
"Kau adalah sahabatku, wajar jika aku mengkhawatirkanmu. Lagi pula, berita tentang Arga Litohu kini sedang ramai di perbincangkan. Siapa yang tidak tahu dengan kasus yang kini dihadapi Arga Litohu." Frank berucap dengan melepaskan genggaman tangan Mancini.
"Kau harus bisa berfikir jernih. Pikirkanlah ucapanku, aku hanya mengkhawatirkanmu." Frank kembali berucap kepada Mancini. Mendengarkan perkataan yang seolah sebuah ancaman, Mancini pergi dari ruangan tersebut dengan menggebrak meja kerja Frank.
****
Setelah Arga sampai di rumah David, Arga tidak bertemu dengan David. Sebab David sedang keluar untuk mengurus pekerjaannya. Mendapati ayahnya tidak ada di rumah, Adline meminta Arga untuk menunggu ayahnya datang baru kembali ke San Diego.
Arga yang memang ingin berbicara beberapa hal kepada David, Arga menyetujui tawaran Adline. Arga dipersilahkan untuk beristirahat di kamar tamu. Begitu juga Bella, Adline mempersilahkan Bella di kamar tamu yang lain.
"Sebaiknya Bella berada satu kamar denganku. Aku memiliki beberapa urusan dengan Bella." Arga dengan cepat menghentikan Bella dan Adline yang akan menuju lamar yang akan di pakai Bella.
"Kau ingin satu kamar dengan Bella? Meski dia pelindungmu, tetapi tetap saja dia wani.." Adline memprotes keinginan Arga yang ingin satu kamar dengan Bella. Tetapi kalimat yang di ucapkan oleh Adline dengan segera Adline hentikan ketika Adline berfikir bahwa Arga telah memiliki hubungan khusus dengan Bella atau hal ini bukan pertama kalinya mereka lakukan.
"Maaf.. Maaf.. Aku terlalu jauh ikut campur urusan pribadi kalian.. Sekali lagi maaf. Silahkan jika kalian ingin satu kamar berdua." Adline kembali berbicara sesaat setelah Adline berfikir jika Arga dan Bella memiliki hubungan melebihi seorang pengawal dan tuannya. Setelah berbicara demikian, Adline meninggalkan Arga dan Bella untuk melakukan hal yang mereka inginkan menurut Adline.
****
"Mengapa hatiku terasa sakit? Tidak mungkin aku cemburu. Aku bukanlah siapa-siapa Arga. Tetapi.. Aku harus mengakui jika pertama kali aku memutuskan untuk membantu Arga karena aku tertarik padanya." Adline melamun dan berbicara sendiri di dalam hatinya saat Adline berjalan menuju kamarnya.
Piar.. Tiar.. Tiar.. Tiar.. Suara nampan dan gelas jatuh ke lantai. Tanpa sengaja Adline menabrak pembantunya yang baru saja mengambil gelas kotor di kamar Adline.
"Maaf.. Maff bi.. Aku tidak sengaja."
__ADS_1
"Tidak apa-apa non, biar nanti bibi bersihkan. Nona kenapa jalan sambil melamun? Tidak biasanya."
"Tidak bi.. Tidak ada apa-apa.. Maafkan aku.." Seperti orang gelisah Adline berusaha masuk ke kamarnya yang masih terdapat pembantunya di pintu.
"Nona Adline sedang jatuh cinta… Pasti nona Adline jatuh cinta sama tuan Arga Litohu yang merupakan tamu nona." Pembantu Adline yang sudah menjadi pembantu di sana sejak Adline kecil. Jadi dia sangat mengenal dengan hampir segala tingkah laku Adline.
"Bibi, sudahlah. Aku mau istirahat dulu. Nanti kalau ayah datang bangunkan aku." Adline berbicara dengan senyum di wajahnya.
****
Hingga matahari terbenam ayah Adline belum juga datang. Hingga Arga telah selesai makan malam ayah Arga juga masih belum datang.
"Adline, mungkin lain waktu aku akan mengobrol dengan ayahmu. Ayahmu juga mungkin sedang banyak pekerjaan. Sebaiknya aku kembali ke San Diego." Arga segera berbicara kepada Adline stelah selesai dengan makanannya.
Ketika Adline mengantar Arga keluar dan bertemu Mancini, sikap Mancini tetaplah dingin. Padahal Adline sangat menginginkan hubungan mereka seperti dulu, layaknya paman dan keponakan. Tetapi Adline tidak dapat berbuat apa-apa dengan keputusan Mancini yang memilih tidak menghiraukan nya.
Kini Arga sudah berada di dalam helikopter dan Mancini telah menghidupkan mesin helikopter serta bersiap untuk terbang. Ground Marshall sudah memberikan apa-apa aman untuk terbang, tetapi saat roda helikopter mulai sedikit mengangkat, seorang prajurit berlari dan berteriak kepada Ground Marshall untuk menghentikan helikopter Arga.
Mendapatkan teriakan dari seorang prajurit yang meminta helikopter Arga untuk membatalkan terbang. Dengan segera Ground Marshall memberi tanda bahaya kepada Mancini yang merupakan pilot helikopter tersebut. Setelah Mancini menggagalkan terbang dari helikopter yang dia kendalikan. Grand Marshall meminta Mancini untuk mematikan mesin Helikopter. Karena yang memberi perintah adalah Ground Marshall, Mancini khawatir ada masalah yang di lihat oleh Ground Marshall. Sehingga Mancini menuruti perintah dari Ground Marshall dan mematikan mesin helikopternya.
"Ada apa Mancini? Apa ada permasalahan?" Arga bertanya kepada Mancini saat mesin helikopter di matikan.
"Entahlah tuan, aku harus mencari tahu terlebih dahulu, mengapa Ground Marshall memintaku mematikan mesin. Tetapi tidak tombol di helikopter ini menunjukkan semuanya normal. Aku khawatir jika Ground Marshall menemukan masalah di luar helikopter." Setelah Mancini menjawab Arga, dengan segera Mancini turun dan memeriksa helikopternya dan menanyakan kepada Ground Marshall mengapa terbangnya di hentikan.
__ADS_1
Tetapi pertanyaan itu di jawab oleh seorang tentara yang tadi meminta ground Marshall untuk menghentikan helikopter Arga. "Tuan David sudah datang, dan aku di minta untuk memanggil tuan Arga Litohu."
****
"Tuan David, anda memanggilku?"
"Ya.. Aku memanggilmu tuan Arga."
"Tuan, jangan panggil saya tuan. Cukup panggil saya Arga, sebab saya seumuran dengan putri tuan David." Dengan sopan Arga berbicara kepada David.
"Baiklah, silahkan duduk Arga Litohu."
"Arga Litohu, sebenarnya siapa dirimu? Mengapa banyak pejabat yang menginginkan kamu di penjara atau memintaku untuk memerintahkanmu." Dengan tiba-tiba David berbicara seolah sedang mendapat tekanan dari pejabat-pejabat pusat.
"Aku hanyalah seorang anak dari peternak di pinggiran kota San Diego." Arga memberikan jawaban yang sama seperti Arga menjawab yang lain saat mendapat pertanyaan yang sama pula.
"Memangnya ada apa tuan?" Kini Arga berbalik bertanya kepada David karena David menanyakan tentang identitasnya seolah sedang tidak mempercayai Arga.
"Entah dari mana mereka tau jika dirimu berada di sini. Tetapi mereka menginginkan jika diriku untuk tidak mempercayai dirimu. Tetapi tentu aku tidak bisa langsung menurutinya. Karena aku tahu jika dirinya tidaklah mengenal dirimu. Dan begitulah dirimu yang tidak mengenal mereka." Mendapatkan pernyataan David, Arga merasa bingung karena dirinya tidak mengenal siapapun dengan pejabat-pejabat pusat.
Mendapatkan hal demikian, Arga sangat yakin jika pejabat tersebut terlibat dengan organisasi tersembunyi yang selama ini Arga cari. Arga juga berbicara kepada David dan berusaha meyakinkan David jika mereka mungkin salah satu dari organisasi tersembunyi yang sempat Arga ceritakan sedikit kepada David tadi pagi.
Karena David sudah membahas hal yang jauh seperti itu, kini Arga ingin membicarakan yang lebih jauh lagi dengan David dan meminta waktu David yang mungkin akan berbincang dengan Arga sampai larut. David pun menyetujuinya.
__ADS_1