Sistem Kuadrilliun Imigran Gelap

Sistem Kuadrilliun Imigran Gelap
Melanjutkan Tujuan


__ADS_3

Setelah pertarungan berjalan 7 menit, puluhan petugas keamanan telah berkumpul beberapa meter dari pusat pertarungan. Sebenarnya sejak awal pertarungan, ada beberapa keamanan yang berada di lokasi. Tetapi mereka tidak berani melerai atau ikut campur dalam pertarungan tersebut. Sebab jumlah orang yang menggunakan senjata tajam sangat banyak. Meski dia orang dari beberapa keamanan tersebut mempunyai pistol, tetap saja mereka tidak berani dengan banyaknya jumlah orang yang menggenggam senjata tajam. 


Ketika sudah puluhan keamanan telah berkumpul, serta belasan keamanan memiliki senjata. Mereka mulai memberi peringatan dengan berteriak untuk berhenti. Tetapi peringatan tersebut tidak diindahkan oleh orang-orang yang menggenggam senjata tajam. Para keamanan sudah mengerti situasi pertarungan bahwa 6 orang sedang menjadi sasaran pengeroyokan puluhan orang dengan senjata tajam. 


Teriakan yang tidak di hiraukan. Membuat petugas keamanan harus mengeluarkan tembakan peringatan. Mendengar tembakan peringatan, mereka bukannya berhenti. Tetapi kini mulai bergerak untuk menyerang puluhan keamanan yang bersenjata pistol dan juga tongkat khas keamanan. Melihat hal tersebut, keamanan yang merasa terancam melakukan tembakan ke kaki orang-orang yang bergerak kepada mereka. 


Sedangkan Arga yang sudah mulai kelelahan dengan nafas tersengal-sengal, merasa lega karena berkurangnya orang yang harus Arga hadapi. Ketika gerombolan orang tersebut sudah terpojok dan sudah tidak mungkin untuk menang bahkan untuk melawan mereka sudah tidak mampu karena kebanyakan dari mereka sudah tidak mampu berdiri karena tulang patah ataupun terkena tembakan petugas keamanan. Dengan aba-aba dari beberapa orang, mereka m*ngg*r*k leher mereka sendiri. Sedang yang sudah tidak memegang senjata atau tangan yang sudah patah, mereka seakan sedang merapatkan gigi mereka. Setelah mereka merapatkan gigi, dalam beberapa detik kemudian mereka kejang dan mengeluarkan busa dari mulut dan tidak bergerak lagi. 


Terlihat darah seperti genangan banjir di lantai dengan mayat berserakan. Setiap orang yang melihat hal tersebut dengan cepat mual dan muntah-muntah. Tidak sedikit juga dari petugas keamanan yang juga mual dan muntah melihat kejadian tersebut. 


Mereka semua tewas bunuh diri, kecuali satu orang yang mulutnya kini di tahan dengan ganggang senjata tajam oleh pilot yang mengajukan diri kepada Arga untuk mengantar Arga ke laut Tijuana River agar gigi mereka tidak dapat merapatkan giginya. 


"Ha.. Ha.. Kau tidak bisa mati begitu saja. Jika kau ingin mati? Jawab pertanyaan kami atau matilah dengan siksaan yang teramat amat sakit." Pilot tersebut berbicara sambil menahan ganggang senjata tajam agar tidak dikeluarkan oleh salah satu orang yang telah menyerang. 


Mengetahui ada 1 orang yang tidak berhasil bunuh diri Arga melihat orang tersebut yang ternyata sudah terluka sangat parah. Dengan tubuh miring karena rusuk yang patah, dengan kedua tangan juga patah. Bahkan salah satu kakinya terpotong dengan hanya menyisakan kulit yang masih menyambung. 


"Heh.. Heh.. Heh.. Heh.." Orang tersebut tertawa dengan menahan sakit di sekujur tubuhnya. Pilot tersebut melihat ke gigi orang tersebut dan terlihat ada sebuah bola jel terselip di giginya yang berlubang. Pilot tersebut mengambil bola jel tersebut dengan berantakan yang sangat luar biasa yang menandakan jika orang tersebut sangat menolak jika jel tersebut diambil dari mulutnya. Orang tersebut memberontak seolah tidak memperdulikan sakit di tubuhnya hingga patahan rusuk kirinya kini menusuk jantung orang tersebut hingga menewaskannya dengan cepat. 


"Lagi-lagi orang yang menyerangku tewas tanpa meninggalkan jejak." Arga membatin di dalam hatinya dengan wajah tampak berpikir. 

__ADS_1


"Tuan, Gorta tewas." Robi yang mengalami luka sayatan di tangan kanan dan punggung, berbicara kepada Arga yang tanpa luka. 1 dari empat pengawal Arga tewas dalam kejadian ini. 


Arga beserta rombongannya kini mulai di tangani oleh medis bandara. Luka sayatan pengawal Arga juga dengan cepat dinjahit dan diperban. Sedangkan Arga dan pilot yang mengajukan diri untuk mengantar Arga tidak mengalami luka sayatan senjata tajam dan hanya mengalami luka memar di beberapa bagian tubuh dan luka robek di tangan akibat memukul lawan dengan sangat keras. 


"Siapa kamu sebenarnya!! Apa latar belakangmu!!" Arga bertanya kepada pilot tersebut karena kini Arga menaruh curiga yang besar terhadap pilot tersebut karena dapat lolos dari kematian, bahkan bisa dikatakan tanpa luka. 


Pilot tersebut menceritakan latar belakangnya yang dulunya merupakan pasukan elit angkatan udara USA. Dia juga berucap dapat selamat tanpa luka, karena dua pengawal Arga berusaha melindungi. Dan salah satunya adalah Roby yang melindungi pilot tersebut. Hingga Roby mendapat luka di tangannya karena menangkis sabetan senjata tajam yang mengarah ke kepala pilot tersebut. 


"Selamat pagi. Aku ingin bertanya beberapa hal kepada kalian." Dua orang dari pihak kepolisian berbicara kepada Arga. Mereka dicerca begitu banyak pertanyaan. Tetapi mereka tidak ditahan karena banyak saksi yang mengatakan bahwa Arga dan rombongannya hanya mempertahankan diri dari serangan gerombolan orang tidak dikenal. Tetapi Arga mendapat pengawasan khusus dari pihak kepolisian karena khawatir Arga akan mendapat serangan serupa lagi. 


Empat orang dari pihak kepolisian mengawal Arga untuk beberapa hari kedepan untuk memastikan keamanan Arga. 


"Roby, maafkan aku. Aku harus meninggalkanmu di sini. Kamu urus dulu Gorta, hubungi yang lain agar membantumu mengurus di sini. Dan aku harus menyelesaikan urusanku. Arga berbicara kepada Roby lalu pergi melanjutkan tujuannya. 


"Baik tuan, Berhati-hatilah."


****


Kini Arga menuju ke maskapai yang sebelumnya mau untuk menyewakan helikopternya. Setelah Arga memasuki maskapai dengan baju compang-camping serta di beberapa bagian ada bercak darah. Membuat petugas maskapai tersebut ngeri. Mereka juga tau apa yang baru saja Arga alami. Sebab, kejadian tersebut dengan cepat menyebar. Bahkan vidio-vidio pertarungan bahkan puluhan mayat yang bergeletakan dengan cepat menjadi trending di media sosial. 

__ADS_1


"Aku ingin Eurocopter H225." Pilot yang di sewa Arga membuyarkan lamunan para petugas maskapai tersebut. 


"Dia adalah pilot yang akan membawaku terbang dengan mengendarai helikopter maskapai ini." Arga memperkenalkan pilot yang akan membantunya sampai di laut Tijuana River. 


"Tapi tuan, Eurocopter H225 membutuhkan 2 pilot. Sangat sulit menerbangkan hanya dengan 1 pilot." Petugas tersebut menjawab. 


"Aku sudah 2 kali mengendarai Eurocopter H225 seorang diri di medan perang. Aku juga sudah berkali-kali berlatih dengan Eurocopter H225 seorang diri tanpa Co-pilot. Ini dokumenku." Pilot tersebut berbicara lalu memberikan dokumen terbangnya kepada petugas tersebut supaya di cek dan dilaporkan kepada pihak-pihak terkait. 


"Baik, tuan. Akan aku serahkan kepada tim kami dan silahkan tuan-tuan duduk dan menunggu terlebih dahulu." Petugas tersebut berbicara dengan sangat sopan. 


"Aku belum mengenalmu. Siapa namamu?" Arga memulai pembicaraan saat mereka sedang menunggu pihak maskapai yang sedang memeriksa dokumen pilot yang Arga sewa. 


"Aku mancini. Aku sepertinya juga akan bertanya kepadamu. Berapa bayaran ku saat aku berhasil mengantarmu, sebab pekerjaan ini menyangkut nyawa dan tadi aku masih belum bekerja tapi nyawaku sudah hampir melayang. Jika tidak sesuai, lebih baik kamu mencari pilot lain." Mancini berbicara dengan menyalami Arga. Dan mulai menekan Arga tentang uang. 


"2jt dollar jika kamu berhasil mengantarku hingga aku menyelesaikan semua urusanku." Arga berbicara seolah tanpa beban. 


"Baik, setuju." Mancini berbicara dengan senyum dan melepaskan salaman mereka. 


"Siapa pemuda ini? Dia dengan mudahnya memberiku 2 jt untuk menjadi pilotnya. Sebenarnya apa yang dia kerjakan di laut Tijuana River? Mengapa kematiannya juga di harapkan oleh banyak orang." Mancini membatin di dalam hatinya sesaat setelah mereka melepaskan salaman mereka. 

__ADS_1


__ADS_2