Sistem Kuadrilliun Imigran Gelap

Sistem Kuadrilliun Imigran Gelap
27 VS 371


__ADS_3

Kini Arga dan para pengawalnya seakan tidak dapat bergerak bebas. Sebab, setiap mereka bergerak untuk mencari posisi menembak, mereka pasti akan tertembak dahulu. 


"Tuan, tembakan mereka sangat baik, kita kesulitan mencari posisi tembak. Sedangkan kita sekarang hampir kehabisan amunisi. Jika kita memiliki banyak amunisi, situasi ini pasti lebih mudah." Letto yang mendapat tugas memimpin para pengawal yang mengikuti Arga ke Manhattan oleh Roby, berbicara kepada Arga mengenai kesulitan situasi saat ini. 


"Sebaiknya jangan semua memiliki amunisi, sisa amunisi berikan kepada 3-4 orang saja." Arga memberi masukan kepada Letto sebagai pemimpin pasukan pengawal Arga. 


"Ya, saya paham maksud tuan Arga. Lagi pula, mereka juga tersisa 2 atau 3 orang saja." 


Kini mereka mengumpulkan sisa amunisi untuk di jadikan satu. Sudah 2 pengawal Arga yang tewas dan 5 mendapat luka tembak. 


****


"Sepertinya aku sudah cukup lama di sini. Mungkin Arga kini masih berada di restoran dan menungguku." Bella bergumam dan berdiri dari duduknya dan berjalan menuju kamar mandi untuk membasuk muka yang terlihat sembab karena menangis.


Setelah Bella telah bersiap dan juga sudah memantapkan hatinya, Bella keluar dari kamarnya dan menuju restoran untuk makan dan menemui Arga. Ketika Bella sudah sampai restoran, Bella tidak menemukan Arga atau satu pengawal Arga sekali pun. 


Melihat hal tersebut, Bella tidak merasa curiga sekalipun dan tetap memesan makanan. Di saat Bella menunggu makanannya, Bella iseng-iseng melihat handphone yang hanya ada no Arga di sana. Saat melihat handphone, Bella baru sadar jika dirinya di masukkan ke grup WhatsApp para pengawal Arga. Bella membaca pesan WhatsApp di grup pengawal Arga. 

__ADS_1


"Apa..!! Arga sudah berangkat tanpa diriku?" Dengan segera Arga beranjak dari duduknya dan keluar dari hotel dan meminta mobil ke pihak hotel. Setelah mendapatkan mobil, dengan segera Bella melajukan mobilnya. 


****


Kini 4 pengawal Arga memiliki amunisi penuh dengan cadangan 1-2 magazen. Kini mereka mulai mengatur rencana untuk menghadapi lawan yang kini mereka hadapi. 


Tiga pengawal Arga kini bertugas mengalihkan perhatian agra satu yang lainnya dapat menyelinap dan bergerak ke sisi yang lain. 3 pengawal Arga yang memiliki tugas mengalihkan perhatian, kini menembak dengan intensitas tembakan tinggi supaya satu pengawal lainnya dapat bergerak menyelinap ke sisi yang lain dan dapat menembak tepat sasaran. 


Ketika pengawal Arga telah berada pada posisi yang pas dan siap untuk menembak. Amunisi dan magazen ketiga pengawal Arga, telah habis. Baru saja pengawal Arga yang berpindah posisi dan mendapat tempat dan ruang menembak yang bagus akan menembak, pengawal Arga tertembak terlebih dahulu dari arah belakangnya. 


"Braga!!" Letto meneriakinya saat melihat Braga tertembak di kepala. Kini 3 pengawal Arga telah tewas. Arga dan pengawalnya juga kehabisan amunisi. Sedangkan amunisi terakhir berada pada Braga yang telah tewas tertembak di lokasi cukup jauh dari mereka berdiam diri berkumpul. 


"Kami telah berjanji melindungi tuan dengan nyawa kami. Segera pergi saat kami berlari menuju arah mereka. Lolos lah dari maut ini tuan. Jangan lupakan kami." Setelah Letto kembali berbicara kepada Arga tentang janji mereka, dengan segera 26 pengawal Arga termasuk Mancini berdiri dan berlari menuju arah pelaku pembunuh 2 imigrasi berada. 


Tetapi saat baru 4-5 langkah mereka berlari. Dan Arga juga melakukan ancang-ancang berlari menuju mobil, ratusan orang berdiri mengepung Arga dan pengawalnya dengan berbagai senjata tajam. Melihat hal tersebut, langkah Arga dan para pengawal Arga terhenti dan mereka kembali merapatkan diri membentuk lingkaran. 


"Sial, ternyata kita terjebak dari awal." Arga dan beberapa pengawal Arga berucap dengan kata-kata yang hampir sama. 

__ADS_1


"Ha.. Ha.. Ha.. Ha.. Ha.. Kenapa berhenti dan mundur? Aku sudah dari tadi menunggu ini. Aku bisa saja membunuh kalian dengan memberondong tembakan. Tapi melakukan hal itu tidaklah seru. Aku ingin melihat Arga Litohu dan kalian sebagai pengawalnya mati penuh dengan luka. Ha.. Ha.. Ha.. Ha.." Orang yang di kenali Arga sebagai pembunuh 2 imigran kini berbicara dengan tawa yang begitu lepas. 


Pertarungan dengan senjata tajam tidak mungkin mereka hindari lagi. Kini Arga juga mengeluarkan belatinya untuk bersiap bertarung hidup dan mati. 


"Bella, maafkan aku. Jika saja saat ini ada dirimu? Situasi ini pasti akan lebih mudah." Arga membatin saat melihat ratusan orang mengepung mereka dari berbagai Arga. 


"Jika kalian tidak jadi untuk maju menyerang, maka ijinkan kami yang maju untuk menyerang." Pelaku pembunuhan tersebut berbicara. 


"BUNUH MEREKA DENGAN SIKSAAN." Dengan aba-aba kalimat tersebut, mereka bergerak bersama dengan berlari menuju tempat Arga berada. 


"Jika salah satu dari kalian ada yang selamat, maka jangan balas kematianku. Terimakasih telah melindungiku. Terimakasih." Arga berucap saat melihat ratusan orang berlari ke arahnya. 


Pertarungan dengan jumlah yang tidak seimbang dan medan yang kurang mendukung. Benar-benar menjadi hal yang tidak menguntungkan bagi Arga dan para pengawalnya. 


"Hutan ini akan menjadi kuburan kalian semua." Salah satu orang dari ratusan orang yang menjadi lawan Arga berbicara sesaat sebelum dari senjata mereka di tebaskan. Pertarungan dengan senjata tajam terjadi. 27 orang termasuk Arga melawan 371 orang. Keahlian bertarung dari ratusan orang ini lebih baik dari puluhan orang yang menyerang Arga di bandara. 


Ke lima pengawal Arga yang memiliki luka tembak, dengan mudah terbunuh dan hanya berhasil membunuh musuh antara 2-4 orang saja. Pertarungan terjadi seperti sebuah pembantaian pengeroyokan. Tidak ada dari ratusan orang tersebut yang menyerang dengan cara menusuk. Mereka semua menyerang dengan cara menebas. Sehingga saat pengawal Arga mendapat luka tebasan, mereka tidak langsung roboh. Melainkan mereka akan mendapat luka siksaan. 

__ADS_1


Skil permanen Arga yang sudah cukup lumayan, sejauh ini dapat bertarung tanpa harus menggunakan skil istimewa pertahanan. Para pengawal Arga tidak melakukan serangan menebas sama sekali. Mereka yang kalah jumlah, harus memanfaatkan tenaga dengan baik. Para pengawal Arga menggunakan teknik menyerang dengan menusuk. 


Ketika para pengawal Arga telah berhasil menusuk orang yang mereka hadapi, tusukan belati tersebut akan diputar ketika belati sudah menusuk lawannya. Satu persatu pengawal Arga mulai mendapat luka serius. Ketika pengawal Arga sudah tidak mampu lagi untuk berdiri karena berbagai luka yang berada di tubuhnya. Mereka tidak langsung mendapat kematiannya. Tetapi mereka hanya akan mendapatkan tebasan sayatan Agar tewas dengan kesakitan yang teramat sangat. 


__ADS_2