
"Tuan, dokumen telah di periksa, akan tetapi maskapai tidak memberi izin jika hanya menggunakan 1 pilot. Tetapi kami tetap bisa membantu izin penerbangan dengan 1 pilot jika tuan tidak menyewa helikopter kami, tetapi membeli helikopter kami. Pertimbangan itu di lakukan karena tujuan anda sangat beresiko tinggi, cuaca di laut Tijuana River sedang berangin kencang dan izin terbang dari pilot anda sudah kurang beberapa hari lagi akan habis." Petugas maskapai menjelaskan kepada Arga.
"Baik, aku akan membeli helikopter kalian." Arga menyetujui pembelian helikopter tersebut karena memang hanya itu cara satu-satunya. Lagi pula matahari sudah terbit sehingga waktu yang dimiliki Arga sudah semakin tipis. Pemeriksaan oleh pihak keamanan bandara dan kepolisian yang membuat waktu Arga banyak terbuang.
"Jika demikian, tunggu sebentar tuan."
"Siapa pemuda ini, catat kejadian ini." Polisi wanita yang menjadi komandan regu yang mengawal Arga, berbisik kepada anak buahnya supaya mencatat kejadian yang kini mereka saksikan. Meski mereka mendapat tugas mengawal Arga, tetapi mereka berempat juga mendapat tugas untuk menyelidiki Arga. Sebab dari kejadian pengeroyokan tadi sangat membuat pihak kepolisian San Diego curiga kepada Arga. Mereka mencurigai jika Arga memiliki sindikat dengan bisnis terlarang.
Sebab kejadian pengeroyokan yang di lakukan oleh pihak misterius, sudah 2x menimpa Arga. Terlebih lagi, pihak kepolisian tidak memiliki banyak informasi tentang pelaku karena selalu menghilangkan jejak dengan cara melenyapkan diri sendiri. Pihak kepolisian juga tidak memiliki banyak informasi tentang Arga. Padahal pihak kepolisian melihat Arga adalah orang yang sangat kaya. Terbukti saat kejadian percobaan pembunuhan terhadap Arga yang menewaskan 4 orang dengan 2 pengawal Arga, 1 penghuni 700 Front ST San Diego dan 1 lagi yang di ketahui pelaku waktu percobaan pembunuhan terhadap Arga untuk pertama kali. Hal itu terjadi di 700 Front ST San Diego yang merupakan kediaman Arga.
Terlebih lagi, kediaman tersebut adalah unit termahal di 700 Front ST San Diego. Arga juga diketahui memiliki beberapa pengawal pribadi yang siap kehilangan nyawa untuk melindungi Arga. Sedangkan membayar pengawal seperti itu juga tidaklah murah. Tetapi informasi yang tertulis di data penduduk San Diego, Arga hanya anak dari pemilik peternakan di pinggiran San Diego. Hal itulah yang mendorong pihak kepolisian untuk memberi pengawalan kepada Arga.
"Tuan, ini berkas-berkas yang harus anda tanda tangani." Petugas maskapai menyodorkan beberapa halaman berkas yang harus di tanda tangani. Terlihat juga di sana harga dari helikopter yang harus di bayar Arga dengan nilai $5.600.000. Setelah Arga membaca sebagian berkas-berkas tersebut, dengan cepat Arga menandatangani berkas-berkas tersebut. Setelah Arga menandatangani berkas dan menyelesaikan pembayaran pembelian helikopter, petugas tersebut memberikan surat-surat kepemilikan helikopter beserta kuncinya.
("Baru saja melakukan pembayaran pembelian Helikopter dengan nominal $5.600.000 Sisa saldo $999.984.711.703.286.")
(0 poin skil baru di dapatkan)
(Total 52 poin skil belum digunakan)
(Skill saat ini)
__ADS_1
(Fisik 22)
(Kecerdasan 40)
(Kecepatan 21)
(Kekuatan otot 17)
(Akurasi 19)
"Tuan, izin terbang juga sudah di dapat. Anda bisa langsung terbang sekarang."
"Terimakasih." Setelah selesai Arga bertransaksi dan akan pergi menuju helikopternya, Arga melihat polisi wanita yang sebelumnya tidak dia lihat.
"Jaga bicaramu… Kau orang yang sedang diawasi. Kau adalah target pembunuhan. Pengawalmu juga sudah tidak ada karena sebagian sedang terluka dan sebagian telah tewas. Kau sangat membutuhkan kami untuk melindungimu." Polisi wanita tersebut yang merupakan seorang komandan berbicara dengan emosi kepada Arga.
"Benarkah demikian? Berarti kau tidak awas saat datang kemari." Arga menjawab dengan berlalu keluar menuju helikopter yang akan dia tumpangi. Melihat Arga tidak menghiraukannya dan pergi keluar, dengan terpaksa keempat polisi tersebut juga ikut keluar. Tetapi hal mengejutkan ketika ke empat polisi tersebut keluar untuk mengikuti dan mengawal Arga. Terlihat belasan orang dengan setelan baju seperti pengawal Arga sebelumnya dengan tanda khusus di saku jas mereka. Serta terlihat mereka jalan mengiringi Arga layaknya seorang pengawal yang sedang mengawal bosnya.
"Kalian tetaplah di sini, amnkan tempat ini agar aku aman saat kembali. Aku tidak bisa membawa banyak dari kalian karena sudah ada 4 polisi yang membuntutiku." Setelah Arga dan semuanya telah dekat dengan helikopter yang akan ditumpangi, Arga berbincang kepada pengawalnya.
"Jika bukan karena tugas, kami tidak sudi mengawal orang sepertimu." Komandan wanita tersebut berbicara dengan kasar setelah mendengar perkataan Arga.
__ADS_1
Arga memang berniat berbicara agar ke empat polisi tersebut merasa tersinggung. Sebab Arga merasa tidak nyaman dengan pengawalan dari pihak kepolisian. Arga berharap dengan di buat tersinggung, polisi-polisi tersebut akan pergi dengan sendirinya sebelum tugas mereka selesai.
"Apakah semua polisi wanita selalu kasar?" Arga berbicara sambil menggeleng-gelengkan kepala dan berlalu menuju helikopter yang telah di hidupkan oleh Mancini.
Setelah Arga dan ke empat polisi tersebut naik, dengan segera helikopter dengan tipe Eurocopter H225 yang dapat mengangkut 29 orang tidak termasuk pilot terbang menuju laut Tijuana River.
"Tuan, kita akan sampai pada kordinat dalam waktu 55 menit. Aku harap kalian menggunakan sabuk pengaman karena helikopter ini akan penuh guncangan setelah melewati bibir pantai." Mancini berbicara kepada Arga dan lainnya yang menjadi penumpangnya.
Angin sudah terasa kencang walau helikopter belum melewati garis pantai. Kini ke empat polisi tersebut merasa menyesal mendapat tugas mengawal Arga. Guncangan sudah mulai di rasakan oleh semua yang berada di dalam helikopter.
Kini mereka sudah berada di tengah laut, terlihat ombak yang sangat bergejolak semakin membuat pemandangan menakutkan. Helikopter yang terbang tidak terlalu tinggi terlihat seperti benar-benar berada di atas permukaan laut bagi orang-orang yang menumpanginya. Meski dengan rasa takut dan khawatir, Arga berusaha tetap menghilangkan ketakutannya demi misi yang dia jalani.
"Sebentar lagi kita akan memasuki wilayah hujan. Aku akan sedikit menaikkan helikopter ini." Mancini memberikan informasi kepada semuanya.
Terlihat di kejauhan, awan gelap menyelimuti laut Tijuana River. Kini angin semakin kencang menerjang helikopter. Lampu peringatan yang tadinya berwarna hijau, kini berubah warna menjadi orange dan berkedip-kedip. Lampu tersebut menandakan jika helikopter tidak dalam kondisi baik seperti sebelumnya.
Polisi wanita tersebut kini hanya diam dan berdoa supaya dia mendapat keselamatan. Terlihat juga tangan yang menggenggam sabuk pengaman yang mengikat perut dan bahunya dengan mata terpejam. Bahasa tubuh yang menandakan dia sangat ketakutan. Arga yang melihat hal tersebut merasa kasihan kepada polisi wanita tersebut. Bagaimanapun dia seorang wanita cantik yang kebetulan memiliki pekerjaan seorang polisi yang menuntutnya menjadi orang yang tegas.
Tetapi tetap saja terlihat sisi wanita lemah di balik seragamnya yang gagah. Arga berinisiatif untuk mengajaknya berbicara supaya ketakutannya bisa berkurang.
"Jika kamu memejamkan mata seperti itu, bagaimana kamu bisa mengawalku. Bagaimana jika ada seseorang yang menyerangku? Tentu kamu tidak bisa menyelamatkanku dan jika itu terjadi, habislah pekerjaanmu."
__ADS_1
"Tidak akan ada yang menyerangmu di dalam helikopter yang akan jatuh seperti ini. Helikopter ini terbang dengan sangat tidak stabil, aku tidak mungkin bisa mengawalmu dari bahaya menaiki helikopter yang sangat tidak stabil ini dan terasa selalu akan jatuh ke laut. Mintalah kepada pilotmu supaya menerbangkan helikopter ini dengan lebih baik lagi." Polisi wanita yang merupakan komandan tersebut menjawab pertanyaan Arga dengan cepat dan tetap memejamkan matanya serta kepala yang tetap dalam posisi menunduk kebawah.