
Dengan cara memaksa, akhirnya Arga berhasil memerah susu sapi sebanyak satu gelas besar atau di kisaran ½ liter. Kini Arga kembali berlari menuju bayi tersebut dan memberinya minum susu.
Saat Arga memberi bayi tersebut susu, dengan segera bayi tersebut meminumnya. Terlihat bayi tersebut sedang dalam kondisi dehidrasi. Air mata Arga terus menetes, tetapi dengan sekuat tenaga Arga menahannya. Sebab Arga tau, tangisannya dapat membuat bayi tersebut juga menangis meski kini dia sudah diam dan menyandar dengan lemah kepada pengawal Arga.
Arga tidak mungkin pergi membawa bayi tersebut menuju rumah tuan Wesley, sebab kondisi bayi tersebut sangat lemah meski telah meminum susu. Arga berniat meninggalkan pengawal Arga dengan bayi tersebut sampai bantuan tiba. Tetapi saat Arga keluar dari rumah tersebut, Arga mendengar suara helikopter. Saat Arga melihat ke atas, terlihat helikopter miliknya terbang di atas dan akan mendarat di belakang rumah tersebut.
Melihat helikopter yang di piloti Mancini akan turun, Arga mengurungkan niatnya dan memilih menunggu Mancini mendaratkan helikopternya. Arga ingin setelah Mancini mendarat, Mancini dapat dengan segera mengantar bayi tersebut ke rumah sakit dan mendapatkan perawatan dengan segera.
Setelah Mancini mendaratkan Helikopter, terlihat Kate turun dari helikopter dengan beberapa polisi. Mereka ikut menumpang helikopter yang di piloti Mancini. Sebab saat Kate mendapat kabar tentang temuan yang baru di temukan Arga, Kate sedang berpapasan dengan Mancini di bandara. Kate memang sedang mencari Mancini dengan ingin meminta berkas Mancini ke maskapai Anina Air.
"Mengapa Mancini bersama Kate dan para polisi? Memangnya Helikopter itu sama dengan bus, bisa berhenti di mana saja? Ah biarlah, untuk apa aku berfikir hal yang tidak perlu aku pikirkan." Arga berbicara sendiri saat melihat Kate turun dari helikopter.
Setelah helikopter, mendarat. Dengan segera Arga meminta pengawalnya membawa bayi tersebut ke rumah sakit. Sedangkan Kate tidak banyak bicara saat bertemu Arga, bahkan dia hanya menyapa Arga dengan anggukan kepala. Hal itu dia lakukan karena dia tau yang menjadi korban pembunuhan adalah keluarga besar Arga. Kate juga melihat wajah Arga yang terlihat sangat sedih dan bekas tangisan. Kate yang bersama 7 polisi lainnya, dengan segera bekerja sesuai SOP kepolisian San Diego.
Setelah Arga memastikan bayi tersebut naik ke dalam helikopter, Arga segera mengajak satu pengawalnya menuju rumah tuan Wesley. Kate yang melihat Arga menuju mobilnya, mengajak 1 polisi lainnya untuk bersama ikut naik ke mobil Arga. Arga cukup terkejut saat Arga menaiki mobil, Kate juga ikut menaiki mobil. Tetapi Arga tidak mempermasalahkan hal itu dan menganggap Kate sedang menjalankan tugasnya.
__ADS_1
Semakin dekat ke rumah tuan Wesley, semakin terlihat kengerian pembantaian. Para pekerja yang juga tinggal di permukiman peternakan tuan Wesley juga turut menjadi korban meninggal. Mereka mendapat berbagai macam luka, dari luka tembak, luka sayatan dari senjata tajam, juga luka pukulan benda tumpul hingga menghancurkan bagian tubuh yang terpukul oleh benda tumpul. Terlihat pembantaian tersebut di lakukan oleh banyak orang, setidaknya pelaku berjumlah lebih dari 20 orang.
Saat Arga sampai di depan rumah tuan Wesley, terlihat dinding-dinding luar rumah tuan Wesley penuh dengan lubang. Hal itu menandakan jika dari pihak tuan Wesley memberikan perlawanan dan rumah tersebut menjadi pertahanan terakhir dari pihak keluarga tuan Wesley.
Pintu rumah tuan Wesley dalam kondisi tertutup. Di depan dan sekitar rumah tuan Wesley juga tidak ada mayat satupun. Hal itu membuat Arga sedikit gugup dan ragu untuk membuka pintu secara langsung, Arga khawatir jika di dalam masih ada yang selamat dan berdiam menunggu ada yang masuk lalu menembaknya.
"Tuan Wesley… Tuan Wesley… Apakah ada orang di dalam…?" Arga berteriak memanggil siapapun yang saat ini berada di dalam rumah tuan Wesley. Setelah memastikan tidak ada orang di dalam, secara perlahan Arga membuka pintu rumah tersebut.
"..........................." Arga tidak dapat berkata-kata, Arga hanya membuka mulutnya tanpa mengeluarkan suara.
"Apa salah mereka semua? Mereka tidak terlibat dalam sistem terkutuk ini. Mengapa mereka di buat seperti ini?" Lutut Arga terasa lemas hingga terjatuh ke lantai karena tidak kuat menahan beban tubuhnya lagi. Tanpa terasa air mata Arga kembali meleleh di pipinya.
Terlihat puluhan mayat tergantung di langit-langit rumah tuan Wesley. Bahkan beberapa korban, tubuhnya seakan sengaja di potong dan digantung layaknya di pasar daging. Bau busuk yang menyengat di hidung, sampai tidak dapat di rasakan lagi oleh Arga.
Arga tidak masuki rumah tuan Wesley karena banyaknya mayat dan bagian tubuh yang digantung hingga jika ingin menerobos masuk, maka harus menabrak mayat dan bagian tubuh yang tergantung membusuk. Arga berjalan lemas menuju kursi kayu di halaman rumah tuan Wesley. Terdengar di kejauhan sirine mobil polisi dan ambulan mulai berdatangan.
__ADS_1
"Arga, bersabarlah. Kuatkan dirimu. Aku turut berduka cita atas tragedi pembantaian yang menimpa keluargamu. Kamu harus tetap kuat, karena aku yakin. Masih banyak yang memiliki harapan besar padamu. Dan masih banyak pula yang menyandar kepadamu." Kate berusaha menguatkan Arga.
Mendapati perkataan Kate, dengan sekejap Arga mengingat akan keselamatan keluarga para pengawalnya. Dengan segera Arga mengeluarkan Handphone dan memberikan pesan suara di grup WhatsApp.
"Kalian semua dengarkan aku. Sekarang juga kalian urungkan perjalanan ke peternakan. Cepat pergi temui orang tua kalian dan anak istri kalian bagi yang sudah berkeluarga. CEPAT PINDAHKAN KRLUARGA KALIAN KE HARD ROCK HOTEL VALENT STAND." Terdengar suara Arga yang bergetar dan panik dalam pesan suara tersebut.
"AKU MENGHAWATIRKAN KELUARGA KALIAN AKAN MENJADI INCARAN JUGA SETELAH KEJADIAN DI BANDARA SAN DIEGO. DAN SIAPAPUN, JEMPUT DAN BAWA KELUARGA ROBY, ALERTO DAN WILLEN." Arga mengirim pesan suara lagi kepada para pengawalnya. dan juga meminta untuk menjemput keluarga ke 3 pengawalnya yang kini masih di rumah sakit.
Arga juga meminta pengawal Arga yang kini mengawal Arga untuk pulang dan membawa keluarganya ke Hard Rock Hotel Valent Stand.
"Tuan, biarkan aku tetap di sini. Aku mengkhawatirkanmu."
"Di sini begitu banyak polisi. Kamu tidak perlu mengkhawatirkanku. Cepat pergilah." Setelah Arga memaksa pengawal yang mendampinginya. Dengan berat hati pengawal tersebut pergi meninggalkan Arga.
****
__ADS_1
Arga berdiam di luar halaman menunggu hingga tuan Wesley dievakuasi oleh pihak medis. Cukup banyak dari pihak kepolisian dan pihak medis yang menguatkan Arga menghadapi musibah ini semua.