
Setelah Arga berbicara demikian, dokter meminta perawat memanggil ayah Melisa untuk melakukan tanda tangan persetujuan rujukan dan operasi. Sedangkan Arga menuju kasir dengan didampingi perawat untuk menyelesaikan administrasi yang harus dibayarkan Arga.
"Tuan Arga Litohu." Kasir rumah sakit memanggil Arga agar duduk di depannya dan menyelesaikan pembayaran.
"Benarkah tuan Arga yang akan membayar operasi serta semua biaya perawatan Meita?"
"Meita? Siapa Meita?" Mendengar jawaban Arga yang terlihat benar-benar tidak tahu dengan nama tersebut. Karyawan kasir rumah sakit menjadi bingung.
"Meita Emerson. Tuan tidak mengenalnya? Tetapi informasi yang kami dapat dari dokter bedah dan saraf, tuan Arga yang akan menanggung biaya operasi nona Meita." Mendapati hal tersebut, Arga mengingat-ngingat nama belakang Melisa yang sepertinya juga Emerson.
"Meita Emerson adik dari Melisa Emerson..?"
"Ya tuan."
"Ya, benar. Aku yang akan membayar semuanya. Berapa aku harus membayar?"
"Biaya operasi bisa ditentukan. Biaya selama di rumah sakit ini bisa ditentukan. Tetapi biaya perawatan di rumah sakit New York setelah operasi tidak dapat di tentukan tuan."
"$10.000.000 dollar apakah cukup? Aku buat semacam deposit saja. Jika nanti 10jt dollar akan habis, aku mohon anda menghubungi saya. Jangan lupa beri kamar VVIP untuk Meita agar keluarga pasien tidak perlu menginap di hotel."
"Jika menggunakan kamar VVIP dan melakukan operasi hingga 4x dengan pengobatan dan obat terbaik. Sepertinya 10jt dollar masih kurang tiuan. Aku sarankan Anda deposit 20jt dollar."
"Baiklah, siapkan alat pembayarannya."
"Silahkan tanda tangani ini dulu tuan, saya akan menyiapkan alat pembayarannya." Arga menandatangani semua surat-surat yang harus ditandatangani..
"Tuan, silahkan cek kembali nominal yang saya ketik, jika sudah benar silahkan tekan tombol hijau lalu verifikasi pembayarannya dengan sidik jari dan pengenalan wajah."
Ting… bunyi khas ketika pembayaran berhasil.
(Baru saja melakukan pembayaran pembayaran rumah sakit dengan biaya sebesar $20.000.000. Sisa saldo $999.982.938.373.286.")
(0 poin skil baru di tambahkan)
(Total 6 poin skil belum digunakan)
(Skill saat ini)
(Fisik 22)
__ADS_1
(Kecerdasan 40)
(Kecepatan 30)
(Kekuatan otot 25)
(Akurasi 25)
"Pembayaran telah berhasil tuan. Jika nanti ada sesuatu hal, saya akan langsung menghubungi tuan arga."
"Baik terimakasih." Setelah semua selesai, Arga keluar dan akan langsung pulang ke hotel karena malam sudah hampir larut. Saat Arga telah sampai parkiran rumah sakit dan menuju mobil Bugatti Divo milknya.
Breeeggh… Suara tubuh Arga di peluk dengan keras dari belakang.
"Terimakasih.. Terimakasih.. Kamu telah membuka peluang untuk kesembuhan adikku. Terimakasih tuan sok. Terimakasih." Melisa memeluk Arga dari belakang saat Arga hampir sampai di mobilnya. Mendengar ucapan terimakasih dari Melisa, Arga tersenyum dan menikmati pelukan dari Melisa.
"Apa yang sudah aku lakukan? Aku tidak melakukan apapun. Aku ke sini hanya ingin melihatmu tadi. Tetapi setelah aku melihatmu sudah tidak menangis, aku urungkan niatku dan pergi."
"Kau memelukku karena jatuh cinta padaku ya..?" Saat Arga mengucapkan kata-kata itu, dengan segera Melisa melepas pelukannya dan mendorong tubuh Arga supaya lebih jauh darinya.
"Kamu membayar operasi dan seluruh pengobatan adikku bukan?"
"Tiiidak. Memangnya adikmu membutuhkan biaya? Jika memang membutuhkan biaya, biar aku membayarnya." Arga memang seolah-olah tidak tahu dengan pembayaran pengobatan adik Melisa dan berpesan kepada administrasi rumah sakit untuk tidak mengatakan jika Arga yang sudah membayar semua pengobatan.
"Jika tidak ada lagi. Aku pergi dulu." Melihat Melisa hanya terdiam dan mematung saja, Arga berlalu dan pergi menuju mobilnya.
****
"Besok, semua pembayaran harus sudah selesai, aku akan membayar berapapun harga yang mereka inginkan untuk melepaskan properti mereka. Nyawa keluarga pengawalku harus aku lindungi supaya mereka semua dapat bekerja dan melindungiku tanpa beban memikirkan keluarga mereka di rumah." Kini Arga sudah berada di kamarnya berbaring santai di ranjang bersiap tidur dan bergumam memikirkan esok hari.
"Aku akan menemui Bella sebelum tidur." Setelah Arga membatin demikian, Arga memejamkan mata. Sekejap kemudian, Arga sudah berada di alam bawah sadarnya.
"Hai, Arga?" Dengan centilnya bayangan hitam yang merupakan bella menyapa Arga.
"Mengapa cara bicaramu berubah demikian?"
"Untuk saat ini, semakin banyak poin yang kamu kumpulkan, maka aku akan mendapatkan tambahan kekuatan pada tubuhku nanti dan fisik bayanganku di alam bawah sadar ini akan semakin menjelma seperti fisik asliku di duniamu nanti. Termasuk cara bicaraku ini."
"Apakah kamu akan menjadi wanita centil nantinya?"
__ADS_1
"Hi.. Hi.. He.. He.. Nanti kamu akan tau sendiri ketika aku sudah menemanimu. Maka cepatlah habiskan uang yang ada di sistem jika kamu ingin cepat mengetahui fsikku nanti."
"Aku menemuimu memang untuk memintamu mempersiapkan diri. Besok aku akan membayar banyak hal dan pasti akan mencapai 100 milyar dollar."
"Aku sudah tahu maksud kedatanganmu." Dengan centilnya Bella berbicara dengan suara yang sangat imut dan lembut.
"Tentu saja kamu sudah tau, kamu bisa membaca pikiranku."
"Tenang saja, ketika penampakan wujudku bertambah, aku semakin tidak dapat membaca pikiranmu. Terlebih lagi ketika aku sudah tidak berada di bawah alam sadarmu, maka aku sudah tidak bisa membaca pikiranmu dan hanya bisa merasakan keberadaanmu sebagai orang yang harus aku lindungi."
"Ha.. Ha.. Baguslah jika demikian." Terlihat wajah Arga sangat gembira mendengar hal itu.
"Baiklah, aku sudah mendapat informasiku. Aku pergi dulu. Sampai jumpa lagi." Setelah Arga mengucapkan hal itu, dengan segera Arga sadar dari tidurnya dan kembali tidur untuk beristirahat.
****
"Hari ini semakin banyak yang datang, hal itu akan semakin baik." Arga yang melihat orang-orang berbondong-bondong memasuki aula yang memang sudah di siapkan dengan membawa berkas-berkas yang di butuhkan untuk menjual unit apartemen mereka.
Kini properti mereka di jual dengan harga semakin fantastis dan tidak wajar untuk harga sebuah unit apartemen. Akan tetapi Agra tetap menyetujui pembelian fantastis unit-unit apartemen yang dijual kepadanya.
Setelah lewat tengah hari, 352 unit apartemen tersisa telah berhasil di beli dan telah di bayarkan oleh Arga.
(Baru saja melakukan pembayaran pembelian 352 apartemen dengan biaya sebesar $8.246.110.000. Sisa saldo $999.974.692.263.286.")
(8 poin skil baru di tambahkan)
(Total 14 poin skil belum digunakan)
(Skill saat ini)
(Fisik 22)
(Kecerdasan 40)
(Kecepatan 30)
(Kekuatan otot 25)
(Akurasi 25)
__ADS_1
Setelah pembelian unit-unit apartemen, kini Arga mengundang owner-owner yang memiliki gedung perkantoran di sebelah-sebelah Hard Rock Hotel Valent Stand. 3 gedung perkantoran yang akan Arga beli.
Arga melakukan pertemuan di restoran VVIP Hotel. Dengan mengajak para owner pemilik gedung, Arga berharap pembelian akan berlangsung dengan mulus.