Sistem Kuadrilliun Imigran Gelap

Sistem Kuadrilliun Imigran Gelap
Siska dan Adline Tanpa Arga


__ADS_3

Arga, Bella dan Melisa di bawa ke ruang kerja pribadi wakil kepala negara untuk membahas suatu hal agar benar-benar matang. 


****


Media kini mulai ramai membuktikan vidio yang di tampilkan oleh Jendral Julio. Bahkan apa ahli IT dan pakar telematika dari berbagai universitas di Amerika berlomba-lomba untuk mengungkap keaslian vidio. 


Adu argumen dan saling menjatuhkan kualitas antar ahli terjadi. Akan tetapi publik lebih mempercayai pihak netral yang juga banyak membuktikan jika vidio yang di siarkan di televisi adalah asli. 


Bahkan host-host Prodcast ternama juga berlomba-lomba mencari file vidio asli. Banyak para pihak yang juga memanfaatkan momen ini untuk jadi terkenal. Akan tetapi, Julio tidak mempermasalahkan hal itu. 


Bahkan jendral Julio sengaja membagikan file asli vidio ke berbagai pihak untuk memanaskan situasi. Jendral Julio yang kini menjadi tertuduh, lebih memilih untuk bersembunyi menunggu perkembangan situasi yang ada. 


Jumpa pers yang di lakukan kepala negara, hanya meredam amarah masyarakat hanya untuk sesaat. Tetapi sang kepala negara, menganggap hal tersebut bukanlah hal yang mengancam baginya. 


Sebab, para pelaku ekonomi masih belum terpengaruh oleh adanya berita dari vidio dan situasi demo yang masih dapat terkendali. 


Isu imigran semakin memanas dengan adanya vidio yang beredar di segala media sosial. Hal itulah yang menjadi kesempatan dan kesepakatan dari Arga dan wakil kepala negara yang memiliki ambisi menjadi kepala negara dan menjadi pemimpin yang akan membenahi negara sesuai konstitusi dan norma-norma kemerdekaan awal Amerika. 


****


"Baiklah, jika dana tidak menjadi masalah. Aku akan mulai bergerak sekarang." Wakil kepala negara berbicara kepada Arga. 


Setelah membahas semuanya secara matang, wakil kepala negara yang memiliki wewenang atas imigran mulai memerintahkan seluruh imigrasi di setiap kota, untuk mendata dan mulai bersiap untuk memindahkan semua tahanan imigrasi. 


Semua kantor imigrasi di minta untuk memilah dan memisah para imigran gelap di penampungan yang mau untuk di pulangkan ke negara asal tanpa peradilan. Bagi para imigran gelap yang mau, akan mendapatkan sejumlah uang untuk di jadikan modal hidup di negara asal. 

__ADS_1


Bagi para imigran yang tidak mau untuk di pulangkan dan tetap memilih berada di Amerika, akan di coba di uruskan visa kerja oleh pemerintah. Untuk biaya pengurusan, tidak akan di tangguhkan kepada para imigran. Melainkan kepada arga. 


Wakil negara yang tetap tidak mau semena-mena dengan aturan, meminta supaya para imigran yang memilih tinggal untuk tetap tinggal dengan kontrak kerja minimal 10 tahun tanpa bisa pulang ke negara asal. Supaya tidak bertabrakan dengan aturan presiden yang belum di rubah. Banyak perjanjian yang di sepakati oleh Arga supaya dapat membantu para imigran gelap untuk lolos dari pengasingan. 


Meski memiliki syarat-syarat yang tetap harus di taati oleh para imigran yang tidak mau di pulangkan. Wakil kepala negara bukan tanpa pamrih melakukan hal itu. Tetapi ada unsur politik di balik itu semua. Wakil kepala negara ingin terpilih menjadi kepala negara pada pemilihan berikutnya. 


Oleh sebab itu, wakil kepala negara yang pasang badan di hadapan publik untuk urusan imigran. Hal ini sejalan dengan keinginan para pengusaha dan orang-orang kaya di Amerika yang mulai kesulitan mencari pekerja. Sehingga imigran adalah solusi bagi pekerja yang akan memenuhi segala sektor pekerja industri dan pekerja rumah tangga. 


** 6 jam kemudian **


"Kini sudah ada 286.037.528 imigran yang mau di oulangkan ke negara asal. Angka ini masih akan bertambah." Wakil kepala negara menyampaikan langsung kepada Arga tentang jumlah imigran yang mau di pulangkan Arga. 


Mendengar hal tersebut, wajah Arga seketika kaku karena kaget. 


"50rb dollar itu masih belum biaya transportasi ke negara asal. Semua sudah di jalankan!! Jangan coba-coba untuk membatalkan. Kau akan mencoreng mukaku." Wakil kepala negara kembali berbicara dengan suara lebih keras sebelum Arga menanggapi. 


"Tidak.. Tidak.. Tenanglah. Aku bukan terkejut tentang uangnya. Aku sungguh menikmati. Aku terkejut karena aku senang. Aku senang dapat membantu sekian banyak imigran." Dengan suara santai namun meyakinkan, Arga berbicara kepada wakil kepala negara. 


Jawaban Arga sungguh melegakan wakil kepala negara. Sebab ini baru hal pertama, belum tentang yang akan tetap tinggal dan Arga harus membayat semua visa dari para imigran gelap yang memutuskan tetap tinggal. 


"Tidak dapat aku bayangkan, kekuatan seperti apa yang akan aku miliki sebentar lagi." Arga membatin setelah menjawab ucapan dari wakil kepala negara. 


****


Siska yang kini sampai di Springfield, mencari informasi-informasi tentang keberadaan Arga kepada banyak orang. Tetapi tetap saja, tidak menemukan jejak dari Arga. 

__ADS_1


Sedangkan ponsel Arga tetap tidak dapat di hubungi. Sebab, Siska hanya memiliki nomor yang kini jarang di aktifkan oleh Arga. 


"Jika hanya seperti ini, aku tidak akan bisa menemukan Arga. Dengan terpaksa aku harus menghubungi para wanita yang dekat dengan Arga." Siska membatin saat termenung di dalam mobilnya. 


"Aku mungkin hanya bisa mendapatkan nomor Adline dan Kate. Siapa yang tidak kenal dengan Adline, si pengacara muda hebat. Siapa juga yang tidak kenal dengan kepala Kepolisian Negara bagian California." Siska membatin dan menyebut nama Adline dan Kate yang juga di kira oleh Siska sebagai wanita yang juga dekat dengan Arga. 


Setelah berpikir demikian dan menelpon Adline, Siska segera menuju ke bandara supaya dapat cepat sampai di Sacramento. Siska tidak banyak bicara kepada Adline di telepon. Sebab, Siska tidak percaya kepada Adline dan khawatir akan di tipu oleh Adline tentang keberadaan Arga. 


Sedangkan Adline sebenarnya ingin menanyakan keberadaan Arga kepada Siska saat Siska telepon. Tetapi karena telepon di tutup, Adline tidak sempat menanyakannya kepada Siska. 


** 3 jam 30 menit kemudian **


"Aku sudah sampai di depan rumahmu." Siska berbicara kepada Adline melalui telepon. 


Klack.. Klack.. Suara pintu yang sedang membuka kunci. 


"Di mana Arga!! Kau sembunyikan di mana!! Kenapa Arga sampai berhari-hari tidak dapat di hubungi!! Cepat katakan di mana Arga." Dengan segera Siska mendorong pintu rumah Adline sesaat kuci sudah terbuka. Dorongan Siska terhadap pintu, sampai membuat Adline terjatuh. 


"Tidak bisakah kau bertingkah sopan di rumah orang lain!!" Adline berbicara sambil berdiri dari lantai. 


"Bagaimana aku bisa ber.." Siska berbicara dengan berteriak kepada Adline lalu tiba-tiba berhenti berbicara. 


Bruuuuuaakk.. Tiiiiaaarrr… Tiiiiiaaarrrr… Suara Siska terjatuh dan membentur meja hingga menjatuhkan guci yang berada di atas meja. 


Dengan cepat Adline menendang perut Siska sampai Siska terjatuh saat Siska tetap tidak mau berbicara dengan sopan meski Adline telah memintanya. 

__ADS_1


__ADS_2