Sistem Kuadrilliun Imigran Gelap

Sistem Kuadrilliun Imigran Gelap
Jalan Masing-masing


__ADS_3

Beberapa prajurit Julio yang terakhir turun mendapat efek ledakan. Begitu juga dengan Julio, mendapatkan efek dari ledakan rudal yang menghantam helikopter. Bahkan punggung Julio tertusuk oleh serpihan logam yang hampir menusuk paru-parunya. Beruntung Julio mengenakan rompi anti peluru. Sehingga logam tajam tersebut tertahan oleh rompi. 


"Bagaimana dengan mereka?" Bella berucap saat mengikuti Arga yang terus berlari. 


"Tujuanku dan Julio berbeda, meski memiliki target yang hampir sama. Jadi, kerja sama antara aku dan Julio telah berakhir dengan kegagalan hari ini." Arga berucap dengan terus berlari sambil mencari tempat yang aman. 


****


Dor.. Dor.. 


Dor.. Dor.. Dor.. 


Dor.. Dor.. Dor.. 


Suara baku tembak terdengar saat Arga baru sampai di tempat aman, yaitu sebuah gudang kosong yang gemboknya berhasil di putus oleh Arga. 


Arga yang sebenarnya marah kepada Julio karena tidak di perbolehkan bergerak tidak sesuai rencana. Padahal Arga sebelumnya sudah mengetahui nama-nama semua pimpinan wilayah kelompok TP&P. Dengan kegagalan hari ini, pasti akan lebih mempersulit Arga untuk bertindak. Oleh sebab itu Arga tidak berniar membantu Julio karena menganggap kerjasama mereka telah berakhir dan Arga tidak memiliki kewajiban untuk membantu Julio. 


Tetapi Bella terus menatap Arga supaya Arga mau berubah pikiran atau setidaknya mengijinkan Bella untuk membantu Julio. Namun Arga tidak menggubris pandangan harapan dari Bella. 


"Setidaknya ini ucapan terimakasih yang kamu berikan karena bisa memiliki informasi dan nama-nama orang-orang yang terlibat dalam pembunuhan ibumu. Bukankah selama ini kau tidak bisa mencari petunjuk sedikitpun. Tetapi saat kau mengenal Julio, kau bahkan memiliki nama-nama mereka semua secara lengkap. Jika dia tewas, kau tidak akan bisa mengucapkan terimakasih padanya. Jika kau tidak mau membantunya karena masih marah kepadanya, setidaknya ijinkan aku yang membantunya." Bella berusaha merayu Arga supaya mengijinkan Bella membantu Julio. 


Cukup lama Arga berfikir untuk mengijinkan Bella. Hingga tembakan semakin intens terdengar yang menandakan semakin banyak yang di hadapi Julio. Bella terus saja memandang Arga dengan penuh harap. 


"Baiklah, ayo kita bantu mereka." Hampir bersamaan dengan ucapan yang terakhir, Arga berlari dengan cepat mengarah ke pusat terdengar ya tembakan. 

__ADS_1


"Ayo kita berkompetisi, siapa yang lebih banyak menghabisi mereka." Arga menantang Bella untuk adu cepat membunuh mereka dan segera mengeluarkan pistolnya. Sedangkan Bella mengeluarkan pisau lemparnya dan paku yang berada di balik mantelnya. Senjata favorit Bella karena dapat menyerang dengan sunyi. 


****


Dor.. 


"Satu." Arga mulai menghitung saat tembakannya dari jarak jauh dapat mengenai sasaran. Jarak jangkau lemparan yang tidak bisa terlalu jauh, menjadi titik lemah senjata favorit Bella. 


Setelah Arga berhasil menembak salah satu orang dari arah samping, kini fokus tentara dan polisi yang menyerang Julio terpecah menjadi dua sisi. Arga dan Bella diam sejenak di balik dinding. 


"Mereka bukan orang yang terlibat di hotel tadi. Jangan bunuh mereka, sebab mereka tidak bersalah apapun." Arga berbucara kepada Bella. 


"Tapi kau tadi sudah membunuh satu."


Taaak.. Suara ketukan di kepala Bella. 


"Iya tidak tahu.. Tapi jangan mengetuk kepalaku juga..?" Bella mengeluh karena kepalanya di ketuk oleh Arga. 


"Itu karena aku sudah lama tidak mengetuk kepalamu." Arga menjawab dan mulai maju mendahului Bella untuk menyerang. Sasaran tembak yang Arga bidik adalah tempat-tempat yang tidak membahayakan nyawa namun dapat melumpuhkan serangan para tentara dan polisi yang menyerang Julio. 


Arga dan Bella seolah seperti sepasang dewa dewi perang saat menghadapi puluhan polisi dan tentara. Tidak ada tembakan yang meleset dari Arga dan Bella. Arga juga dapat menghindari peluru yang mengarah padanya. Jarak yang cukup, membuat Arga lebih leluasa untuk melakukan tembakan dan mendapatkan waktu untuk menghindar dari peluru yang terlihat memiliki kecepatan seperti sebuah tetesan air hujan di mata Arga. 


Arga dan Bella menyerang dengan terus bergerak mendekat ke arah Julio berada. Luka Julio sebenarnya tidak terlalu parah, tetapi jika Julio salah bergerak, bisa-bisa logam yang menancap di punggungnya mengenai paru-paru. Saat Arga sampai di tempat Julio berada, Arga mencabut logam yang menancap di punggungnya. Sedangkan anak buah Julio mencari kendaraan yang dapat membawa mereka semua. 


Saat baku tembak terjadi, Arga meminta semua tim dari Julio cepat meninggalkan pertempuran dan menaiki sebuah truk yang di dapatkan oleh salah satu anak buah Julio. Truk tersebut di parkir di tempat yang tidak terlihat oleh para tentara dan polisi yang menyerang. 

__ADS_1


Sedangkan Arga dan Bella terus menyerang supaya para polisi dan tentara tetap mengira jika tim dari Julio tetap berada di sana. Sedangkan tim dari Julio telah pergi beberapa menit yang lalu. Mereka mengangkut semua tim mereka ke dalam truk bak tertutup. 


Saat Arga sudah yakin jika tim dari Julio sudah jauh, baru Arga dan Bella berlari meninggalkan tempat tersebut. Lari Arga yang dapat sekencang citah, dengan cepat menghilang di berbagai keramaian warga kota chicago. 


****


Siaran di semua stasiun TV yang menayangkan penyerangan di aula hotel, membuat Lawndoski dan Lukman mengetahui jika Arga berada di Chicago. Bahkan Pitter pemilik sistem mafia yang baru turun dari pesawat di bandara New York, langsung mengetahui keberadaan Arga yang berada di Chicago. Dengan segera mereka bertiga dari tempat masing-masing pergi ke Chicago. Begitu juga dengan Siska yang mencari keberadaan Arga, juga pergi menuju Chicago. 


**** 


"Kita sekarang akan pergi kemana? Semua kamera di jalan, akan mengenali kita." Bella berucap kepada Arga saat berlari di jalan sempit permukiman penduduk. 


"Tidak perlu khawatir akan hal itu, asal kita selalu berpindah tempat setiap hari dan menghindari jalan besar, aku rasa tidak akan ada yang bisa mendeteksi kita." Arga menjawab pertanyaan Bella. 


"Baiklah, asal kita tidak di sergap dengan puluhan tentara di ruangan sempit, aku rasa kita masih bisa lolos." Bella berucap dengan santai. 


Hingga di sebuah jalan, Arga menemui rumah yang akan di jual. Hal itu menandakan jika rumah tersebut kosong. Arga dan Bella menuju rumah tersebut untuk beristirahat dan menyusun rencana kembali untuk membalas kematian ibu Arga. 


Tlululululululut… Tlululululululut… Tlululululululut… suara handphone Arga berbunyi. 


"Hallo. Kau ada di mana? Bagaimana keadaanmu? Aku akan mengutus orang ku untuk menjemputmu." Julio dengan segera berbicara setelah Arga mengangkat telponnya. 


"Aku baik-baik saja. Kau tidak perlu mengirim orangmu untuk menjemputku. Sebab menurutku, kerjasama kita telah selesai bersamaan dengan gagalnya serangan tadi. Terlebih lagi, tujuan dan cara kita sebenarnya jauh berbeda. Jadi mulai saat ini, kita bergerak dengan cara kita masing-masing. Semoga kau bisa lebih cepat dariku. Sebab jika kamu lebih lambat, aku pastikan kamu tidak akan dapat memenjarakan siapapun." Setelah Arga mengucapkan kalimat yang terakhir, Arga menutup telpon tanpa menunggu jawaban dari Julio. 


🙏🙏 mohon dukungannya ya... Dengan cara LIKE, COMMENT, KIRIM GIFT dan VOTE SETIAP AWAL PEKAN. Oh iya, jangan lupa... Jadikan FAVORIT😍💕 🙏🙏

__ADS_1


BIAR SEMANGAT LAGI SEPERTI AWAL-AWAL NULIS NOVEL INI.


TERIMAKASIH...


__ADS_2