang akan menjual tubuhnya hanya sekedar untuk menyambung kehidupan. 


Setelah melewati tempat tersebut, terlihat berjejer puluhan kamar yang siap digunakan untuk sekedar membuang benih-benih dari pria-pria hidung belang ke ladang-ladang yang sudah dipaksa untuk menjadi kering. Pelayan tersebut mengajak Arga menuju kamar di lantai bawah paling ujung. 


"Mari tuan, silahkan masuk."


Setelah Arga masuk dan pintu dikunci serta lampu di hidupkan. Pelayan tadi dengan segera melayangkan tendangan dari belakang kepada Arga.


"Siapa kau. Jangan merusak pekerjaanku yang sudah ku bangun beberapa tahun."


(Skil istimewa pertahanan aktif) 


Dengan cepat Arga menghindar ke samping dan dengan sekejap berada di belakang pelayan wanita yang Arga beli dan sedang melayangkan tendangan. Dengan cepat, Arga menendang satu-satunya kaki yang menjadi tumpuan wanita tersebut. Tetapi dengan keterampilannya, di saat pelayan dalam kondisi kedua kaki berada di udara karena satu kaki tengah mencoba menendang Arga dan satu kaki lagi telah di tendang oleh Arga masih sempat untuk melayangkan pukulan yang mengarah ke leher Arga. Tetapi sayang sekali, dengan keterampilan skil istimewa yang masih aktif, pukulan tersebut menjadi bumerang untuk dirinya. Pukulan pelayan tersebut di tangkap oleh Arga dan Arga berhasil melempar tubuh pelayan tersebut dengan mudah karena tidak memiliki tumpuan. 


Tubuh pelayan tersebut terlempar mengenai ranjang dan tersungkur kesakitan tanpa bisa berdiri lagi. Di saat sudah tidak berdaya, dengan cepat Arga mengikat tubuh pelayan tersebut dengan selimut. Lalu Arga duduk melepaskan ketegangan yang ada. 

__ADS_1


"Beruntung sistem ini menyediakan skil istimewa pertahanan. Jika tidak, aku pasti sudah celaka. Tetapi aku harus memiliki poin tersimpan untuk berjaga-jaga di saat seperti ini, supaya skil pertahanan dapat mengaktifkan diri di saat aku terancam. Sebab saat aku melihat di pilihan skil istimewa yang tersedia, skil pertahanan tidak ada dalam daftar pilihan. Skil ini tidak dapat dimiliki secara permanen ataupun dengan jangka waktu tertentu. Tetapi sesuai dengan perkiraanku, skil ini akan aktif dengan sendirinya di saat aku terancam." Arga berbicara dalam pikirannya. 


"Mengapa kamu menyerangku?" Arga berbicara kepada pelayan wanita yang menyerangnya. 


"… … … …" Pelayan tersebut tidak mau menjawab pertanyaan Arga dan memilih memalingkan wajah. 


"Kau tidak ingin menjawab? Baiklah, jika itu pilihanmu. Aku akan merusak pekerjaanmu yang sudah kau bangun bertahun-tahun." Arga mengancam demikian karena Arga mengingat kata-kata pelayan tersebut yang mengatakan (Siapa kau. Jangan merusak pekerjaanku yang sudah ku bangun beberapa tahun). Arga sangat yakin jika wanita yang kini di ikat oleh Arga adalah seorang mata-mata atau dari pihak kepolisian pusat atau kepolisian negara tetangga yang melakukan penyamaran. 


"B*j*ng*n, jangan mengganggu pekerjaanku. Kau baru datang dan tidak mengenal medan di tempat ini." Pelayan tersebut mengira Arga adalah seorang agen khusus yang di tugaskan oleh pemerintah Mexico. Karena wajah dan kulit Arga identik dengan orang blasteran Mexico. Serta wanita tersebut mendapat informasi dari rekannya di kepolisian Mexico bahwa agen khusus Mexico telah bekerja sama dengan agen khusus USA untuk mengambil alih kasus perdagangan manusia yang sedang ditangani olehnya. 


"Hmm… sepertinya dia dari pihak kepolisian yang sedang melakukan penyamaran." Arga membatin di dalam hatinya. 


"Ya, aku memang baru saja datang. Tetapi aku memiliki 1001 cara untuk menyelesaikan kasus ini." Arga semakin berpura-pura jika dirinya akan mengganggu pekerjaan wanita tersebut. 


"Ya, tentu saja aku akan mengatakan ini pekerjaanmu dan aku hanya datang ketika semua sudah selesai jika kamu mau untuk bekerja sama melepaskan mereka saat ini juga." Arga melanjutkan kata-katanya saat melihat wanita tersebut tetap diam seribu bahasa. 


"Mana mungkin agen lintas negara sepertimu akan melakukannya. Orang sepertimu tidak pernah menghargai pekerjaan kami. Dan selalu menganggap kalian yang terhebat. Mustahil kau akan mengatakan hal itu ke Federasi." 

__ADS_1


"Kesempatanmu hanya 1x. Tidak ada negosiasi. Putuskan sekarang atau tidak sama sekali." Arga berbicara layaknya seorang agen yang menurut wanita tersebut merasa yang terhebat. 


"B*j*ng*n, aku bukan tentang prestasi dan pengakuan. Aku lebih memikirkan nyawa para imigran yang di paksa menjadi PSK di sini. B*j*ng*n ini akan merusak rencanaku jika aku tidak masuk dalam timnya. Tidak masalah jika berhasil. Tpi jika gagal, aku seperti mengulang dari awal pekerjaanku yang sudah aku lakukan beberapa tahun ini. Sial, aku tidak punya pilihan. Sebab, sepertinya dia akan bergerak malam ini." Pelyan tersebut membatin di dalam hatinya. 


__ADS_2