Sistem Kuadrilliun Imigran Gelap

Sistem Kuadrilliun Imigran Gelap
Serangan Dari Lukman


__ADS_3

"Apa kalian tidak mau..?" Arga berbicara saat melihat Bella dan Melisa yang menganga dan sesekali saling berpandangan satu sama lain tanpa menjawab pertanyaan Arga.


"E.. Emmm… Kalau aku bukannya tidak mau. Sudah pernah aku katakan, jika aku akan menyerahkan hidupku kepada orang yang dapat membantu menyelamatkan nyawa adikku. Tapi yang membuat aku terkejut, aku tidak menyangka jika kamu memintaku menikah secara bersamaan dengan Bella." Melisa yang mengira statusnya hanya simpanan Arga, sebenarnya cukup senang saat Arga mengatakan ingin menikahinya. 


Setelah Melisa menjawab, kini Arga dan Melisa sama-sama memandangi Bella. Mendapatkan tatapan dari Arga yang menginginkan jawaban darinya, Bella masih terdiam lalu meneteskan air mata. 


"Bukannya aku tidak ingin di cintai dan di kasihi layaknya seorang wanita pada umumnya. Tetapi aku tidak ingin mencelakaimu. Tidak boleh ada cinta di hatimu untukku. Kamu belum mengerti apa yang akan kau hadapi di depan. Aku hanya pengawalmu yang harus kau manfaatkan nantinya. Ini tidak boleh terjadi." Bella membatin dalam diamnya. 


"Aku tidak tertarik menjadi istrimu. Aku hanya akan melayanimu sebagai pelindungmu, bukan sebagai pendamping hidupmu." Setelah membatin, Bella menghapus air matanya dan berucap demikian lalu berpaling dan pergi dari hadapan Arga. 


Dalam tiap langkah kepergian Bella setelah berpaling dari Arga, terasa ribuan duri menusuk jantung Bella. Sangat terasa sesak di dada Bella saat harus mengucapkan kalimat yang tidak selaras dengan hatinya. 


Terasa sangat perih dan sakit yang belum pernah Bella rasakan. Air mata terus membasahi pipinya tanpa bisa lagi di tahan oleh Bella. Hal itu harus tetap Bella lakukan untuk kebaikan Arga sendiri kedepannya. 


"Mulai saat ini, aku harus mengubah sikap manjaku terhadap Arga. Aku harus bersikap dingin bagaikan es meski hal itu akan menyakiti perasaanku. Aku akan bersikap layaknya seorang pelindung terhadap tuannya. Tidak akan lebih dari itu." Bella membatin dan berbicara kepada dirinya sendiri. 


Tanpa sepengetahuan Arga, Bella keluar dari kediaman tuan Jonathan. Bella menuju sebuah gedung lantai 6 tidak jauh dari kediaman tuan Jonathan untuk menenangkan diri dari suasana hatinya yang sedang tidak baik. 


Dalam lamunannya, Bella melihat seorang pria yang pernah Bella lihat berada di kejauhan sedang berjalan mendekati kediaman tuan Jonathan. Bella masih berusaha mengingat sosok pria yang sedang berjalan mendekati kediaman tuan Jonathan. 


Di saat Bella masih berusaha mengingat, datang sebuah awan gelap di langit. Awan tersebut datang dengan cepat bersamaan dengan angin sangat kencang. 

__ADS_1


Hal aneh yang di lihat Bella, awan gelap dan tebal tersebut tidak menutup semua kota, tetapi hanya berdiameter sekitar ratusan meter saja. Di saat itulah, Bella mengingat pria yang datang tersebut adalah pria yang pernah menyerang Arga dengan air yang sangat tajam. 


Dia adalah Lukman yang sudah di beri informasi keberadaan Arga oleh Ferdinand. Lukman kembali menggunakan skil nelayannya yang dapat memancing datangnya angin dan dapat menghembuskan angin yang sangat kencang hanya dengan tiupannya. 


Angin yang sangat kencang, memporak porandakan sekitar kediaman tuan Jonathan. Orang-orang di kediaman tuan Jonathan dan sekitar, mengira jika itu sebuah badai. Bahkan, beberapa hal yang sudah di persiapkan tuan Jonathan untuk pernikahan Arga ikut porak-poranda terbawa angin. 


Tanpa menunggu perintah dari Arga, Bella berinisiatif untuk menyerang Lukman dari belakang. Hal itu di lakukan supaya Bella dapat memenangkan pertarungan dengan cepat. Dengan lemparan paku dan shuriken, Bella menyerang Lukman dengan cepat. 


Tetapi sayang, serangan yang di berikan Bella dapat di patahkan dengan mudah meski Bella menyerang Lukman dari arah belakang. Hal itu di karenakan, Lukman dapat merasakan tekanan udara yang berubah karena gerakan bertenaga dengan tiba-tiba. 


Paku dan shuriken milik bella, di patahkan oleh air hujan yang diarahkan dengan angin hingga berulang kali menabrak paku dan shuriken yang di lempar Bella. Melihat hal itu, Bella sangat terkejut dan seakan tidak percaya dengan apa yang baru saja Bella lihat. 


"Apakah dia bisa mengendalikan air dan angin..?" Bella membatin di saat paku dan shuriken yang Bella lempar di patahkan begitu saja. Mendapatkan serangan dari belakang, Lukman menoleh ke arah sosok yang menyerangnya. 


"Itu jika kamu mampu menyentuhku." Bella berucap bersamaan dengan melemparkan beberapa pisau lempar ke arah Lukman. Mengetahui beberapa pisau melesat ke arah dirinya, Lukman menembakkan air hujan bercampur ludah dari mulutnya. 


Sekali lagi, serangan Bella dapat di patahkan. Tanpa ingin membuang kesempatan, Lukman kembali menembakkan air dari mulutnya dan bergerak cepat ke arah Bella. 


Meski Bella berhasil menghindar dari serangan yang di berikan oleh lukman, tetapi hal itu di lakukan dengan susah payah hingga harus mengeluarkan kecepatan maksimal Bella. 


"Serangannya jauh lebih cepat dari sebuah peluru. Siapa dia sebenarnya. Aku harus lebih berhati-hati." Bella membatin sambil mengeluarkan pedang pendek dari balik jubahnya. 

__ADS_1


****


"Hallo Tuan, nona Bella sedang bertarung dengan seorang pria di tengah guyuran hujan lebat." Seorang penjaga pos di kediaman Jonathan, berbicara melalui sambungan telepon dengan Jonathan dan melaporkan apa yang sedang dia saksikan di kejauhan jalan kediaman Jonathan. 


Mendapat laporan dari anak buahnya, dengan segera Jonathan menghubungi Arga untuk memastikan kebenarannya. Jonathan menanyakan keberadaan Bella, tetapi Arga mengatakan jika Bella sedang pergi sejenak keluar. Mendengar hal itu, kini Jonathan sangat yakin jika yang di laporkan oleh anak buahnya adalah benar. 


Setelah mendapatkan keyakinan, Jonathan menyampaikan sesuai dengan apa yang di sampaikan oleh pasukannya yang sedang menjaga pos di depan kediaman Jonathan. 


Mendapatkan kabar tersebut, pandangan Arga yang sebelumnya sayup, berubah menjadi tajam dan segera pergi menuju depan rumah kediaman Jonathan. Di tengah guyuran hujan, Arga terus berlari ke tempat terjadinya pertarungan antara Bella dan Lukman. 


Sesampainya Arga di depan kediaman tuan Jonathan, terlihat Bella di kejauhan sedang berusaha mendekat ke arah seorang pria yang sepertinya pernah Arga lihat. 


****


Bella berusaha mendekat ke arah Lukman dengan mengkombinasikan kecepatan yang di miliki dengan lemparan paku, shuriken dan pisau ke arah Lukman. Bella kini sadar jika Lukman sangat sulit jika di serang dari jarak jauh selama serangan tersebut masih lebih lambat dari tembakan air yang di keluarkan dari mulut Lukman. 


Tetapi bukan hal mudah untuk bergerak mendekat ke arah Lukman, sebab pertarungan jarak dekat memang sangat di hindari oleh Lukman. Terlebih dengan lawan seperti Bella yang memiliki kekuatan otot jauh di atas Lukman. 


"Apa yang kalian tunggu? Dia adalah musuh kita. Tembak pria yang menjadi lawan Bella." Arga berteriak ke arah para pengawal kediaman tuan Jonathan yang hanya menyaksikan pertarungan Bella dari kejauhan. 


Mendengar teriakan Arga, dengan segera beberapa sniper membidik ke arah Lukman dan menembak ketika sudah pas. 

__ADS_1


Tekanan yang di timbulkan oleh peluru yang mengarah ke Lukman, sangat bisa di rasakan oleh Lukman. Hingga sangat mudah bagi Lukman untuk menghentikan gerak peluru yang mengarah padanya dengan hembusan angin bercampur air yang sangat tajam. 


Tetapi tembakan tersebut sempat membuat fokus Lukman terpecah sebab Lukman menoleh ke arah asal tembakan. Di saat itu, Lukman juga dapat melihat keberadaan Arga yang berada tidak jauh dari para sniper. 


__ADS_2