Sistem Kuadrilliun Imigran Gelap

Sistem Kuadrilliun Imigran Gelap
Kepolisian San Diego 2


__ADS_3

Anggota militer tersebut kini menodongkan pistolnya balik kepada anggota kepolisian yang merupakan anak buah Kate. 


"Kau ingin tau cara menembak bukan, kau ingin tau memiliki mental menembak bukan?"


Door.. Suara letusan senjata mengagetkan semua yang berada di sana. Hingga mengheningkan ruangan tersebut dan tidak ada lagi yang adu mulut. 


"Dia tidak memiliki keberanian untuk menembak, aku beri dia contoh. Berani menodongkan pistol kepadaku harus tau dengan resikonya. Kami adalah pasukan elit militer. Pasukan no 1 di negara ini. Kalian paham!!! Dan kalian berani membantah kami. Itu sebuah penghinaan bagi kami. 


"Terlebih kau!" Berbicara sambil menuding Kate. 


"Berani melawan dan membanting anggota pasukan elite. Dan dia anggotamu menodongkan senjata padaku." Seorang anggota militer tersebut membentak dan marah kepada semua anggota polisi di ruangan tersebut. Sedangkan seorang anggota polisi yang tertembak sedang meringis kesakitan karena pahanya tertembus peluru. 


"Apa kau sudah tau cara menembak!! Apa masih kurang contoh dariku!! Aku beri contoh lagi!!" Anggota militer tersebut kini merasa di atas angin karena tidak ada satupun yang menjawab. Kini dia juga menodongkan pistolnya ke kepala anggota polisi yang kakinya sudah tertembak. 


"Aaa.. Jangan.. Jangan.. Aaa.. Aaa.. Tolong aku.. Jangan.." Teriakan ketakutan keluar dari mulut anak buah Kate yang sedang di todongkan pistol. Sedangkan anggota militer tersebut hanya tertawa melihat hal permintaan ampun dari anggota polisi yang kini berada di depannya. 


"Ingatlah di alam kematianmu. Begini cara menembak!! 


"Dor.. Dor.. Dor.." Tiga kali suara tembakan terdengar hingga menewaskan anggota militer yang menodongkan senjata dan ingin menembak anggota polisi anak buah Kate. 


Dua tembakan ditembakkan oleh Kate. Tembakan pertama tepat di kepala anggota militer tersebut, satu lagi di tembakkan Kate ke tangan anggota militer tersebut supaya tangannya yang sudah menggenggam pistol lurus ke kepala anak buah Kate dapat bergeser dan tidak menembak kepala anak buahnya. Khawatir jari yang sudah siap menarik pelatuk mengalami kejang dan tanpa sengaja menarik pelatuknya. 


Perkiraan Kate sangat benar. Sebab setelah tembakan kedua, letusan tembakan ke tiga terdengar dari pistol yang di genggam anggota militer tersebut. Akan tetapi peluru hanya mengenai dinding di samping kepala anak buah Kate yang sudah tertembak di kaki. 


Keadaan semakin tidak terkendali saat seorang anggota militer tewas tertembus peluru yang dilesakkan oleh Kate. 

__ADS_1


Sedangkan Mancini, Roby, dan Bella menyingkir dari tengah situasi panas dan berdiri di sebelah dinding membiarkan kedua belah pihak saling bertikai. 


Dor.. Dor.. Letusan tembakan terdengar hingga memaksa Bella untuk bertindak melumpuhkan salah satu kubu karena khawatir ada peluru nyasar yang meluncur ke arah Bella dan lainnya. Dengan gerakan cepat yang di miliki Bella, dengan mudah Bella melumpuhkan 4 anggota militer tersisa hanya dengan sekali pukul pada setiap anggota militer. Pukulan Bella tepat di pangkal rahang setiap anggota militer. Sehingga para anggota tersebut langsung pingsan terkena pukulan Bella yang sangat keras. 


Dengan segera ke empat anggota militer tersebut di borgol dan didudukkan di sudut ruangan. Dengan segera Kate menelpon beberapa orang yang merupakan atasan Kate. Terlihat saat Kate menelpon, Kate meneteskan air mata dan memegang kepalanya. Tentu kejadian tersebut akan menjadi tanggung jawab Kate sepenuhnya. Sebab Kate adalah komandan dari satuannya. 


Dengan kejadian tersebut, Mancini, Roby dan Bella tidak dapat meninggalkan kepolisian. Sebab mereka harus menjadi saksi terlebih dahulu sebelum ingin benar-benar pulang. 


Satu jam kemudian banyak pihak yang datang ke kantor polisi tersebut, untuk sementara. Kate dan anak buahnya beserta keempat anggota militer tersisa di tahan oleh Polisi Militer. Sedangkan Mancini dan lainnya langsung dimintai keterangan di tempat tersebut oleh Polisi Militer. Karena Mancini dan lainnya kooperatif. Mereka di ijinkan pulang dan harus siap dipanggil sebagai saksi kapanpun. 


Sebelum Bella meninggalkan tempat tersebut, Bella meminta izin untuk menemui Kate yang sudah menghalangi militer untuk membawa mereka sebelumnya. Bagaimanapun tindakan Kate adalah sebuah bantuan bagi Bella dan lainnya supaya tidak terjebak dalam situasi yang semakin sulit. 


Jika saja Kate tidak menghalangi, tidak akan mungkin ada kejadian tewasnya anggota militer di kantor kepolisian. Setelah mendapat izin, Bella menemui Kate untuk memberinya support yang sudah terlihat tertekan dari awal. 


"Kuatlah, aku yakin kamu bisa. Aku akan menyampaikan semua ini kepada Arga supaya dapat membantumu. Dan… Aku ucapkan terimakasih meski hal ini sangat berat bagimu. Tanpa adanya kejadian ini, mungkin kami yang memiliki masalah dengan militer. Bersabarlah, aku akan meminta Arga membantumu." Meski Kate seolah tidak mendengarkan Bella yang sedang berucap. Tetapi Kate tetap berharap ucapan Bella benar-benar dapat membantunya lolos dari masalah ini. Entah dengan cara apa Arga akan membantu nantinya. 


Layar transparan muncul di depan Arga saat Arga sedang duduk santai di balkon kamarnya dan sedang menikmati pemandangan gedung-gedung di sekitarnya. Melihat layar transparan dengan notifikasi muncul di depannya, dengan segera Arga melihat notifikasi tersebut. 


(Berhasil membantu 87 imigran. Sisa saldo $999.898.254.602.936.")


(87 poin skil baru ditambahkan)


(Total 87 poin skil belum digunakan) 


(Skill saat ini) 

__ADS_1


(Fisik 47) 


(Kecerdasan 46) 


(Kecepatan 50) 


(Kekuatan otot 54) 


(Akurasi 30)


"Hah… Apa…!! Hanya 87 poin? Bagaimana ini bisa terjadi? Padahal aku telah membantu 274 imigran. Apakah Alex tidak mengeluarkan semua imigran? B*j*ngan.. Akan ku cari kau Alex." Arga emosi sendiri setelah melihat layar transparan di depannya. 


Setelah dapat meredam emosinya sendiri. Arga keluar kamar untuk menemui Alerto yang selalu menggantikan Roby untuk memimpin para pengawal Arga. Alerto diminta memanggil sebagian pengawal yang lain untuk mencari kebenaran atas tindakan Alex yang di curigai oleh Arga tidak memulangkan semua imigran yang sudah Alex dan Arga sepakati. 


Arga memberikan semua no Handphone para wanita penghibur kepada Alerto agar di telepon satu persatu, untuk ditanya apakah mereka sudah menyebrangi perbatasan. Sedangkan Arga berusaha menghubungi Alex. 


"Hallo.."


"Hallo tuan arga." 


"Kau belum mengeluarkan semua imigran yang aku perintahkan!!"


"Sudah tuan.. Sudah keluar dari perbatasan semua. Bahkan saya telah memerintahkan orang saya yang berada di Meksiko untuk terus mengawal para imigran yang non Meksiko supaya lancar menuju negara mereka masing-masing. Begitu juga dengan Riris yang akan kembali ke negaranya di Suriname. Akan saya pantau terus untuk kembali selamat ke negaranya." Dengan ketakutan Alex berusaha menjelaskan kepada Arga yang terdengar tidak percaya dari suaranya. 


"Tuan Arga bisa menghubungi mereka semua. Saya pastikan mereka sudah dalam perjalanan untuk keluar dari Meksiko bagi yang Non Meksiko." Alex kembali berbicara kepada Arga untuk lebih meyakinkan lagi. 

__ADS_1


"Baik, aku akan menghubungi mereka. Jika ucapanmu tidak benar. Larilah ke ujung dunia. Aku akan tetap menemukanmu." Arga menjawab Alex dengan nada suara dingin. 


__ADS_2