
Sedangkan mereka yang dapat berlari, berusaha lari mundur dengan terus menembak agar tidak di ikuti oleh Arga dan Bella. Setelah Arga dan Bella yakin jika sudah tidak ada penjaga tersisa di permukiman tersebut, kini Arga mulai melihat-lihat isi bangunan-bangunan tersebut. Memastikan kembali jika tidak ada penjaga tersisa yang sedang bersembunyi dan dapat membahayakan mereka ketika lengah.
Kini para imigran yang tadinya akan di pisahkan antara pria dan wanita, mulai berkumpul dan membantu yang terluka dengan pertolongan pertama, sedangkan Bella, dengan segera mencari alkohol dan pisau untuk mengeluarkan peluru yang bersarang di tubuh para imigran yang tertembak.
Sedangkan Arga menuju ke bangunan utama yang tadinya di jaga ketat. Saat Arga membuka pintu, terlihat tralis-tralis besi memenjarakan puluhan wanita cantik di sana. Kini Arga membantu membebaskan mereka semua dan meminta mereka untuk berkumpul dengan yang lain.
"Kamu benar-benar bisa mengoprasi mereka?"
"Hmmm… Memangnya sekarang terlihat bagaimana?" Bella berbicara dengan suara manja dan memanyunkan bibirnya.
"Dari pada kamu melihat saja. Ini, bantu aku menjahit luka mereka seperti yang lain." Bella melanjutkan bicaranya dengan memberi Arga sebuah jarum dan benang supaya menjahit luka yang sudah tidak ada pelurunya.
"Aku tidak pernah menjahit luka seseorang."
"Jahitan saja seperti kau menjahit baju, tetapi ikat dengan simpul di setiap jahitannya. Hal itu akan membantu menghentikan pendarahan mereka supaya mereka tidak mati kehabisan darah." Bella menjelaskan secara singkat sambil mencubit kecil dagu Arga.
**Di tempat terpisah beberapa jam yang lalu**
"Komandan, kami kehilangan jejak. Kami tidak dapat menemukan ke mana Arga Litohu pergi." Seorang polisi yang mencari keberadaan Arga lewat udara saat membawa orang yang dicurigai sebagai salah satu anggota kelompok organisasi tersembunyi bebicara lewat sambungan radio kepada Kate.
"Sial, kita kehilangan Arga Litohu. Siapa sebenarnya Arga Litohu ini. Mengapa kita tidak memiliki data yang valid tentang dirinya. Bahkan dari data kependudukan juga tidak ada data yang berarti." Kate berbicara dengan nada tinggi kepada para anggotanya yang berada satu mobil dengannya.
"Terus mencari, terbangkan helikoptermu hingga tidak dapat terbang lagi. Tidak mungkin dia keluar San Diego." Kate kembali berbicara tetapi kini dengan mengaktifkan sambungan radionya.
Puluhan mobil polisi berpencar mengelilingi setiap jalan di San Diego untuk terus mencari keberadaan arga. Hingga beberapa jam kemudian, salah satu polisi yang berkeliling di pinggiran kota di sebelah hutan, melihat mobil Arga di antara semak-semak karena sudah tidak dapat meneruskan jalannya karena jalan yang semakin kecil.
Dengan segera polisi tersebut menghubungi Kate dan memintanya datang dengan segera.
__ADS_1
****
"Aku sudah membantu para imigran ini. Tetapi mengapa aku masih belum mendapatkan poin skil." Arga bertanya kepada Bella.
"Tentu saja kamu belum mendapatkan poin skil, kamu belum terhitung menyelamatkan mereka dan membebaskan mereka."
"Lalu, bagaimana caraku agar terhitung menyelamatkan dan membebaskan mereka sehingga aku mendapatkan poin skil?"
"Kamu harus mengirim mereka ke negara asalnya atau setidaknya mengeluarkan mereka dari negara ini. Baru kamu akan terhitung menyelamatkan mereka."
"Aaapppaaa? Mengeluarkan mereka dari negara ini? Bagaimana mungkin, bahkan menggunakan helikopterpun tidak akan bisa." Arga nampak berfikir mencari cara mengeluarkan mereka semua dari negara ini.
"Sebaiknya aku menghubungi Mancini terlebih dahulu untuk membawa mereka semua keluar dari tengah hutan ini. Dia juga mungkin akan tau caranya untuk mengeluarkan para imigran dari negara ini. Bagaimanapun dia dulu mantan pasukan khusus negara ini." Dengan segera, Arga meminta mancini untuk terbang menuju kordinat yang di sebutkan Arga.
Mendapati perintah dari Arga, Mancini dengan segera menerbangkan Helikopter menuju tempat Arga.
****
"Komandan… Komandan Kate… aku melihat helikopter pribadi Arga terbang menuju barat ke arah hutan pinggiran pantai Tijuana River." Seorang polisi yang berpatroli di kota, berbicara melalui sambungan radio.
"Itu dia.. Arah barat pantai Tijuana River… bukankah itu arah kemari?"
"Siap komandan. Benar, itu arah kemari."
"Elang laut, apa kamu masih mengudara?" Kate menghubungi polisi yang terbang dengan helikopter.
"Siap komandan, kami masih mengudara dan sedang menuju helipad kantor kepolisian."
__ADS_1
"Berapa banyak bahan bakarmu?"
"Kami masih bisa terbang 1 jam 35 menit lagi komandan."
"Cepat kemari. Cepat.. Cepat.. Jika perlu lebih cepat dari helikopter pribadi Arga Litohu.
"Siap komandan." Dengan segera helikopter tersebut putar balik dan terbang dengan kecepatan maksimum. Beberapa menit kemudian, Kate melihat helikopter pribadi Arga melintasi atas mereka. 2 menit berselang helikopter kepolisiaan datang dan mendarat di tempat Kate berada.
"Cepat terbang ke arah helikooter Arga terbang." Kate memerintahkan pilot terbang mengejar helikopter Arga. Hingga beberapa menit kemudian, mereka melihat helikopter pribadi Arga suda mendarat.
****
"Itu dia Mancini." Arga melihat Mancini akan mendaratkan Helikopternya di tanah lapang.
Saat Mancini sudah mendaratkan Helikopternya, segera Arga memanggil Mancini supaya segera menuju ke Arga. Saat Mancini sudah bersama Arga, dengan segera Arga betanya kepada Mancini tentang cara mengeluarkan para imigran agar tidak tertangkap oleh imigrasi.
Disaat Mancini masih berfikir, datang helikopter yang di tumpangi Kate.
"Entah ini akan menjadi solusi atau akan menjadi musibah." Arga bergumam bebicara kepada Bella dan Mancini.
Sedangkan Kate segera turun menemui Arga setelah Helikopternya mendarat. Saat di atas, Kate melihat beberapa mayat di area permukiman. Pandangan negatif sudah di sematkan kepada Arga setelah Kate melihat beberapa mayat dari ketinggian.
"Mengapa seakan di setiap masalah dan kasus akhir-akhir ini selalu melibatkan dirimu? Sebenarnya siapa dirimu Arga Litohu? Mengapa kamu berada di wilayah penjagaanku?" Kate berbicara dengan suara di tekan yang menandakan sebenarnya Kate sangat ingin marah kepada Arga tetapi masih di tahan.
"Sekarang kalian bertiga aku tahan karena kejadian ini. Silahkan jelaskan di kantor polisi." Kate kembali berbicara dengan mengeluarkan borgol untuk menahan Arga. Akan tetapi, saat Kate sakan membirgol tangan Arga, dengan segera Bella menendang tangan Kate yang memegang borgol untuk memborgol tangan Arga.
"Kau melawan petugas kepolisian."
__ADS_1
"Memangnya jika petugas kepolisian melakukan kesalahan dan sewenang-wenang kita tetap harus diam sebagai warga negara?"
Mendapati jawaban menjengkelkan Bella, Kate dengan segera menyerang Bella. Duel dua wanita cantik pun tidak dapat di hindari. Bella hanya menghindar dari serangan Kate yang terlihat semakin emosi dan bernafsu untuk mengenai Bella. Tetapi Bella hanya mempermainkan Kate, sebab Kate sebenarnya bukanlah tandingan Bella yang bahkan peluru dapat di tangkap oleh Bella.