
"Untuk nominal harga yang di sampaikan tuan Arga sudah sangat memuaskan, hanya saja aku meminta tambahan pembayaran dengan meminta kerelaan tuan Arga untuk memberikan wanita di samping tuan agar menjadi istri ke 5 saya." Tuan Paulo berbicara dengan mengedipkan mata dengan bergantian mengangkat alis dengan terus menatap Siska.
BRAAAKK… Suara meja dihantam dengan pukulan oleh Arga.
"B*R*NGS*K!! TIDAK TAHU DIRI!! DIA WANITAKU! DENGARKAN SEKALI LAGI, DIA WANITAKU!! PENGAWAL!! SERET ORANG INI KELUAR!!" Dara Arga seolah naik sampai ubun-ubun mendengar pekataan tuan Paulo. Terlebih saat melihat ekspresi wajahnya.
Sedangkan Siska sangat terkejut saat Arga memukul meja. Tetapi wajahnya menjadi merah dan tersipu haru saat mendengar kalimat Arga yang membentak tuan Paulo. Siska sangat menyukai sikap Arga. Terlebih Arga mengatakan kembali kalimat bahwa Siska adalah wanitanya.
Tetapi tidak dengan Arga, Arga emosi bukan karena benar-benar menganggap Siska wanitanya. Tetapi Arga sangat emosi karena hal tersebut merupakan tindakan perdagangan manusia. Hal tersebut mengingatkan Arga tentang kota zapata. Di mana di sana Arga menghentikan perdagangan manusia. Yang selanjutnya menjadi kota kematian Elena, wanita pertama yang memberikan kenikmatan surga dunia.
Mendapat perintah sangat tegas untuk menyeret tuan Paulo keluar. Para pengawal Arga benar-benar tidak memberi kesempatan kepada tuan Paulo untuk menyeimbangkan tubuhnya saat di seret menghadap ke belakang.
Bersamaan dengan di bawa keluarnya tuan Paulo, orang dari tim notaris masuk ke ruangan.
"Tuan, tanda tangan berkas dari pembelian gedung ke 2 telah selesai, tuan tinggal melakukan pembayarannya. Ini mesin pembayarannya tuan, silahkan cek nominalnya kembali lalu lanjutkan dengan menekan tombol hijau lalu verifikasi sidik jari, pengenalan wajah dan suara tuan." Verifikasi 3 tahap dilakukan karena nominal pembayaran yang sangat besar.
Ting, suara pembayaran telah berhasil di lakukan.
Hampir bersamaan dengan suara keberhasilan pembayaran, notifikasi muncul di layar transparan di depan Arga.
(Baru saja melakukan pembayaran pembelian gedung tower 88 dengan biaya sebesar $32.000.000.000. Sisa saldo $999.904.012.263.286.")
(32 poin skil baru di tambahkan)
(Total 84 poin skil belum digunakan)
(Skill saat ini)
(Fisik 22)
(Kecerdasan 40)
__ADS_1
(Kecepatan 30)
(Kekuatan otot 25)
(Akurasi 25)
"Terimakasih nona, tolong sampaikan kepada tim notaris, bahwa pembelian gedung no 3 telah gagal, maka tim notaris boleh pergi dan menyelesaikan semua di kantor notaris." Arga berbicara kepada orang dari tim notaris yang di sewa Arga.
"Baik tuan." Dengan menundukkan kepada dengan sedikit membungkuk, petugas tersebut pergi meninggalkan ruangan.
Setelah semua kepentingan di ruangan tersebut dianggap selesai oleh Arga, kini Arga mulai beranjak dari duduknya dan pergi meninggalkan ruangan tersebut.
****
"Sayang, aku ingin mendengar sekali lagi. Kalimat yang kamu ucapkan kepada si B*r*ngs*k tadi." Siska yang selalu memanggil Arga sayang di saat berdua, meminta Arga mengucapkan kalimat yang membuat Siska sangat senang dan terharu ketika mereka berjalan di koridor meninggalkan ruangan rapat sebelumnya.
"Tidak, aku tidak bisa mengucapkannya lagi. Aku hanya mengataknya jika memang dalam momen tertentu saja."
"Jika kamu memang mencintaiku, kenapa kita tidak menjadwalkan permenikahan kita saja..? Setidaknya tanggal pernikahan sudah kita tetapkan dengan kita terus saling mengenal lebih dalam lagi." Siska terus berusaha ketika memiliki kesempatan untuk berbicara tentang masa depan hubungan keduanya.
"Uhuk.. Uhuk.. Uhuk.." Arga tersedak air liurnya sendiri sampai batuk saat mendengar usulan Siska untuk menikah.
"Meski aku suka melihat wajah seksi dan cantikmu. Serta kebaikan yang sebenarnya tulus dengan maksud tertentu. Mungkin maksud untuk menikah denganku, tetapi aku tidak pernah memiliki niatan untuk menikah dengan wanita lebih tua dariku walau hanya lebih tua 3 tahun." Arga membatin sambil menggeleng-gelengkan kepalanya perlahan.
****
"Apakah kamu sudah mendapatkan yang aku minta?" Arga menemui Roby setelah bertemu dengan 3 owner gedung.
"Sudah tuan. Sebagian sudah ada yang menempati gedung apartemen dan 2 gedung lainnya sesuai arahan tuan Arga kemarin. Sebagian masih dalam perjalanannya menuju kemari. Sebab permintaan tuan yang meminta mereka untuk bersama keluarganya kemari. Hal itu sedikit menghambat kedatangan mereka."
"Bagus…tetapi, rencana sedikit berubah. Katakan pada mereka, jangan menempati gedung AM Senta. Pembelian gedung itu gagal. Lalu bagaimana dengan ternakku? Apa sudah terjual semua?"
__ADS_1
"Sudah tuan. Dan hal itu yang ingin saya tanyakan tuan. Uang tersebut untuk biaya operasional seperti apa tuan? Mohon di perjelas, supaya saya lebih mudah membaginya."
"Belilah senjata-senjata dan peralatan yang kalian butuhkan. Jika kurang, nanti mintalah padaku."
"Siap tuan." Setelah mendengar ucapan tersebut, Arga pergi ke kamarnya untuk membaca notifikasi sistem dan ingin menambahkan skil permanen tubuhnya.
****
"Aku harus memilih skil dengan benar, 1 poin 1 milyar dolar sangat sulit untuk didapat." Arga berbicara kepada dirinya sendiri sesaat memasuki kamarnya di Hard Rock Hotel Valent Stand.
"Aaaahhhh…Kurang 4 milyar aku baru bisa memiliki Bella di sampingku sebagai pelindung." Belum sampai Arga membuka poin skil pada menu, Arga bergegas pergi saat saldo muncul dengan nominal $999.904.012.263.286 menandakan Arga hanya kurang $4.012.263.286 supaya bisa mendapatkan pelindung dari sistem yang Arga kenal dengan nama Bella.
"Dengan cara apa aku akan menghabiskan uang 4 milyar ini? Sedangkan aku sangat malas mau keluar dari hotel. Ya.. Ya.. Tuan Paulo…" Arga yang berfikir dengan berjalan di Koridor hotel menuju lobi.
****
Arga baru keluar lift dan terlihat di luar pintu hotel terlihat puluhan wartawan dari media cetak, media online dan dari stasiun televisi berkerumun dan sedang di hadang oleh keamanan hotel serta pengawal Arga supaya mereka tidak menerobos masuk.
Siska yang melihat Arga baru keluar dari lift, buru-buru Siska menuju Arga.
"Tuan Arga, aku mencoba menghubungimu dari tadi. Tapi kamu tidak dapat di hubungi. Para wartawan mulai sore ini berdatangan. Mereka sangat terkejut dengan pembelian properti yang terlihat gila. Karena harga berkali lipat tuan berikan kepada para penjual."
"Biarkan saja mereka berspekulasi dengan imajinasi mereka. Sebaiknya kamu temui mereka dan cukup katakan jika aku benar telah membeli 600 unit apartemen, tower 88 dan gedung Verguso. Lalu biarkan mereka berimajinasi membuat berita mereka. Hal ini akan membuat namaku semakin bergema di negeri ini." Setelah Arga berucap demikian, Arga meminta salah satu pengawalnya untuk mencari Roby dan meminta Riby untuk menemuinya.
"Siap tuan."
"Aku akan menunggunya di cafe hotel." Dengan segera pengawal tersebut mencari dan menemui Roby untuk menyampaikan pesan dari Arga.
🙏🙏 mohon dukungannya ya... Dengan cara LIKE, COMMENT, KIRIM GIFT dan VOTE SETIAP AWAL PEKAN. Oh iya, jangan lupa... Jadikan FAVORIT😍💕 🙏🙏
TERIMAKASIH...
__ADS_1