
Setelah jasad tuan Wesley di evakuasi dan di bawa ke rumah sakit. Karena matahari sudah akan terbenam, Arga tidak masuki rumah tuan Wesley dan lebih memilih pergi menuju Hard Rock Hotel Valent Stand. Selama perjalanan, Arga membaca grup WhatsApp antara dirinya dan para pengawalnya. Mereka saling mengabari keadaan keluarga masing-masing dan menyatakan bahwa keluarga mereka baik-baik saja.
Akan tetapi tidak halnya dengan keluarga dari 9 pengawal Arga. Rata-rata mereka sempat mendapatkan teror. Hanya saja, karena rumah keluarga mereka di tempat padat penduduk dan ramai, mereka semua selamat.
Setelah Arga sampai di Hard Rock Hotel Valent Stand, terlihat Siska akan pulang meninggalkan hotel. Melihat Arga datang, Siska kembali menaruh tasnya dan pergi menemui Arga.
"Kau akhir-akhir ini terlihat sangat sibuk. Apakah kamu tidak ada waktu lagi untukku sayang."
"Maafkan aku, aku memang sedang banyak urusan. Jika kamu sempat, bacalah berita. Nanti kamu akan mendapat jawabannya di sana." Arga yang sebenarnya selalu leleh di depan Siska. Kini harus menahannya karena memiliki urusan sangat penting dan menyangkut nyawa.
****
"Mengapa kamu di sini!! Kau seharusnya masih di rumah sakit." Arga berbicara dengan nada tinggi kepada Roby yang sudah berada di aula hotel untuk mengikuti pembicaraan yang arga lakukan.
"Saya sudah kuat tuan. Luka sudah di jahit, sudah tidak ada darah yang keluar. Saya sangat bosan di rumah sakit, lebih baik saya di sini. Hal itu akan lebih berguna, apa lagi keluarga saya sudah ada di hotel ini."
"Baiklah, kita mulai saja sekarang. Aku akan langsung ke inti permasalahannya." Terlihat wajah arga sangat serius. Sehingga ruangan menjadi sunyi untuk mendengarkan pembicaraan Arga.
"Kini jumlah kalian 39 orang. Aku ingin kalian mencari pengawal untukku lagi hingga 150 orang. Bawa yang terbaik, aku yakin kalian mengerti maksudku. Ajak semua keluarga pengawal yang baru direkrut ke hotel ini. Aku ingin kalian saling menjaga satu sama lain selain berkewajiban untuk mengamankan ku."
"Kita belum mengetahui siapa musuh kita. Yang pasti, aku sudah kehilangan seluruh keluarga besarku. Karena kita semua tidak mengetahuinya kita harus saling menjaga. Perlu kalian semua ketahui mengapa banyak yang menginginkan nyawaku. Itu semua karena aku memiliki kemampuan untuk menyelamatkan para imigran yang tertindas. Karena aku memiliki kemampuan untuk menjatuhkan negara ini bahkan negara-negara yang memiliki atusan semena-mena terhadap para imigran." Arga menjelaskan semua dengan suara lantang kepada para pengawalnya. Tetapi Arga tidak menceritakan tentang sistem yang di miliki Arga.
"Aku ingin kalian besok membagi tugas. Buat sendiri 3 kelompok. Kelompok pertama, memiliki tugas untuk menjual semua ternak di peternakan ku dan jual semua kendaraan di sana atau gunakan kendaraan yang kalian inginkan untuk operasional. Kelompok kedua, memiliki tugas menanyakan kepada semua orang pemilik properti di sekitar Hard Rock Hotel Valent Stand berapa harga rumah mereka. Aku akan membeli semua properti di sekitaran Hard Rock Hotel Valent Stand. Kelompok ketiga, memiliki tugas merekrut pengawal baru untukku. Dan untuk tugas ke tiga, aku ingin Roby yang memimpin." Arga menugaskan khusus kepada Roby untuk perekrutan pengawal baru karena Arga sudah sangat percaya kepada Arga.
Setelah Arga berbicara demikian, Arga keluar ruangan dan membiarkan para pengawalnya untuk berunding. Kini Arga menuju ke kamarnya untuk beristirahat. Kepala Arga kini sangat berat, terasa beban yang sangat berat Arga rasakan.
****
__ADS_1
Siang keesokan harinya, Arga telah siap menyambut banyak orang yang akan menuai propertinya kepada Arga. Sebab, selain 3 gedung kantor di sebelah-sebelah hotel yang akan dibeli Arga. Ada satu bangunan apartemen yang juga akan Arga beli. Bangunan apartemen dengan jumlah 600an kamar membuat transaksi jual beli harus di lakukan kepada tiap-tiap unit pemilik apartemen.
Arga telah menyiapkan beberapa tim notaris yang akan melakukan proses jual beli tersebut. Arga hanya menunggu di ruang kantor Siska dan menunggu tim notaris memberikan berkas dan Arga hanya tinggal mentransfer nominal uang yang disepakati.
(Baru saja melakukan pembayaran pembelian 248 apartemen dengan biaya sebesar $1.743.180.000. Sisa saldo $999.982.958.373.286.")
(2 poin skil baru di tambahkan)
(Total 6 poin skil belum digunakan)
(Skill saat ini)
(Fisik 22)
(Kecerdasan 40)
(Kekuatan otot 25)
(Akurasi 25)
Hingga matahari terbenam, transaksi jual beli hanya dapat menyelesaikan 248 unit apartemen saja. Sedangkan pengawal Arga terus merayu beberapa gelintir orang yang masih belum mau menjual asetnya. Hal tersulit yang dialami tim notaris untuk melakukan jual-beli karena banyak dari pemilik unit tidak benar-benar tinggal di San Diego. Sehingga pembelian unit apartemen harus berlanjut esok hari.
Hard Rock Hotel Valent Stand sampai harus menolak pengunjung yang akan menginap di hotel tersebut. Siska memerintahkan hanya menerima pengunjung yang ingin makan di restoran. Tetapi tidak mengizinkan para karyawannya untuk membuka kamar.
Saat malam, Arga menyempatkan diri untuk makan malam bersama Siska untuk menghilangkan penat. Arga tau jika Siska pasti akan menggodanya ketika makan malam. Tetapi Arga membiarkannya karena Arga senang saat Siska mereyunya. Tetapi Arga sangat menjaga pikirannya untuk memuji kecantikan Siska, sebab skil istimewa merayu lawan jenis akan aktif karena pikiran tersebut.
Trulululululutut… Trulululululutut… di saat Arga masih makan malam bersama Siska, tiba-tiba handphone Arga berbunyi. sedangkan di layar handphone Arga tidak ada foto penelepon.
__ADS_1
"Hallo..? Siapa ini..?"
"....Heeek….Heeeek..... Hhhhheeekkk… … …"
"Melisa..?"
"Kenapa nangis…? Kamu membutuhkan bantuan ku kah…?"
"Tidak.. Tidak.. Maaf.. Aku salah telpon." Setelah berucap demikian, Melisa menutup telponnya.
"Melisa siapa?" Siska yang merasa terganggu dan terusik oleh wanita lain, berusaha bertanya. Tetapi dengan suara yang ditahan agar tetap terdengar nyaman di telinga Arga.
"He.. He.. He.. He.. Lebih baik kamu tidak tahu. Aku sudah selesai makannya. Aku mau pergi dulu." Dengan segera Arga pergi sebelum Siska berhasil menahannya dengan segala rayuannya.
"Padahal aku sudah memberikan segalanya selain mahkotaku. Aku juga selalu ada dalam segala situasimu. Tetapi kenapa kamu masih belum melirikku?" Siska berbicara sendiri saat Arga sudah keluar ruangan tersebut.
****
Kini Arga sudah sampai di rumah sakit dan dengan segera menuju ruang rawat inap tempat adik Melisa di rawat. Saat Arga hampir sampai di ruang rawat inap adik Melisa, Arga melihat seorang dokter dan perawat baru keluar dari ruangan adik Melisa di rawat.
"Dok, apa yang terjadi dengan adik Melisa." Arga menghentikan dokter yang baru saja dari ruangan adik Melisa.
"Bukankah anda tuan Arga Litohu? Apa hubungan anda dengan nona Melisa? Saya tidak bisa memberikan informasi pasien ke sembarang orang. Meskipun anda adalah orang kaya yang sedang viral."
"Saya adalah kekasih Melisa. Saya sudah berjanji akan membantu apapun yang Melisa alami. Sehingga saya juga harus mengetahui apa yang membuat Melisa sedih." Arga menjawab pertanyaan dari dokter dengan wajah serius.
"Tuan, jika anda tidak ingin kekasih tuan bersedih. Sebaiknya tuan membantu biaya operasi ke 2 adik Melisa. Operasi harus di lakukan di New York tetapi biayanya cukup mahal. Tetapi hanya itu jalan satu-satunya. Jika tidak segera, kondisinya akan semakin menurun."
__ADS_1
"Sebaiknya proses malam ini juga untuk pemberangkatan adik Melisa ke New York dan besok segera lakukan operasi. Untuk biaya biarkan aku yang menanggungnya."