Sistem Kuadrilliun Imigran Gelap

Sistem Kuadrilliun Imigran Gelap
Perjuangan Melarikandiri


__ADS_3

Karena terburu-buru, Bella tidak dapat menemukan jalan yang tadi Bella lewati untuk memasuki hutan tempat arga berada. Jalan yang Bella lewati kini lebih bergelombang dan tidak rata, terkadang mobil yang di kendarai Bella harus terjun ke tanah yang lebih rendah hingga 2 meter. 


Sedang orang-orang yang berlari mengejar mobil Bella, bergerak melewati jalan yang dapat memotong kompas. Sedangkan orang-orang yang bergerak mundur, kini telah menaiki mobil-mobil 4wd dengan roda berukuran besar, sehingga memudahkan mereka untuk melajukan mobil lebih cepat di hutan. 


Seorang sniper naik ke atas pohon besar dan tinggi di atas bukit. Dia mencari tempat tertinggi untuk dapat menembak mobil yang sedang membawa Arga melarikan diri. Kini mereka seolah sedang berburu seekor rusa. 


****


"Tuan, maaf.. Kami hanya dapat membunuh para pengawal Arga Litohu. Tetapi gagal membunuh Arga Litohu, kini dia lebih lihat bertarung tuan." Seseorang yang di percaya untuk memimpin penyerangan terhadap arga, sedang menelpon pimpinan wilayah California. 


"Tujuanku pertama kali menyerang Arga saat ini bukanlah kematiannya. Aku tau kalian tidak akan mampu membunuh Arga Litohu, karena orang-orang yang kau bawa hanya preman pasar. Aku hanya ingin menunjukkan bahwa kini kita dapat membaca sistem yang Arga Litohu gunakan." Pemimpin wilayah California tersebut berbicara dengan tersenyum tipis. 


"Tambah imbalan para preman pasar tersebut. Agar mereka semakin liar menyerang Arga Litohu." Pemimpin wilayah California kembali berbicara untuk memberi arahan kepada anak buahnya yang kini sedang memimpin ratusan preman pasar. 


"Siap tuan." Mendapati perintah dari pimpinannya, dengan segera dia menyebarkan informasi pemimpin wilayah ke semua orang suruhannya. 


****

__ADS_1


Daaggh… Tiar.. Daaagghh… Suara body mobil terkena tembakan dan kaca samping depan sebelah kanan juga tertembus peluru hingga mengenai lantai mobil. Tembakan ke dua hampir mengenai Arga yang duduk di kursi penumpang d sebelah kanan kemudi. 


Mengetahui ada sniper yang berusaha menembak, Bella meminta Arga untuk tukar tempat. Arga dan Bella tukar tempat tanpa menghentikan mobil. Setelah Bella berada di kursi sebelah kanan, dengan segera Bella mengeluarkan pistolnya dan mengincar sang sniper yang keberadaannya sudah di ketahui oleh Bella. 


Ketika ada celah di antara pohon, dengan segera Bella menembakkan pistolnya ke arah sangat penembak jitu. Dengan sekejap peluru menembus kepala sang penembak jitu. 


"Apa!! Tembakannya mengenai penembak itu. Tembakannya sangat akurat, bahkan aku rasa tembakannya lebih akurat dari penembak terbaik di militer." Mancini membatin di dalam hatinya. 


Arga terus melajukan mobilnya dengan kecepatan semampu Arga mengendalikan di jalan tanah dengan rumput tinggi dan akar dari pohon yang keluar dari tanah. Bukan hal mudah mengendarai sebuah sedan dengan medan tanah bergelombang. 


Arga terus mencari jalan untuk dapat keluar dari dalam hutan. Hingga pada saat arga melihat ada beberapa orang sedang menghadang mobil Arga di kejauhan di depan. Orang-orang tersebut terus bertambah, hingga Arga memutuskan untuk berbelok. Baru 300 meter Arga melaju setelah berbelok, mobil Arga masuk dalam tanah berlumpur. Hingga mobil yang di tumpangi Arga tidak dapat bergerak. 


Kini ratusan orang tersebut mengejar Arga dan lainnya. Hingga terdengar 4 letusan senjata api. Bella yang dapat melihat peluru tersebut melaju mendekat ke arah Arga, berusaha menangkap ke empat peluru tersebut. Tetapi Bella hanya dapat menangkap dua peluru dengan merobohkan tubuhnya karena kaki Bella terjebak oleh lumpur. 


Peluru ketiga mengenai bahu Arga, hingga membuat Arga roboh. Beruntung Arga roboh saat terkena tembakan di bahunya. Jika tidak, maka peluru keempat akan mengenai kepala Arga. 


Melihat Arga tertembak, dengan segera Bella bangkit dan menembak orang yang menembak Arga. Tidak hanya itu, dalam sekian detik. Bella juga menembak orang-orang yang menggenggam senjata api. Tidak ada tembakan dari Bella yang beleset, semua peluru yang di tembakkan Arga mengenai kepala. 

__ADS_1


Melihat Arga roboh karena tertembak, dengan segera Mancini meletakkan rekannya yang sedang dia gendong di pundak dan membantu Arga berdiri dan dengan segera melepaskan bajunya untuk di pergunakan mengikat bahu Arga agar luka tertutup dan juga mengikat tangan Arga supaya tidak banyak bergerak saat lari. 


"Mancini, kau jaga Arga dan bawa dia menjauh dari sini, aku akan melawan mereka." Bella berucap dengan mengeluarkan pedang dari mantelnya. Tanpa menunggu jawaban Mancini, dengan segera Bella berlari menuju ratusan orang yang juga terus berlari ke arah Bella berada. Tanpa memiliki pilihan, Mancini menarik Arga supaya berlari menjauh. 


"Mancini, jangan tinggalkan Bella." Arga menolak untuk pergi dan berusaha mengejar Bella.


"Tuan, kita hanya akan menjadi beban jika kita ikut melawan mereka. Meski aku tidak pernah melihat kehebatan bertarung Bella, tetapi aku sudah mendengar kehebatannya saat menerobos puluhan pengawal anda di hotel." Mancini menanggapi permintaan Arga dengan menahan tubuh Arga yang berusaha mengejar Bella. Mendengar penjelasan Mancini, dengan terpaksa Arga menyetujui untuk lari menjauh dari pada menjadi beban Bella. 


****


Saat jarak Bella tingga belasan meter dengan ratusan orang yang mengejar mereka, Bella berhenti dari langkahnya lalu mengeluarkan pisau-pisau kecil dan melemparkan ke arah orang-orang tersebut. Di mantel Arga terdapat puluhan pisau lempar dan 100 lebih paku berukuran satu jengkal tersusun rapi di balik mantel Bella. 


Saat Bella sudah melemparkan pisau pertamanya, Bella berlari mundur untuk terus menjaga jarak dari orang terdepan yang mengejar Bella dan lainnya. Dengan berlari mundur, Bella terus melemparkan pisunya. 1 pisau yang di lempar Bella, selalu dapat mengenai 1 orang dan menewaskannya. Bella selalu mengincar kepala dan jantung mereka agar Bella dapat menewaskan mereka hanya dengan 1 serangan. 


Meski Bella berlari mundur, Bella tidak terlihat kesulitan untuk berlari. Sebab di anting Bella terdapat kamera sangat kecil dan mengirimkan gambar ke otak buatan yang di miliki Bella. Oleh sebab itu, meski Bella sedang berlari mundur, Bella tidak terlihat kesulitan.


"Gila…" Mancini terkejut dengan kemampuan Bella. Kini Mancini baru paham, mengapa Bella menjadi pengawal Arga yang paling dekat dan selalu mengikuti Arga di manapun Arga berada. 

__ADS_1


Tanpa menoleh lagi, Arga dan Mancini kini terus berlari untuk dapat lolos dari kejaran ratusan orang yang ingin membunuh Arga. Hingga saat mencapai ratusan meter, Mancini mendapati Arga berlari semakin melemah karena darah yang terus keluar dari bahunya. Mendapati hal tersebut, Dengan segera Mancini menggendong Arga meski Mancini memiliki beberapa sayatan senjata tajam di tubuhnya.


__ADS_2