Sistem Kuadrilliun Imigran Gelap

Sistem Kuadrilliun Imigran Gelap
Hampir Mematahkan Leher Levita


__ADS_3

"Aku tidak dapat menunggu jawabanmu terlalu lama. Jika kamu tidak menjawab, aku anggap kamu menolaknya. Aku tunggu jawabanmu sampai hitungan ke 3."


"Satu…" 


"Dua…" 


"Tiga…" 


"Kau tetap tidak menjawab, baiklah aku pergi." Arga berdiri dari duduknya dan menuju pintu untuk keluar. Arga pun keluar kamar dengan santai. Tetapi saat pintu akan di tutup dan hanya menyisakan celah beberapa cm. Pelayan tersebut berteriak dengan kata-kata bersedia. Mendengar ucapan tersebut Arga menghentikan geraknya dan tersenyum atas jawaban pelayan tersebut. 


"Kena kau." Arga membatin sambil tersenyum kegirangan. 


Kini Arga kembali masuk ke dalam kamar dan duduk jongkok di depan kepala pelayan tersebut dan berbisik. "Keputusan yang sangat tepat."


"Sebelum aku melepaskanmu, aku harus memanggilmu siapa. Sebab aku belum tau siapa namamu." Arga melanjutkan kata-katanya saat Arga akan membuka ikatan di tubuh pelayan tersebut. 


(Skil istimewa pertahanan sisa 1 menit) 


"Huft.. Berapa lama sebenarnya skil istimewa pertahanan ini? Kenapa selalu sebentar saja. Sepertinya belum 5 menit skil ini aktif tadi." Arga membatin di dalam hatinya saat mendengar peringatan skil istimewa pertahanan yang akan habis. 


"Levita.. Panggil aku Levita."


"Nama yang cukup bagus, baiklah. Aku berharap kau bisa di percaya."

__ADS_1


"Seharusnya aku yang mengatakan hal itu." Dengan ketus Levita berbicara kepada Arga. 


"Baiklah, sekarang apa rencanamu yang mencapai 1001 cara?" Levita dengan segera bertanya sesaat setelah Levita di lepaskan. Levita juga tidak yakin jika Arga sudah memiliki cara yang sangat baik meski Arga mengatakan memiliki 1001 cara. 


"Karena sekarang kita bekerja sama, sebaiknya kita menggunakan caramu yang sudah mengerti dengan situasi di sini."


"Jika menggunakan caraku, 1 bulan lagi kita baru bisa bertindak."


"Jangankan 1 bulan lagi. Menunggu sampai tengah malam saja sudah tidak mungkin. Kita harus membebaskan mereka sebelum tengah malam. Bahkan lebih cepat lebih baik." Arga berbicara dengan wajah serius. Levita membaca ekspresi wajah Arga yang sangat serius dengan arti memang ada sesuatu yang sangat mendesak. Sebab Levita yang menganggap Arga adalah seorang agen khusus pasti memiliki informasi yang dapat di percaya. 


"Apakah ada sesuatu yang membahayakan?"


"Ya." Arga menjawab pertanyaan Levita singkat dengan ekspresi wajah yang sangat meyakinkan. Membuat Levita semakin percaya jika memang ada sesuatu yang berbahaya. 


Kini mereka berempat telah sampai di sebuah rumah yang menjadi tempat Levita menyimpan banyak senjata. Tempat tersebut juga sering dipergunakan Levita untuk bertemu para informan yang dimiliki Levita. 


"Sebenarnya jika kita melakukannya 1 bulan lagi, semua akan lebih mudah. Tetapi karena kita terpaksa melakukannya kali ini, kita akan menggunakan cara ini." Levita berbicara dengan menunjukkan ruangan yang penuh dengan senjata. Melihat senjata yang sangat banyak, Arga sangat kaget. Terdapat senjata berbagai jenis, dari pistol hingga senjata berat. Bahkan di ruangan tersebut juga ada senapan mesin kaliber 20mm yang biasanya diletakkan di sebuah mobil bak terbuka. 


"Apa kau sudah gila? Kita tidak memiliki pasukan. Tidak mungkin kita menyerang rumah bordil tersebut yang memiliki banyak pengawal dan juga keamanan. Aku juga yakin jika mereka juga memiliki banyak senjata. Akan banyak yang mati jika kita melakukannya secara frontal."


"Maksudmu aku mengajakmu untuk mengendarai sebuah mobil bak terbuka dan menyerang mereka dengan senapan mesin ini?"


"Ya.. Apa lagi yang dapat dipikirkan setelah kau memamerkan senjata sebanyak ini."

__ADS_1


"Aku akan menjual semua senjata ini dan uangnya akan aku pergunakan untuk menyewa para korban perdagangan manusia tersebut dan membawa mereka kembali ke Meksiko. Memang kita akan menggunakan beberapa senjata untuk membunuh pasukan pengawas di hutan. Sebab, tanpa kita membunuh mereka, kita tidak akan pernah sampai di perbatasan Meksiko." Levita membicarakan rencananya kepada Arga. 


"Kita tidak perlu membuang waktu untuk menjual barang-barang ini. Aku yang akan menyewa para PSK tersebut sampai besok pagi." Sesaat setelah Arga menyelesaikan kalimatnya, dengan cepat Levita menyikut perut Arga. Arga yang berada sangat dekat dan berada posisi belakang Levita sebelah kiri, berada di jangkauan Levita untuk menyikut Arga. Setelah Arga terkena sikutan, Arga sedikit menunduk dengan posisi kepala di atas pundak Levita. Dengan segera tangan Levita meraih kepala Arga untuk di banting. 


(Skil istimewa pertahanan aktif) 


Dengan gerakan cepat, sebelum Levita membanting Arga. Tangan kiri Arga mendorong pinggul Levita kedepan supaya levita tidak mendapatkan tumpuan yang tepat untuk membanting Arga kedepan. Setelah Levita gagal membanting Arga, tangan kanan Arga menggenggam dan mendorong leher Levita kearah kanan dengan posisi pergelangan tangan pas di leher Levita untuk menjauh hingga dengan terpaksa Levita melepaskan cengkraman di kepala Arga. Setelah cengkraman Levita terlepas, tangan Arga yang menggenggam lalu di buka untuk meraih dagu Levita dan mendorongnya ke belakang. Sedangkan kaki Arga berada di belakang kedua kaki Levita. Sehingga kini Levitalah yang terjatuh ke bawah. 


Setelah Levita terjatuh terlentang dan untuk memastikan levita tidak menyerang kembali, lutut Arga kini menindih bahu dan leher levita, sedangkan kedua tangan Arga meraih kepala Levita untuk di angkat ke atas. Dengan posisi bahu dan leher di tekan ke bawah dan kepala di angkat ke atas, kini Levita berada di posisi terkunci. Dan jika Arga semakin menguatkan tenaganya, dipastikan leher Levita akan patah dan kemungkinan besar akan tewas. **(Dengan gerakan cepat)**


**(HATI-HATI!!!! Tidak untuk dipraktekkan kepada anak kecil dan juga tidak untuk di praktekan secara sembarangan)**


**(Cukup tau dan bisa di pergunakan jika memang harus mempertahankan diri)**


"Kau masih berani menyerangku lagi!!"


Eeekkh… eerrkh… Levita tidak dapat mengeluarkan kata-katanya dengan posisi terkunci seperti itu. Sehingga kini Arga melepaskannya. Sebab jika terlalu lama, Levita juga bisa tewas kehabisan nafas. 


"Mereka bukan PSK. Mereka korban perdagangan manusia. Mereka melakukannya dengan terpaksa untuk melindungi nyawanya. Jangan pernah mengatakan mereka PSK. Tadi Sikutku berhasil mengenaimu, selanjutnya peluru yang akan menembus tubuhmu." Levita berbicara sesaat ketika nafas Levita sudah dapat kembali. 


"Kau keberatan dengan kata-kata ku? Kau tidak perlu menggunakan kekerasan. Jika aku tadi tidak mengontrol emosiku, lehermu pasti sudah patah. Kau tau bukan." Arga berbicara dengan membentak Levita.


"Br*ngs*k.. Untung aku dapat mengontrol emosiku sehingga aku tidak membunuhmu." Arga berbicara di dalam hatinya. 

__ADS_1


Levita terlihat membaringkan badannya dan berusaha mengatur nafas. Sebab di saat Levita sudah berada dalam posisi terkunci, Levita sudah hampir kehabisan nafas. Arga yang sudah berada pada posisi berdiri, menjulurkan tangannya untuk membantu Levita berdiri. Tidak lupa Arga juga mengucapkan permintaan maaf atas kata-katanya yang menyinggung Levita. 


__ADS_2