Sistem Kuadrilliun Imigran Gelap

Sistem Kuadrilliun Imigran Gelap
Misi ke 2 Selesai


__ADS_3

"Aku bekerja kepada orang yang tepat, aku akan meminta menjadi pilot pribadinya dan menjadi pengawal seperti yang lain setelah sampai di bandara. Ternyata selain bayaran besar yang mungkin diberikan, kebaikan terhadap orang lainlah yang menjadi alasan para pengawal Arga sampai rela mengawal Arga dengan taruhan nyawa." Mancini berbicara di dalam hatinya. 


Beberapa menit kemudian, akhirnya mereka menemukan sebuah kapal dengan belasan orang di atasnya yang sedang bekerja sama menguras air yang masuk ke dalam kapal. Terlihat juga mereka melambaikan tangan meminta bantuan saat kembali melihat helikopter yang tadi melintasi mereka kembali melintas di atas mereka. 


Merasa mereka diperhatikan oleh helikopter yang sedang terbang di atas mereka dan terlihat berputar serta semakin terbang rendah. Para wanita dan anak-anak kini ikut keluar ke atas yang sebelumnya mereka berada di bawah untuk berlindung. Melihat hal itu, kini Arga dan lainnya semakin yakin jika mereka yang dicari. 


Saat mereka terbang cukup dekat dan rendah di atas kapal, Arga mengambil dua jerigen bahan bakar yang sebelumnya telah disiapkan dan dimasukkan oleh pengawal Arga sebelum helikopter di hidupkan oleh Mancini, sehingga Mancini baru mengetahui jika Arga telah menyiapkan apa yang diperlukan oleh kapal tersebut. 


Arga menuliskan di jerigen (apakah ada yang terluka dan sakit? Jika ada akan kami bawa terlebih dahulu supaya cepat mendapat perawatan. kami juga akan membawa anak-anak terlebih dahulu) Setelah siap, Arga mengikat jerigen tersebut dengan erat lalu Mancini menurunkan jerigen yang sudah di ikatkan ke tali. Secara perlahan dengan menahan helikopter supaya tidak kehilangan tekanan, Mancini menurunkan tali dengan tali yang memang sudah ada di helikopter tersebut. 


Setelah, jerigen berisi bahan bakar itu di terima, mereka membalas tulisan Arga dengan mengatakan jika ada 3 orang terluka dan mereka mengiyakan jika anak-anak di bawa terlebih dahulu. Tertulis juga jika terdapat 24 anak-anak di kapal tersebut. 

__ADS_1


Evakuasi semakin terasa sulit karena kondisi cuaca yang sangat buruk sedang melanda. Komunikasi juga tidak dapat lancar dilakukan jika mengandalkan surat menyurat, akhirnya, salah satu polisi pria diminta turun ke atas kapal supaya mereka tahu dengan maksud dan cara Mancini melakukan evakuasi. 


"Siapa namamu? Duduklah kemari agar aku lebih mudah untuk menjelaskan." Mancini menanyakan nama polisi yang akan turun ke kapal serta menyuruhnya duduk di tempat Co-pilot. 


"Tolis tuan." Polisi tersebut memberitahukan namanya dan duduk di kursi Co-pilot. Sedangkan helikopter terus berputar-putar di sekitar kapal berada. 


Mancini menjelaskan semua secara terperinci kepada Tolis yang akan turun ke bawah. Kini Tolis turun sesuai arahan dari Mancini. Ketika Tolis sudah berada di kapal, dia meminta kapten kapal untuk menggerakan kapal dengan kecepatan 16 knot atau 30km/jam. Sesuai dengan arahan Tolis, kapal tersebut mulai bergerak dan tandu dari helikopter telah diturunkan. Dengan segera Tolis mengevakuasi yang terluka terlebih dahulu. 


Ketika tandu sudah di turunkan dan di tumpangi. Dengan segera tandu tersebut ditarik dengan bantuan mesin penarik. Helikopter lebih bisa stabil karena tidak dalam kondisi diam. Tetapi tetap bergerak meski dengan kecepatan rendah mengikuti kecepatan kapal. 


Kini helikopter telah terisi penuh. Dan Tolis meminta kapal untuk terus bergerak ke arah daratan hingga mereka datang lagi untuk menjemput yang lain. Jarak antara kapal dan daratan masih sekitar 180 mil lagi. Jika mereka tetap menaiki kapal, kemungkinan mereka sampai di pelabuhan sekitar 7-9 jam lagi. Hal yang tentu tidak diinginkan oleh Arga karena waktu misi 24 jam sudah tersisa 8 jam. 

__ADS_1


Dengan segera Mancini melajukan helikopternya dengan kecepatan penuh menuju bandara. Setelah sampai di bandara, Kate dan 2 polisi pria penakut diminta turun dan membantu anak-anak kecil serta 3 orang yang terluka. Setelah semua turun, Arga meminta seorang pengawalnya untuk ikut menjemput kapal yang masih di tumpangi oleh 33 orang lagi. 


Tidak sampai 1 jam berikutnya, helikopter telah sampai di tempat kapal berlayar yang masih mengangkut 33 imigran. Helikopter yang memiliki 29 kursi lain dengan pilot. Kini di paksa di isi oleh 35 orang dan 2 pilot. Sebab kursi co-pilot kini di tumpangi oleh Arga. Lebih baik mereka berdesakan di dalam helikopter dari pada harus berada di laut berjam-jam. Setelah Arga menemukan kapal yang ditumpangi para imigran. Terhitung Arga menghabiskan waktu 4 jam untuk mengevakuasi seluruh imigran agar sampai ke bandara. 


Setelah semua imigran dapat dipastikan selamat setelah sampai di bandara, kini layar transparan muncul di depan Arga dengan memberi sebuah notifikasi. Di saat Arga menekan notifikasi tersebut. Terlihat tulisan bahwa misi sukses. 


Kini semua imigran di turunkan di bandara oleh Arga. Tetapi masalah baru timbul saat mereka harus berhadapan dengan petugas imigrasi bandara. Perang mulut antara kubu Arga dengan petugas imigrasi tidak terelakkan. Bahkan Perang mulut tersebut hampir menjadi Perang fisik jika saja Kate tidak datang tepat waktu. 


Jika perkelahian benar-benar terjadi, sudah dapat dipastikan, para petugas imigrasi akan babak belur. Di saat Arga diberi pengertian oleh Kate, barulah Arga bisa mengerti dan memang aturan negara yang mengharuskan ke 60 imigran gelap tanpa dokumen berada di penampungan para imigran yang terjaring oleh petugas imigran. 


"Jika seperti ini. Itu artinya mereka hanya pindah tempat untuk mendapat kesengsaraan." Arga memandangi para imigran yang baru saja mereka selamatkan sedang digiring oleh petugas imigrasi. 

__ADS_1


"Maafkan aku, seharusnya aku tidak menurunkan kalian di bandara." Arga bergumam. Tetapi, gumaman Arga dapat di dengar oleh Kate. Sehingga memaksa Kate untuk menjawab gumaman Arga. Bahwa memang di kondisi tadi, Arga tidak memiliki pilihan yang baik dan aman. Sebab yang di angkut pertama kali oleh helikopter adalah yang sedang sakit dan anak kecil. Jadi bandara adalah pilihan yang sangat tepat bagi Arga. 


Meski tau jika Kate hanya menghiburnya, Arga berusaha untuk memberikan senyuman kepada Kate dan berlalu meninggalkannya. Kini waktu hanya menyisakan 3 jam saja, sedangkan masih ada 1 misi yang belum terselesaikan. Kini Arga membuka misi ke 5 saat Arga sudah duduk di salah satu kursi pengunjung bandara. 


__ADS_2