Sistem Kuadrilliun Imigran Gelap

Sistem Kuadrilliun Imigran Gelap
Penjelasan Bella


__ADS_3

Dag.. Dag.. Dag.. Dag.. Dag.. Sura langkah kaki seseorang yang berlari mendekat ke arah Arga yang baru keluar dari lift dan sedang berjalan menuju helipad. 


"Tuan.. Taan Arga.." Arga berhenti dari langkahnya ketika mendengar panggilan seseorang dari tangga darurat. 


"Hah.. Hah.. Hah.. Hah.. Tuan ini.." Dua orang pengawal Arga sampai di hadapan Arga dan salah seorang pengawal Arga memberikan secarik kertas kepada Arga. 


"Untuk Arga Litohu." Terlukis di atas.


"Mati terhormat atau mati terhina." Tertulis di tengah dengan huruf kapital dan besar. 


"Chio Xau." Tertulis di pojok kanan bawah dengan huruf china. 


Setelah membaca kertas tersebut, Arga meremasnya. Raut wajah Arga berubah ekspresi setelah membaca kertas tersebut. 


"Cepat kosongkan gedung ini. Jika kalian masih di sini, nyawa kalian beserta keluarga kalian akan terancam. Kalian tidak mungkin bisa membayangkan seperti apa orang yang sedang mengincarku. Sampaikan juga kepada yang lainnya." Arga berbicara kepada kedua orang pengawalnya yang berada di depan Arga. 


"Sebaiknya kita juga cepat pergi dari sini." Bella berbicara kepada Arga dan menariknya menuju helikopter. Tidak ingin ketinggalan, Adline dan Siska mengikuti Arga. 


**** 


Helikopter Arga kini sudah mendarat di 700 Front ST San Diego. 


"Tuan, anda tidak memiliki izin untuk mendaratkan helikopter di sini." Seorang petugas memberikan peringatan kepada Arga. 


"Lalu bagaimana supaya aku memiliki izin?"


"Tuan harus menyewanya"

__ADS_1


"Baiklah aku akan menyewanya. Kirim tagihannya ke unit 2206."


"Baik tuan." Setelah petugas tersebut berbicara, dengan segera dia pergi untuk mengurus helipad yang akan Arga sewa. Sedangkan Arga kini langsung menuju ke rumahnya di unit 2206.


****


"Rumahku memiliki 2 kamar di lantai bawah, dan 2 kamar di lantai atas. Aku bersama Bella di lantai atas. Kalian silahkan memilih kamar di lantai ini." Saat Arga masuk dengan ke tiga wanita cantik, dengan segera Arga menentukan jika kamar atas adalah miliknya dan Bella. Sedangkan Adline dan Siska akan berada di kamar lantai bawah. 


Arga menyerahkan kepada Adline dan Siska untuk memilih kamar yang mereka inginkan. Sedangkan Arga menuju lantai atas. Arga sudah pusing dengan tingkah ke tiga wanita cantik yang seperti kekanak-kanakan. Terlebih Bella yang selalu sengaja menggoda Siska dan Adline. Sehingga mereka terus saling bersaing untuk lebih dekat kepada Arga. 


"Kamu tidak boleh naik jika mereka tidak dapat kau buat akur. Aku tidak dapat berfikir jika melihat kalian seperti tadi yang terus saling berebut untuk bisa di sampingku." Arga berbicara kepada Bella saat Arga baru sampai di lantai atas yang di ikuti oleh Bella. 


"Mengapa harus aku?" Bella menjawab dengan menunjuk dirinya sendiri. 


"Mereka menyukaimu. Bukan menyukaiku. Usir saja jika kamu tidak menginginkan mereka." Bella melanjutkan ucapannya dengan terus berjalan menuju sofa. 


"Baiklah, aku yang akan menyelesaikannya." Bella menjawab dan berbalik badan. 


"Akan ku usir mereka. Bahkan jika mereka tidak mau, aku akan menghajarnya." Bella bergumam saat lewat di sebelah Arga. Bella sengaja mengucapkan kata-kata itu saat melewati Arga, supaya Arga berfikir. 


"Aku saja yang bicara." Arga kembali menarik kerahasiaan baju Bella untuk mendahului Bella yang akan turun ke lantai bawah. Tetapi saat berada di tengah-tengah tangga, Arga menghentikan langkahnya. Arga ragu dan bingung akan mengatakan apa. 


"Biarkan saja mereka terlebih dahulu." Arga kembali menaiki tangga dengan mendorong Bella supaya ikut naik. 


"Ih.. Kenapa? Jika kamu tidak bisa bicara pada mereka, biarkan aku mengusirnya jika kamu terganggu." Bella berbicara demikian saat Arga terus mendorongnya saat menaiki tangga. 


"Ada yang lebih penting daripada mengakrabkan mereka. Nanti mereka juga akan akrab dengan sendirinya." Arga berbicara dengan terus mendorong Bella. 

__ADS_1


****


"Aku ingin kamu menjelaskan padaku. Bagaimana caramu bangkit dari kematian." Arga berbicara kepada Bella, saat mereka sudah sama-sama duduk di sofa. 


"Aku belum tewas. Aku hanya berusaha melakukan hibernasi di saat-saat terakhirku sebelum aku kehilangan kesadaran. Karena hanya itu satu-satunya cara agar aku bisa selamat. Jantungku hanya berdetak 1 jam sekali. Saat aku hibernasi, indra di tubuhku akan tertidur. Indraku seolah mati, aku tidak dapat merasakan apapun dengan indraku. Hal itulah yang membuatku dapat selamat. Karena aku tidak merasakan sakit lagi. Hanya otakku yang masih sadar meski sangat rendah." 


"Aku juga merasakan jika regenerasi sel di tubuhku meningkat. Dan saat itu, aku sangat yakin jika kamu telah berhasil memiliki skil istimewa pengobatan kuno. Sehingga aku lebih cepat sembuh dan dapat kembali normal." Bella menjelaskan panjang lebar kepada Arga. 


"Jadi, saat aku seperti merasakan detak jantung saat aku akan keluar kamarmu, itu benar-benar detak jantungmu. Hanya saja saat aku ingin memastikannya lagi, aku tidak mendapatkan apapun." Arga berbicara dengan mengingat kejadian saat Arga sedang di tunggu oleh ribu di depan kamar Bella. Arga yang mendengarkan cerita Bella hanya mengangguk-nganggukkan kepalanya. 


"Sekarang aku memiliki 1762 poin skil, lalu aku harus menambah seperti apa?" Arga meminta saran kepada Bella. 


"Tingkatkan saja secara maksimal." Bella menjawab dengan santai seperti ada sesuatu yang Bella sembunyikan. 


"Maksudmu?" 


"Maksudku, terserah padamu saja yang mana yang akan kamu tingkatkan terlebih dahulu. Lagi pula itu skil poinmu, kamu sendiri yang akan merasakan perbedaan dalam tubuhmu." Bella menjawab Arga dengan semakin merebahkan tubuhnya. 


Kini Arga mulai mengeluarkan layar transparan di depannya. Arga mulai meningkatkan skil poinnya satu persatu, pertama-tama Arga meningkatkan fisiknya sampai ke 150, lalu kecerdasan 200, kekuatan otot 200, skil akurasi yang merupakan paling rendah sebelumnya, Arga tingkatkan ke 200 juga. Kini Arga ingin menambah kecepatannya secara signifikan fikan. Tetapi saat Arga sudah menambah sampai 250 poin, Arga tidak dapat menambahnya lagi. 


Arga selalu dapat peringatan di tiap kali Arga akan menambah untuk melebihi 250 poin. Tertulis perintah untuk menambahkan poin skil yang lain. Sehinnga Arga menambahkan poin fisiknya sampai 200. Arga mengira karena skil permanen fisik yang tidak sama dengan yang lain, sehingga harus menyamakan terlebih dahulu baru menambah skil poin permanen kecepatan. 


Tetapi, Lagi-lagi Arga tidak dapat menambahkan poin skil permanen kecepatan dan Arga kembali mendapatkan peringatan jika harus menambah Poin skil permanen yang lain terlebih dahulu. 


Arga yang merasa bingung, mulai menggaruk kepalanya. Tetapi karena sedikit emosi, akhirnya Arga menambahkan semua poin skil supaya sama dengan poin skil permanen kecepatan sebanyak 250 di tiap skil. 


Setelah semua skil permanen menjadi 250 poin, Arga kembali mencoba untuk menambah Poin skil permanen kecepatan. Tetapi lagi-lagi tidak bisa. Dan mengeluarkan sebuah notifikasi. 

__ADS_1


__ADS_2