Sistem Kuadrilliun Imigran Gelap

Sistem Kuadrilliun Imigran Gelap
Arga Menjadi Penyelamat


__ADS_3

Kebaikan serta perhatian yang diberikan Arga ketika mau mendengar semua cerita Elena sewaktu di pesawat, seolah menghapus pandangan buruk Elena terhadap Arga yang sejak pertama Elena sudah memperkirakan Arga adalah pemuda kaya yang arogan. Elena terus memandangi Arga menaiki helikopter dan terus memandang meski helikopter tersebut telah terbang dan pergi jauh. 


****


"Ayo, terus… jika kamu berhenti sebelum semua botol ini kosong, maka aku bukan hanya akan membunuhmu karena sudah mempermalukan keluarga besarku." Salah satu petinggi perusahaan mengancam Siska dengan gertakan akan membunuh Siska ketika Siska merasa sudah tidak mampu lagi untuk minum. Sebab jika Siska meneruskan minum, maka Siska akan kehilangan akal sehatnya. 


Kini Siska sudah tidak dapat mengetahui, mereka membagi gelas dengan adil atau tidak. Sebab pandangan Siska sudah mulai tidak dapat fokus. Untuk mempertahankan kesadarannya dan akal sehatnya, sekali lagi Siska meminta izin ke toilet. 


"Aku harus kuat. Aku harus bertahan. Setidaknya sampai ada bantuan datang kemari. Jika aku berhenti sekarang, bisa saja mereka memperkosa ku lalu membunuhku. Kini mereka semakin tidak terlihat seperti seorang yang sedang main-main. Semoga saja Zilda tidak salah mencari bantuan. Sebab jika Zilda salah mencari bantuan, maka hidupku akan habis setelahnya." Zilda adalah sekretaris Siska yang mengatakan akan mencari bantuan untuk Siska.


"Semoga Zilda menghubungi Arga dan bukan menghubungi kepolisian. Jika sampai pihak kepolisian yang datang. Maka para bajingan itu akan dengan mudah mengelak. Tetapi jika Arga yang datang, dengan arogansinya. Kemungkinan besar aku akan bisa lolos dari sini." Siska membatin dalam hati ketika Siska membasuh muka agar tetap bisa bertahan dengan akal sehatnya. 


"Mengapa aku sekarang sangat merindukan Arga? Apakah Arga mau berurusan dengan bajingan-bajingan itu." Siska bergumam dan tersenyum sendiri saat melihat wajahnya di cermin seusai membasuh muka. 


****


"Kenapa wanita itu lama sekali, aku akan menyusulnya ke toilet." 


"Tenang dan bersabarlah. Kita tidak sedang di kejar waktu. Kita nikmati saja permainan ini. Baru kita akan puas menikmati tubuh Siska yang cantik tersebut."


"Hasrat ku kini semakin meningkat, aku sungguh tergiur dengan ukuran dadanya yang cukup besar." Para petinggi perusahaan berbincang ketika Siska cukup lama untuk pergi ke toilet. Tidak lama kemudian, terlihat Siska keluar dari toilet dengan jalan yang sudah tidak dapat dikendalikan dengan benar. 

__ADS_1


"Nah lihatlah jalan wanita ****** itu. Kini jalannya sudah mulai miring ke kanan dan ke kiri. Kini saatnya kita gunakan botol yang sudah kita khususkan untuk dirinya." Salah satu dari mereka berucap sambil mengeluarkan 1 botol minuman beralkohol yang sudah dicampur dengan obat perangsang. 


Saat Siska kembali duduk, dengan segera mereka menjulurkan segelas minuman beralkohol yang sudah tercampur dengan obat perangsang. 1 gelas telah di minum oleh Siska, 2 gelas, 3 gelas, 4 gelas. 


"Mengapa tubuhku terasa geli dan panas." Siska kini mulai merasakan efek dari obat perangsang yang diberikan oleh para petinggi perusahaan. Siska terus di beri minuman tersebut dengan cepat, bahkan kini salah satu dari mereka membantu Siska untuk memandu tangan Siska meminum minuman beralkohol yang sudah tercampur dengan obat perangsang ke mulutnya. 


"Eeeeemmmh aah." Kini Siska mulai mengerang karena daerah-daerah sensitifnya seolah sedang mendapat sentuhan yang sangat lembut dan mengenakkan. Hal itu dikarenakan efek dari obat perangsang yang di minum oleh Siska. 


"Bajinagan, apa yang mereka berikan padaku? Mereka masih tetap berada pada kursi mereka. Tetapi sekujur tubuhku merasa merinding dengan kenikmatan yang tidak tertahan." Siska berbicara sendiri di dalam kepalanya. 


"Aku sudah tidak dapat menahan gejolak kenikmatan ini. Aku seperti ingin buang air kecil. Tidak, ini bukan air kecil. Ini cairan lain." Siska kembali berbicara di dalam hatinya. Kesadarannya belum sepenuhnya hilang, pandangan Siska juga masih dapat melihat dengan jelas semua yang ada di sekitar meski sesekali pandangan itu kabur. 


"Aaakhh." Sekali lagi Siska mengerang ketika merasakan cairan keluar dari dalam tubuhnya. 


"Ha… Ha… Ha… Ha…" Kini keenam orang tersebut tertawa sangat lepas. 


"Beri dia satu gelas lagi. Dan naikkan tubuhnya ke atas meja. Lalu biarkan dia hingga memohon untuk di tiduri. Ha… Ha… Ha…" Kini Siska bukan hanya diberi 1 gelas lagi, tetapi sisa minuman yang mengandung obat perangsang di minumkan secara paksa kepada Siska. Siska yang sudah sangat lemas, tidak dapat melawan untuk menolak minuman tersebut. Dengan paksa, Siska meminum semua minuman yang tersisa di botol. 


Kini tubuh Siska di baringkan di meja besar yang biasanya dipergunakan untuk rapat. Kini tubuh Siska terasa seperti sedang di sentuh dengan lembut, semua indra perasa di kulit Siska menjadi sensitif. Terlebih di bagian dada, setiap Siska bergerak. Siska juga mengerang dengan kenikmatan yang belum pernah Siska rasakan sebelumnya. Sangat nikmat tetapi sangat menyiksa. Sebab kenikmatan rangsangan yang sangat besar, akan menuntut keinginan untuk mencari lawan jenis. Tanpa sentuhan lawan jenis, kenikmatan itu seperti sebuah siksaan tanpa ujung bagi Siska. 


Kini Siska menggeliat dengan terus mengerang melawan kenikmatan di tubuhnya. Siska yang menggunakan rok di atas lutut. Membuat ke enam laki-laki petinggi perusahaan semakin bergairah. Terlebih, kini tangan Siska seperti sudah tidak dapat di kontrol lagi dan terus mengusap dada dan **** ************* dari luar bajunya. Pemandangan tersebut seolah menjadi pemandangan panorama terindah bagi ke enam laki-laki hidung belang tersebut. 

__ADS_1


Sesekali mereka mencium bibir dan leher Siska. Ciuman pada bibir dan leher Siska seolah menjadi pemuas dahaga yang menyiksa tubuh Siska. Bahkan dengan cepat kini Siska mulai membalas ciuman yang di berikan padanya. Bahkan Siska seolah ingin mengejar ciuman tersebut saat akan menghilang. 


"Kini lah saatnya." Salah satu dari petinggi perusahaan berucap kepada yang lainnya dan di iyakan oleh yang lain ketika sudah melihat Siska memelas saat mendapat sentuhan sentuhan. Mereka kini mulai berunding tentang siapa dulu yang akan menikmati tubuh Siska. 


"Baiklah, kita sudah setuju, dan aku yang pertama." Salah satu dari petinggi perusahaan berucap dengan senyum lebar saat dirinya mendapat giliran pertama. 


"Kalian pikir, akan ada yang boleh meniduri wanitaku selain diriku?" Arga yang sudah berada di dalam ruang rapat tempat Siska berada. Dengan mengejutkan berbicara dengan lantang. 


"Siapa kamu!!"


"Tidak perlu bertanya siapa aku." Arga menjawab lalu menggerakkan kedua jarinya untuk memerintah para pengawalnya. Mendapatkan gerakan jari tersebut, para pengawal Arga menganggap itu adalah sebuah perintah untuk menghajar para bajingan yang berada di sekitar Siska. 


Bruk.. Pok.. Plak.. Tak.. Prok.. Suara benturan benda keras yang saling beradu terdengar di ruangan tersebut. 


Arga tidak memperhatikan pengawalnya yang sedang menghajar para bajingan yang hampir meniduri Siska. Saat Arga sudah berhasil menggendong Siska yang sangat lemah, Arga melihat ke arah ke enam petinggi perusahaan yang sedang di hajar oleh pengawal Arga. 


"Hai, kenapa kalian menghajarnya hingga sedemikian rupa? Aduuuh…"


"Tuan Arga yang meminta kami dengan kode jari tuan."


"Aku memberi kode demikian supaya terlihat keren, tapi aku tidak meminta kalian menghajarnya. Aku hanya ingin kalian memegangi mereka." Arga berbicara sambil memukul pelan dahinya sendiri. 

__ADS_1


"Baiklah, tunggu di sini sampai aku datang dan ikat mereka semua, jangan menghajarnya lagi." Setelah Arga berbicara, Arga pergi sambil menggendong Siska.


__ADS_2