
Salah satu hal yang diharapkan oleh Smith benar-benar terjadi. Bahkan lebih sempurna dari yang Smith bayangkan. Oleh sebab itu Smith memilih Dodge Charger SRT Hellcat Redeye yang di produksi secara masal tetapi memiliki kecepatan dan akselarasi seperti mobil balap.
Kini Smith membawa mobil yang di kendarainya menuju sebuah gedung dan parkir di lantai 5 gedung.
"Mengapa kau membawa kita kesini?" Bella bertanya kepada Smith yang tiba-tiba memarkir mobil di sebuah gedung. Padahal hal tersebut tidak ada dalam rencana mereka berdua.
"Aku menambahkan sedikit rencana tambahan dalam rencana yang sudah kita susun tadi." Smith menjawab ucapan Bella lalu turun dari mobil.
"Tunggulah sebentar, aku akan naik ke lantai 7. Aku memiliki kejutan untukmu, tetapi kau harus membayarnya nanti." Smith turun lalu melambaikan tangannya kepada Bella yang masih duduk di kursi belakang bersama dengan wakil kepala negara yang masih terbungkus selimut.
"Apakah kau akan membungkusku seperti ini terus..?" Tuan Jonathan berbicara kepada Bella saat mendengar Smith pergi meninggalkan mobil.
"Oh.. Ya.. Maaf.. Aku tidak sempat membukakanmu karena ketegangan cara mengemudi Smith tadi."
Setelah menjawab ucapan tuan Jonathan, dengan segera Bella membuka selimut yang mengikat tuan Jonathan.
"Haaaahh… Terasa lebih lega seperti ini. Akan kemana pengemudimu tadi." Tuan Jonathan berbicara dengan menghirup udara dengan bebas setelah lepas dari ikatan selimut yang mengikatnya.
"Entahlah.. Aku juga tidak tahu."
"Dia bisa di percaya bukan!!"
"Arga mempercayainya. Tidak ada alasan bagiku tidak mempercayainya."
Broooongg… Ciiiiiiiittttt…. Brooooooooonnnnggg… Terdengar suara deru mobil ketika Bella baru selesai menjawab pertanyaan tuan Jonathan.
Terlihat sebuah mobil Ford Mustang warna merah baru turun dari parkiran atas dan melaju dari lajur lain parkiran lantai 5 tersebut. Terlihat dari kejauhan mobil tersebut berbelok U dengan gaya drift yang di pertontonkan oleh Smith.
__ADS_1
Ciiiiiiiitttt… Suara ban yang bergesekan dengan lantai karena Smith mengerem. Mobilnya.
"Apakah kalian hanya akan diam dan melihat saja..? Ayo cepat naik." Smith berbicara dengan membuka kaca jendela setelah berhenti di dekat Bella dan tuan Jonathan.
"Tuan Jonathan di belakang." Smith kembali berbicara karena jendela dari kursi belakang cukup kecil, sehingga akan lebih aman menyembunyikan tuan Jonathan.
****
"Kapan kau membeli mobil ini..?" Bella bertanya kepada Smith saat Bella sudah berada di dalam mobil.
"Saat aku dengan bosan menunggumu di dalam mobil. Aku meminta temanku untuk membelikan Ford Mustang dan memarkirkannya di lantai 7. Aku pikir akan lebih keren menggunakan mobil ini. Tetap dengan 4 sheat, tetapi dengan 2 pintu."
"Apakah kau bisa lebih cepat dari mobil yang terlihat lebih keren ini. Bukankah tadi kau berucap jika Dodge Charger SRT Hellcat Redeye memiliki akselarasi yang terbaik." Dengan khawatir Bella mengoceh kepada Smith yang bertindak sendiri.
"Kita membutuhkan pengalihan. Setelah polisi mengetahui jika mobil yang mereka kejar bukanlah kita, mereka akan kembali mencari mobil kita. Bahkan mungkin akan menghentikan semua mibil Dodge Charger SRT Hellcat Redeye warna hitam. Dengan mobil ini, selain warna yang berbeda. Mobil ini juga bermerek berbeda dan tentunya lebih keren." Smith menjelaskan kepada Bella. Sedangkan Bella hanya terdiam ketika menyadari jika tindakan Smith adalah benar.
Kini Smith mengendarai mobilnya kembali menuju Springfield. Tetapi Smith tidak memilih melewati tol. Smith lebih memilih untuk melewati jalur biasa.
Dengan mengencangkan sabuk pengaman, Bella hanya terdiam tanpa menjawab ucapan Smith yang menurut Bella terlalu gila kecepatan. Berbeda dengan Bella yang duduk di kursi depan. Tuan Jonathan yang duduk di kursi belakang, lebih memilih tidur supaya tidak menyadari dengan kecepatan yang kini di pacu oleh Smith.
****
"Bagaimana mungkin Hal ini bisa terjadi. Ingat, jangan sampai media mengetahui hal ini. Rahasiaian hal ini dan terus mencari."
"Apa kita harus menghentikan semua mobil Dodge Charger SRT Hellcat Redeye warna hitam pak..?"
"Bod*h… Jika kau jadi penculiknya!! Apakah kau akan tetap menggunakan mobil yang sama untuk lolos jika kamu sudah di luar pengawasan?" Dengan emosi, kepala Kepolisian New York membentak anak buahnya.
"Hentikan semua mobil yang akan keluar New York. Jalur tol, jalur umum dan jalur air. Hentikan semua dan cek secara teliti." Kepala Kepolisian New York kembali berbicara kepada anak buahnya.
__ADS_1
Saat semua jalur keluar New York di tutup, Smith telah keluar dari kota New York dan terus melaju dengan kecepatan meski di jalan ramai.
****
"Bagaimana mungkin Arga tidak dapat di hubungi. Lalu aku harus mencarinya kemana sekarang." Siska yang sedang mencari Arga, tidak dapat menghubungi Arga meski kini Siska berada di Springfield.
Arga yang kini memiliki dua handphone, sering menonaktifkan handphone lamanya karena nomor tersebut seperti sedang di sadap oleh orang. Sebab ketika Arga mengaktifkan handphone lamanya, selalu ada musuh yang datang. Hal itu yang membuat Arga lebih sering menonaktifkan handphonenya.
****
Sedangkan di hotel, Arga kembali bercocok tanam dengan Melisa dengan berbagai gaya yang mereka coba. Meski melisa merasa lemas dan sudah terasa nyeri di bibir bawahnya. Melisa tetap melayani nafsu Arga yang sangat liar.
Trululululululut… Trululululululut… Saat Arga sudah merasakan kenikmatan yang hampir sampai di puncak kenikmatan, Arga tidak mempedulikan Handphonenya yang berbunyi dan memilih terus berayun hingga sampai pada kenikmatannya.
Saat sudah berulang kali berc*nta dengan melisa, hanya angin yang kini Arga keluarkan. Erangan kenikmatan yang tidak mengeluarkan cairan apapun karena telah berulang kali Arga sudah mengeluarkannya.
Saat sudah selesai, Arga memeluk Melisa dan memberikannya kecupan.
Kini Melisa berharap jika handphone Arga kembali berbunyi supaya Arga tidak meminta lagi dan lagi kepada Melisa. Rasa nyeri yang sudah di rasakan Melisa, tidak ingin semakin terasa sakit lagi.
Bahkan kini Melisa merasa bibir bawahnya bengkak karena telah menerima tikaman beribu kali hanya dalam kurun waktu 8 jam.
Trululululululut.. Trululululululut.. Trululululululut.. Hal yang di harapkan Melisa benar-benar terjadi. Handphone Arga kembali berbunyi.
Dengan segera Arga mengangkat telepon yang terlihat foto Bella di layar handphone Arga.
"Aku sudah memasuki Springfield. Mungkin ½ jam lagi aku akan sampai." Bella segera berbicara ketika Arga sudah mengangkat teleponnya tanpa menunggu Arga berbicara. Bella juga menutup telepon tanpa menunggu Arga berbicara sepatah katapun.
Bella menelpon Arga saat akan sampai bukan karena sesuatu yang mendesak. Tetapi Bella mengetahui jika Arga pasti sedang bercocok tanam dengan Melisa.
__ADS_1
Bella tidak ingin membuat Arga merasa tidak nyaman ketika dirinya tiba-tiba datang yang ternyata Arga belum selesai dengan pekerjaannya bersama Melisa.