
"10 menit lagi kita akan mendarat!! Bersiap!!" Sebuah teriakan membangunkan Arga beserta seluruh tentara yang sedang tertidur. Ternyata Arga menumpangi pesawat dari tentara yang sedang berlatih untuk terjun payung di waktu dini hari yang masih gelap. Tentara yang sengaja di bawa dengan perjalanan cukup lama supaya terlatih tetap siap terjun meski mereka baru saja membuka mata. Terlihat mereka semua menyiapkan tas dan senjata mereka. Semua tentara mengenakan pakaian lengkap beserta senjata mereka.
"Tuan, anda jangan membuka sabuk anda, dan gunakan kacamata jika anda memilikinya. Sebab ketika pintu dibuka, angin akan sangat kencang dan berputar." Salah satu tentara berbicara kepada Arga. Hingga 10 menit kemudian, pintu terbuka dan mereka terjun secara bergantian. Disaat sang komandan akan terjun, dia berbicara kepada Arga untuk tetap diam di tempat dan tetap mengenakan sabuknya. Setelah sang komandan terjun, pintu akan kembali ditutup dan pesawat akan mendarat di bandara San Diego.
Dalam pikiran Arga saat sang komandan berbicara agar Arga tetap diam di tempat dan tetap mengenakan sabuknya, Arga membatin dengan perkataan tentu tidak akan membuka sabuknya dan tetap berdiam. Sebab Arga tentu tidak ingin sampai di San Diego dengan cara terjun payung.
Setelah semua tentara telah melompat ke luar, 5 menit kemudian Arga telah mendarat di bandara San Diego. Setelah turun, dengan segera Arga mencari helikopter untuk disewa dan menuju ke laut Tijuana River, 200km dari bibir pantai Border Field State Park. Arga di dampingi oleh 1 pengawal menuju sisi timur dan 3 pengawal yang lain berpencar ke sisi-sisi yang lain untuk mencari maskapai yang menyewakan helikopter. Mereka berpencar dengan tujuan supaya lebih cepat untuk menemukannya. Sebab bandara San Diego adalah bandara yang cukup besar.
Bandara San Diego tidak begitu ramai di waktu pagi yang masih petang. Maskapai pertama yang Arga kunjungi yaitu maskapai Elena Air. Tetapi maskapai tersebut telah tutup dan masih ada salah satu karyawan yang duduk lesu di depan kantor maskapai Elena Air. Dengan segera Arga bertanya kepada karyawan tersebut tentang apa yang terjadi kepada Elena Air hingga harus tutup. Padahal maskapai lain tetap buka seperti biasa.
Karyawan tersebut menjawab jika maskapai tempat dia bekerja yaitu Elena Air telah bangkrut. Kantor di paksa di tutup oleh bandara karena telah 2 bulan tidak membayar sewa. Dan saat ini sedang ada kejadian buruk menimpa maskapai, yaitu jet pribadi terbesar mereka telah terbakar di bandara zapata. Hingga menjadikan anak pertama pemilik maskapai menjadi korban tewas karena sedang bertugas sebagai pramugari cadangan mengantar pelanggan. Sehingga pihak bandara khawatir maskapai Elena Air tidak akan dapat membayar sewa di bulan-bulan kedepan. Sehingga mereka memaksa kantor untuk di tutup, bahkan semua kantor cabang di semua kota juga di tutup sampai pemilik maskapai membayar tunggakan.
Mendengar hal tersebut, Arga semakin bersalah. Hingga Arga dengan segera menuju ke pihak-pihak terkait mengenai bandara San Diego.
****
Arga yang kini sedang menemui penanggung jawab bandara yang tadi menutup kantor maskapai Elena Air. Mereka menyampaikan jika mereka hanya mendapat perintah dari pusat. Dan mereka tidak mungkin membuka kantor maskapai Elena Air hingga tunggakan sewa di bayarkan. Arga sebenarnya tidak percaya jika Elena air sampai tidak bisa membayar sewa tempat di bandara.
Hingga Arga berucap akan melunasi hutang sewa Elena Air dan meminta tagihannya sampai 1 tahun kedepan. Meski pihak bandara tidak yakin, tapi mereka tetap menghitung berapa yang harus di bayar jika sewa di bayarkan sampai 1 tahun kedepan. Ketika tagihan sudah di print, Arga cukup terkejut. Tetapi keterkejutan Arga bukan karena terlalu mahal bagi Arga. Tetapi tidak yakin jika biaya sewa tempat di bandara San Diego sangat teramat mahal.
__ADS_1
"Kalian yakin dengan tagihan ini hanya untuk tempat yang di sewa?"
"Ya tuan, itu harga sewa dari semua kantor Elena Air di 124 bandara di tiap kota." Petugas tersebut menjelaskan kepada Arga sambil membatin mengucapkan hal kotor kepada Arga. Mendengar hal itu, Arga kini percaya saat melihat tagihan yang mencapai 22jt dollar.
"Apakah ini sudah untuk 1 tahun sewa."
"Benar tuan." Petugas bandara tersebut menjawab dengan kesal. Karena menganggap Arga tidak mungkin membayar.
"Jika demikian, aku akan membayarnya. Silahkan proses pembayarannya dengan verifikasi sidik jari ku."
Kini petugas tersebut sangat terkejut dan dengan tergesa-gesa menyiapkan semuanya. Kini Arga di minta menandatangani beberapa berkas. Setelah menandatangani beberapa berkas, kini Arga mulai memverifikasi pembayaran.
("Baru saja melakukan pembayaran sewa tempat dengan nominal $22.000.000 Sisa saldo $999.984.717.303.286.")
(0 poin skil baru di dapatkan)
(Total 52 poin skil belum digunakan)
(Skill saat ini)
__ADS_1
(Fisik 22)
(Kecerdasan 40)
(Kecepatan 21)
(Kekuatan otot 17)
(Akurasi 19)
Setelah melunasi, Arga mendapat bukti pembayaran dan meminta pihak bandara membuka kembali semua kantor maskapai Elena air di 124 bandara. Bukti pembayaran tersebut di berikan kepada karyawan Elena Air yang sedang duduk di depan maskapai yang masih tutup karena petugas yang akan membuka belum sampai. Arga juga meminta karyawan tersebut memberikan bukti pembayaran kepada pemilik Elena Air yang di belakangnya sudah terdapat no handphone Arga.
Kini Arga melanjutkan mencari maskapai yang menyediakan helikopter. Kini Arga juga telah memasuki beberapa maskapai untuk bertanya mengenai helikopter. Rata-rata dari maskapai yang telah Arga tanyakan memiliki helikopte tetapi tidak berani menuju laut Tijuana River, karena faktor angin yang kencang. Hingga semua maskapai telah mereka kunjungi dan tidak ada yang berani terbang ke laut Tijuana River meski di bayar dengan harga mahal. Maskapai berani dan mau untuk terbang, tetapi mereka tidak memiliki pilot yang mau untuk terbang ke sana. Bahkan saat salah satu maskapai mengancam akan memecat pilot yang tidak mau menjalankan tugas tersebut. Maka hasilnya semua pilot tidak ada yang berani dan rela meskipun harus di pecat.
"Kini aku akan gagal dengan misi ini. Tetapi bukan tentang misi yang kini mengusik pikiranku. Tetapi saat aku ingin menyewa helikopter, semua maskapai bicara jika angin sedang kencang, sehingga mereka tidak berani terbang." Arga membatin dalam pikirannya.
"Jika angin kencang, tentu gelombang laut juga akan tinggi. Lalu bagaimana dengan imigran yang kini terkatung-katung di laut. Aku tidak ingin mereka tenggelam dan mati. Tapi tidak ada yang dapat mengantarku ke sana." Arga kembali membatin sambil memegangi kepalanya. Hingga Arga di kejutkan oleh seseorang yang tiba-tiba menyapa Arga.
"Tuan, apakah anda membutuhkan pilot untuk menerbangkan helikopter? Dulu aku seorang pilot tuan. Tetapi kini aku telah berhenti menjadi pilot. 7 menit yang lalu aku di telpon oleh temanku bahwa ada seseorang yang membutuhkan pilot untuk terbang ke laut Tijuana River yang kini sedang berangin kencang. Aku bisa mengantarmu asal kamu bisa memberiku helikopter yang aku inginkan."
__ADS_1
"Baiklah, aku setuju. Helikopter jenis apa yang kamu butuhkan? Aku akan menyewanya asal kamu bisa mengantarku ke laut Tijuana River."