Sistem Kuadrilliun Imigran Gelap

Sistem Kuadrilliun Imigran Gelap
5 misi 24 jam


__ADS_3

Dalam perjalanan menuju pesawat, Siska terus menggandeng tangan Arga meski beberapa kali Arga berusaha menghindar di setiap kesempatan. Sedangkan Elena sesekali melirik kearah Arga yang selalu digandeng oleh Siska. 


Saat berada di pesawat, dengan segera Arga duduk di kursi tunggal agar dapat menghindar dari Siska. Meski Arga tertarik dengan kecantikan dan body seksi Siska, tetapi Arga merasa tidak nyaman jika Siska terus menggandengnya di depan Elena. 


"Jika kamu duduk di sini, aku duduk di mana?"


"Carilah kursi kosong yang lain, aku ingin beristirahat selama penerbangan." Mendapati jawaban Arga yang terasa dingin, Siska tidak ingin merusak kedekatan mereka dengan memaksa dan membuat Arga tidak nyaman. Sehingga Siska memilih untuk duduk di belakang kursi Arga. 


Sebenarnya jika Arga sedang berada di tempat lain yang tidak terdapat Elena. Arga tidak akan menolak jika Siska duduk di sebelahnya. Tetapi kini Arga seakan terjepit dengan dua situasi yang tidak mungkin Arga pilih, sebab Arga tidak ingin kehilangan kesempatan untuk mendekati Elena. Hanya saja, Arga juga tidak ingin kehilangan kenikmatan atas tubuh seksi dan kecantikan Siska. 


"Mengapa dadaku terasa panas dan sakit saat melihat wanita itu terus mendekati Arga. Apa ini yang dinamakan cemburu? Tetapi aku tidak memiliki hubungan spesial dengan Arga. Huft, aku harus bagaimana dengan perasaan ini?" Elena berbicara di dalam hati ketika lagi-lagi melihat Siska berbicara sangat dekat dengan Arga ketika Siska bertanya tentang posisi duduk. 


Arga berhasil menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Sebab Arga memilih untuk abstain dan lebih memilih pura-pura tidur hingga benar-benar tertidur dalam penerbangan menuju New York. Arga baru terbangun saat mendapat guncangan sebelum mendarat. 


Ketika sudah turun dari pesawat, Thomas mengarahkan Arga supaya mengikutinya. Sebab Thomas sudah meminta staf perusahaan membawa semua berkas-berkas yang diperlukan dalam proses penjualan aset. Sesuai dengan keinginan Arga, proses jual-beli dipercepat dengan cara melakukan semuanya di salah satu aula di bandara yang sudah disiapkan oleh para staf perusahaan Hard Rock Group di New York. 


Tim Notaris yang di siapkan oleh Arga, Berkolaborasi dengan tim Notaris dari Hard Rock Group. Hingga beberapa puluh menit kemudian, semua keperluan untuk proses jual beli dan pemindahan nama aset sudah siap dan hanya tinggal ditandatangani oleh Arga dan Thomas. Setelah Arga dan Thomas telah tanda tangan dan surat-surat kepemilikan aset sudah berada di tangan tim Notaris yang Arga tunjuk. Maka kini giliran tim keuangan Hard Rock Group yang bekerja dengan menyiapkan alat digital yang siap dipergunakan untuk pembayaran jual-beli aset tersebut. 


Silahkan tuan baca kembali nominal yang tertera di laptop ini. Jika sudah benar, tuan tinggal menekan enter lalu tuan akan diminta untuk verifikasi wajah dan sidik jari. Maka uang 15 Milliard akan berpindah dari rekening tuan ke rekening Hard Rock Group. 


Semua orang di ruangan tersebut merasa tegang dengan proses jual beli tersebut. Memang proses jual beli seperti ini sudah biasa terjadi jika terjadi antara perusahaan dengan perusahaan. Tetapi kejadian ini tidak biasa, sehingga membuat beberapa orang yang tidak mengenal arga menjadi cukup tegang. Antara yakin dan tidak yakin proses pembayaran akan lancar-lancar saja. 


Ting. Bunyi yang khas baru saja terdengar di semua telinga di ruangan tersebut. Suara yang menandakan bahwa pembayaran dengan verifikasi wajah ataupun sidik jari telah berhasil. Bahkan beberapa orang sampai menelan ludahnya sendiri saat suara pembayaran telah berhasil. 


Arga mendapat notifikasi di layar transparan yang tiba-tiba keluar di depan dada Arga, sesaat setelah pembayaran berhasil. Mendapati layar tersebut muncul dengan beberapa notifikasi muncul Arga meminta untuk pergi ke ruangan yang tidak akan diganggu oleh orang lain untuk lebih konsentrasi membaca notifikasi yang ada. Sebab Notifikasi kali ini lebih banyak daripada biasanya. Terdapat beberapa notifikasi yang cukup membuat Arga khawatir. Sebab sistem Kuadrilliun Imigran Gelap tidak akan memberikan semua aturan di awal dan akan ada aturan tambahan ketika sudah melewati suatu level sistem. 


Tertera 3 notifikasi di layar transparan yang berada di depan dada Arga. 

__ADS_1


Melewati level 1.1


Masuk level 1.2


Update poin pemilik sistem. 


Dengan perasaan tidak sabar, notifikasi yang pertama dibuka oleh Arga adalah notifikasi ke 3. Update poin pemilik sistem. Sebab Arga sudah tidak sabar untuk menambahkan poin skil yang dapat meningkatkan kemampuan diri secara permanen. Dan itu artinya, dengan poin yang sangat banyak setelah transaksi jual-beli aset. Maka Arga dapat menambahkan poin skil ke tubuhnya. Bahkan mungkin beberapa skil istimewa. Angan-angan itulah yang muncul dalam benak Arga. Sehingga, dengan segera Arga menekan notifikasi no 3 terlebih dahulu. 


("Baru saja melakukan pembayaran pembelian aset dengan nominal $15.000.000.000 Sisa saldo $999.984.751.103.286.")


(90 poin skil baru di dapatkan)


(Total 95 poin skil belum digunakan) 


(Skill saat ini) 


(Kecerdasan 22) 


(Kecepatan 21) 


(Kekuatan otot 17) 


(Akurasi 19)


"Kenapa aku hanya mendapatkan 90 skil baru dari penggunaan kekayaan 15 milliard? Bukankah seharusnya aku mendapatkan 1500 poin skil baru? Kenapa hanya 90 saja." Arga bergumam pada dirinya sendiri. Terlihat raut wajah kesal di wajah Arga karena tidak mendapatkan poin yang seharusnya menurut Arga. 


Setelah Arga dapat meredam kekesalannya, Arga mencoba berpikir jernih dan mencari tahu penyebab terjadinya kesalahan dari pemberian poin yang tidak sesuai dari yang seharusnya. Arga keluar dari notifikasi baru no 3. Lalu menekan notifikasi no 1.

__ADS_1


(Selamat, baru saja anda telah melewati level pertama. Level 1.1 komplit.) 


"Hah…? Notifikasi apa ini hanya seperti ini. Dimana dengan penjelasannya?" Kini Arga semakin kesal setelah membaca notifikasi tersebut. 


Dengan raut wajah semakin kesal, Arga mencoba melihat notifikasi ke 2. Lalu Arga menekan notifikasi ke 2.


(Selamat, kini anda memasuki level selanjutnya. Level 1.2) 


"K*p*r*t… benar-benar tidak membantu. Tidak ada informasi yang menjelaskan mengapa aku hanya mendapatkan 90 poin dan bukannya 1500 poin." Dengan hati kesal, Arga menekan tanda silang di pojok atas layar transparan. Dan dengan sekejap layar transparan tersebut menghilang dari depan Arga. 


Belum selesai dengan kekesalannya, layar transparan kembali muncul dengan notifikasi baru. Tetapi hal yang tidak biasa kembali terjadi di layar transparan di depan Arga. Layar tersebut berkedip dengan warna kedipan merah dan tulisan notifikasi baru yang mencapai satu layar. Tertera dalam notifikasi. WARNING. 


Bukan hanya notifikasi di layar transparan saja yang terjadi. Tetapi kini Handphone Arga juga berbunyi dan bergetar. Saat Arga melihat layar handphone. Tertera notifikasi yang sama seperti di layar transparan yang berada di depan Arga. 


Karena merasa janggal, hingga sampai notifikasi keluar ke handphone Arga seperti saat Arga masih belum mendapatkan hadiah layar transparan dari misi tutorial yang merupakan misi pertamanya. Dengan segera Arga membuka notifikasi baru tersebut karena merasa khawatir akan terjadi sesuatu yang berbahaya dari sistem yang diciptakan oleh organisasi tersembunyi. Lalu Arga menekan notifikasi tersebut lewat layar handphonenya. 


(Pemakaian dalam sekali transaksi terlalu besar. Transaksi yang baru saja dilakukan melompati batas level dengan kecepatan tidak wajar. Harus menyelesaikan 5 misi sekaligus dalam kurun waktu 24jam.) 


Setelah Arga membaca notifikasi warning. Layar transparan di depan Arga dan di layar handphone mengeluarkan tulisan 5 misi. 


(Misi 1. TERIMA/TOLAK) 


(Misi 2. TERIMA/TOLAK) 


(Misi 3. TERIMA/TOLAK) 


(Misi 4. TERIMA/TOLAK)

__ADS_1


(Misi 5. TERIMA/TOLAK) 


__ADS_2