
Situasi di ruangan sangat tidak mendukung sama sekali pada situasi Arga. Arga melihat belasan orang menodongkan senjata kepadanya. Meski mungkin Arga bisa lolos dari situasi di ruangan tersebut. Tetapi penuh dengan resiko yang besar. Kebrutalan tembakan akan terjadi jika Arga melawan. Peluru dapat mengenai siapa saja yang berada di ruangan tersebut.
"Baiklah, aku menyerah dan mengikuti kalian." Arga yang tidak memiliki pilihan, menyerahkan tangannya untuk di borgol oleh anak buah jendral Julio. Begitu juga Bella yang mengikuti Arga dan memang juga menjadi target penangkapan oleh jendral Julio. Seperti belajar dari kesalahan Frank, anak buah jendral Julio tidak menggunakan borgol biasa. Mereka menggunakan borgol tanpa rantai, borgol yang di gunakan seperti pasung. Bukan hanya tangan yang di borgol, tetapi juga kedua kaki Arga dan bella.
Tanpa bisa berbuat apa-apa, Kate dan Adline hanya bisa menyaksikan Arga dan Bella di bawa pergi meninggalkan ruangan. Arga dan Bella di bawa dengan cara di gotong karena kaki Arga tidak dapat di gerakkan sama sekali. Arga di keluarkan melewati pintu belakang kantor kepolisian menggunakan kendaraan taktis anti peluru.
****
Beberapa jam kemudian, Arga sampai di sebuah tempat yang Arga tidak ketahui. Arga di bawa masuk di sebuah ruangan bersama dengan Bella. Mereka berdua di tinggalkan di sana berdua untuk beberapa waktu sebelum jendral Julio datang menemui mereka berdua.
"Maaf jika kalian lama menunggu." Jendral Julio datang dan membuka borgol yang di kenakan oleh Arga.
"Aku tidak bermaksud mengubah rencana yang ada. Tetapi hal ini akan sangat berbahaya bagi pihak kepolisian dan juga anak kepala negara bagian California. Seperti yang aku katakan sebelumnya, kasus ini sangat berbahaya." Jendral Julio berbicara kepada Arga dan Bella.
"Ini semua di luar militer atau pemerintahan. Sebagian pembunuhan memang di lakukan oleh pihak militer. Tetapi militer dalam hal ini adalah oknum yang keliru dan mengesampingkan hukum. Mereka mengeksekusi peserta sebelum dirimu saat mereka tidak mengetahui di mana pencipta sistem. Sebab, mereka menganggap kalian para terdaftar memiliki koneksi untuk menuntun mereka untuk menemukan pencipta sistem." Julio menjelaskan kepada Arga dan Bella.
"Mereka yang mengincar pemilik sistem, menamakan dirinya kelompok TP&P yang memiliki arti Tim Pelindung dan Pemusnah. Mereka di pimpin oleh jendral bintang tiga yang mendapat perintah langsung dari pemimpin negara agar menemukan pencipta sistem. Maksudku membawamu kemari untuk mengajakmu bekerja sama menindak semua kelompok TP&P dan menjadikanmu sebagai umpan. Apakah kau bersedia?" Arga nampak berfikir setelah mendengar penjelasan dari jendral Julio.
"Baiklah, aku bersedia tetapi aku memiliki syarat yang harus bisa di penuhi." Arga memiliki penawaran supaya Arga mau bekerja sama.
"Baiklah, aku harus mengetahui terlebih dahulu apa syarat yang kau inginkan?"
__ADS_1
"Aku ingin kau mengeluarkan imigran gelap di penampungan imigran. Minimal 100 imigran setiap harinya. Walau harus dengan cara menebus, aku akan membayarnya." Arga memanfaatkan jabatan jendral Julio supaya lebih memuluskan kepentingan Arga supaya terus mendapatkan poin skil setiap harinya. Sebab Arga sadar jika musuh yang sebenarnya adalah pencipta sistem yang mungkin sangat kuat. Karena Arga belum mengetahui orang seperti apa yang mampu menciptakan sistem seperti ini. Arga juga masih khawatir akan ada orang yang mencarinya dengan sistem yang lain seperti Suarez. Oleh sebab itu, Arga harus tetap terus bertambah kuat.
"Baiklah, aku akan mengusahakannya."
"O.. O.. O.. Oo.. O.. Aku tidak ingin mendapatkan jawaban yang tidak pasti. Karena jika tidak pasti, kerjasama kita akan batal." Mendapatkan jawaban demikian dari Arga, jendral Julio menghela nafas panjang dan mengiakan keinginan Arga.
Antara Arga dan jendral Julio yang melakukan kerjasama untuk menguak kasus yang kini terjadi, memiliki tujuan masing-masing tetapi tetap saling membutuhkan. Arga mau untuk bekerja sama dengan jendral Julio, hanya karena ingin menemukan pembunuh ibunya serta orang-orang yang terlibat dan membalas dendam. Sedangkan jendral Julio melakukan ini untuk jabatan dan membersihkan oknum-oknum militer yang menyimpang dari tugas sebenarnya.
"Lalu apa rencananya?" Setelah mereka setuju, Arga menanyakan tentang rencana yang di miliki jendral Julio. Jendral Julio menjelaskan semua rencana yang di milikinya dengan Arga. Dalam beberapa hal menjalankan rencana, Arga dan Bella mengusulkan untuk merubah beberapa hal dalam rencana. Mereka kini bersepakat untuk menjalankan rencana yang sudah mereka susun.
Mereka semua menyiapkan segala sesuatu yang mereka butuhkan. Tidak mudah menjalankan rencana mereka. Sebab mereka harus menyesuaikan dengan keadaan.
**7 hari sebelumnya**
Julio meninggalkan tempat yang mereka jadikan markas untuk mencari cara mengeluarkan para imigran gelap dari penampungan. Dengan jabatannya yang tinggi Julio sangat yakin jika dapat memenuhi permintaan Arga. Dengan mudah Julio bertemu dengan kepala penampungan yang memiliki jabatan kapten. Dengan berbagai cara negosiasi, Julio tetap saja gagal mendapatkan kesepakatan meski Julio mengancam akan memutasi kepala penampungan tersebut. Julio yang lurus, tidak mau menggunakan cara uang meski Arga telah meminta Julio menggunakan cara uang jika di perlukan.
Julio harus kembali ke markas dengan tangan kosong. Hingga akhirnya Arga mengajak Julio untuk kembali datang ke penampungan imigran bersama Arga.
****
"Aku menginginkan kau mengeluarkan semua imigran yang ada di sini. Bukankah Julio telah menyampaikannya! Kau menginginkan berapa untuk mengeluarkan 1 imigran!!" Dengan suara yang mendominasi, Arga berbicara kepada kepala penampungan imigran.
__ADS_1
"Siapa pria ini? Mengapa jendral Julio seakan patuh kepadanya? Dia juga berbicara seolah seorang penguasa. Apakah aku harus menentangnya? Tapi dia kesini dengan penawaran berbeda. Dia menawarkan uang jika aku menyanggupinya." Kepala penampungan tersebut membatin dengan terus memandang kepada Arga.
Arga yang melihat kepala penampungan yang terus memandangnya tanpa menjawab, Arga maju dan meraih leher kepala penampungan imigran tersebut dan mengangkatnya ke atas.
"Jika aku mau, aku dapat mengacaukan tempat ini dengan mudah dan mengeluarkan semua imigran di sini tanpa sisa." Setelah Arga berucap demikian, Arga melempar kepala penampungan tersebut.
"Aku.. A..ku tidak bisa melihat gerakannya. Apakah dia Arga Litohu yang viral beberapa minggu terakhir ini karena dapat mengalahkan banyak orang dengan mudah. Aku benar-benar tidak boleh menyinghungnya. Jika tidak, nyawaku menjadi taruhannya." Kepala penampungan tersebut membatin saat dia berusaha untuk berdiri.
"Tidak semudah itu mengeluarkan imigran di sini. Aku membutuhkan sejumlah uang untuk mengurus berbagai dokumen ke berbagai instansi."
"Aku akan membayarnya. Katakan kau membutuhkan berapa untuk setiap imigrannya?" Arga menjawab dengan ringan ucapan kepala penampungan.
"Aku mebutuhkan $80 ribu untuk setiap imigran, dan aku meminta $20 ribu untuk setiap imigran. Uang itu aku gunakan juga untuk membungkam anak buahku."
"Baik, aku setuju. Aku menginginkan kamu mengeluarkan 100 orang imigran setiap harinya. Aku akan mengirimimu uang 70jt dollar untuk 7 hari. Setelah 7 hari aku akan kembali mengirimimu 70jt dollar lagi. Dan begitu seterusnya." Setelah Arga selesai berbicara, Arga melangkah menuju kepala penampungan.
"Senang bekerja sama dengan anda. Aku akan mengirim uangnya hari ini. Tolong kirimkan nomor rekeningmu kepada Julio." Arga berbicara dengan menyalami kepala penampungan lalu berbalik untuk pergi meninggalkan tempat tersebut yang di ikuti oleh Julio.
"Tuan, aku baru bisa mengeluarkan yang pertama dalam 3 hari lagi." Kepala penampungan mengejar di belakang Arga dan berbicara jika dia baru bisa mengeluarkan untuk pertama 3 hari kemudian. Arga hanya menjawab dengan mengangkat jempolnya kepada kepala penampungan dengan terus berjalan keluar ruangan.
"Arga Litohu... Menarik juga caramu." Julio membatin saat mengikuti Arga meninggalkan tempat tersebut.
__ADS_1