Sistem Kuadrilliun Imigran Gelap

Sistem Kuadrilliun Imigran Gelap
Kisah 4 Tahun Lalu


__ADS_3

"Aku tidak memiliki banyak waktu jika kau tidak memiliki informasi tentang Arga Litohu." Lukman segera berbicara setelah sampai di teras kediaman pemimpin negara. 


"Apakah orang kuat selalu tanpa basa-basi?" Ferdinand yang merupakan kepala negara Amerika berbicara dengan duduk santai sambil mengangkat kaki kanannya di atas lutut kaki kiri. 


Ucapan Ferdinand di tanggapi dengan lirikan tajam oleh Lukman. Hingga membuat Ferdinan merinding dan takut. Tetapi sebisa mungkin Ferdinand tidak menunjukkan ketakutannya kepada Lukman. 


Lirikan tajam Ridwan, di tanggapi dengan kewaspadaan tinggi oleh para pengawal Ferdinand dengan bersiaga mendekatkan tangan mereka ke pistol yang melekat di pinggang. Bahkan seorang sniper bersiaga dari tower pengawas. 


"Haruskah aku berbasa-basi jika aku seorang tamu yang di awasi bagaikan seorang musuh?" Lukman yang mengetahui jika dirinya di awasi oleh seorang sniper yang siap menembak, berbicara kepada Ferdinand dengan melirik ke arah sniper berada. 


"Ha.. Ha.. Ha.. Ha.. Kau salah sangka. Itu hanya Standar Operasional Pengawalan. Tidak ada yang perlu di khawatirkan. Apakah kau takut karena SOP ini?" Ferdinand merasa menang karena menganggap Lukman takut dengan pengawalan yang ada di kediamannya. Setelah berbicara, Ferdinand kembali tertawa seakan bangga pada dirinya sendiri. 


Bersamaan dengan tawa Ferdinand, Lukman mengarahkan tembakan ludahnya ke arah sniper berada. Tembakan ludah Lukman melesat lebih cepat dari peluru dan mengenai kepala sniper hingga menembus kepalanya. 


Bersamaan dengan hal itu, tawa Ferdinand langsung berhenti dan tercengang dengan tindakan Lukman. Sedangkan pengawal di sekitar Ferdinand dengan cepat menodongkan pistolnya ke arah Lukman. 


"Ap… Ap… Apa yang kau lakukan!!" Ferdinand yang baru melihat kehebatan Lukman secara langsung, seakan nyawanya kini tersisa di leher. 


"Aku tidak takut, aku hanya tidak suka di perlakukan demikian." Dengan santai Lukman berbicara dan kembali menghadap ke arah Ferdinand. 


"Orang ini, sangat pas jika jadi pengawalku. Aku benar-benar bisa menjadi orang no 1 di Amerika tanpa khawatir ancaman. Bahkan aku tidak perlu khawatir dengan adanya pemilik sistem imigran yang di ciptakan oleh penyihir bertopeng." Ferdinand membatin di saat keterkejutannya dan tidak mengetahui jika Lukman adalah salah satu pemilik sistim dari pria bertopeng. 


** 4 tahun yang lalu **


"Ya, mungkin aku tidak bisa mengalahkanmu karena kamu memiliki kalung penangkal sihirku. Tetapi aku akan menciptakan seseorang yang kuat di seluruh dunia untuk menyingkirkanmu." Pria bertopeng berbicara kepada Ferdinand saat sudah berhasil memporak-porandakan kediamannya dan membunuh semua pengawalnya. Tetapi pria bertopeng tidak dapat membunuh Ferdinand karena memiliki sebuah kalung yang dapat menetralisir semua sihirnya. 

__ADS_1


Berhasil keluar dari dunia sihir, membuat pria bertopeng berkeinginan menguasai dunia dengan awal menguasai negara terkuat. Sehingga, pria bertopeng harus membunuh pemimpin Amerika untuk menguasai seluruh senjata dan sumber dayanya. Membuat pria bertopeng yang memiliki sihir, menciptakan sebuah sistem di seluruh dunia untuk membuat orang yang terpilih atau bersedia menjadi kuat untuk memiliki sistem. 


Hal itulah yang membuat Ferdinand selalu membunuh pemilik sistem sebelum menjadi kuat dan semakin kuat. Hal yang membuat Ferdinand membuat kelompok TP&P yang selalu mengincar Arga. 


****


"Aku memiliki informasi tentang Arga Litohu. Aku tau kau adalah musuh dari musuhku. Maka dari itu aku ingin menjadikanmu rekan sekaligus pengawalku." Dengan segala keberanian yang berusaha di kumpulkan, Ferdinand berbicara kepada Lukman. 


"Aku tidak peduli dengan urusanmu dengan Arga. Aku juga tidak berminat menjadi rekanmu, terlebih menjadi pengawalmu. Aku hanya membutuhkan informasi di mana Arga Litohu berada. Karena aku akan membunuhnya. Sedangkan jika kau memiliki keuntungan dari kematian Arga Litohu, anggap saja itu bonus yang aku berikan kepadamu karena memberiku informasi keberadaan Arga Litohu." Dengan dingin, Lukman berbicara kepada Ferdinand. 


"Sial, orang ini tidak dapat di manfaatkan. Tetapi, setidaknya dia dapat membunuh Arga yang kini semakin licin dan kuat." Ferdinand membatin saat mendengar ucapan dari Lukman. 


****


Arga yang sudah siap, kini keluar dari kamarnya menuju ruang kerja tuan Jonathan. Arga ingin mempercepat semuanya sebelum ada hal-hal yang dapat terjadi di luar batas kemampuan Arga. 


'Adakah perkembangan tuan..?" Arga menyapa tuan Jonathan yang terlihat membaca sebuah data. 


"Mungkin 2 jam lagi, kita sudah bisa menerbangkan para imigran yang berada di New York. Pihak imigrasi terus bekerja untuk menginput data para imigran yang akan di pulangkan. Semua akan selesai dengan bertahap." Tuan Jonathan menjawab Arga. 


"Berarti ada waktu 2 jam. Tuan Jonathan, aku ingin meminta bantuanmu." Setelah berucap demikian, Arga menyampaikan keinginannya kepada tuan Jonathan. 


"Langsung dua..?" Meski terkejut dengan permintaan Arga, tuan Jonathan tersenyum dan mengiyakan keinginan Arga. 


"Baiklah, aku akan mempersiapkan semuanya." Tuan Jonathan menjawab lalu pergi meninggalkan Arga. 

__ADS_1


****


Kini Arga pergi dari tempat tuan Jonathan untuk menemui Bella dan Melisa. Bella dan melisa berada di rumah yang berada di halaman samping kediaman rumah tuan Jonathan. Rumah induk dengan rumah-rumah kecil di sekitar rumah tuan Jonathan masih berada dalam satu pagar dan hanya di pisahkan dengan taman. Jalan menuju rumah-rumah tersebut, di hubungkan dengan koridor-koridor terbuka. 


Rumah-rumah tersebut biasanya di tempati oleh tamu dan ada sebagian yang memang di khususkan untuk para pekerja yang bekerja di kediaman tuan Jhonatan. 


"Kalian sedang apa?" Arga menyapa Bella dan Melisa yang sedang memasak di dapur. 


"Aku bosan di sini. Aku bingung harus melakukan apa. Aku sebagai pengawal pribadimu, seperti tidak d pergunakan sesuai tugasku. Di sini aku hanya seperti seorang pemalas. Makan-tidur-nonton TV-maen game, ya.. Hanya itu yang bisa kami lakukan." Bella menggrutu saat Arga menyapanya di dapur. 


Selama berada di kediaman tuan Jonathan, Arga memang tidak pernah lagi d ikuti oleh Bella layaknya seorang pengawal. Sebab, keamanan Arga di kediaman tuan Jonathan juga dapat di katakan aman. Terlebih status Arga kini masih dalam status bersembunyi. 


"Lalu apa yang dapat mengusir kebosananmu?" 


"Aku ingin kamu memberiku tugas. Entah tugas apa, yang terpenting. Aku dapat membantumu."


"Tidak lama lagi, kau akan memiliki tugas. Oleh karena itu aku menemuimu." Mendapat ucapan tersebut, kini Bella memberikan senyum yang selalu membuat Arga semakin menginginkan Bella. 


"Bagaimana denganku? Aku juga bosan." Melisa yang tidak ingin hanya berdiam diri, juga menginginkan sebuah tugas agar dapat membantu Arga. 


"Tentu kau juga akan mendapat tugas nantinya. Tetapi, sebelum kalian mendapatkan tugas. Aku ingin bertanya kepada kalian berdua. 


Mendengar hal itu, Bella dan Melisa mematikan kompor dan menghentikan yang mereka kerjakan supaya dapat fokus mendengar ucapan Arga yang nampak akan berbicara serius. 


"Aku ingin kalian berdua menjadi istriku." Arga berbicara kepada Bella dan Melisa, hingga membuat kedua wanita cantik itu menganga. 

__ADS_1


🙏🙏 mohon dukungannya ya, dengan cara LIKE, COMMENT, BERI HADIAH dan VOTE jangan lupa ikuti terus sampai tamat. 🙏🙏


__ADS_2