Sistem Kuadrilliun Imigran Gelap

Sistem Kuadrilliun Imigran Gelap
Teror


__ADS_3

Setelah tuan Wesley bertemu Arga, tuan Wesley merasa sangat lega. Meski Arga tidak menyambutnya dengan baik, tetapi hal itu sudah cukup membuatnya tenang. Terlebih lagi, kini Arga memang sudah terlihat berbeda. 


Tetapi ketika tuan Wesley sudah naik mobil dan beranjak keluar dari parkiran 700 Front ST San Diego, terdengar suara tembakan dari lantai atas dan suara benda jatuh sangat keras lalu di ikuti suara kaca jatuh mengikutinya. Tuan wesley yang merasa khawatir, turun dari mobilnya dan mencoba mencari sumber suara benda jatuh tersebut. Terlihat dari kejauhan seorang mayat pria tergeletak tak bernyawa dan sudah mulai dikerumuni oleh banyak orang. 


Sepintas sebelum tuan Wesley melihat mayat pria yang tergeletak, tuan Wesley melihat beberapa orang berlari menuju lift. Melihat hal tersebut, tuan Wesley berlari menuju lift dan melihat angka yang tertera di atas pintu lift yang baru saja dinaiki beberapa orang. Sambil menunggu lift di sebelah sampai di lantai bawah, tuan Wesley terus melihat angka yang terus bertambah menandakan lift terus naik ke atas. 


Saat salah satu pintu lift di sebelah sudah terbuka, tuan Wesley meminta adiknya untuk tetap melihat di lantai berapa lift yang mereka perhatikan berhenti lalu menghubungi tuan Wesley agar dapat turun di lantai yang sama. Tuan Wesley mengajak anak pertamanya untuk ikut naik ke lantai atas. 


"Bagaimanapun dia adalah adikmu, kau kecil selalu bermain dan melindunginya. Dan hal itu harus tetap berlaku meski kalian sudah dewasa dan sudah mengetahui jika kalian bukan saudara sedarah. Nasibnya hampir sama dengan ibumu, jadi aku harap kamu mengerti mengapa aku memperhatikannya." Tuan Wesley berbicara kepada anak tertuanya yang diajak untuk menemui Arga sebelumnya. 


Anak tuan Wesley hanya menjawab perkataan tuan Wesley dengan anggukan serta mulai menyiapkan pistolnya. Dalam ketegangan di dalam lift, tuan Wesley mendapat telpon dari adiknya jika lift tersebut berhenti di lantai 75.


Saat tuan Wesley mengangkat telepon dari adiknya, tuan Wesley sudah sampai di lantai 56. Saat tuan Wesley sudah mengetahui lantai yang akan dia tuju, seolah lift berjalan begitu lambat bagi tuan Wesley. Hal itu terjadi karena tuan Wesley sudah semakin khawatir dengan keadaan Arga. Memang tuan Wesley belum mengetahui kebenarannya, apakah jatuhnya mayat dari lantai atas ada hubungannya dengan Arga. Tetapi hal itu tidak mengurangi rasa khawatir tuan Wesley. 


"Bangunan mewah dengan pengawasan seperti ini masih dapat dilewati dengan mudah oleh mereka. Kini aku harus memiliki bukti." Tuan Wesley berbicara di dalam hatinya dengan menunjukkan raut wajah yang gelisah. 

__ADS_1


"Tarafes bersiaplah." Saat lift sudah menunjukkan sampai di lantai 68, tuan Wesley memperingatkan putranya serta menyiapkan senjatanya sendiri. 


Saat lift berada di lantai 73, terdengar suara tembakan hingga beberapa kali. Suara tersebut bukan sekedar tembakan dari satu senjata, tetapi suara dari beberapa senjata. 


Ting… suara lift menunjukkan sudah sampai pada lantai tujuan dan tinggal menunggu pintu lift terbuka. Pistol yang di pegang tuan Wesley dan putranya sudah mengarah ke pintu lift. Saat pintu sudah terbuka, hal pertama yang dilihat tuan Wesley adalah dua orang sudah tergeletak dengan darah menggenang dan berceceran di lantai. Ada juga jejak sepatu yang baru menginjak darah melangkah pergi menjauh. 


Salah satu dari dua orang tersebut terlihat masih bernafas dengan nafas yang sangat cepat. Terlihat dari nafasnya, orang tersebut hanya menunggu waktu saja untuk mati. Saat tuan Wesley bertanya kepada orang yang sekarat tersebut, tentang siapa dirinya. Pria sekarat tersebut berbicara dengan suara sangat pelan dan terlihat berbicara dengan susah payah. 


"Pe.. Wal.. Tu.. Rrrrga…" Pria tersebut berbicara dengan menahan nafas. Setelah beberapa detik dari pria tersebut berbicara, pria tersebut sudah tidak menunjukkan nafasnya lagi. 


"Masih ada pengawal Arga yang lain, cepat lihat kedua mayat itu. Apakah ada tanda identik dari pengawal Arga." Tuan Wesley berbicara kepada putranya agar mencari ciri identik dari pengawal Arga agar mereka tidak salah menembak jika mereka bertemu. 


"Ada ayah, mereka berdua sama-sama menggunakan pin di kerah jas mereka." Tarafes menjawab permintaan ayahnya. 


"Baiklah, ayo!!" Tuan Wesley memimpin di depan Tarafes. 

__ADS_1


Dar.. Dar.. Dar.. Dar.. Suara tembakan tidak jauh dari posisi mereka berdua. Saat mereka semakin dekat dan terdapat pertigaan di sebuah koridor. Mereka sudah dapat melihat peluru yang mengenai dinding. Peluru tersebut berasal dari pertigaan koridor sebelah kanan mereka. Tarafes melihat ke ujung koridor sumber suara saling tembak dengan kamera handphone miliknya. 


Terlihat kedua pengawal Arga tersisa berada di ujung koridor. Sedangkan orang yang sedang di lawan berada di depan pintu kamar dan bersembunyi di balik pilar dinding yang berada di samping pintu. 


"Jangan sampai dia terbunuh, buat dia tetap hidup. Aku membutuhkan informasinya." Tuan Wesley berbicara kepada putranya. 


Karena perhatian mereka saling baku tembak, mereka semua tidak menyadari jika di ujung koridor yang lain ada tuan Wesley dan juga Tarafes. Dengan tembakan terukur, Tarafes berhasil menembak kaki dari orang yang sedang baku tembak dengan pengawal Arga. Menyadari dirinya sedang di kepung dari kedua ujung koridor, orang tersebut yakin bahwa dirinya tidak akan bisa lolos lagi. 


Akhirnya dia memutuskan untuk menembak dengan membabi buta dengan terus berjalan ke arah tuan Wesley dan tarafes berada. Mendapati mereka sedang di tembak secara terus menerus, tuan Wesley dan tarafes tetap diam dan bersembunyi di balik dinding. 


Sedangkan kedua pengawal Arga tersisa, dengan segera menembak kaki yang satu lagi agar orang tersebut tidak dapat berdiri lagi. Tetapi hal mengejutkan terjadi. Di saat orang tersebut yang sudah jatuh tersungkur. Dia menembak kepalanya sendiri agar menghilangkan jejak. 


Mengetahui sasarannya telah tewas tanpa bisa mengorek informasi, tuan Wesley sangat teramat kecewa. Mereka tetap tidak dapat mengetahui siapa yang ada di balik ini semua. Kelompok mereka selalu mengakhiri hidupnya ketika sudah terpojok. Bahkan yang selalu mengejutkan, identitas mereka tidak dapat di ketahui meski telah mencari di data penduduk menggunakan sidik jari ataupun menggunakan pengenalan wajah. 


Seolah identitas mereka memang sengaja di hapus dari semua data yang ada sebelum melaksanakan dan menjalankan perintah. Bahkan mereka menyimpan racun di gigi mereka. Hal terakhir jika mereka tidak dapat bunuh diri saat melakukan operasi dan terpaksa tertangkap. 

__ADS_1


Hal ini tetap saja menjadi misterius. Karena mereka tidak memiliki identitas ataupun petunjuk yang dapat mengarah kepada suatu kelompok. 


__ADS_2