Sistem Kuadrilliun Imigran Gelap

Sistem Kuadrilliun Imigran Gelap
Perubahan Rencana


__ADS_3

Jendral julio membuka sabuknya yang berisi pisau dan pistol. Hal itu dia lakukan supaya tidak terjadi hal yang melebihi batas. Jendral Julio bermaksud hanya ingin memberi pelajaran kepada Arga. Kini mereka berdua telah bersiap. 


Melihat jendral Julio yang sudah siap, Arga memberikan kode supaya jendral Julio menyerangnya terlebih dahulu. Jendral Julio tersenyum kecil saat melihat tanda dari Arga. Sebab Jendral Julio sangat yakin dengan kemampuan bertarungnya yang sudah menjadi juara 3 tahun berturut-turut ketika dirinya masih seorang prajurit rendah. 


Secara perlahan Jendral Julio mendekati Arga. Jendral Julio mengawali serangannya dengan beberapa kali pukulan, tetapi tidak ada satupun yang berhasil mengenai sasaran pukulannya. Semua pukulannya dapat di hindari atau di tangkis. 


Mendapati pukulannya dapat di patahkan, jendral Julio mulai melakukan variasi serangan dan bergerak menyerang dengan cepat. Arga harus mengakui jika kecepatan dan variasi serangan yang di berikan jendral Julio cukup merepotkan Arga. Variasi serangan yang di berikan oleh jendral Julio, langsung terekam di otak Arga. Serangan tersebut dengan segera Arga praktekkan kepada jendral Julio. Karena tenaga dan kecepatan yang di miliki Arga cukup jauh dari pada jendral Julio, maka berkali-kali jendral Julio harus jatuh bangun menerima pukulan dari Arga. 


"Apa hanya itu kemampuan dari seorang jendral muda? Bukankah kau tadi bicara akan menangkapku. Ayo bangun.." Arga mengejek jendral Julio yang terjatuh hingga berkali-kali. 


"Terknik serangannya sangat baik, mungkin aku bisa mempelajari tekniknya. Aku harus mempelajarinya. Dengan cara mengulur kekalahannya." Arga membatin di dalam hatinya dan terus memberikan peluang bagi Jendral Julio untuk dapat menyerangnya. 


Sesekali, Arga memberikan tubuhnya agar Jendral Julio lebih semangat dan lebih bernafsu lagi untuk menyerang Arga. Bukan hanya Arga yang mempelajari teknik-teknik serangan dan berbagai teknik kuncian. Bella juga merekam semua gerakan yang dia lihat. 


Beberapa kali Arga harus terkunci, bahkan jari tangan Arga harus ada yang patah karena berusaha membebaskan kuncian dari jendral Julio. Tenaga yang berbeda, membuat Arga selalu bisa lolos dari kuncian yang di lakukan oleh jendral Julio. Meski beberapa kali Arga kesulitan untuk lepas dari kuncian-kuncian mematikan. 


"Mungkin jika kekuatan ototku hanya sedikit di atasnya, mungkin aku sudah tewas oleh berbagai serangan kuncian yang dari tadi di berikan. Sebab beberapa kuncian tidak memiliki celah untuk bisa lolos. Bahkan, kekuatan otot yang aku miliki saat ini saja. Jendral Julio dapat mematahkan tulang jariku karena aku melawan kuncian yang akan dia berikan." Arga membatin saat dirinya berhenti sejenak memberikan waktu kepada Julio yang sudah terlihat sangat kelelahan. 

__ADS_1


"Dia… Dia.. Sangat kuat. Bahkan dia dapat lolos dari kuncian mematikan ku." Jendral Julio membatin dengan terus mengatur nafasnya yang sudah tidak teratur lagi. Dada jendral Julio kini terasa sangat sesak karena paru-paru jendral Julio bekerja lebih ekstra untuk mendapatkan oksigen. 


"Sepertinya sudah cukup aku belajar teknik bertarung kepadamu hari ini. Aturlah nafasmu terlebih dahulu. Sebab sebentar lagi kau akan pingsan." Arga yang selalu memberikan tubuhnya untuk di serang dan di kunci, kini berbicara untuk mengancam jendral Julio. Mendapati ucapan Arga, kini giliran jendral Julio memberi tanda supaya Arga maju untuk menyerangnya. 


"Hmmm… Tidak.. Tidak.. Aku tidak akan menyerangmu dengan kondisi nafasmu yang masih belum teratur. Sebab aku ingin menunjukkan apa yang kamu tadi minta. Bukankah kamu tadi ingin mengetahui apa yang di maksud dengan sistem yang aku miliki? Aku akan memberitahumu setelah nafasmu sudah normal dan kamu dapat memberikan kecepatan serangan atau kecepatan menangkis yang kamu miliki secara maksimal." Arga berucap kepada jendral Julio. 


Mendapati ucapan Arga, kini jendral julio secepat mungkin untuk bisa menormalkan lagi nafasnya. Setelah beberapa saat, nafas jendral Julio telah normal kembali.


"Mari kita lanjutkan pertarungan kita. Sepertinya nafasmu sudah baik. Sehingga kamu sudah siap untuk pingsan." Arga berbicara kepada dengan melangkahkan kakinya seperti orang biasa untuk mendekati jendral julio. 


Prak.. Suara pukulan Arga menumbangkan jendral julio. 


****


Setelah jendral julio terbangun, dia melihat Arga yang sedang berjalan menuju kursi di sebelah dinding. Dengan kepala masih terasa berputar, jendral julio memaksakan dirinya supaya dapat berdiri dengan tegak. 


Saat jendral julio berusaha mendekat ke pada Arga, jendral julio harus roboh dan di bantu Kate untuk duduk bersama mereka semua. Cukup lama Arga dan lainnya menunggu kesadaran sepenuhnya dari jendral julio. 

__ADS_1


"Aku sudah menjawab pertanyaan pertamamu. Kau sudah mengetahui sistem yang aku miliki. Dengan sistem ini, aku bisa lebih kuat." Arga berbicara kepada Julio. 


"Aku memiliki sistem kekayaan yang tidak akan mampu kamu bayangkan. Dengan kekayaan tersebut, aku memiliki kesempatan untuk mengeluarkan para imigran yang di perlakukan semena-mena. Dalam setiap misi yang berhasil aku lakukan, aku dapat memiliki poin skil dan dapat aku tambahkan untuk menambah skil poin pribadiku. Sistem ini juga memberi misi yaitu mengubah aturan tentang imigran yang kini masih sangat banyak di tentang oleh berbagai kalangan." Arga melanjutkan jawabannya. 


"Oleh sebab tu, kini giliranmu untuk memberikan informasi yang Menurutmu sangat penting." Arga melanjutkan ucapannya. 


"Baiklah, aku akan memberikan informasi yang telah aku kumpulkan sebelumnya. Sebelum aku menyampaikan. Hal ini sangatlah berbahaya. Meski aku dinas di polisi militer, bagaimanapun jabatan ku di bawah orang yang aku selidiki." Jendral Julio mulai berbicara. 


"Tindakan semena-mena tanpa peradilan yang dilakukan oleh para militer. Jelas sangat salah. Sebab mereka belum memiliki bukti yang cukup. Yang di incar oleh pemerintah adalah pencipta sistem ini. Dan memang setelah aku mengetahui keahlianmu dan pengakuanmu bahwa semua yang kamu dapatkan adalah dari sistem. Serta tujuan yang di berikan sistem yang kamu miliki. Kamu memang berpotensi membahayakan negara. Oleh sebab itu, aku memintamu untuk menjalankan proses yang di minta militer terlebih dahulu dengan pengawasan dariku." Jendral Julio melanjutkan bicaranya. 


"Maksudmu, aku harus menyerahkan diri? Entah itu ide cemerlangmu atau ide bod*hmu. Meski aku sebagai orang yang memiliki sistem dari pencipta sistem. Aku juga ingin membunuh pencipta sistem tersebut. Sebab, karena sistem ini ibuku terbunuh. Tentu saja aku juga mencari pembunuh ibuku dan orang-orang yang mengutusnya. Aku yakin jika kepala negara yang paling bertanggung jawab atas terbunuhnya ibuku dan semua keluarga besarku." Arga memotong pembicaraan jendral Julio. 


"Jika demikian, memang benar informasi yang aku dapatkan. Jika seseorang tersebut sudah menguasai dan dapat mengendalikan sistem, dia akan membahayakan negara." Jendral Julio berdiri lalu bersiul memberikan isyarat kepada prajuritnya yang berada di luar ruangan. Puluhan prajurit merangsek masuk ke dalam ruangan tersebut dengan senjata lengkap. 


"Jika kamu tidak mau aku membawamu secara halus, aku akan menangkapmu secara paksa." Setelah jendral Julio berbicara demikian para tentara yang berada di ruangan tersebut menodongka senapannya kepada Arga, bella dan Adline. 


"Jendral, hal ini tidak sesuai rencana. Anda harus melepaskannya." Kate yang mengajak Arga dan mengundang jendral Julio, merasa bersalah jika Arga sampai di tahan. 

__ADS_1


"Rencana telah berubah nona Kate. Bagaimanapun, jika kita lihat dari sudut manapun, Arga tetap bersalah karena memiliki niat melakukan pembunuhan kepada pemimpin negara. Untuk hal lainnya, semua militer yang terlibat atas pembunuhan pendaftar sistem akan tetap di proses oleh polisi militer. Oleh sebab itu, Arga Litohu harus di amankan dan akan menjadi saksi atas kematian puluhan pendaftar siatem." 


__ADS_2