
Bella masih saja hanya menghindar dari serangan Kate, sedangkan nafas Kate kini sudah mulai tidak teratur. Dengan tidak teraturnya nafas Kate, membuat konsentrasinya mulai tidak fokus. Kate berhenti sejenak untuk mengatur nafasnya supaya lebih teratur.
"Apakah tidak ada gerakan yang lain selain menghindar!!" Kate berusaha memancing emosi Bella supaya Bella melakukan kesalahan.
"Apakah kau ingin tau jika aku memberimu serangan?" Bella berbicara dengan suara manja yang membuat Kate semakin kesal. Tetapi terlihat jika Kate mencoba mengatur kekesalannya supaya tidak menjadi kelemahannya.
Kate bergerak sedikit demi sedikit agar Bella masuk dalam jangkauan serangannya. Ketika Bella sudah dalam jangkauan serangan, Kate menendang mengincar kepala Bella dengan telapak kaki kanan samping bagian luar. Tetapi kini Bella bergerak setengah langkah maju ke samping kiri dengan gerakan hampir bersama. Sehingga kaki Kate hanya menendang angin dengan Bella sudah berpindah di belakangnya.
Tangan Bella kini meraih paha kaki Kate yang masih belum turun dari posisi menendang, lalu mengangkat kaki tersebut dengan menendang kaki kiri Kate yang menjadi tumpuannya. Sehingga kini Kate terangkat lalu Bella melemparkan Kate ke tanah dengan keras.
Kate hanya dapat meringis kesakitan setelah mendapat bantingan dari Bella. Mengetahui dirinya dalam jangkauan Bella yang bisa saja menginjaknya, Kate berguling menjauhi Bella. Kate berguling hingga dia berada pada posisi aman lalu berdiri dan meraih pistolnya lalu menodongkan ke arah Bella.
Jarak yang sangat dekat, yang hanya berjarak kurang dari 3 meter membuat Bella tidak akan bisa menangkap pelurunya. Bahkan untuk menghindarpun Bella tidak yakin bisa karena jarak yang terlalu dekat. Tetapi Bella yakin jika dia menyerang terlebih dahulu, maka Bella bisa lebih cepat dari gerakan jari Kate yang akan menarik pelatuk pistolnya.
Dengan cepat Bella maju satu langkah dan menendang tangan kate yang sedang menodongkan pistol kepadanya. Saat kaki Bella turun, tangan Bella memukul perut Kate hingga Kate terjatuh dan berguling-guling kesakitan. Lalu Bella jalan mengambil borgol dan memborgol satu tangan Kate dengan satu kakinya.
Beberapa polisi yang berada di sana hanya menyaksikan pertarungan dua wanita karena Mancini menodongkan pistolnya terlebih dahulu kepada para polisi yang bersama Kate. Mereka tidak dapat bergerak bebas saat Mancini menodongkan pistolnya.
"Jika aku menyerang. Dari tadi kamu sudah berada pada posisi ini." Bella berbicara kepada Kate dengan membungkukkan badan supaya suaranya dapat terdengar oleh Kate dengan jelas.
__ADS_1
"Mengapa kita harus beradu fisik? Bukankah aku dalam pengawasan perlindungan darimu? Aku rasa jika aku celaka, kamu akan mendapat sanksi." Arga berbicara kepada Bella.
"Ya mendapat sanksi jika kamu tidak bersalah. Tetapi jika kamu bersalah, aku akan mendapat lencana karena membunuhmu." Kate menjawab dengan posisi duduk dengan tangan dan kaki masih dalam kondisi terborgol.
"Berarti, aku akan mendapatkan lencana karena membunuh para penjahat tersebut. Sebab, kelompok mereka yang selama ini berusaha membunuhku. Selain itu, mereka menahan para imigran korban perdagangan manusia."
"Oleh karena itu, kau harus ikut denganku ke kantor polisi untuk memberi keterangan yang sebenarnya. Jika kamu tidak bersalah, kepolisian pasti akan melepaskanmu."
"Ya, kepolisian akan melepaskanku. Tetapi para imigran ini akan di penjara seperti yang terjadi dengan para imigran yang aku selamatkan dari laut Tijuana River. Itu maksudmu!!!" Arga menjawab pernyataan Kate dengan sedikit emosi.
Mendapati pernyataan Arga, mulut Kate seolah kaku untuk menjawab. Pemikirannya dalam keadaan bimbang karena hal ini. Di sisi lain dia harus menangani semua kasus sesuai aturan yang berlaku di negara ini. Tetapi di sisi lain, hatinya juga memberontak dengan aturan tersebut.
Padahal Kate mengetahui jika para imigran menuju negaranya karena mereka tidak mendapat jaminan hidup layak dan keselamatan di negaranya juga tidak dapat menjamin mereka. Oleh karena itu mereka mengadu nasib ke negara ini. Bahkan banyak juga mereka ke negara ini meminta suaka. Tetapi mereka tidak mendapatkan suaka, melainkan masuk dalam penampungan untuk menunggu nasib mereka di pengadilan. Antara dideportasi dengan tangan hampa, atau masuk penjara.
"Lau apa yang kamu mau dariku?" Kate kini lebih mendahulukan kemanusiaannya dari pada tugasnya sebagai polisi.
"Bantu aku membawa para imigran ini melewati perbatasan. Agar mereka dapat kembali ke negaranya." Mendengar ucapan Arga, para imigran kini dalam kegaduhan. Sebagian besar dari mereka tidak ingin kembali ke negaranya. Bukan hanya sekedar sulitnya hidup layak di negaranya. Tetapi keselamatan nyawa mereka juga merasa tidak aman. Hal itu disebabkan karena mereka takut dengan geng-geng narkoba yang semakin sering bentrok di negara mereka dan tidak sedikit korban berasal dari warga sipil. Sebagian lagi pasrah akan menuju kemanapun karena mereka sudah capek dengan kehidupannya. Mereka pun menyampaikan apa yang menjadi permasalahan mereka.
Mendapati segala cerita dari para imigran, kini Arga dalam kondisi gundah. Hal apa yang harus dia lakukan. Dengan segala pertimbangan, Arga memberikan 2 pilihan yang boleh mereka pilih sendiri.
__ADS_1
"Aku akan memberikan $100.000 untuk setiap orang bagi yang mau keluar dari negara ini. Dan bagi yang tidak mau dengan tawaranku, tidak ada pilihan lain selain aku serahkan ke pihak imigrasi." Arga berbicara dengan berat hati
"Ini bukan solusi yang tepat." Bella berucap dengan suara pelan kepada arga.
"Tidak ada solusi yang lebih baik sekarang dengan adanya Kate di sini. Sebelum dia menjadi keras kepala lagi, aku harus cepat bersikap dan membuat keputusan."
"Terserah padamu.." Tetap dengan suara pelan Bella berbicara dengan tersenyum manis dan memandang wajah arga."
"Bagaimanpun aku hanya memiliki kewajiban melindungimu.." Bella kembali berbicara dan memeluk tangan Arga manja.
"Mengapa kamu selalu memelukku seperti ini. Dadamu selalu menempel ke tanganku. Hal itu membuat kepalaku panas. Bagaimanapun kamu memiliki tubuh wanita dengan dada besar, sedangkan aku laki-laki normal."
"Kamu nafsu kepadaku? Katamu aku adikmu." Bella berbicara dengan manyun dan melepaskan pelukan di tangan Arga. Melihat Bella yang memanyunkan wajahnya, Arga mengelus kepala Bella. Saat Arga akan mengelus kepala Bella, dengan sigap Bella bergerak seperti akan menghindar. Tetapi karena tau gerakan Arga bukan gerakan akan mengetuk kepalanya. Bella membiarkan Arga memegang kepalanya dan mengelus kepala Bella.
Toookkk… suara ketukan kepala di kepala Bella.
"Aaaauuuu… Errrkkkhh… Sakit…"
"Ha.. Ha.. Ha.. Ha.. Ha.. Jangan manja dan memanyunkan wajahmu. Hal itu membuatku gemas dan ingin mengetuk kepalamu."
__ADS_1