Sistem Kuadrilliun Imigran Gelap

Sistem Kuadrilliun Imigran Gelap
Stasiun


__ADS_3

"Aaaaa…Aaaaa…" Teriakan pria saat kakinya di tusuk oleh Arga. 


"Ampun tuaaan.. Ampuun.. Ampuni saya tuan.. Saya minta maaf.. Ampuni saya.." Pria tersebut memohon ampun kepada Arga setelah Arga menghentikan tusukan ke kakinya. 


"Ampuni saya tuan, istri saya pagi ini melahirkan. Bahkan saya belum melihat anak saya." Pria tersebut meminta memohon kepada Arga dengan memaksa menyatukan kedua tanggannya untuk memohon. 


"Kau memiliki pilihan untuk tidak menjalankan perintah atau menghindar dari pertarungan sebelumnya, tetapi kau lebih memilih untuk menjalankan perintah dan bertarung yang pasti kau tau resikonya. Yaitu kematian. Kau meminta pengampunanku supaya aku tidak membunuhmu karena kau baru saja memiliki anak. Bagaimana dengan orang-orang ku? Kau pikir mereka tidak memiliki anak!! Kau pikir mereka tidak memiliki keluarga!!" Arga berbicara dengan menampar beberapa kali. 


"Jika kau menginginkan kesempatan. Katakan dengan jujur. Dengan siapa kau bekerja? Mengapa kalian ingin membunuhku?" Arga berbicara kembali setelah menampar tiga kali dan menyelesaikan bicaranya yang pertama. 


"Saya bekerja di militer tuan, kami adalah pasukan anti teror perang perkotaan. Saya tidak mengetahui mengapa kami harus membunuh tuan. Yang kami tau, kami di minta menghafal wajah tuan mulai beberapa hari yang lalu. Yang kami tau, tuan adalah ancaman teror besar di negara ini. Dan tadi pagi, kami mendapat perintah menangkap tuan di kota McAllen hidup atau mati karena akan melakukan teror di kantor imigrasi. Saya sudah memberitahu… Tolong ampuni saya tuan…"


"Karena kau sudah memberi tahu ku, aku memberimu kesempatan untuk Vidio call istrimu supaya kau mengetahui anakmu." Mendengar ucapan Arga, pria tersebut menelan ludah. Karena dari ucapan Arga, bukan benar-benar melepaakannya.


"Berilah senyuman terbaik pada istrimu. Setelah vidio call aku akan memberimu hadiah 1jt dollar. Karena memberiku informasi yang baik. Hitung-hitung untuk biaya anakmu sampai dewasa." Arga kembali berbicara kepada pria tersebut saat berusaha menghubungi istrinya. Saat melakukan Vidio call, Arga juga membantu memegang Handphone karena pria tersebut tidak dapat memegang sendiri karena luka di bahunya. Arga juga membantu supaya pria tersebut memiliki kenang-kenangan berupa tangkapan layar saat Vidio call. 

__ADS_1


Setelah Arga merasa cukup, Arga menyuruh pria tersebut menghentikan teleponnya. Tetapi pria tersebut enggan melakukannya karena dia tau bahwa hidupnya akan berakhir. Karena pria tersebut tidak cepat mengucapkan salam perpisahan, Arga terpaksa mematikan Vidio call secara paksa. Tidak lupa, Arga juga menambahkan 1jt dollar ke saldo pria tersebut. 


"Aku sudah memberimu 1jt dollar, lihatlah saldomu sudah bertambah." Arga berucap dengan menunjukkan saldo yang sekarang pria tersebut miliki. Terlihat senyum bahagia di wajahnya. Saat Arga melihat senyum di wajah pria tersebut, dengan cepat Arga menebaskan pisaunya ke leher pria tersebut. 


"Aku sudah menepati janji dengan memberimu kesempatan melihat anakmu. Aku juga menepati janji dengan memberimu 1jt dollar. Sekarang waktumu sudah habis." Arga berucap dan berlalu pergi menuju Mancini saat melihat pria tersebut berusaha menutup luka di lehernya. 


"Ini adalah neraka kehidupan. Air mataku kini seakan sudah mengering. Semua orang terdekat ku tewas di kota ini." Arga membatin dengan melihat Mancini yang tergeletak di lantai gerbong. 


Hati Arga kini seolah sedang di tempa. Simpati terhadap lawan sudah tidak ada lagi di pikiran Arga. Yang Arga tau kini hanya membunuh lawan yang akan menghalangi jalan pahit kehidupannya. Terdengar suara jika kereta akan berhenti. Arga kini telah bersiap di dekat pintu dengan pisau di tangannya. 


****


Dengan status yang di miliki Adline saat ini, membuat pihak pengadilan takut. Sehingga pengadilan akan melakukan sidang darurat 1 jam lagi untuk menutup kasus imigran yang di tuduh sebagai penjahat perbatasan. Status pengacara muda yang hebat, membuat semua pihak berfikir 2x untuk melawan. Karena dapat beresiko bui kepada mereka yang tetap melawan. Terlebih, bukti paspor dan dokumen yang di pegang Adline. Sudah tidak ada alasan yang dapat meneruskan sidang kasus kejahatan perbatasan. 


****

__ADS_1


Setelah Arga turun gerbong, stasiun kereta bawah tanah, stasiun tersebut menjadi gempar saat beberapa orang akan menaiki gerbong dengan beberapa mayat di dalamnya. Sedangkan Arga telah turun dari gerbong depan dengan membawa pistol di pinggang.


Dalam keramaian stasiun kereta bawah tanah karena memang jam sibuk istirahat siang. Terlihat di ujung lobby stasiun sekitar 40an meter dari posisi Arga, ada seorang pria berkaos hitam dan menggeneong tas di sampingnya yang berisikan pistol dengan peredam mengarah kepada arga. Tangan kiri pria tersebut berada di dalam tas, sedangkan tangan kanannya menahan tali tas yang berada di pundaknya. Dalam keramaian stasiun, pria berjaket hitam akan menembak saat tidak ada orang yang menghalangi di jalur pelurunya. 


Jles… suara tembakan. Arga menghindari peluru dengan bergeser 1 langkah ke samping. Tatapan tajam Arga tanpa berkedip mengarah pada lengan pria berkaos hitam. Arga memperhatikan otot lengannya untuk dapat menebak kapan pria tersebut menembak. Arga terus melangkah mendekati pria berkaos hitam tersebut. 


Saat Arga bejalan, ada pria di samping Arga akan menusukkan pisau ke perut Arga. Dengan sigap Arga menahan tangan pria tersebut lalu menekuk sikunya hingga pria tersebut menikam dirinya sendiri di bagian dada, lalu Arga mendorongnya ke bawah agar terjatuh seperti orang tiarap. Orang-orang di sekitar tetap tidak menyadari karena Arga melakukan dengan cepat. 


Jles.. Suara tembakan 1 detik sebelum seorang wanita cantik yang akan menusuk leher arga dengan besi pendek seperti besi obeng. Arga menangkis besi pendek wanita tersebut dengan cara menggenggam tangan wanita, lalu tangan kiri Arga meraih dan menarik leher wanita tersebut seperti terlihat pasangan yang akan berciuman. Peluru yang di tembakkan pria berkaos hitam mengenai wanita tersebut. 


Arga mengambil besi dari tangan wanita tersebut. Arga terus melangkah mendekati pria berkaos hitam dengan mengeluarkan magazine dari pistolnya lalu membuka penutup pistol atas dan mengganti tabung lorong peluru dengan besi yang baru di rampas. Pembelajaran membongkar dan merakit pistol yang pernah Arga pelajari dari Mancini, kini di terapkan oleh Arga. 


Arga berjalan dengan selalu mencari penghalang di depannya supaya pria tersebut tidak menembak. Arga yang kini telah mengetahui jika kelompok yang menyerangnya adalah militer, tidak mungkin akan mengorbankan nyawa orang lain yang tidak bersalah. Saat Arga sudah 2 meter dari pria tersebut, Arga mendorong seorang wanita tua ke arah pria tersebut dan melangkah maju sedikit mengitar menghindari ujung tas yang merupakan ujung pistol. 


Jles.. Suara tembakan mengarah ke kepala Arga, beruntung tembakan tersebut meleset karena terganggu oleh wanita tua yang Arga dorong. Tangan kiri Arga menahan ujung tas pria tersebut, lalu Arga menembakkan pistol yang telah dibongkar agar dapat melontarkan besi pendek seperti sebuah peluru. Besi tersebut menancap di leher pria penembak, lalu dengan sigap Arga mendorong besi tersebut supaya semakin menancap. 

__ADS_1


Pria berkaos hitam mengalami syok karena tusukan besi menembus tulang leher dan menusuk sumsum lehernya dan menghalangi aliran darah ke otak. Pria tersebut berdiri mematung lalu terjatuh setelah Arga sudah melangkah pergi beberapa meter dari sana. 


__ADS_2