
"Aku tidak bisa membalas kematian ayahku. Baj*ngan ini terbunuh terlebih dahulu oleh peluru yang bukan milikku. Jika saja kau tidak menghalangiku, mungkin peluru ku yang membunuhnya. Setidaknya aku dapat lebih puas jika baj*ngan ini terbunuh oleh peluruku." Adline berbicara dan pergi menuju kamarnya dengan kesedihan mendalam.
Sedangkan Arga hanya menatap kepergian Adline tanpa dapat menghalangi kepergian Adline. Arga membiarkan Adline terlebih dahulu dengan kesedihannya. Setelah Adline meninggalkan tempat tersebut, Arga dan Bella mengikat 20 lebih tentara yang pingsan. Arga dan Bella kini duduk di sofa menunggu satu-persatu tentara tersebut bangun dari pingsannya.
"Aku sangat yakin jika Frank memiliki kelompok di luar pemerintahan. Aku juga sangat yakin jika kelompok itulah yang terlibat dalam pembunuhan ibuku. Cara mereka melenyapkan Frank sangat mirip dengan puluhan orang yang menyerang ku di bandara. Saat aku akan ke laut Tijuana River. Mereka melenyapkan kemungkinan orang yang di anggap tidak dapat menyembunyikan rahasia." Arga berbicara kepada Bella yang juga duduk menunggu para tentara tersebut bangun dari pingsannya.
"Aku juga rasa demikian." Bella menjawab Arga dengan singkat karena memperhatikan para tentara yang sedang pingsan.
"Sayang sekali aku belum bisa mengungkapnya. Tetapi tidak lama lagi pasti akan terungkap. Sebab aku sudah mulai dapat menentukan alur penyelidikan ku tentang pembunuhan ibuku."
**beberapa jam kemudian**
"Pria yang di sana sudah sadar." Bella beeucap kepada Arga yang menginginkan informasi dari para tentara yang baru sadar dari pingsannya. Tidak hanya satu tentara yang mulai sadar. Tetapi beberapa tentara lainnya juga sadar dari pingsannya. Mereka begitu kaget setelah sadar, mereka dalam kondisi terikat.
"Arga Litohu baj*ngan." Pria yang tadinya berada di lantai dua dan di beri aba-aba oleh David untuk menembak, dengan segera menghujat Arga setelah melihat David, Frank dan tiga tentara tidak lagi bernyawa.
"Berbicaralah yang sopan jika kamu tidak ingin memiliki bentuk tulang seperti Frank." Dengan perlahan Arga berjalan menuju tentara yang menghujatnya lalu menampar tentara tersebut hingga mulutnya berdarah.
__ADS_1
Sontak beberapa tentara yang sudah sadar, melihat jasad Frank dengan teliti. Mereka sangat terkejut saat melihat jasad Frank dengan kondisi seperti yang tidak memiliki tulang. Tanpa mereka sadari, tubuh mereka bergetar melihat hal tersebut. Tentara yang tadi menghujat Arga juga mengeluarkan keringat dingin dan menyesal atas ucapannya. Meski dia marah karena kematian David, Frank dan ketiga tentara lainnya. Tetapi tentara tersebut tidak ingin memiliki nasib seperti Frank yang sangat terlihat tersiksa sebelum dia tewas tertembak.
Setelah semua sadar dari pingsannya, barulah Arga mulai berbicara atas kebenaran. Atas kejadian sesungguhnya yang menimpa David. Yaitu di khianati oleh ajudannya sendiri yaitu Letkol Frank. Cerita Arga tidak langsung dapat di Terima oleh semua logika para tentara. Karena selama ini, hubungan David dan Frank sangat baik. Hingga Adline datang dan menjelaskan semua. Barulah semua tentara yang tadi pingsan menjadi percaya jika Frank yang telah membunuh David. Dengan di perkuat oleh CCTV yang menayangkan semua peristiwa dari awal hingga akhir Frank di bunuh oleh sniper dari gedung tinggi.
****
"Arga Litohu? Pemilik sistem kuadrilliun? Siapa Arga Litohu ini? Mengapa misi ini sangat menyimpan dengan misi-misi sebelumnya..?" Seorang pria pemilik sistem nelayan mendapat misi yang jauh berbeda dengan misi-misi sebelumnya yang selalu mengenai kelautan. Tetapi misi ini sangat sulit untuk di tolak. Sebab, jika misi di tolak maka pemilik sistem nelayan akan kehilangan skil menangkap ikannya hingga 80%.
"Tidak ada batas dalam penyelesaian misi, hadiah misi yang tidak begitu besar. Tetapi hukuman misi ini yang sulit untukku menolak misi ini." Pria tersebut membaringkan tubuhnya di atas kapal besar yang dia nahkodai.
"Apa aku harus membunuh orang demi sistem yang aku miliki. Tetapi jika aku tidak menjawab iya atau tidak, maka aku tidak akan bisa menggunakan skilku. Astaga… apa yang harus aku lakukan. Sebentar lagi kompetisi kelautan dunia. Aku juga sudah mendaftar, akan sangat memalukan desaku jika aku tidak jadi mengikutinya. Desa sebelah juga akan terus menghina desaku karena sudah puluhan kali tidak menjuarai kompetisi. Jika aku kehilangan 80% kemampuanku, pasti aku akan kalah. Itu terjadi jika aku menolak misi atau gagal dengan misi. Jika aku tidak menjawab, aku juga pasti akan kalah dalam kompetisi karena tidak dapat menggunakan kemampuanku." Pria pemilik sistem nelayan membatin di dalam hatinya.
(Sistem di terima, informasi misi dan target dapat di buka kapanpun.) Suara seperti robot berbicara di dalam otaknya.
"Pria dengan nama Arga Litohu dengan tinggi 170cm. Tinggal di Hard Rock Hotel Valent Stand, di kota San Diego. Memiliki pelindung sistem. Tampan juga foto pria yang menjadi targetku." Pria pemilik sistem nelayan membaca informasi mengenai Arga Litohu.
****
__ADS_1
"Hmmm… Arga Litohu. Tinggal di San Diego California. Baiklah, aku akan berangkat membunuhnya besok. Hadiah skil yang menggiurkan jika aku berhasil membunuhnya." Pemilik sistem mafia menerima misi sistem untuk membunuh Arga Litohu.
"Jika aku membawa begitu banyak anggota, maka kekosongan wilayah akan terjadi. Hal itu dapat mengganggu bisnisku. Juga akan ada pembengkakan biaya transportasi. Akan cukup mahal jika aku terbang dari London ke San Diego." Pemilik sistem mafia membatin di dalam hatinya. Lalu memanggil orang kepercayaannya untuk mencari petarung terhebat di antara anggotanya. Dia ingin membawa sepuluh orang anggotanya.
****
"Yeeeeaaaaaahh.. Akhirnya. Setelah sekian lama. Aku mendapatkan misi yang bagus dari sistem ini. Hadiah sistem yang sangat menggiurkan." Seorang pria pemilik sistem petinju mendapatkan misi untuk membunuh Arga Litohu. Pria tersebut berasal dari Polandia.
"Tunggu aku Arga Litohu, aku akan membunuhmu dan akan meniduri pelindung cantikmu. Akhirnya, aku akan mendapat lawan yang seoadan." Pria pemilik sistem petinju kembali membatin di dalam hatinya.
****
"Tuan, saya telah memberikan misi kepada 3 pemilik sistem. Sesuai dengan arahan tuan." Seorang pria dengan mengenakan seragam seperti seorang pilot berbicara kepada seorang pria bertopeng yang merupakan pencipta sistem.
"Bagus… Ha.. Ha.. Ha.. Ha.. Jika aku sudah tidak dapat mengontrolnya dari sini, maka aku akan melenyapkanmu dan mengganti dengan peserta yang lain." Pencipta sistem berbicara lantang dengan terus memandangi layar monitor besar.
"Maaf tuan, mengapa kita tidak mengerahkan semua pemilik sistem untuk mengincar Arga Litohu? Mengapa kita hanya mengutus 3 orang saja?" Seorang pria lain yang juga mengenakan seragam pilot, bertanya kepada pencipta sistem.
__ADS_1
"Aku masih ingin bermain dengan Arga Litohu. Aku ingin dia merasa frustasi lalu bunuh diri. Hal itu akan terlihat lebih nikmat. Ha.. Ha.. Ha.. Ha.. Ha.."