Sistem Kuadrilliun Imigran Gelap

Sistem Kuadrilliun Imigran Gelap
Kerja Sama


__ADS_3

Setelah semua penembak jitu di lumpuhkan, dengan segera Bella mendapatkan perawatan karena mengalami luka tembak. 


Kabar mengenai percobaan pembunuhan terhadap Adline, dengan cepat sampai ke telinga ayah Adline yang merupakan pemimpin negara bagian California. Kemarahan pemimpin negara bagian California terlihat dari pengerahan pasukan-pasukan khusus pemerintahan. Bahkan intelijen pemerintah negara bagian California juga digerakkan. 


Kini Adline dibawa oleh Arga ke Hard Rock Hotel Valent Stand. Sebab di sanalah tempat paling aman untuk saat ini bagi Arga dan orang-orangnya. Adline yang tiba-tiba membantu Arga karena Adline juga memiliki kepentingan tentang popularitas. 


Arga yang beberapa hari terakhir menjadi berita utama di berbagai stasiun televisi, surat kabar cetak ataupun online karena kasus-kasus yang tidak biasa. Bahkan keluarga besar Arga menjadi korban pembantaian. Hal tersebutlah yang membuat Adline tertarik untuk ikut populer karena membantu Arga dan merasa tertantang untuk mengungkap misteri di semua kejadian yang di alami Arga. 


"Siapa dia? Mengapa kamu selalu membawa wanita baru beberapa terakhir ini?" Siska yang melihat Arga memasuki hotel bersama Bella dan Adline, dengan segera menyambut Arga dengan bertanya tentang Adline.


"Sebelumnya dia… Sekarang dia…" Siska melanjutkan pembicaraannya dengan menunjukkan Bella dan Adline. 


"Apakah kecantikanku masih kurang?" Mendapati pertanyaan bertubi-tubi yang seakan Arga seorang Playboy. Menjadikan Arga kikuk dan salah tingkah. 


"Kamu pasti sudah lama bersama mereka, sekarang giliranku bersama denganmu." Siska meraih tangan Arga dan menariknya menjauh dari Adline dan Bella supaya berdiri di samping Siska. 


Kini Siska tidak sungkan-sungkan lagi menunjukkan perhatiannya kepada Arga di depan karyawan hotel. Sebab Siska berpikir, jika dirinya kurang agresif. Dirinya akan kalah saing dengan Bella atau Adline yang terlihat lebih muda darinya. 


"A… Aku.." Belum selesai Arga berbicara, dengan cepat Siska mencium pipi Arga. Hal tersebut membuat Arga terdiam tidak jadi berbicara. Hasrat Arga yang selalu tergugah ketika di sentuh Siska yang sangat seksi. Kini tidak bisa berbicara lagi setelah Siska menciumnya. 


"Biarkan mereka di layani pelayan hotel saja. Sedangkan kamu, biarkan aku yang mengantarmu ke kamar." Siska menarik Arga supaya mengikutinya berjalan menuju kamarnya.


Adline yang melihat Siska bertingkah demikian, hanya tersenyum kecut. Sedangkan Bella tidak menghiraukan hal itu dan memilih untuk bersantai di luar. Sebab, Bella menganggap tempat ini aman karena di kelilingi gedung yang memiliki banyak pengawal profesional yang selalu siap melindungi Arga. 


****

__ADS_1


Sesampainya di depan kamar, Arga masuk dan menutup pintu dan meninggalkan Siska di luar kamar. Mendapati perlakuan demikian, Siska hanya menghela nafas. 


"Aku pasti akan mendapatkanmu." Siska berbicara sendiri dan berlalu pergi dari depan kamar Arga. 


Selama 2 hari beristirahat dikantor polisi membuat Arga tidak dapat beristirahat dengan baik. Arga merasa dirinya membutuhkan istirahat yang nyaman hingga terlelap dengan cepat. 


****


"Hai, apa aku boleh berbicara denganmu?" Adline berbicara kepada Bella yang sedang bersantai di luar. 


"Ya, tentu saja. Bicaralah.."


"Ayahku telah bergerak untuk menemukan siapa dalang di balik penembakan terhadapku. Tentu hal itu akan berhubungan dengan Arga. Informasi yang aku dapatkan. Orang-orang tersebut juga yang Arga cari, aku rasa kita bisa bekerja sama. Apakah kamu bersedia?"


"Seharusnya pertanyaan itu, kamu sampaikan kepada Arga. Aku hanya memiliki tugas untuk menjaganya dan aku tidak perlu membuat keputusan tentang apa yang Arga lakukan. Kemanapun Arga, maka di sanalah aku."


"Sepertinya jawaban atas pertanyaan itu juga hanya Arga yang lebih pantas untuk menjawab meski aku tau jawabannya."


"Hmm.. Apakah tidak ada jawaban yang dapat aku peroleh darimu?" Adline berbicara dengan menghembuskan nafas panjang. Sedangkan Bella hanya mengangkat kedua bahunya. 


"Percakapan percuma." Adline berbicara di dalam hatinya dan berlalu pergi meninggalkan Bella.


****


Setelah matahari terbenam, Arga terbangun dari tidurnya lalu bergegas mandi membersihkan diri. Setelah selesai mandi, Arga segera turun untuk menemui Adline. 

__ADS_1


"Arga Litohu." Adline memanggil Arga yang sedang berjalan menuju lift. Mendapati panggilan dari Adline yang memang ingin dia temui, Arga berbalik dan menuju Adline. 


"Apakah kau mau makan malam bersamaku?"


"Tentu, aku juga ingin membicarakan suatu hal." Dengan segera mereka menuju restoran Hard Rock Hotel Valent Stand.


****


"Kau sekarang dalam bahaya, sebenarnya apa yang menjadi tujuanmu sehingga melepaskanku dari tahanan kepolisian..?" Arga memulai pembicaraan sesaat mereka berdua sampai di restoran. 


"Aku akan berterus terang. Hal yang sederhana. Pertama, aku ingin memiliki popularitas dengan mengikutimu yang kini sedang ramai diberitakan semua televisi, media cetak dan online. Kedua, aku merasa tertantang untuk memecahkan kasus pembantaian keluarga besarmu. Kasus pembantaian keluarga besarmu aku rasa bukan tentang pembunuhan biasa. Semua ada keterkaitan dengan semua penyerangan yang kamu alami dan kamu lakukan akhir-akhir ini."


"Hmm.. Aku rasa kamu memang pintar menganalisa. Tetapi semua tidak sesederhana itu. Jika kamu sudah menganalisa hingga seperti itu, aku rasa seharusnya kamu memiliki persiapan lebih dari ini. Apa latar belakangmu hingga memiliki keberanian menantang maut?"


"Karena tidak sederhana aku merasa tertantang dengan kasusmu. Aku memang memiliki persiapan lebih, karena aku cukup memiliki kemampuan beladiri yang baik. Soal latar belakangku, aku adalah pengacara termuda di negara ini. Usiaku belum genap 20 tahun. Aku juga anak dari kepala negara bagian California."


"Teruskan.. Aku mendengarkanmu.." Arga memberi ruang bagi Adline agar terus berbicara tentang kelebihannya hingga terlalu berani menangani kasusnya. 


"Ayahku sudah mendengar tentang penembakan di restoran dekat kantor polisi dan ayahku telah memerintahkan intelijen negara bagian California untuk bergerak. Dan memang itu yang aku harapkan. Dari informasi intelejen negara bagian California, aku akan dapat memecahkan kasusmu."


"Baik, kita bekerja sama. Aku berharap kamu terus memiliki nyali untuk menyelesaikan kasus ini." Mereka berdua meneruskan perbincangan hingga Adline menanyakan tentang tujuan Arga yang selalu melepaskan imigran gelap dari bahaya dan Adline juga mengatakan jika sangat tidak mungkin semua itu hanya kebetulan. 


Analisah kejadian yang di selidiki Adline, mengatakan jika Arga sengaja mencari dan membebaskan imigran yang bukan pekerjaannya. Bahkan sampai rela menggunakan uang pribadi untuk membantu para imigran gelap. Adline juga mengatakan jika dirinya mengetahui jika Arga melepaskan 51 imigran dan memberi mereka sejumlah uang yang terbilang besar. 


"Dari mana kamu mendapatkan informasi salah tersebut?" Arga tidak mengakui hal tersebut karena hal tersebut memang di rahasiakan. 

__ADS_1


"Hi.. Hi.. Hanya hal seperti itu. Informasi yang mudah bagiku. Itu seperti bukan hal rahasia jika untukku. Kau membayar sejumlah uang di perbatasan. Apa kamu kira sebagian uang itu tidak di setor ke negara bagian California?"


__ADS_2