
"Apa lagi ini? Harus menyelesaikan 5 misi dalam waktu 24 jam?" Tertera dalam layar, Terima dan tolak misi di samping tiap notifikasi misi. Setelah memunculkan ke 5 misi, waktu penghitungan mundur tertera di pojok atas layar transparan yang ada di depan Arga. Begitu juga di layar Handphone Arga. Penghitung waktu mundur tertera di layar utama handphone Arga.
"Apa saja penjelasan misi ini? Aku harus mengetahui isi misi ini sebelum aku menerima atau menolaknya. Belum selesai dengan kejanggalan dari poin yang tidak seharusnya, kini malah aku dihadapkan pada situasi misi yang harus aku selesaikan dengan waktu yang terbatas." Arga bergumam sendiri sambil menekan misi 1 guna melihat aturan misi. Tetapi setelah Arga menekan misi 1, aturan misi tidak muncul dan malah mengeluarkan warna merah pada tulisan Terima dan Tolak.
"Apa aku harus memilih terlebih dahulu sebelum ingin mengetahui aturan misinya? Hmmmh… Sepertinya memang demikian." Tanpa banyak berpikir lagi, Arga menerima misi 1.
(Misi 1. Pergi ke negara bagian Texas dan ke kota kecil zapata. Bebaskan 50 imigran yang dipaksa menjadi PSK. Hadiah misi, tidak tersedia karena transaksi yang digunakan melompati batas level. Hukuman tidak menyelesaikan misi, akan kehilangan 15 poin skil. Waktu, tidak ada batas waktu. Kecepatan penyelesaian misi akan ditambah secara kumulatif dan tidak boleh melebihi 24 jam.)
"Tidak ada hadiah, hanya ada hukuman. Misi laknat." Arga berbicara sendiri dalam ruangan tersebut dengan sangat kesal. Dengan segera Arga pergi dari sana dan meminta Siska beserta tim Notaris yang Arga tunjuk untuk menyelesaikan semua urusan jual-beli aset dan setelah selesai, mereka di minta langsung kembali ke San Diego tanpa menunggu Arga. 3 pengawal Arga juga diminta untuk tetap mendampingi Siska dan juga tim Notaris yang bekerja.
Setelah memberikan arahan, dengan segera Arga pergi bersama dengan 7 pengawal Arga. Dengan segera, Arga menuju ke maskapai Elena air dan meminta pesawat yang sudah disewa Arga untuk cepat mengudara dan pergi menuju negara bagian Texas di kota kecil zapata. Elena yang melihat Arga terburu-buru, dengan segera mengatur dan meminta izin terbang dengan cara melobi secara langsung dengan menelpon secara pribadi. Elena yang mengenal petugas yang berwenang memberi izin terbang di bandara New York, akhirnya lebih cepat untuk mendapatkan izin terbang. 10 menit semua kepentingan terbang telah di dapat. Dengan segera Elena memandu Arga menuju jet pribadi yang sudah siap untuk terbang.
"Dimana wanita tadi? Kenapa dia tidak nampak? 3 Pengawal Arga dan juga tim Notaris juga tidak ada. Apa mungkin Arga harus menyelesaikan urusan di tempat lain dan meminta wanita tadi beserta sebagian rombongan untuk tetap tinggal dan menyelesaikan urusan di sini." Elena membatin di dalam hati saat memandu Arga menuju jet pribadi yang sudah Arga sewa 10hari 10 jam sebelumnya.
"Ternyata kamu bisa menyiapkan pesawat untuk lebih cepat mendapat izin ketika melihatku terburu-buru." Arga berbicara dengan sedikit menggoda Elena yang sedang jalan memandu di depan Arga.
Elena hanya diam saja mendapati pernyataan Arga karena bingung harus menjawab apa. Sebab Elena takut salah bicara kepada Arga yang terlihat sedang dalam suasana hati yang tidak enak dan juga terburu-buru. Sedangkan Arga menganggap Elena tidak menjawab karena sedang marah atau bahkan sudah tidak peduli lagi terhadap Arga karena kejadian di bandara San Diego yang dapat di baca oleh orang lain bahwa Arga telah memiliki pasangan. Terbukti sekarang para paparazzi sudah tidak mengejar Arga di medsos dan tempat keramaian meski bertemu Arga. sebab mereka kini menganggap Arga sudah memiliki pasangan. Dan hanya segelintir gadis yang tetap merayu Arga dari jauh ketika mengenalj Arga.
Kini Arga semakin bingung untuk memulai pembicaraan kepada Elena yang terlihat diam dan hanya berjalan tanpa menoleh kepada Arga yang berada di belakangnya. Suasana hening dan hanya terdengar suara langkah sepatu terdengar hingga Arga dan lainnya sampai di pesawat.
"Perjalanan kita akan memakan waktu 3 jam 20 menit. Apakah ada sesuatu yang kamu inginkan? " Tiba-tiba Elena duduk di sebelah Arga dan berbicara tentang lama waktu terbang kepada Arga. Padahal sebelumnya Arga sudah bingung untuk dapat memulai pembicaraan terhadap Elena.
Mendapati Elena memulai pembicaraan, kini Arga merasa lebih bersemangat lagi. Kini Arga tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan untuk dapat lebih dekat kepada Elena. Dengan segera Arga menanggapi perkataan Elena dengan meminta jet tersebut untuk terbang lebih cepat agar urusan Arga dapat lebih cepat selesai juga.
Dengan segera Elena beranjak dari duduknya dan menyampaikan apa yang Arga inginkan kepada pilot dan co-pilot. Di saat Elena sedang menuju dan berbicara kepada pilot dan co-pilot, Arga meminta layar transparan untuk muncul. Setelah layar transparan muncul, Arga mencari skil istimewa yang dapat mendukung pendekatannya kepada Elena.
__ADS_1
Tertera di menu skil istimewa, terdapat skil merayu lawan jenis. Ketika Arga menekan skil tersebut, terdapat 3 pilihan lagi.
Untuk 1 hari 10 poin skil
Untuk 7 hari 25 poin skil
Permanen 200 poin skil
Arga memilih untuk 7 hari. Sebab selisih poin dan lama waktu sangat rugi jika hanya memilih untuk 1 hari. Dan Arga tidak memiliki poin cukup jika ingin menggunakan yang permanen. Tetapi saat Arga menekan skil istimewa tersebut, tertulis skil kecerdasan minimal 40. Sedangkan skil kecerdasan Arga masih berada di angka 22. Dengan segera Arga meningkatkan skil kecerdasan hingga ke angka 40.
(Baru saja menambah 18 poin skil kecerdasan)
(Total 77 poin skil belum digunakan)
(Skill saat ini)
(Fisik 22)
(Kecerdasan 40)
(Kecepatan 21)
(Akurasi 19)
Setelah Arga menambahkan poin kecerdasan hingga di angka 40. Kini Arga kembali ke menu utama dan mulai memilih skil istimewa merayu lawan jenis dengan durasi 7 hari. Saat Arga menekan tombol pilihan untuk 7 hari, tidak ada larangan kembali untuk menambahkan skil istimewa merayu lawan jenis.
__ADS_1
(Skil istimewa merayu lawan jenis telah aktif dengan durasi 7 hari)
(Baru saja menggunakan skil istimewa. aktif dalam 7 hari. poin terpotong 25)
(Total 52 poin skil belum digunakan)
(Skill saat ini)
(Fisik 22)
(Kecerdasan 40)
(Kecepatan 21)
(Akurasi 19)
Setelah skil tersebut aktif, kini otak Arga seperti dipenuhi cara-cara merayu seorang wanita. Skil aktif sangat tepat waktu. Sebab sesaat setelah skil tersebut aktif, Elena nampak berjalan menuju Arga.
Saat Elena hampir sampai di tempat Arga. Otak Arga seakan meminta Arga untuk berdiri dan menyambut Elena yang hampir sampai. Arga mempersilahkan Elena untuk duduk di kursi bagian dalam. Padahal kursi tersebut sebelumnya di tempati Arga.
"Silahkan duduk di kursi dekat jendela tuan putriku." Arga mengucapkan hal tersebut sesaat Elena sampai di samping Arga yang sedang berdiri di sebelah kursi. Elena tersenyum malu mendapati ucapan Arga.
"Tidak.. Tidak.. Kau saja yang di sana, bukankah pemandangan di luar dapat memberikanmu ketenangan di hatimu yang menegangkan." Elena menolak secara sopan kepada Arga.
"Sial.. Sial.. Sial.. Sial.. Kenapa otakku memerintah mulutku mengatakan kata2 kuno semacam itu?" Arga membatin di dalam hatinya sesaat setelah Arga mengucapkan kalimat tersebut.
__ADS_1
"Tidak ada pemandangan alam yang lebih indah daripada pemandangan yang sekarang sedang tersaji di hadapanku. Apa arti dari pemandangan alam jika aku tidak dapat memandang wajah cantikmu tuan putri." Arga menjawab perkataan Elena yang menolaknya secara sopan. Elena yang melihat Arga mengucapkan kata-kata tersebut merasa geli-geli senang mendengarnya. Meski kata-kata Arga terlihat kuno. Tetapi hal tersebut cukup membuat Elena tersenyum dan merasa di istimewakan dengan kata-kata yang terdengar seolah sedang di buat-buat.
Tanpa ingin menyinggung Arga yang sudah mempersilahkan Elena duduk. Akhirnya Elena menuruti permintaan Arga untuk duduk di dekat jendela.