Sistem Kuadrilliun Imigran Gelap

Sistem Kuadrilliun Imigran Gelap
Penambahan Skil Permanen


__ADS_3

"Ya, 10 milyar dolar untuk mendapatkan 1 poin skil jika kamu menggunakan cara uang. Tetapi di level 2.1 ini, ada 2 cara untuk mendapatkan poin skil selain misi-misi tertentu. Dan menurutku akan lebih mudah mendapatkannya. Cara kedua mendapatkan poin skil, kamu harus membebaskan 1 imigran gelap untuk mendapatkan 1 poin skil." Bella menjelaskan dengan khas suaranya yang terdengar centil tentang cara mendapatkan poin di level ini. 


"Membebaskan 1 imigran gelap akan mendapatkan 1 poin skil? Hahahahaiii… sepertinya lebih mudah dari level 1.2 yang harus menghabiskan uang 1 milyar dolar untuk mendapatkan 1 poin skil.."


"Jangan terlalu senang dulu dengan apa yang terlihat lebih mudah. Tidak mungkin sistem memberimu pelindung sistem sepertiku jika level 2.1 akan lebih mudah dari level sebelumnya." Bella menjawab pernyataan Arga dengan wajah masam. 


"Poin skil yang kamu miliki juga dapat ditambahkan kepada skil permanen pelindung sistem." Bela berucap kembali. 


"Memangnya kamu punya skil permanen juga sepertiku yang dapat di tambahkan?" 


"Ya, tentu saja… Karena aku memiliki tugas utama untuk melindungimu dan tidak dapat menyerangmu. Oleh karena itu, skil permanen yang aku miliki dapat kamu tambahkan juga dengan poin skil yang sudah kamu dapatkan. Untuk informasinya, kamu bisa membukanya di layar transparan yang biasanya kamu pakai." Bella menjelaskan dengan berjalan mengitari Arga, dan saat sudah selesai menjelaskan, Bella mencium pundak Arga. 


Dengan sifat dan sikap Bella yang usil dan centil, membuat Arga merasa sedap-sedap kesal dibuatnya. Gadis cantik yang Arga ketahui sebagai robot canggih, tidak membuat Arga tertarik meski Bella memiliki wajah yang cantik, manis dan imut dengan tubuh seksi dengan lekuk tubuh dan tonjolan-tonjolan di tempat-tempat yang memang seharusnya ditonjolkan oleh setiap wanita. 


Arga segera membuka layar transparan untuk mengetahui poin skil yang di miliki Bella. Hingga Bella dapat mengalahkan puluhan pengawalnya dengan mudah. Setelah Arga mencari-cari di layar transparan yang dia miliki, akhirnya Arga dapat menemukan letak menu yang dapat menunjukkan skil yang dimiliki Bella. Skil pelindung sistem, dengan segera Arga menekannya. 


(Skil pelindung sistem) 


(Kekuatan Fisik 300) 


(Kecerdasan 300) 


(Kecepatan 300) 


(Kekuatan otot 300) 


(Akurasi 300)

__ADS_1


(Teknik bertarung 40) 


"Kenapa kamu memiliki teknik bertarung? Sedangkan aku tidak memilikinya. Teknik bertarungmu juga lebih rendah dari yang lain." 


"Itu karena tugas utama ku melindungi pemilik sistem dari segala bahaya. Bahkan di antingku ini dilengkapi oleh kamera yang tersambung dengan otakku, sehingga aku memiliki pandangan 360°. Tentang kenapa teknik bertarungku lebih rendah dari yang lain, itu karena Tekhnik bertarung tidak dapat di tambahkan oleh poin skil. Dan hanya dapat di tambahkan dari pertarungan. Dengan kata lain, skil akan bertambah seiring banyaknya pertarungan yang aku hadapi. Sebab dari setiap pertarungan aku dapat belajar teknik baru." Arga mengangguk-anggukkan kepalanya mendengarkan penjelasan Bella. 


"Lalu kamu ini robot seperti apa? Mengapa kamu mirip sekali dengan manusia?"


"Hiks.. Hiks.. Sedih sekali nasibku… Jadi, dari tadi kamu memandangku dingin karena kamu menganggapku sebuah robot? Aku wanita tulen, ini pegang.. Semua asli." Bella menjawab sedih pertanyaan Arga dan meraih tangan Arga dan di tempelkan pada dadanya. Supaya Arga yakin bahwa dirinya adalah wanita murni. 


Meski Arga sempat merasakan kelembutan dan kekenyalan yang dapat menggugah kejantanannya. Dengan cepat Arga menarik tangannya dengan rasa kenikmatan tersisa di setiap jari-jari Arga. Arga kini mencoba mengatur nafasnya untuk menahan hasrat di pikirannya yang menggugah adrenalin kelelakiannya. 


Meski Arga tetap tidak percaya jika Bella memiliki tubuh manusia, tetapi Arga pura-pura percaya agar Bella tidak melakukan hal lebih jauh lagi. Sebab jika melakukan hal yang lebih jauh lagi, bisa saja hal-hal yang diinginkan Arga akan terjadi. 


"Kamu sekarang memiliki berapa skil poin? Mulai tambahkan skil poin mulai, tetapi jangan kau habiskan. Setidaknya kamu harus memiliki cadangan untuk penggunaan 2x skil istimewa pertahanan. Sebab skil istimewa pertahanan sangat teramat kamu butuhkan." Bela berniat membimbing penambahan skil Arga supaya poin skil tidak terbuang percuma. 


Bagus, untuk menyiapkan 2x skil istimewa pertahanan berarti 27 poin skil yang harus di siapkan. 13 poin skil untuk penggunaan ke 4 kalinya skil istimewa pertahanan nantinya dan 14 poin skil untuk penggunaan ke 5 kalinya skil istimewa pertahanan. Ingat, skil istimewa sebisa mungkin untuk di hindari menjadi aktif. Meski skil istimewa akan aktif dengan sendirinya, tetapi hal itu bisa di hindari jika kamu berusaha menghindari atau mencoba melawan serangan yang datang. Tentu kamu harus memiliki skil permanen yang baik supaya skil istimewa pertahanan tidak mengaktifkan diri." Bella menjelaskan panjang lebar. 


"Kini anggap kamu hanya memiliki 61 poin skil. Tambahkan ke fisik 15, kecepatan 20, otot 15, kecerdasan 6, akurasi 5." Bella melanjutkan berbicaranya kepada Arga. Setelah mendapatkan arahan dari Bella, dengan segera Arga menambahkan poin-poinnya sesuai dengan arahan Bella. 


(Menggunakan 61 poin skil untuk penambahan skil poin permanen) 


(Total 27 poin skil belum digunakan) 


(Skill saat ini) 


(Fisik 37) 

__ADS_1


(Kecerdasan 46) 


(Kecepatan 50) 


(Kekuatan otot 40) 


(Akurasi 30)


Setelah menambahkan skil-skil permanen yang dimiliki, Arga merasakan perubahan dalam tubuhnya, Arga lebih terlihat berotot dengan tubuh tetap ideal dan sedap dipandang. Dengan kecepatan yang bertambah signifikan, seolah mata Arga kini lebih segar. 


Setelah penambahan skil permanen, mereka berdua berbicara untuk saling mengenal. Arga dan Bella berusaha menjalin komunikasi agar terjalin ikatan batin yang kuat hingga larut malam. Dalam beberapa hal, Arga kini harus mengetuk kepala Bella karena keusilan dan kecentilan Bella yang selalu terselip dalam pembicaraan mereka. 


****


"Haaaaaa… kamu tidur di sini semalam?" Arga terkejut saat Arga membuka mata telah memeluk tubuk seksi Bella. 


"Memangnya aku di suruh tidur di mana? Kau tadi malam tidur terlebih dahulu. Bahkan akau berbicara sendiri lumayan lama sampai aku menyadari kamu sudah tertidur. Kamu sendiri pula yang memelukku, apa itu salahku? Seharusnya aku yang marah padamu karena memelukku seenak hati. Bagaimanapun aku ini masih gadis, usiaku di buat dengan kulit dan organ tubuh seperti manusia usia 18 tahun." Bella berbicara sambil menarik selimut dan menutup bagian tubuhnya yang terbuka. Sebab sebelum tidur, Bella mengenakan pakaian minim. 


"Kau hanya sebuah robot, tapi kamu berbicara seolah kamu seorang manusia. Bagaimanapun aku masih normal dan hanya akan menikahi wanita sesungguhnya. Bukan wanita robot sepertimu, meski kecantikanmu terlihat sempurna di mataku." Arga membatin dan memandang Bella dengan lekat setelah mendengar ocehan Bella. 


"Mengapa kau memandangku seperti itu? Kau nafsu denganku? Kau ingin memperkosaku? Meski aku secara otomatis tidak dapat menyakitimu, tetapi mulutku masih bisa berteriak dengan keras seperti salon konser." Bella berbicara lalu memalingkan wajahnya setelah ngomel kepada argar. 


Taaak… Arga dengan segera mengetuk kepala Bella sesaat dia memalingkan wajahnya. 


"Kau masih dalam mimpi ya? Tidak mungkin aku tertarik kepadamu. Kau sekarang aku anggap adikku." Arga berbicara dengan mendekatkan wajahnya kepada Bella setelah mengetuk kepala Bella. 


"Eeeerrrhhhh… Sakit tau.. Kau sudah berapa kali mengetok kepalaku dari semalam." Bella berbicara dengan mengelus kepalanya. 

__ADS_1


"Siapa peduli." Arga berbicara sambil beranjak dari tempat tidurnya dan menuju kamar mandi. 


__ADS_2