Sistem Kuadrilliun Imigran Gelap

Sistem Kuadrilliun Imigran Gelap
Edward Dan Rosiana


__ADS_3

"Lukmaaan… Lukmaaan…" Dengan berteriak semakin kencang, kedua orang tersebut kini berhenti untuk melangkah. Sebab mereka sudah semakin merasakan tiupan angin yang semakin keras dan bisa saja jika mereka tetap maju, mereka berdua dapat terseret dampak dari pusaran tornado. 


Meski bukan lingkaran terluar dari tornado, dampak dari pusaran tornado juga meniupkan angin yang sangat kencang. Kedua imigran gelap yang meneriaki lukman, hanya manusia biasa tanpa sistem yang memiliki batas kemampuan. Sehingga sangat memungkinkan mereka akan terseret terbang hanya karena dampak dari pusaran tornado. 


Saat lukman merasa tornado yang dia buat sudah cukup besar dan dapat menghancurkan bangunan apapun yang dia lewati, maka lukman bersiap untuk maju dan dengan otomatis akan di ikuti oleh tornado yang lukman buat. 


"Kini, matilah kau Arga Litohu bersama dengan wanita si*lan itu." Lukman berbicara kepada dirinya sendiri dengan memandang Arga dan Bella dengan tajam. 


Tetapi lukman merasa heran saat Arga dan Bella tidak memperhatikannya yang memiliki kekuatan yang dapat membahayakan nyawa Arga dan Bella. Tetapi Arga dan Bella menoleh ke arah kanan belakang, sehingga membuat Lukman mencari tahu apa yang membuat perhatian Arga dan Bella teralihkan. 


"Edward..? Rosiana..?" Lukman bergumam saat melihat kedua sosok orang yang sedang berteriak tetapi lukman tidak dapat mendengarnya serta melambai-lambaikan tangan ke arahnya. Kedua sosok orang yang juga membuat perhatian Arga dan Bella teralihkan. 


Mengenali kedua orang tersebut, dengan segera lukman menghempaskan tangannya seperti merentangkan tangan lalu meniup sekencang-kencangnya ke arah atas pada inti torpedo. Dengan sekejap, torpedo itu menghilang beserta hujan yang mereda. 


Awan gelap juga berangsur-angsur terpecah dan menghilang dari langit sekitar kediaman tuan Jonathan. Sinar matahari kembali menyinari area tersebut. 


Setelah meredakan semuanya, lukman berlari menuju kedua orang tersebut. Begitu pula sebaliknya, kedua orang tersebut juga berlari menuju lukman. Hal tersebut berhasil membuat Arga dan Bella.


"Apa sebenarnya ini..? Semuanya tiba-tiba selesai.. Dua imigran tersebut yang menghentikannya hanya dengan memanggil nama pemilik sistem itu..!" Arga berbicara kepada Bella yang juga tidak kalah terkejutnya dengan apa yang di rasakan Arga. 

__ADS_1


Tanpa menurunkan kewaspadaan, Arga dan Bella tetap memperhatikan apa yang akan terjadi ketika mereka bertiga sudah saling bertemu. 


"Edward.. Rosiana.. Kalian masih hidup..?" Dengan cepat lukman menyapa dan memeluk keduanya. 


"Kau sudah dewasa sekarang. Apa yang kau lakukan..? Bagaimana bisa kau berada di pusaran tornado..? Dan.. Bagaimana caramu dapat menghilangkan tornado itu..?" Edward berbicara kepada Lukman yang kini terlihat bingung untuk menjawab pertanyaan Edward. 


Edward dan Rosiana adalah nelayan pasangan suami istri. Edward adalah kakak kandung dari Lukman. Edward yang sedang berlayar bersama istri dan anak buah kapal lainnya, menghadapi cuaca buruk saat berlayar. Sehingga perahu mereka karam. 


Para kru kapal yang selamat, terombang-ambing sampai memasuki perbatasan laut Amerika. Sehingga mereka di amankan dan di tuding sebagai imigran gelap. 


"Jangan hiraukan hal tadi. Tadi hanya sebuah keberuntungan bagiku dapat lolos dari tornado. Sekarang jelaskan padaku, bagaimana bisa kau berada di sini dan apa yang kalian lakukan? Kami semua penduduk desa, mengira jika kalian yang hilang telah tewas dan tenggelam di lautan." Lukman berbicara kepada Edward dan Rosiana. 


"Saat kami terombang-ambing, kami di selamatkan oleh militer Amerika. Tetapi bukannya kami di pulangkan. Kami di anggap sebagai imigran gelap. Sehingga kami di tempatkan di penampungan imigran gelap yang tidak lebih baik dari pada kematian di laut. Tetapi kini, dewa penolong telah tiba. Entah bagaimana dan apa yang dilakukan oleh Arga Litohu sehingga kami di bebaskan." Edward menjawab pertanyaan Lukman yang wajahnya terlihat terkejut. 


"Ya.. Dan sekarang kami kemari untuk mengambil uang yang di bagikan Arga Litohu dengan cuma-cuma untuk bekal kami membangun usaha atau apapun dari kami semua para imigran gelap dan juga yang di anggap imigran gelap. $50.000 uang yang di bagikan Arga Litohu untuk setiap orang. Orang super kaya yang sangat baik hati." Rosiana menambahkan cerita Edward dengan menggebu-gebu. 


"Apakah kalian sudah pernah bertemu dengan orang yang bernama Arga Litohu..?" Dengan suara satu karena terkejut, Lukman bertanya kepada Edward dan Rosiana. 


"Kami akan bertemu sebentar lagi. Kami sedang di tunggu di kediaman wakil kepala negara. Tetapi kami pernah melihat foto Arga Litohu dan juga pernah melihatnya di berita." Edward menjawab pertanyaan Lukman. 

__ADS_1


"Apakah orang yang di sana yang kalian kenali sebagai Arga Litohu..?" Lukman berbicara sambil menunjukkan ke arah Arga dan Bella. Mendapati lukman menunjukkan ke arah mereka, Arga dan Bella semakin waspada. 


Sedangkan Edward dan Rosiana menjawab pertanyaan Lukman dengan jawaban singkat "ya.." Lalu mereka berdua jalan menuju tempat Arga dan Bella berada serta meninggalkan lukman di sana sendirian hanya untuk dapat brrsalaman dengan Arga Litohu yang mereka berdua anggap sudah menyelamatkan hidupnya dari kesengsaraan dan ketakutan di penampungan. 


Edward dan Rosiana langsung mengucapkan terimakasih tanpa henti-henti kepada Arga Litohu yang dia ketahui adalah orang yang mengeluarkannya dari penampungan imigran gelap. 


Kini lukman bingung untuk menanggapi situasi ini. Arga Litohu yang di anggap lukman sebagai orang yang berharga jika berhasil lukman bunuh. Kini menjadi dewa penolong bagi saudara kandung dan iparnya. 


"Apa yang harus aku lakukan..? Dia musuh penolong saudaraku.. Apakah aku harus tetap mengincar kepalanya..? Apakah pantas aku melakukan itu kepada orang yang menyelamatkan saudaraku." Lukman berfikir dengan kebimbangannya. 


"Lukman, kemarilah. Ini adalah dewa penolong kami. Berkenalan padanya." Karena Edward yang memuntanya, secara perlahan melangkah mendekat kepada Edward dan Rosiana yang sekarang sedang berbincang dengan Arga. 


"Lukman.. Cepat se sini." Edward memaksa Lukman untuk bisa berkelanan dengan Arga Litohu. 


"Apa aku harus ke sana..? Dan menyalami Arga Litohu dengan senyum ramah..?" Kaki Lukman terasa kaku untuk melangkah karena malu terhadap Arga. Rasa malu Lukman mengalahkannya, sehingga Lukman pergi dan berlari meninggalkan tempat tersebut dengan cepat atas bantuan dari tiupan anginnya. 


"Lukman.. Kau mau kemana..?" Edward bertanya dengan berteriak saat melihat lukman pergi menjauh. 


"Kita akan bertemu kembali di desa. Tunggulah aku di sana." Lukman menjawab dengan terus berlari menjauh. 

__ADS_1


"Apakah ini sudah berakhir..?" Arga yang melihat hal itu, kini mengerti dengan situasi yang terjadi. Arga menanggapi situasi tersebut dengan senyum lega hingga Arga terduduk di aspal basah dan penuh lumpur katena terjangan hujan dan tornado buatan Lukman. 


"Aku rasa demikian." Bella menanggapi ucapan Arga dengan rasa lega juga. 


__ADS_2