Sistem Kuadrilliun Imigran Gelap

Sistem Kuadrilliun Imigran Gelap
Level 2.2


__ADS_3

Terlihat ada 4 notifikasi di layar transparan. Arga yang sudah mulai tidak sabar, membuka notifikasi secara asal dan jari arga menekan notifikasi ke 3. 


(Skil poin permanen sudah mencapai batas maksimal. Skil poin permanen bisa di tambah lagi jika sudah memiliki 10 skil istimewa secara permanen.) 


"Apa-apaan ini? Baru bisa menambah jika sudah memiliki 10 skil istimewa secara permanen?" Arga bergumam sendiri dengan merasa kesal. 


"Mengapa kamu hanya senyum-senyum sendiri?" Arga bertanya kepada Bella yang hanya tersenyum-senyum sendiri melihat kebingungan Arga. 


"Kamu tidak sedang di kejar harimau jadi bersantailah. Buka notifikasinya secara berurutan."Mendapati ucapan dari Bella, dengan segera Arga membuka notifikasi pertama. 


(Selamat, anda telah melewati level 2.1 dan telah memasuki level 2.2) 


Setelah membuka notifikasi pertama, Arga membuka notifikasi ke dua.


(Aturan penambahan poin skil sama dengan level 2.1. Miliki skil istimewa secara permanen supaya dapat menambah skil poin kembali. Dalam level 2.2, tidak ada lagi misi sistem. Sebagai ganti misi, pemilik sistem harus bisa menambah 1000 poin skil tiap bulan. Jika gagal, maka poin skil yang sudah terkumpul akan di kurangi 1000 poin skil) 


"Apa? Harus mengumpulkan 1000 poin skil/bulan? Jika gagal, aku akan kehilangan 1000 poin skil. Benar-benar semakin memberatkan." Arga membatin di dalam hatinya. 


Setelah membuka notifikasi pertama dan ke dua, baru Arga paham dengan maksud dari notifikasi ke tiga yang tanpa sengaja Arga buka terlebih dahulu. Kini arga melanjutkan membuka notifikasi ke empat. 


(Baru saja menambahkan 938 poin skil. Sisa saldo $999.895.331.309.371.) 


(0 poin skil baru di dapatkan)


(Total 824 poin skil belum digunakan) 


(Skill saat ini) 


(Fisik 250) 

__ADS_1


(Kecerdasan 250) 


(Kecepatan 250) 


(Kekuatan otot 250) 


(Akurasi 250)


(Skil istimewa permanen : 


-pengobatan kuno) 


"Kini aku baru memiliki skil istimewa pengobatan kuno secara permanen. Itu artinya, aku baru memiliki 1 skil istimewa dan kurang 9 skil istimewa lagi untuk bisa menambah skil poin permanen ku?" Arga berbicara sendiri setelah melihat semua notifikasi di layar transparan. Sedangkan bella hanya mengangguk pelan. 


"Apa hebatnya jika hanya memiliki 250 poin di setiap skilnya? Jika ada lawan seperti Suarez, aku masih bukan tandingannya. Saat itu kau sudah memiliki 300 poin di setiap skil, masih kalah dengan Suarez. Aaaaahhhh… kapan aku dapat membalas dendam ibuku? Aku juga harus membalaskan dendam orang-orang yang tewas karena sistem ini." Arga nampak kesal dengan aturan sistem yang semakin tidak menguntungkan dalam situasi yang semakin berbahaya. 


"Aku rasa, otakmu kini sudah cukup cerdas untuk berpikir. Mulailah menggunakan otakmu, jangan hanya ototmu. Selesaikan masalah dengan otak dan hadapi musuh dengan otak dan otot. Berpikir bijaksana untuk memutuskan, mulai bangun kewibawaan diri. Kuasai negeri ini dengan otak dan ototmu, karena oknum negeri ini adalah musuhmu." Bella berbicara dengan serius kepada Arga. 


"Aku harus menyelidiki ini." Bella kembali membatin di dalam hatinya. 


Mendapati ucapan demikian dari Bella, nampak Arga meresapi setiap ucapan Bella. 


"Baiklah, pertama-tama, aku harus menguasai negara bagian California. Setidaknya aku harus memiliki orang yang dapat menguasai negara bagian California." Arga bergumam cukup keras hingga Bella juga dapat mendengar dengan jelas. 


"Yaa… David, aku harus bisa memanfaatkan David dengan adanya Adline." Setelah bergumam, Arga mengajak Bella untuk kembali turun ke lantai bawah. 


Saat Arga kembali ke lantai bawah, Arga mendapati Adline dan Siska berdiam saling tidak menyapa. Arga tidak mengetahui perseteruan apa yang sudah terjadi kepada mereka berdua. 


"Ada apa dengan kalian?" Arga menegur Adline dan Siska yang saling tidak melihat satu dengan lainnya. 

__ADS_1


"........................" Mulut Siska dan Adline sama-sama menganga tanpa dapat mengeluarkan suara saat melihat perubahan fisik Arga. Terlihat kini tubuh Arga semakin berotot. Tatapan dari mata Arga juga semakin tajam. Tatapan tajam Arga, dapat dengan mudah meluluhkan hati wanita dan membuat gemetar lawan-lawannya hanya dengan menatapnya. 


Adline dan Siska sama-sama menelan ludah melihat Arga yang baru saja turun dari lantai atas. Mereka berdua yang sama-sama tergila-gila kepada Arga, semakin tidak ingin melepaskan Arga. Hanya saja, jika Adline dari awal menyukai Arga memang karena bentuk fisik Arga. Jika Siska, dari awal menyukai Arga karena kekayaan dan popularitas yang akan Siska dapat jika menjadi istri Arga. Hanya saja, dengan fisik Arga yang sekarang. Membuat Siska mulai juga tertarik dengan fisik Arga. 


Dua wanita cantik dengan cinta yang sama-sama besar dengan dua cara yang berbeda. 


"Kenapa kalian diam saja? Bukankan aku bertanya kepada kalian berdua?" Arga kembali bertanya saat melihat Siska dan Adline sama-sama terdiam. 


"E… emm… kami tidak apa-apa. Bukan kah begitu kak Siska?" Adline dengan cepat menjawab pertanyaan Arga. Sedangkan Siska hanya mengangguk dengan kesal karena Adline memanggilnya kakak. 


"Wah, kalian sudah akrab ya. Bahkan Adline memanggil Siska dengan sebutan kakak." Arga memuji mereka berdua. 


"Tetapi sepertinya aku tidak pantas di panggil kakak. Meski aku lebih tua, tetap saja aku lebih terlihat lebih muda dan lebih cantik darinya. Bukankah begitu sayang?" Siska berbicara dengan mendekat kepada Arga. 


"Eemmm… Ada yang ingin aku bicarakan serius kepada kalian berdua." Arga berbicara sambil menghindar dari Siska karena Arga tidak ingin kedua wanita yang lain tersakiti jika Arga menanggapi Siska secara berlebihan. Lalu Arga mengajak semuanya untuk duduk di balkon lantai tersebut. Untuk berbincang dan menikmati view dari unit 2206 yang merupakan unit termahal karena view istimewalah yang menjadi nilai tambahnya. 


Mengetahui Arga akan berbicara serius kepada Siska dan Adline. Bella membuatkan mereka semua minuman hangat, supaya suasana dapat semakin cair. 


"Kalian berdua sedikit banyak pasti tahu apa yang sedang aku hadapi. Aku memiliki musuh yang sampai saat ini aku belum mengetahui musuh yang sebenarnya. Otak dari segala yang sudah terjadi padaku. Terlalu banyak bahaya yang aku hadapi, aku khawatir jika aku tidak dapat melindungi kalian dalam waktu yang bersamaan. Aku ingin kalian mengerti." Arga berbicara kepada Adline dan Siska yang Arga ketahui sama-sama ingin selalu bersama Arga. 


"Jangan bilang kau akan menolak cintaku. Aku tidak sudi." Siska menyela pembicaraan Arga. Mendengar pengakuan Siska, Arga sampai menelan ludah. Bagaimana tidak, jika saja tidak ada yang lain di rumah Arga. Mungkin Arga sudah membolak-balikan tubuh Siska karena pengakuan itu yang Arga tunggu sebelumnya saat Arga hampir kuda-kudaan dengan Siska. 


"Bukan.. Bukan itu maksudku. Tidak ada niatan aku menolak cintamu. Hanya saja situasi yang aku hadapi sangat berbahaya." Arga berbicara dengan sedikit bingung karena Arga tidak ingin kehilangan salah satunya. Atau bahkan keduanya. 


"Apa itu artinya cintaku yang kamu tolak?" Adline berbicara dengan raut wajah memerah seakan ingin meneteskan air mata. 


"Bukan.. Bukan demikian juga maksudku. Aku tidak ingin kehilangan kalian berdua. Aduh.. Bagaimana aku menjelaskannya." Nampak wajah bingung Arga menghadapi dua wanita yang sama-sama ingin bersama Arga. 


"Maksudku kamu ingin memiliki mereka semua?" Bella tiba-tiba muncul dengan memberi tanggapan terhadap percakapan mereka yang dari tadi Bella dengar. 

__ADS_1


"Sebenarnya memang itu yang aku inginkan. Termasuk memilikimu juga." Arga membatin setelah mendengar ucapan Bella. 


"Naah… Ini dia minumannya. Sebaiknya kita minum coklat hangat terlebih dahulu." Arga pura-pura tidak dengar dengan ucapan Bella dan berusaha mengalihkan perhatian mereka semua dengan membahas yang lain terlebih dahulu. 


__ADS_2