
"He.. He.. He.. Kau terlihat manis sekali jika demikian. Jangan kau teruskan ekspresi seperti itu, nanti kalau aku jatuh cinta padamu bagaimana?" Mulut Arga kini kembali mengeluarkan kalimat manis dengan sendirinya saat Arga membatin jika polisi wanita tersebut cukup manis.
"Jangan mencoba merayuku di saat seperti ini." Mendapat rayuan dari Arga seperti itu, polisi wanita tersebut dengan segera mengubah ekspresi wajahnya menjadi galak bagaikan singa betina yang sedang melindungi anaknya. Tetapi tetap saja, ekspresi ketakutan terlihat di wajahnya yang manis dan cantik.
"Dalam kondisi apa aku boleh merayumu? Jika kita tidak mati di laut ini, apakah kau mau makan malam bersamaku di Hard Rock Hotel Valent Stand..?"
"Tidak akan ada wanita yang mau makan malam bersamamu, begitu juga aku. Tidak akan pernah." Polisi wanita tersebut menolak mentah-mentah ajakan Arga karena menganggap Arga adalah orang yang sangat menjengkelkan.
"Mancini, jatuhkan helikopter ini. Polisi wanita ini berharap dia mati dari pada makan malam denganku." Arga berbicara kepada Mancini yang merupakan pilot sewaannya. Dan Mancini mengerti dengan maksud Arga yang sedang merayu polisi wanita tersebut. Sehingga Mancini menukikkan helikopternya kebawah seakan akan menghantam laut.
"Aaaaaaaaaaaa… Baik… Aku bersedia makan malam denganmu." Dengan ketakutan polisi wanita tersebut mengatakan kesediaannya. Sehingga dengan segera Mancini kembali menaikkan helikopter tersebut ke atas.
"Kenapa mulutku tidak berhenti merayunya, skil merayu ini sungguh berlebihan menanggapi pikiranku." Arga membatin di dalam hatinya karena skil merayu yang terlalu berlebihan menurut Arga.
"Awas kamu, aku akan membalasmu nanti setelah di daratan." Polisi wanita tersebut membatin di dalam hatinya.
"Oh ya, aku belum tahu dengan namamu. Aku dari tadi berbicara dengan wanita secantik dan manis sepertimu tetapi aku tidak mengetahui siapa namamu. Tentu jika aku tahu namamu, hal itu akan menjadikan kita semakin dekat. Mungkin saja dari perkenalan ini kamu akan menjadi istriku."
"Gila, pria gila. Dalam kondisi seperti ini dia merayuku terus menerus. Jika sampai pacarku tau, matilah kau." Polisi wanita tersebut berbicara sendiri di dalam hatinya
__ADS_1
"Apa kamu tidak ingin menjawab? Apa kamu siap dikejutkan lagi?" Arga menggertak polisi wanita tersebut karena tidak kunjung menjawab pertanyaan Arga yang ingin mengetahui nama wanita polisi tersebut.
"Katerine… namaku Katrine… dan biasa di panggil Kate." Dengan segera Kate menjawab pertanyaan Arga setelah mendapat ancaman.
"Nama yang cantik, sangat cocok dengan wajah cantik manismu yang terkadang berubah menjadi galak dengan cepat. Ingatlah, besok malam aku akan menjemputmu dan kita akan makan malam berdua." Setelah Arga mengatakan hal tersebut, Arga kembali membenarkan duduknya karena telah melihat raut wajah Kate yang sudah tidak ketakutan.
Nging… Nging… Nging… Alarm helikopter berbunyi dengan lampu yang tadinya berwarna orange kini menjadi merah. Helikopter tersebut kehilangan tekanan dan menjadikannya terbang sangat tidak stabil.
"Ha.. Ha.. Ha.. Ha.. Ha.. Sudah lama aku tidak merasakan ketegangan seperti ini. Ayolah cantikku, bekerja samalah denganku. Jangan menyusahkan di cuaca seperti ini." Di saat semua panik, Mancini tertawa dengan keras dan berbicara sendiri dengan helikopter yang sedang dia kendalikan. Mancini terlihat sangat senang menghadapi situasi genting seperti ini. Sebab jiwa terbangnya seperti hidup kembali setelah sekian lama tertidur.
Dengan perasaan gembira, Mancini berusaha mengendalikan situasi. Bahkan tidak jarang Mancini terdengar tertawa-tertawa sendiri saat gagal melakukan sesuatu ataupun berhasil melakukan sesuatu pada helikopter tersebut. Sehingga mereka semua tidak dapat menebak apakah helikopter ini sedang baik-baik saja atau tidak.
"Tenanglah tuan, ini adalah hidupku. Aku tidak pernah gagal menerbangkan dan mendaratkan tungganganku. Aku pernah mengalami situasi jauh lebih buruk dari ini. Anda tidak akan kecewa memilihku menjadi pilot anda." Dengan menikmati ketegangan karena helikopter sering kehilangan tekanan dan berkali-kali seakan akan terjatuh.
"Tuan, sebentar lagi kita akan sampai pada kordinat yang sudah anda tentukan. Aku tidak melihat apapun dari radius ini. Kordinat yang anda tentukan apakah sudah benar tuan, tidak ada apapun di sana selain hamparan laut yang bergejolak." Mancini kini berbicara dengan keras karena suara bising dari alarm yang terus berbunyi.
"Terus saja, katakan jika sudah sampai pada koordinatnya." Arga menjawab perkataan Mancini dan terus melihat keluar untuk mencari perahu para imigran yang sedang terkatung-katung tanpa bahan bakar.
Tidak sampai 1 menit, helikopter tersebut telah sampai pada koordinat yang telah ditentukan oleh Arga. Tetapi tidak terlihat apapun disana. Sejauh Arga memandang, tidak ada yang dapat di temukan.
__ADS_1
"Tuan, berapa lama lagi aku harus menahan helikopter ini supaya tetap diam dengan stabil. Aku tidak bisa lebih lama lagi. 20 detik lagi tuan atau kita akan terjatuh."
"Diamlah, biarkan saja terjatuh. Aku belum menemukan kapal yang kehabisan bahan bakar dan membawa 60 orang sedang terkatung-katung di laut ini selama 2 hari. Banyak di antara mereka adalah wanita dan anak-anak. Aku harus bisa menyelamatkan mereka."
Mendengar perkataan Arga seperti itu, semua orang di helikopter itu ketakutan serta terenyuh. Ternyata orang yang sangat mengerikan karena dapat mengalahkan puluhan orang bersenjata tajam hanya dengan tangan kosong sedang mencari orang yang sedang terkatung-katung di lautan dengan perahu yang kehabisan bahan bakar. Bahkan Arga rela mengeluarkan jutaan dollar untuk menyelamatkan nyawa orang lain yang mungkin tidak dia kenal.
"Bagaimana kamu mendapatkan informasi tersebut!!" Kate bertanya kepada Arga setelah mendengar perkataan Arga. Jiwa sosial Kate dengan segera terbangun setelah mendengar 60 orang sedang dalam bahaya dan sebagian besar adalah wanita dan anak-anak.
"Apakah maksudmu kapal ikan tanpa bendera?" Mancini bertanya dengan cepat kepada Arga. Sebab kini Mancini yang merupakan pilot handal, juga merasa khawatir dengan ketahanan helikopter yang diminta oleh Arga untuk tetap diam bertahan di tempat dengan situasi cuaca yang sangat buruk.
"Ya, bisa jadi itu."
"Jika memang perahu itu yang sedang anda cari, kita sudah melewatinya 10 menit yang lalu. Dan aku memang berniat membantu mereka yang terlihat bersusah payah mempertahankan perahu mereka supaya tetap bertahan dan tidak terbalik." Setelah mengucapkan kata-kata itu, Mancini dengan cepat menggerakkan helikopternya tanpa menunggu jawaban dari Arga.
"Aku mendapat pesan dari SOS dan aku mencari kebenarannya menggunakan citra satelit." Arga menjawab pertanyaan Kate dengan mengarang. sebab, tidak mungkin Arga mengatakan hal yang sebenarnya.
"Seharusnya aku sudah menyelamatkan mereka 10 menit yang lalu. Ini semua kesalahanku, aku tidak memberi informasi kepada Mancini tentang apa yang aku cari sebelum terbang. Aku akan sangat menyesal jika sampai terjadi sesuatu yang buruk terhadap mereka semua." Arga membatin di dalam hatinya dan terlihat sedang memukul telapak tangannya sendiri yang menandakan bahwa dirinya sangat menyesal.
Melihat hal tersebut, Kate merasa menyesal karena salah menilai Arga yang ternyata seorang yang memiliki jiwa kemanusiaan yang sangat tinggi. Kini semua orang di dalam helikopter melihat keluar lewat jendela untuk menemukan perahu yang membawa 60 orang dan sedang terkatung-katung.
__ADS_1