Sistem Kuadrilliun Imigran Gelap

Sistem Kuadrilliun Imigran Gelap
Serangan Pemilik Sistem Lainnya


__ADS_3

Kepala Kepolisian yang mendapat laporan jika terjadi kerusuhan di tengah kota. Dengan segera memerintahkan ribuan personel kepolisian untuk bergerak mengamankan situasi yang mencekam. Karena di lokasi kerusuhan banyak yang menggunakan senjata api, maka pihak kepolisian meminta bantuan kepada militer untuk pengamanan. 


Ribuan militer juga di terjunkan untuk mengamankan lokasi. Bahkan pihak militer sampai menggunakan kendaraan lapis baja. Para penduduk yang tidak berkepentingan di minta untuk meninggalkan jalan-jalan dan memasuki rumah. Bagi penduduk yang kehilangan rumah, di minta untuk mengungsi di tempat-tempat pelayanan umum. 


Polisi dan militer mulai mengisolasi daerah terjadinya konflik bersenjata. Terdengar rentetan tembakan di area konflik. Para penduduk bersenjata yang tidak ingin menjadi sasaran tembak pihak militer dan kepolisian, di minta untuk membuang senjata dan meninggalkan tempat yang sudah diisolasi dengan mengangkat tangan. 


Sedangkan Arga, kini merebahkan tubuhnya yang terasa sangat lemas. Kobaran api yang semakin menjalar ke lantai atas, semakin mengurangi tingkat oksigen. 


"Tuan, bagaimana dengan kami." Terlihat masih ada 16 orang yang belum di lempar oleh arga. Tetapi melempar mereka, sangatlah beresiko. Sebab kini Arga dalam incaran para anggota mafia yang siap menembak kapanpun. 


Sebenarnya jika Arga meninggalkan mereka semua di sana, Arga masih memiliki kemungkinan selamat. Tetapi hal itu tidak ia lakukan karena memikirkan orang-orang yang tersisa di sana. 


Sedangkan posisi Bella lebih sulit lagi, karena mulai banyak orang-orang yang pingsan kehabisan nafas karena oksigen di sekitar kebakaran sangatlah minim. Hal itu juga di perparah dengan kepulan asap yang mengarah pada gedung tempat Bella berada. 


Di saat harapan seakan sirna, tiba-tiba angin yang di sertai air seperti hujan datang mengguyur gedung-gedung yang terbakar. Angin tersebut tidak hanya membasahi dan memadamkan api yang berada di luar gedung, tetapi juga masuk kedalam-dalam gedung hingga memadamkan semua api yang berkobar hingga benar-benar padam. 


"Hujan..? Tidak, ini bukan hujan. Tidak ada awan di langit. Angin bercampur air itu juga datang dari arah samping. Bahkan angin bercampur angin tersebut hanya berputar dan menabrak ke gedung-gedung yang terbakar. Apa itu sebenarnya?" Arga membatin di saat melihat api-api yang berkobar mulai padam. 


Disaat Arga memperhatikan sekitar, angin dan air tersebut seakan mengarah padanya dan mengincarnya. Hal itu membuat Arga bergerak dengan cepat untuk menghindar. Karena angin bercampur air tersebut hanya berdiameter 30an centimeter. Tetapi hal mengejutkan kembali terjadi, saat Arga berhasil menghindar, angin bercampur air tersebut mengenai lantai dan membuat lantai berlubang dan membekas seperti tanah yang tertusuk pedang. 


"Air apa itu..? Seperti ada yang sedang mengendalikan." Arga membatin ketika berhasil menghindar dari serangan air tersebut. 


****

__ADS_1


"Api sudah padam? Bagaimana bisa tiba-tiba padam?" Bella yang tidak mengetahui mengapa tiba-tiba api padam, cukup terkejut dan merasa tidak masuk akal. Bella yang sibuk membantu orang-orang yang kehabisan nafas, tidak memperhatikan apa yang terjadi dengan api yang membakar gedung-gedung.


"Kalian diamlah di sini dan tunggu bantuan datang." Bella berbicara kepada orang-orang yang berada di suatu gedung. Bella ingin cepat pergi dari sana dan melenyapkan ratusan orang yang berusaha membunuh Arga dan Bella dengan senjata api. 


****


"Sial, apa yang sebenarnya terjadi? Mengapa datang hujan dan angin yang sangat aneh!!" Pitter pemilik sistem mafia yang sedang duduk santai memperhatikan dan menikmati kebakaran yang terjadi, dibuat kaget dan tidak percaya dengan apa yang dia lihat. 


"Entah apa yang terjadi, aku ingin kalian membawa Arga Litohu kepadaku. Hidup ataupun mati." Pitter tidak terlalu memperdulikan dengan situasi yang janggal, Pitter hanya memperdulikan kepala Arga Litohu yang dapat memberinya banyak imbalan dari sistem yang Pitter miliki. 


****


"Sepertinya bukan hanya aku yang menginginkan kematian Arga Litohu. Baiklah, aku akan menonton saja. Biar saja mereka saling bertarung. Ketika sudah selesai, aku hanya perlu merampas target buruanku." Lawndoski yang menyadari jika ada yang aneh dari yang dia lihat, memilih untuk diam dan mencari keuntungan dari pertempuran pihak lain. 


****


Arga mengambil handphone nya dan menelpon Melisa. 


"Hallo.. Kau ada di mana?" Arga segera berbicara saat Melisa mengangkat teleponnya. 


"Aku berada di dua blok sebelah timur dari tempatmu berada." Melisa menjawab dengan tergesa-gesa. 


"Siapkan mobilnya, sebentar lagi aku dan Bella akan kesana." Setelah berbicara demikian, Arga menutup teleponnya dan akan menelpon Bella untuk mengetahui keberadaan Bella. Tetapi belum sampai Arga menelpon Bella sudah menghampiri Arga terlebih dahulu. 

__ADS_1


"Apa yang terjadi? Sangat aneh jika tiba-tiba apinya padam tanpa sebab." Bella berbicara kepada Arga. 


"Bukan tanpa sebab, aku melihat hujan datang bukan dari atas. Melainkan dari samping."


"Sepertinya itu kabar yang kurang baik. Pemilik sistem yang lain sepertinya sudah berada di kekitar sini." Bella memberikan tanggapannya kepada Arga. 


Sedangkan suara tembakan terus terdengar. Ratusan Orang-orang dari Pitter, kini harus menghadapi pihak kepolisian dan militer yang sudah merangsek semakin dekat ke pusat kerusuhan dan berjumlah ribuan. Siapapun yang bersenjata api, akan di lumpuhkan oleh kepolisian dan militer. 


Dalam situasi kacau tersebut, Arga turun ke lantai dasar melewati dalam gedung untuk menghindari kemungkinan adanya pemilik sistem yang lain dan sedang mengincar Arga. Meski di dalam gedung Arga dan Bella harus menghadapi para mafia bersenjata. Tetapi hal itu lebih mudah karena mereka hanya orang-orang biasa dengan kelompok-kelompok kecil. 


Sedangkan sniper dari kelompok TP&P kini membantu pihak kepolisian dan pihak militer untuk menyingkirkan para mafia yang mengincar Arga setelah mendapat ancaman dari jendral Julio. Tetapi mereka tidak mengira jika tujuan para mafia adalah Arga Litohu, mereka mengira jika para mafia adalah perusuh dan pembuat kekacauan karena juga menembak orang sipil. 


****


"Dimana Arga Litohu..? Aku tidak melihatnya lagi." Pemilik sistem nelayan yang dapat meniupkan angin kencang, terus mencari keberadaan Arga dengan terus memperhatikan atas-atas gedung. Hingga terdengar suara tembakan mengarah ke sebuah mobil limousine yang melaju dengan kencang. 


"Sial, itu pasti Arga Litohu. Aku tidak boleh kehilangan jejaknya." Dengan segera, Lukman pemilik sistem nelayan menuju ke sebuah mobil untuk membuntuti Arga. 


****


Saat baru berjalan 2 km, Smith harus menurunkan kecepatan karena di depan terlihat ada pemblokiran jalan dari pihak kepolisian dan militer yang bertugas mengisolasi wilayah tersebut. Dengan yakin, Arga membuka jendela mobil dan dengan seketika mereka mengenali sang pemberontak pahlawan kota. Tetapi dengan pemberian bukti-bukti dari jendral Julio, kini mereka tidak yakin jika Arga Litohu adalah seorang pemberontak. Sehingga mereka memberikan jalan dengan mudah untuk mobil Arga. 


1 menit kemudian, pemilik sistem nelayan juga mendekati pemblokiran jalan dan harus melewati proses rumit untuk dapat keluar dari pemblokiran. Hingga Lukman pemilik sistem nelayan harus rela kehilangan jejak dari Arga. 

__ADS_1


Bukan hanya Lukman yang kehilangan jejak Arga. Tetapi Pitter dan Lawndoski juga kehilangan jejak karena harus melewati pemeriksaan di tempat pemblokiran jalan. 


__ADS_2