Sistem Kuadrilliun Imigran Gelap

Sistem Kuadrilliun Imigran Gelap
Kematian Pengawal Arga


__ADS_3

**Beberapa jam sebelumnya**


"Tuan, tadi malam kita mendapat informasi yang valid dari mata-mata kita. Arga membawa puluhan pengawalnya ke McAllen Texas hari ini. Arga juga mendapat bantuan dari kartel narkoba. Total jumlah mereka hingga 300 lebih."


"Apa yang dia cari di McAllen? Hingga dia mengerahkan ratusan orang." Pemimpin tertinggi dari kelompok TP&P bertanya lebih rinci lagi. 


"Mata-Mata kita juga tidak mengetahui dengan jelas, tetapi informasi yang tidak kalah penting, pengawal perempuan yang selalu bersama Arga telah tewas. Informasi ini di dukung dengan foto yang sangat jelas. Yang pasti tujuan Arga adalah penampungan imigran yang di awasi oleh imigrasi texas."


"Karena pengawal perempuannya tewas. Oleh karena itu dia sampai mengerahkan ratusan orang untuk melindunginya. Tapi siapa yang membunuh wanita pelindung tersebut?" Pemimpin tertinggi tersebut sangat penasaran dengan orang yang berhasil membunuh Bella. 


"Entah tuan, mata-Mata kita juga tidak mengetahuinya."


"Baiklah jika demikian. Beri tugas ini pada 3 pemimpin wilayah, Texas sebagai pemimpin tugas ini karena berada dalam wilayahnya dengan di bantu New Meksiko dan Louisiana. Mereka bertiga harus bekerja sama untuk menyelesaikan ini. Semakin lama di biarkan, maka akan semakin berbahaya. Lenyapkan Arga tanpa ampun. 


"Baik tuan, akan saya sampaikan." Orang kepercayaan dari pemimpin tertinggi kelompok TP&P meninggalkan ruangan di mana pemimpin tertinggi kelompok TP&P berada. 


****


"Tuan, 15 menit lagi kita akan sampai bandara."


"Bersiaplah kalian semua, segala hal bisa saja terjadi." Arga memperingatkan Roby dan para pengawal yang lain. 


"Jika aku berhasil membantu 1762 imigran ini, maka aku akan memiliki poin sebanyak imigran yang aku bantu. Aku harus berhasil. Aku harus menjadi kuat." Arga membatin dalam pikirannya.

__ADS_1


****


"Dengan tanda lencana di pergelangan jas mereka. Sedangkan yang mengenakan baju biasa, terdapat sebuah kancing kuning di bagian bawah bajunya." Seseorang berbicara dengan earphone. 


"Siap tuan." Beberapa orang menjawab dengan jawapan yang hampir sama. 


"Sesuai perintah, eksekusi mereka semua." Setelah berbicara demikian, seseorang tersebut juga bergerak. Sniper berkeliaran di gedung-gedung bertingkat. Sebagian adalah para pengawal Arga, sebagian yang lain dari profesional TP&P.


Tass.. Suara kepala tertembus peluru. Tim sniper dari para pengawal Arga yang baru tiba dan akan mempersiapkan peralatan mereka, satu persatu terbunuh oleh sniper kelompok TP&P yang sudah standby terlebih dahulu. 


Begitu juga dengan orang-orang dari kelompok Miguel atau yang lebih di kenal dengan kartel Miguel yang merupakan cabang dari kartel yang berada di Meksiko. Satu persatu orang-orang dari kelompok Miguel di bunuh dengan senyap. Kelompok TP&P mendahulukan orang-orang yang bergerak sendiri atau berdua terlebih dahulu. Mereka yang tidak berkerja bersama tim, berada di garis terluar. Akan tetapi, mereka yang menjadi sasaran empuk dari kelompok TP&P terlebih dahulu. 


Puluhan orang telah terbunuh, sedangkan para pengawal Arga masih belum mengetahui jika timnya sedang di bantai satu persatu. Begitu pula dengan kartel Miguel, mereka masih belum mengetahui jika orang-orangnya telah terbantai. Hingga Arga telah mendarat di bandara dan akan menuju kantor imigrasi yang juga merupakan penjara penampungan bagi 1762 imigran yang menjadi korban hilangnya dokumen. 


Begitu juga dengan tim yang seharusnya standby di garis terluar untuk mengamankan perjalanan Arga dari bandara menuju kantor imigrasi. Tidak ada satupun dari mereka yang dapat di hubungi. 


"Tuan, sepertinya ada yang tidak beres." Roby berucap dengan terus mencoba menghubungi para pengawal Arga yang lain untuk mengecek tim sniper. Arga yang mendapati Roby berbicara demikian, mulai meningkatkan kewaspadaan. 


"Kalian bertiga, lepaskan lencana di lengan kalian. Lalu bawa Adline berpencar dariku dan bawa dokumen-dokumen ini. Pergi menuju kantor pengadilan, tunggu aku di sana." Arga berbicara kepada tiga pengawalnya untuk pergi terlebih dahulu. Sedangkan Arga masih bersama dengan Roby, Mancini dan 4 pengawal yang lain. 


Meski berat, Adline hanya dapat menuruti permintaan Arga. Sebab Adline dapat melihat raut wajah mereka semua menjadi tegang seketika, saat Roby memberi laporan kepada Arga tentang tim sniper yang tidak dapat di hubungi. 


"Sebaiknya kita diam di sini terlebih dahulu dan awasi orang-orang di sekitar. Lebih baik waspada tinggi sebelum mendapat kabar kepastian." Arga mengingatkan kepada yang lainnya. 

__ADS_1


Tlulululululut… Tlulululululut… Tlulululululut…  suara handphone Roby nerbunyi. 


"Tuan, George tewas. Aku rasa ada sniper lain yang menembaknya." Suara dari dalam handphone Roby memberikan informasi. Setelah telepon yang pertama, Roby mendapat beberapa telepon yang menginformasikan tentang kematian yang lainnya juga. Begitu juga dari orang-orang kartel Miguel yang mendapat tugas dari Roby untuk mengecek anggota yang lain. 


"Tuan, benar-benar sebuah masalah besar. Kita kehilangan semua tim sniper." Roby memberitahukan informasi tersebut. 


"Cepat telpon yang bersama Adline, mereka harus bergegas sampai ke pengadilan." Arga berbicara kepada Roby setelah mendapatkan informasi tersebut. 


Sedangkan para pengawal Arga dan orang-orang Miguel yang sebelumnya diperintahkan untuk mencari informasi keberadaan para sniper yang tidak dapat di hubungi, menjadi makanan empuk bagi kelompok TP&P untuk di lenyapkan terlebih dahulu. Karena mereka dalam situasi terpisah dengan yang lain. 


"Ayo.. Kita juga harus bergegas pergi ke pengadilan." Arga kembali berbicara supaya mereka bisa lebih cepat bergerak. 


Baru beberapa langkah, Arga dan lainnya mendapatkan serangan tembakan hingga menewaskan dua pengawal Arga. Kabar tentang kematian tim sniper, membuat belasan pengawal Arga bergerak menuju bandara untuk membantu pengawalan terhadap Arga. 


Orang-orang Miguel yang juga sudah mendapat kabar, dengan segera mencari orang-orang yang membunuh kawan mereka. 


**** 


Mendapati adanya tembakan, Arga dan lainnya segera merunduk dan mulai membalas tembakan. Dalam setiap kesempatan, Arga dan lainnya menghindar dari pertempuran lebih awal. Bandara menjadi kacau karena suara adu tembak yang terjadi antara kelompok Arga dan berapa orang-orang yang Arga juga masih belum tau asalnya. 


Meski saling membalas tembakan, Arga lebih memilih untuk menghindar terlebih dahulu, hingga pada suatu kesempatan, Arga dan lainnya dapat melumpuhkan beberapa orang yang menyerangnya terlebih dahulu. Dengan segera Arga menuju mobil dan melintasi jalur-jalur kota dengan rasa was-was. Hingga terlihat sebuah RPG meluncur ke arah mobil Arga. Dengan spontan Roby membanting kemudinya hingga menabrak sebuah apotek di pinggir jalan. 


Dalam kecelakaan tersebut, Roby terjepit badan kendaraan dan satu pengawal Arga yang duduk di depat tewas tertusuk besi dari bangunan apotek. 

__ADS_1


"Cepat keluar.. Cepat tuan.. Jangan pikirkan saya.. Cepat keluar." Roby berteriak supaya Arga meninggalkannya yang tidak mungkin lepas dari jepitan body mobil. Dengan segera Mancini menarik Arga supaya segera pergi sesuai permintaan Roby. 


__ADS_2