
"Selamat datang tuan Jonathan." Arga menyambut tuan Jonathan di depan lobby hotel.
Arga menyambut seolah berada di rumahnya sendiri. Hal itu sampai membuat heran tuan Jonathan. Setelah memasuki lobby hotel, tuan Jonathan segera di arahkan menuju restoran.
** 10 jam yang lalu **
"Aku ingin menyewa seluruh hotel ini selama 2 hari. Aku ingin kalian mengeluarkan pengunjung yang tersisa." Arga berbicara kepada resepsionis hotel.
"Jika mendadak, kami tidak bisa tuan." Resepsionis hotel berbicara dengan sopan dan hati-hati. Resepsionis tidak ingin menyinggung orang yang secara gila ingin menyewa seluruh hotel dan dengan arogan memerintahkan mengeluarkan pengunjung lainnya.
Resepsionis yang juga mengenali Arga Litohu melalui media, dengan pemberitaan negatif dan positif. Tidak ingin salah melangkah dengan tindakan gegabah. Resepsionis juga tidak berniatan menghubungi pihak berwenang tanpa persetujuan manajer.
"Itu menurutmu bukan? Sekarang panggilkan aku manajermu jika kamu tidak bisa memberi keputusan yang tepat menurutku."
"Baik tuan, saya akan menghubungi manajer." Dengan segera petugas resepsionis memanggil manajernya.
****
"Tuan, ada tamu yang ingin menyewa seluruh hotel dan meminta untuk mengeluarkan seluruh tamu yang masih menginap saat ini juga." Petugas resepsionis berbicara kepada manajernya melalui telepon di belakang kursi resepsionis.
"Mana mungkin bisa seperti itu. Bisa saja menyewa seluruh hotel. Tetapi tidak bisa mengusir tamu yang lain. Yang bisa di lakukan hanya tidak memperbolehkan tamu untuk memperpanjang sewa kamarnya."
"Baik jika begitu tuan. Tetapi orang ini Arga Litohu."
"Apa..!! Arga Litohu..!! Cepat kau kemari, jangan berbicara melalui telepon." Dengan terkejut, manajer tersebut menanggapi ucapan petugas resepsionis yang mengatakan jika yang meminta adalah Arga Litohu.
__ADS_1
"Jangan-Jangan..!! Kau turuti saja permintaannya dan jika dia bertanya, katakan aku tidak ada di kantor. Dan ingat..!! Layani dia dengan sebaik mungkin. Aku akan menemuinya setelah jajaran direksi datang." Belum sampai menutup telepon, manejer tersebaut kembali berbicara kepada petugas resepsionis.
Baik tuan..
** 10 jam kemudian **
"Hotel ini cukup besar, tetapi mengapa sangat sepi..?"
"Ha.. Ha.. Tentu saja hotel ini kosong,aku talah menyewa seluruh hotel ini. Mana mungkin aku menyambut wakil kepala negara dengan keadaan hotel dan restoran yang ramai."
"Terlebih, Bella telah membawa tuan Jonathan kemari seolah telah di culik. Akan ada yang melapor jika hotel dan restoran ini ramai." Tuan Jonathan hanya mengangguk-anggukkan kepala mendengar penjelasan Arga.
Setelah mereka semua duduk, hidangan jamuan dengan makanan termewah di hidangkan oleh para pelayan. Meja yang cukup besar, kini di penuhi dengan hidangan makanan mewah.
"Sepertinya aku sangat familiar dengan makanan ini." Arga membatin saat melihat semua menu di mejanya.
"Tidak tuan.. Koki kami sudah bekerja di sini selama 10 tahun lebih. Tetapi jika tuan merasa makanan ini mirip dengan hidangan di Hard Rock Hotel Valent Stand, itu karena.."
"Hotel ini satu naungan dengan Hard Rock Group" Thomas menghentikan ucapan pelayan dan melanjutkan ucapan pelayan tersebut.
Suara yang tidak asing di telinga Arga. Mendengar suara tersebut, dengan seketika Arga dan lainnya menoleh pada sumber suara, hanya tuan Jonathan yang tidak menoleh pada sumber suara dan tetap membelakangi sumber suara tersebut. Terlihat orang yang di kenali Arga bersama dengan beberapa orang paruh baya bersamanya.
Arga yang mendengar dan melihat Thomas datang, memandang Thomas beserta orang-orang yang bersamanya dengan menyatukan alis. Lalu berdiri dan bersiap dengan segala kemungkinan. Pertemuan terakhir kali yang kurang baik, membuat Arga bersikap waspada.
"Tuan Arga Litohu.. Lama kita tidak berjumpa bukan..? Sungguh suatu kehormatan bagiku, hotel kecil di pinggiran kota seperti ini di kunjungi oleh orang yang sangat kaya seperti anda." Dengan berjalan memasuki restoran bersama dengan beberapa orang, Thomas berbicara lalu menjulurkan tangannya untuk bersalaman dengan Arga yang kini berdiri di samping tuan Jonathan yang masih tetap duduk.
__ADS_1
"Apa mau orang ini." Arga membatin saat bersalaman dengan Thomas.
Setelah bersalaman, Thomas memperkenalkan orang di sampingnya yang merupakan pemilik saham tertinggi di Hard Rock Group. Orang yang di perkenalkan Thomas tidak lain adalah ayah Thomas.
"Tuan Arga Litohu.. Perkenalkan, saya adalah pelez, pemilik saham di Hard Rock Group. Saya mendengar banyak tentang anda. Terlebih, akhir-akhir ini, anda sering masuk dalam berita segala media." Pelez memperkenalkan dirinya setelah Thomas memperkenalkannya kepada Arga.
Sedangkan tuan Jonathan yang mendengar Pelez berbicara, mengangkat salah satu alisnya seakan menyepelekan orang yang kini berbicara dengan Arga.
"Apa maumu?" Tanpa ingin basa basi, dengan segera Arga bertanya tujuan mereka mengganggu perjamuan Arga terhadap wakil kepala negara.
"Jangan terlalu serius dan tegang tuan Arga Litohu. Aku kemari hanya karena bisnis. Bolehkah aku bergabung menikmati hidangan makan malam ini..?"
"Sepertinya anda datang di waktu kurang tepat tuan. Aku sedang ingin membicarakan suatu hal yang pribadi. Mungkin lain kali kita bisa berbicara." Arga menjawab ucapan tuan Pelez lalu kembali duduk di kursinya. Hal yang sengaja Arga lalukan untuk mengetahui apa yang akan terjadi selanjutnya. Sebab Arga hanya melihat tuan Jonathan duduk santai dari awal.
"Arga Litohu.. Sebaiknya kau menghargai ayahku saat ayahku berbicara." Thomas secara tiba-tiba berbicara dengan nada tinggi saat Arga kembali duduk dan tidak menghiraukan Pelez lagi.
"Di lain hari, kau akan menyembah meminta bantuanku. Di saat itu, aku akan menghinakanmu." Pelez berbicara kepada Arga lalu berbalik untuk pergi.
"Kau mengancam siapa? Kau mengancam Arga Litohu..? Kini dia adalah kolegaku. Ancamanmu menjadi sesuatu hal yang serius bagiku. Mengancam Arga Litohu sama dengan mengancam ku." Tuan Jonathan tiba-tiba berdiri dan berbicara, lalu membalikkan tubuhnya menghadap kepada Pelez dan Thomas yang juga di dampingi beberapa petinggi lainnya.
"Wakil kepala negara!!" Dengan sangat terkejut Pelez melihat orang yang dari tadi hanya duduk diam.
"Tunggu sampai aku kembali ke New York. Kau akan tau apa yang akan terjadi." Bicara tuan Jonathan yang santai, membuat Pelez gemetar. Dengan cepat Pelez berlari menuju tuan Jonathan dan Arga agar mau memaafkan atas semua ucapannya.
"Hentikan memohon padaku. Hanya maaf Arga Litohu yang akan menghentikan tindakanku." Mendengar hal itu, dengan segera Pelez meminta maaf kepada Arga atas ancamannya. Tetapi Arga tidak menghiraukan ucapan Pelez.
__ADS_1
"Dulu aku sudah memberi hati kepada putramu, tetapi apa yang sekarang dia lakukan? Itu pula yang akan terjadi padamu jika kali ini aku memberikan hati padamu. Maka sekarang tidak ada yang bisa kau lakukan selain pergi dari sini." Arga yang kini di atas angin, menolak memaafkan Pelez yang sudah mengancamnya.