
"Komandan, ada yang ingin bertemu." Salah seorang prajurit memanggil komandannya karena Arga mengatakan bahwa ada hadiah yang masih tertinggal. Dan hadiah tersebut diperuntukkan untuk sang komandan pasukan. Namun prajurit tersebut lupa untuk menyampaikan jika tamu yang datang berbicara tentang hadiah. Tetapi komandan pasukan tersebut, dengan segera menemui Arga. Sebab sangat tidak mungkin ada seseorang yang sedang mencarinya dalam situasi bandara kacau seperti ini jika bukan orang penting.
"Ya tuan, anda ingin bertemu dengan saya?" Komandan tersebut menyalami Arga yang sedang dikawal oleh 4 orang bertubuh tinggi tegap dengan mengenakan setelan jas dan celana hitam. Terlihat dari penampilan dengan pengawalan dari ke empat pengawalnya, Arga terlihat sebagai salah satu orang penting atau orang berpengaruh di kota zapata ini.
Tatapan mata seorang komandan yang terlihat lunak, membuat Arga berfikir jika komandan tersebut menaruh rasa hormat kepada Arga. Hal itu dimanfaatkan oleh Arga untuk berbicara dengan nada bicara yang dapat mendominasi keadaan.
"Komandan, saya membutuhkan tumpangan Menuju San Diego. Sebab semua penerbangan di semua maskapai di bandara zapata ini terpending sampai batas yang belum ditentukan. Hal tersebut dikarenakan kebakaran salah satu pesawat, oleh karena itu saya ingin terbang bersama." Arga berbicara dengan nada yang sangat tegas.
"Siapa kamu? Seenaknya sendiri mau menggunakan fasilitas militer. Kamu kira kamu anak presiden?" Mendengar permintaan Arga yang tanpa memperkenalkan diri, membuat sang komandan merasa tersinggung. Mendapati jawaban sang komandan yang tidak sesuai harapan. Kini Arga terdiam dan berfikir cara bicara untuk menjawab secara tepat. Sebab jika jawaban Arga kembali menyinggung sang komandan, bisa jadi Arga akan di usir bahkan bisa saja di tangkap.
"saya…"
"Dia adalah tamu dari Kapten Emanuel. Dan kami adalah pengawal yang di minta mengawal tuan Arga oleh Letkol Roktaf. Sebaiknya kamu jangan terlalu banyak bertanya jika tidak. Aku akan menelpon Kapten Emanuel atau jika perlu aku akan menelpon Letkol Roktaf sebagai atasan kami yang sedang mengawal tuan Arga. Siapa namamu dan berdinas di kesatuan mana!!" Saat Arga akan menjawab dengan jawaban yang ragu, Roby yang berada di samping belakang Arga, menjawab dengan suara lantang dengan gertakan dari nama-nama petinggi militer yang dia kenal.
Roby tidak khawatir jika memang harus menelpon Kapten Emanuel ataupun Letkol Roktaf. Sebab Kapten Emanuel adalah kakak kandung dari Roby, sedangkan Letkol Roktaf adalah pelatih Roby sewaktu masih di pasukan elit devender bayaran.
__ADS_1
Mendapati gertakan yang sangat meyakinkan, tidak ada kalimat bantahan lagi terhadap permintaan Arga. Komandan militer tersebut dengan segera mempersilahkan Arga untuk menaiki pesawat militer.
Di saat di dalam pesawat, semua tentara sedang membicarakan tentang ledakan pesawat milik maskapai Elena air yang di perkirakan karena sebuah serangan dari pihak lain. Sebab, salah satu tentara, sempat mendengar dari petugas keamanan bandara yang sedang berbicara dengan petugas yang lainnya bahwa pesawat dari maskapai Elena Air meledak dan terbakar karena tertabrak oleh sebuah drone. Dan sampai info terakhir, tidak ada pihak yang mengaku bertanggung jawab dari tabrakan tersebut dan menimbulkan ledakan dan terbakar hebat serta memakan 3 korban yang merupakan Pilot dan Co-pilot serta seorang pramugari yang merupakan anak dari pemilik maskapai itu sendiri. Tetapi Arga sangat meyakini jika serangan tersebut sebenarnya untuk membunuh dirinya.
Perjalanan ini akan memakan waktu 2 jam 50 menit. Sehingga Arga lebih memilih untuk beristirahat supaya lebih free saat tiba di San Diego. Tetapi sebelum benar-benar tertidur, Arga ingin bertemu dengan Bella untuk membicarakan suatu hal.
Dengan segera ketika Arga memejamkan mata, Arga telah berada di alam bawah sadarnya dan terlihat Bella sudah menunggu Arga.
"Hai Arga, apa yang ingin kamu tanyakan sehingga ingin menemuiku?"
"Mengapa kamu tidak langsung menjawab pertanyaanku saja. Bukankah kamu dapat membaca pikiranku?"
"Berapa batas dari level 2 ke level 3? Aku tidak ingin melebihi batas level lagi? Sebab aku sudah menyusun banyak rencana untuk mendapatkan poin."
"Maaf Arga, aku juga tidak mengetahui batasnya. Tetapi mungkin aku memiliki perkiraannya. Mungkin kamu akan menaiki level 3 ketika kamu sudah didampingi olehku. Itu artinya setelah kamu menghabiskan 100 milyar dollar. Dan ketika itu terjadi aku akan mendampingimu dengan wujud manusia serta dapat melindungimu secara langsung."
__ADS_1
"Baiklah jika demikian, aku rasa sampai di sini pertemuan kita kali ini." Arga berbicara dengan nada datar. Setelah Arga berbicara demikian, Arga terbangun dan telah berada di alam sadarnya.
"Baiklah jika demikian aku lebih bisa mengatur pengeluaran agar aku tidak terkena hukuman level lagi." Arga membatin di dalam hatinya. Setelah Arga berbicara sendiri di dalam hati, Arga menyandarkan kepalanya supaya dapat tertidur di dalam pesawat.
****
"Sudah 4x kau gagal membunuhnya. Jika kamu tidak mampu membunuhnya, tugas ini aku serahkan kepada yang lain dan mampu mengerjakannya. Sekarang sudah hampir 5 hari dia mendapatkan sistem tersebut. Semakin lama, akan semakin menyulitkan kita untuk membunuhnya."
"Maaf boss, aku akan mengerahkan pasukan terbaik untuk membunuhnya. Kita juga harus mencari cara untuk menemukan organisasi yang ada di belakangnya bos. Sebab, 2 dari empat serangan yang terjadi, gagal sebelum bertemu target boss."
"Sejak awal kita mengetahui sistem ini, kita selalu mencari tau organisasi di balik ini semua. Tetapi kita selalu kehilangan jejak. Kita juga tidak dapat terlalu frontal di depan. Jika hal itu sampai terjadi, kekuatan masyarakat yang akan bergerak. Bahkan organisasi HAM juga akan memiliki bukti kuat untuk menjerat kita. Kita hanya organisasi boneka di balik kekuatan besar. Tetapi kita tidak dapat memilih untuk tidak jadi boneka." Seorang yang dipanggil bos berpendapat.
****
"Tuan, sepertinya ahli waris dari peserta no 67 memiliki tekad lebih kuat dari yang lain. Aku yakin dia dapat bertahan lebih lama." Seorang petugas dengan seragam seperti seorang pilot berbicara kepada laki-laki yang baru datang dan melihat layar yang merupakan tangkapan dari satelit.
__ADS_1
"Ha.. Ha.. Ha.. Ha.. Kamu menilai dia bisa melewati peserta no 31 yang dapat bertahan selama 7 hari dan hingga kini masih menjadi peserta terlama kita untuk bertahan? Salah besar… aku yakin peserta ini yang akan berhasil dengan misi kita. Bahkan akan lebih baik dari yang lalu jika kita terus membantunya. Terus sebar orang untuk mencari informasi-informasi serangan selanjutnya. Dan ingat, jika serangan itu telah dilancarkan dan bertemu dengan peserta. Jangan sekali-kali ikut campur. Hal itu akan membahayakan diri kita." Pemimpin organisasi tersembunyi pemilik sistem berbicara kepada yang lainnya.
"Ternyata ini awal dari semuanya. Aku baru bisa memahaminya. Aku harus mengubah apa yang akan terjadi." Pemimpin organisasi yang mengenakan topeng berbicara pada dirinya sendiri.