
Pelez sangat tau akan resiko kepada dirinya dan perusahaannya jika menyinggung wakil kepala negara. Sebab proyek yang kini di tangani oleh perusahaannya di beri oleh wakil kepala negara. Jika saja proyek tersebut di hentikan, maka sangat mungkin jika perusahaan yang di miliki Pelez akan bangkrut.
Terlebih, kebanyakan dari proyek masih merupakan tahap perjanjian awal yang tidak dapat mengikat antara satu sama lain. Hal itu sangat memungkinkan bagi salah satu pihak untuk mundur dan berpotensi merugikan perusahaan yang di miliki Pelez.
Belum lagi dengan izin bisnis perhotelan yang dapat di cabut sewaktu-waktu oleh wakil kepala negara dengan wewenang penuhnya. Terlebih di beberapa hotel besarnya, Pelez menjalankan bisnis terselubung dan di ketahui oleh wakil kepala negara. Hal tersebut semakin memperburuk situasi.
Kini Pelez yang sudah berada di ruangan kantor hotel tersebut, di buat pusing dan marah kepada putranya yang memberikan informasi kurang valid. Thomas yang juga tidak mengetahui jika orang yang bersama Arga adalah wakil kepala negara hanya dapat merenung atas kecerobohannya.
****
"Sebelum semua bencana ini melanda perusahaan. Kita harus menyingkirkan wakil kepala negara. Kini dia tanpa pengawalan dari pasukan khusus. Dia juga sedang di beritakan di culik. Jika kita membunuhnya, akan sangat mudah dan yang menjadi tertuduh adalah penculik. Dan aku yakin, penculik itu adalah Arga Litohu."
"Sekali tiga uang. Kita akan dapat membalas mereka berdua dengan satu tindakan. Ha.. Ha.. Ha.. Ha.." Mendengar usulan dari putranya, Pelez akhirnya menyetujuinya.
Untuk melindungi perusahaan, malam itu juga Thomas menyewa kelompok pembunuh bayaran untuk membunuh wakil kepala negara yang tidak memiliki pengawalan dari para pengawal khusus.
****
"Baiklah tuan, kita sepakat. Hal yang saling menguntungkan." Arga dan tuan Jhonatan telah bersepakat dengan kerja sama mereka berdua.
Arga yang sebenarnya sudah melupakan tentang Thomas, kini kembali teringat karena Thomas kembali menunjukkan batang hidungnya dan membuat Arga kembali teringat dengan Sein dan mantan kekasih yang telah melukainya.
Arga yang pernah berjanji pada diri sendiri akan membalas cara thomas dengan hal yang lebih menyakitkan, kini tiba saatnya dan seakan Arga sedang di dukung oleh takdir untuk membalas kepada Thomas.
Terlebih bisnis prostitusi perhotelan yang di lakukan oleh Hard Rock Group, membuat Arga semakin bersemangat untuk membalas kejengkelannya kepada Thomas dan juga dapat menambah skil poinnya.
****
"Apa..!! Kita akan ke New York menggunakan Rolls-Royce Phantom Limo plus..? Lalu bagaimana dengan Ford Mustang yang baru aku beli? Kita lebih keren jika menggunakan Ford Mustang." Smith berbicara kepada Bella saat mendapat kabar bahwa sebentar lagi mereka akan ke New York dan mengantar wakil kepala negara untuk kembali.
__ADS_1
Smith terus saja mengoceh karena harus meninggalkan mobil kerennya. Hingga saat di parkiran, Smith tetap mengoceh karena Rolls-Royce Phantom Limo plus tidak se-keren Ford Mustang.
"Jika kau tidak diam, tempatmu bukan lagi di belakang kemudi. Tapi di bagasi." Mendengar ancaman dari Arga, dengan seketika Smith berhenti mengoceh.
"Berikan handphonemu." Dengan wajah serius, Arga meminta ponsel Smith dan berbicara melalui jendela di luar pengemudi kepada Smith yang sudah duduk dan bersiap mengemudi.
"Mengapa kau meminta ponselku?" Dengan wajah memelas, Smith berusaha mengutarakan isi hatinya melalui ekspresi wajah.
Dengan perlahan, Smith mengeluarkan ponselnya dari kantong celana. Saat Smith masih ragu-ragu untuk memberikan ponselnya, dengan sigap Arga merampasnya.
"Berapa password dompet elektronikmu?" Tanpa menoleh, Arga bertanya kepada Smith.
"Sepertinya mulutku memang membawa sial. Setelah harus meninggalkan Ford Mustang, kini uangku juga akan terkuras. Mungkin ini cara Arga untuk kaya. Merampok orang dan akan membunuhnya jika menolak." Smith membatin di dalam hatinya.
"Cepat!! Berapa password dompet elektronikmu?" Arga membentak Smith yang terlihat melamun saat sedang membatin. Mendapat bentakan dari Arga, dengan segera Smith menyebutkan password dompet elektroniknya.
"Aku rasa itu cukup. Itu biaya ganti mobil yang harus di tinggalkan dan gajimu untuk beberapa bulan kedepan." Setelah selesai, Arga berbicara bersamaan dengan melemparkan handphone Smith ke pangkuannya.
Dengan segera Smith melihat dompet elektroniknya. Keterkejutan terjadi di saat Smith melihat uang digitalnya bertambah sangat teramat banyak. Baru saja Arga menambahkan 5jt dollar pada dompet elektronik Smith.
"Apakah kita bisa jalan sekarang?" Arga yang sudah berada di dalam mobil, berbicara kepada Smith yang masih terkejut dengan jumlah uang yang baru di tambahkan oleh Arga.
****
Saat sampai Brownsville di pinggiran kota Columbus, mobil yang di kemudikan Smith di hadang oleh sebuah truk box yang melintang menutup pertigaan yang akan di lewati oleh Arga dan lainnya.
Melihat hal tersebut, dengan segera Smith memundurkan mobilnya untuk mencari jalan yang lain, tapi di belakang mereka juga di hadang oleh sebuah truk tronton yang menutup jalan.
Setelah kedua sisi jalan tertutup, mobil boks terbuka dan memperlihatkan sebuah senapan mesin mengarah ke mobil Rolls-Royce dan menembak dan memberondong mobil yang di kendarai oleh Arga dan lainnya.
__ADS_1
"Aaaaaaaaa…" Smith seketika berteriak saat senapan mesin mulai memuntahkan ratusan pelurunya.
"Wooooooooouuuuu…" Mobil ini lebih keren dari Ford Mustang.
Taak.. Suara ketukan di kepala Smith..
"Aaaauuu.. Kenapa sekarang kau yang mengetuk kepalaku?"
"Aku di suruh Arga.." Melisa berbicara sambil menunjuk ke arah Arga.
"Sebaiknya kau cari cara untuk keluar dari situasi ini. Bukan berteriak-teriak." Arga memarahi Smith saat menoleh ke arah Arga.
"Aku harus bagaimana? Kau harus menyingkirkan truk box itu dulu." Smith menjawab ucapan Arga.
Di dalam mobil, mereka semua mencoba berpikir cara untuk lolos dari kepungan. Sedangkan di luar, tembakan bukan hanya dari senapan mesin yang ada di dalam truk box. Tetapi juga dari atas-atas gedung 3 atau 4 lantai yang mengepung kendaraan Arga dan lainnya.
"Wooow.. RPG." Dengan spontan Smith berbicara dan kembali menyalakan mobil. Bersamaan dengan menyalanya mobil, ke empat roda kembali terisi angin secara otomatis.
Smith berusaha menghindari RPG yang di bidik dari dalam mobil box. Tetapi hal tersebut seperti sia-sia. Mobil terkena ledakan RPG di bagian depan.
Duuuuuuuuaaarrr… … suara ledakan terdengar.
"Wooow.. Mobil ini benar-benar keren. Upgrade yang sangat signifikan." Smith kembali memuji mobil yang dia kemudikan.
"Jika mobil ini kuat menahan RPG, itu artinya, mobil ini akan kuat menembus dinding bata." Arga membatin dengan memperhatikan dinding-dinding sekitar yang di perkirakan tidak ada tiang penyanggahnya.
"Tembus dinding itu." Arga berbicara kepada Smith dengan menunjukkan salah satu dinding supaya di terjang oleh Smith.
Smith juga melihat dinding tersebut sebagai peluang, tanpa banyak berpikir lagi, Smith menginjak pedal gas dengan maksimal mengarah ke dinding yang di tunjuk Arga.
__ADS_1