
Pertemuan dengan 3 owner dari 3 gedung yang akan Arga beli di awali dengan perjamuan makan siang. Arga di dampingi oleh Siska dan juga tim notaris dalam pertemuan ini. Sedangkan 3 owner dari 3 gedung yang akan Arga beli, bersama dengan sekretaris mereka dan kuasa hukum masing-masing owner.
"Sayang, apakah kita akan berhasil membeli 3 gedung ini?" Siska nampak ragu untuk bisa mendapatkan 3 gedung di sekitar Hard Rock Hotel Valent Stand. Oleh sebab itu Siska bertanya kepada Arga dengan suara pelan seakan berbisik karena mereka sudah duduk satu meja besar dengan para owner dan timnya.
"Tenanglah, semua akan bergantung dengan penawaran."
"Akan kamu gunakan untuk apa 3 gedung itu? Sampai sekarang aku tidak tahu dengan maksudmu membeli 3 gedung itu. Kamu juga membeli unit-unit apartemen dalam satu gedung dengan harga sangat teramat tidak wajar."
"Aku tidak ingin nasib pengawalku seperti diriku. Jangan karena mereka bersamaku dan mengawalku, nyawa keluarga mereka jadi terancam. Aku juga berharap kamu membawa keluargamu untuk tinggal di sini."
"Sepertinya tidak perlu, karena aku tidak mempercayai konspirasi semacam itu." Siska sebenarnya cukup khawatir dengan keluarganya karena penyampaian Arga. Tetapi Siska memiliki keyakinan jika Arga hanya trauma atas pembantaian keluarga besarnya.
****
"Tuan-tuan aku tidak akan berbasa-basi lagi, aku akan langsung ke inti pembicaraannya. Karena aku yakin tuan-tuan semua memiliki kesibukan yang padat atas bisnis-bisnis tuan semua. Tuan tentu sudah mengetahui maksud saya mengundang tuan-tuan semua untuk datang kesini. Tetapi saya akan memperjelasnya dengan menyampaikan langsung kepada tuan-tuan sekalian." Arga memulai pembicaraannya kepada para owner pemilik gedung. Mereka diundang kemari dengan cara yang tidak lazimnya jual beli.
Mereka diminta datang dengan cara dibayar oleh pengawal Arga. Pengawal Arga memberikan uang sebesar $100.000 dalam undangannya agar mereka datang dan menjanjikan $900.000 jika mereka datang dengan membawa tim untuk mendengarkan penawaran yang akan di lakukan Arga. Oleh sebab itu masing-masing dari mereka membawa sekretaris dan kuasa hukumnya untuk menghadiri undangan Arga.
"Jika kita memang akan langsung ke inti pembahasannya, maka aku yang sudah mengetahui maksud undangan ini, akan langsung menjawab dan pergi untuk mendapatkan sisa uang yang dijanjikan jika aku datang bersama sekretaris dan kuasa hukum. JAWABANKU TIDAK AKAN MENJUAL GEDUNG INI." Salah satu owner gedung berbicara terus terang dan langsung menolak sebelum tahu dengan penawaran Arga.
"Ha.. Ha.. Ha.. Ha.. Bisnis dan bisnis. Untung dan untung. Bukankah itu yang Anda inginkan? Sehingga anda rela datang kemari untuk 1jt dollar. Tetapi anda belum mendengar penawaran ku. Jika menginginkan 1jt dollar, mulailah bernegosiasi terlebih dahulu. Bukankah begitu arti dari undangan saya tuan kuasa hukum? Tertulis di sana (membawa tim untuk mendengarkan penawaran yang akan dilakukan Arga). Mendengarkan penawaran. Baru aku akan memberikan $900.000 dolar sisanya." Mendengarkan ucapan Arga, kuasa hukum dari masing-masing owner gedung berbisik kepada klien mereka.
"Karena gedung tuan-tuan tidak memiliki tipe, kualitas, dan luas yang sama, maka aku akan memberikan harga yang tidak sama juga dari tiap-tiap gedung yang tuan-tuan miliki." Arga melanjutkan kata-katanya setelah ke tiga owner terdiam saat mendengar ucapan Arga sebelumnya.
__ADS_1
"Aku akan mulai dari tower 88. Aku akan membeli tower 88 dengan harga $38.700.000.000. Apakah tuan Samuel setuju?" Arga langsung memberikan harga fantastis terhadap gedung pertama yang akan Arga beli, tower 88 agar tidak ada penolakan dari tuan Samuel sebagai owner gedung dan juga langsung menanyakan kesetujuannya agar tidak banyak memiliki waktu untuk berfikir.
"Sepertinya sangat bodoh jika aku menolaknya. Aku menerima tawaranmu tuan." Tower 88 yang adalah gedung terluas di antara ketiganya. Arga memulai penawaran dari gedung terbesar dengan luas bangunan 2x dari Hard Rock Hotel Valent Stand untuk menghindari harga melambung jika memulai dari gedung terkecil.
"Jika tuan setuju, silahkan tuan mengikuti tim notaris saya untuk kepengurusan jual belinya." Kini tersisa 2 gedung lagi yang akan Arga beli.
"Kini dengan gedung Verguso. Aku akan memberi harga $31.250.000.000. Apakah tuan menyetujuinya?"
Tok.. Tok.. Tok.. Suara ketukan pintu menghentikan sejenak pembicaraan antara Arga dengan tuan Verguso.
"Masuk."
"Tuan, tanda tangan berkas telah selesai, tuan tinggal melakukan pembayarannya. Ini mesin pembayarannya tuan, silahkan cek nominalnya kembali lalu lanjutkan dengan menekan tombol hijau lalu verifikasi sidik jari, pengenalan wajah dan suara tuan." Verifikasi 3 tahap dilakukan karena nominal pembayaran yang sangat besar.
Hampir bersamaan dengan suara keberhasilan pembayaran, notifikasi muncul di layar transparan di depan Arga.
(Baru saja melakukan pembayaran pembelian gedung tower 88 dengan biaya sebesar $38.700.000.000. Sisa saldo $999.936.012.263.286.")
(38 poin skil baru di tambahkan)
(Total 52 poin skil belum digunakan)
(Skill saat ini)
__ADS_1
(Fisik 22)
(Kecerdasan 40)
(Kecepatan 30)
(Kekuatan otot 25)
(Akurasi 25)
"Maaf tuan, mari kita lanjutkan kembali." Arga berbicara kepada tuan Verguso.
"Harga yang sangat fantastis memang, aku sudah menduga sejak awal undangan bahwa tuan Arga Litohu akan membelinya dengan harga fantastis. Tetapi kenapa tidak anda bulatkan menjadi $32.000.000.000? Pasti aku akan menyetujuinya jika angkanya di bulatkan." Owner gedung Verguso mencoba menambah keuntungannya dengan memanfaatkan situasi.
"Baik, kita sepakat. Silahkan tuan mengikuti tim notaris saya untuk kepengurusan jual belinya." Dengan senyum lebar, owner gedung Verguso mengikuti arahan dari tim notaris Arga. Sebelum tuan Verguso owner dari gedung Verguso pergi mengikuti tim notaris Arga. Tuan Verguso menyempatkan menepuk pundak tuan Paulo owner dari gedung Santana yang tadi sempat mengatakan menolak dengan jual-beli gudungnya tanpa mendengar penawaran dari Arga. "Semoga mendapat harga bagus tuan Paulo. Jangan terlalu serakah dengan keadaan. Jika tidak, kau akan merugi."
"Aku sudah memikirkan tawaran yang akan memberiku lebih dari sekedar keuntungan tuan Verguso. Dan pastinya tuan Arga Litohu akan sepakat dengan tawaranku." Tuan Paulo menjawab perkataan tuan Verguso dengan senyum keyakinan.
"Tuan Paulo, saya akan membeli gedung AM Senta dengan harga $16.000.000.000. Harga tersebut sudah lebih tinggi dari Hard Rock Hotel Valent Stand, meski gedung AM Senta memiliki luas lebih kecil daripada Hard Rock Hotel Valent Stand. Apakah tuan menyetujuinya?" Arga memberikan harga tersebut karena gedung AM Senta memiliki luas lebih kecil dari Hard Rock Hotel Valent Stand. Tetapi Arga memberinya harga lebih tinggi karena tuan Paulo sempat menolak secara keras sebelum Arga menawar.
"Harga yang sangat fantastis memang, bahkan harganya lebih mahal dari harga gedung hotel ini yang lebih luas. Tetapi aku tidak menyetujuinya. Tetapi aku bisa saja menyetujuinya jika tuan Arga menambah keuntunganku." Tuan Paulo berbicara dengan senyuman aneh.
"Tuan Paulo ingin aku menambahkan berapa agar aku dapat membeli gedung AM Senta?" Dengan segera Arga menjawab permintaan tuan Paulo.
__ADS_1
Mendengar perkataan Arga yang demikian, tuan Paulo tersenyum puas. Seakan Arga telah menyetujui permintaannya.