Sistem Kuadrilliun Imigran Gelap

Sistem Kuadrilliun Imigran Gelap
Mengutus Preman


__ADS_3

Langkah yang di ambil oleh Arga sangatlah tepat. Menggunakan mobil super mewah, membuat pihak-pihak kepolisian yang akan memeriksa harus berpikir dua kali. Terlebih, arga membawa Smith dan memintanya untuk mengendarai Rolls-Royce miliknya. Semua jalan keluar Chicago di periksa di setiap mobilnya. Karena Arga menggunakan mobil super mewah, yang di periksa hanya Smith yang di anggap sopir. 


Bahkan di beberapa pos pemeriksaan, mobil Rolls-Royce tidak perlu berhenti untuk di periksa. Perjalanan keluar Chicago menjadi mulus tanpa ada hambatan yang berarti. Dalam perjalanan mereka beberapa kali berhenti untuk sekedar beristirahat. Dalam kesempatan tersebut, Arga perlahan menjelaskan kepada Smith dan Melisa tentang kejadian sebenarnya yang berawal dari Sacramento dan pembunuhan terhadap ibunya. 


Melisa yang baru mengetahui hal itu, cukup terkejut. Sebab orang yang Melisa cintai ternyata memiliki musuh banyak karena menjadi target pembunuhan karena menjadi saksi dari pembunuhan ibunya. Mendapati cerita tersebut, Melisa seakan memiliki kewajiban juga untuk membantu orang yang dia cintai. Sehingga Melisa meminta Smith juga membantu Arga untuk lolos dari target pembunuhan. 


Meski jalan yang di pilih Arga adalah jalan melawan, Melisa memaklumi hal itu karena sangat sulit menghukum orang-orang yang memiliki kekuasaan. Terlebih, Arga tidak memiliki bukti yang kuat jika mereka yang membunuh Arga. Terlebih, yang di hadapi Arga adalah organisasi yang bisa di katakan kejam karena tidak peduli dengan nyawa orang lain. Bahkan Polisi Militer yang seharusnya di patuhi oleh seluruh militer, juga di lawan oleh anggota kelompok TP&P yang di ketahui jika semuanya adalah anggota militer juga. 


Mendapati cerita Arga, dengan di perkuat oleh permintaan Melisa, akhirnya Smith percaya kepada Arga. Sehingga Smith bersedia membantu Arga untuk terus merubah tampilan Arga untuk memuluskan keluar masuk kota dan negara-negara bagian di Amerika. 


****


"10 menit lagi kita akan memasuki Springfield. Apa kita akan langsung ke kediaman kepala negara bagian Illinois..?" Smith berucap kepada Arga. 


"Kepala negara bagian bukan berarti pemimpin wilayah dari kelompok TP&P. Di sini di sebutkan jika pemimpin wilayah Illinois bernama lion dan memiliki pangkat Kapten di militer. Dia bertempat tinggal di blok st.Pierta rumah nomor 714. Parkirkan mobil ini 1 km dari blok st.Pierta." Arga berbicara dengan melihat tabel yang sudah Arga foto sewaktu di markas Julio. 

__ADS_1


Setelah memasuki kota Springfield, Smith menggunakan GPS untuk mengetahui letak blok st.Pierta. Smith memilih memarkirkan mobil di sebuah diskotik yang berjarak 1km lebih dari st.Pierta. Arga dan Bella turun dan meninggalkan bella bersama Smith di dalam mobil. Tidak lupa juga Arga memberikan masing-masing sebuah pistol kepada Smith dan Melisa untuk berjaga-jaga. 


Setelah memberi Melisa dan Smith pistol, Arga dan Bella pergi menuju st.Pierta. Arga dan Bella berjalan biasa dan berbaur dengan pejalan kaki yang lain. Setelah kurang beberapa puluh meter dari st.pierta, Arga dan Bella melewati lorong untuk berjalan ke sisi jalan yang lain melewati jalan kecil antara dua gedung. Di sepanjang jalan itu, Arga dan Bella melepaskan semua penyamarannya lalu melanjutkan berjalan di lorong untuk melewati jalan di sisi gedung yang lainnya. 


Saat sudah kurang belasan meter keluar dari lorong tersebut, jalan Arga dan Bella di hentikan oleh 8 preman kota. Mereka meminta harta yang di miliki Arga dan Bella. Tidak hanya itu, melihat kecantikan Bella yang jarang di miliki setiap wanita cantik. Preman tersebut juga bernafsu untuk menikmati tubuh Bella. Wajah-wajah mereka seketika berubah mesum karena otak yang sudah di selimuti nafsu. 


Saat salah satu dari preman tersebut akan menyentuh dada Bella, dengan segera Arga memotong tangan preman tersebut dengan pedang pendek yang Arga simpan di balik jasnya. Sontak, preman tersebut berteriak histeris karena tangannya kini sudah terpotong. 


Melihat temannya di serang tanpa adanya basa-basi, kini mereka melihat Arga dan Bella adalah pasangan berdarah dingin. Nyali mereka semua seketika menciut dan memilih lari menyelamatkan diri. Tetapi tidak semudah itu dapat lolos dari Arga dan Bella setelah mereka berani menghentikan Arga dan Bella. Terlebih, mereka memiliki niat mesum sebelumnya. 


Melihat Bella yang sedang menghadang lari mereka, mereka pun terpaksa melawan karena tidak ada jalan lain selain melawan. Tiga di antara tujuh orang mengeluarkan pisau kantong untuk melumpuhkan Bella yang menghadang. Mereka bertujuh menyerang Bella hampir bersamaan, tetapi mereka tidak tahu siapa yang sedang mereka hadapi. 


Saat ketujuh preman mendekat kepada Bella, dengan segera Bella mengeluarkan pedangnya dan menebas-nebaskan kepada ketujuh preman tersebut dengan cepat, ketujuh preman sangat terkejut dengan gerakan cepat yang di lakukan Bella. Hingga mereka seakan tidak sempat untuk bergerak menghindar atau melakukan sesuatu.


Saat mereka melihat tubuh mereka yang seakan seperti baru di lewati sesuatu, mereka sudah mendapati pakaian mereka sobek bekas tebasan senjata tajam. 

__ADS_1


"Ampun… Ampuni kami… maafkan kami… tolong ampuni nyawa kami…" Salah satu dari mereka tiba-tiba bersujud dan di ikuti yang lainnya. Mereka meminta ampun kepada Bella yang berdiri di depan mereka dengan menggenggam pedang pendek. 


Arga yang berada beberapa meter di belakang ketujuh preman tersebut, berjalan mendekat ke arah ketujuh preman. Melihat Arga yang berada di samping mereka, kini ketujuh preman semakin ketakukan. 


"Kami akan melepaskan kalian dan m ngampuni nyawa kalian. Tetapi kalian harus melakukan sesuatu untukku." Arga berbicara setelah berhenti di dekat ke tujuh preman. 


"Baik.. Baik tuan, kami akan melakukan apapun yang tuan dan nona perintahkan. Asal nyawa kami di ampuni." Salah satu dari mereka menjawab dan di setujui oleh yang lainnya. 


"Jika kalian lari atau ingkar dari tugas yang aku berikan. Aku berjanji, besok kalian tidak akan melihat matahari bersinar." Mendengar ucapan Arga, mereka sangat yakin jika pasangan tersebut bisa melakukan yang Arga katakan. Sebab mereka telah melihat kemampuan keduanya yang sangat tidak lazim. 


****


Brraaaannnggg…braaanngggg… suara keras kenalpot motor yang di buat mainan di depan gedung st.Pierta.


Tiaaar… Tiaaar suara kaca gedung pecah terkena lemparan batu.. Ketujuh preman tersebut membuat onar di depan gedung st.Pierta sesuai dengan perintah Arga. 

__ADS_1


Para preman tersebut memancing keamanan gedung untuk keluar meninggalkan tempat mereka berjaga. Di saat para keamanan keluar untuk menangkap para preman yang membuat onar, dengan cepat Arga memasuki gedung dan naik lift menuju kediaman Kapten Lion di rumah no 714 yang terletak di lantai tujuh. 


__ADS_2