
Meski ada Siska di sampingnya, Arga tetap tidak menghiraukannya dan Arga tetap menenggak minumannya dengan terus meneteskan air mata yang tanpa bisa di tahan oleh Arga dan terus keluar dengan sendirinya. Penyesalan karena menganggap hal tersebut adalah kesalahan Arga sendiri.
"Aku di sini supaya kau tidak terus bersedih dan terus meminum alkohol. Bagaimana caraku agar aku dapat sedikit menghiburmu?" Siska berbicara kepada Arga yang masih terus menenggak minuman.
"Kau ingin menghiburku!!" Arga berbicara dengan melirik Siska dingin, yang di jawab dengan anggukan oleh Siska.
Mendapati Siska mengangguk dengan kesungguhan. Arga meletakkan minuman beralkoholnya dan mencium bibir siska. Dengan lembut Siska membalas ciuman Arga, serta berharap dapat mengurangi kesedihan Arga. Mendapati Siska membalas ciumannya dengan lembut, tangan Arga mulai bergerak ke arah balon Siska yang masih berada di dalam kemeja.
Dengan lembut Arga terus menggenggam dan meremas salah satu balon Siska. Ciuman di bibir mulai di lepas dan secara perlahan merambat ke leher Siska, sedangkan tangan Arga mulai merambah membuka kancing-kancing kemeja Siska. Sedangkan Siska hanya diam dan menikmati tubuhnya di jelajahi oleh Arga dengan lembut. Perlahan, satu persatu kain yang menutupi tubuh atas Siska mulai di buka oleh Arga tanpa melihat dan terus menciumi leher, pipi dan bibir Siska. Saat kedua balon sudah terbuka, dengan liar Arga mulai menyergap kedua balon Siska.
******* kenikmatan mulai terdengar keluar dari mulut Siska. Kini Siska di minta berdiri dari duduknya dan Arga kembali menyergap kedua balon Siska dan perlahan mulai naik kembali untuk mencium bibir lembut Siska. Tangan Arga mulai merambah untuk membuka rok selutut yang di kenakan Siska. Mendapati ciuman di bibirnya kembali, kedua tangan Siska mulai memeluk Arga dalam berdirinya.
"Maafkan aku, aku masih belum bisa dengan kondisi sekarang. Dan terimakasih sudah sedikit menghiburku. Setidaknya, walau sebentar. Rasa penyesalan sempat hilang dalam pikiranku. Aku sebaiknya beristirahat." Arga tiba-tiba menghentikan penyergapan terhadap tubuh seksi Siska yang baru Arga mulai. Kenikmatan yang sudah di sajikan, Arga hentikan dengan tiba-tiba.
"Maafkan aku.. Aku mencintai Bella. Tapi aku juga mencintaimu. Aku tidak seharusnya melakukan ini, terlebih hanya karena pelampiasan kesediahan." Arga berbicara dengan mengecup lembut kening Siska lalu menyelempangkan kemejanya kembali ke tubuh Siska.
"Sebaiknya aku beristirahat." Arga berbicara dengan menggosok kepala Siska lalu berpaling meninggalkan Siska yang hanya diam mematung dengan wajah memerah dan senyum kecil di bibirnya karena ucapan Arga yang mengatakan jika Arga juga mencintai Siska.
****
"Ada berapa imigran di negara bagian texas?" Arga bertanya kepada Roby yang sudah menunggunya di depan kamar Arga.
__ADS_1
"Ada 1762 tuan. Mereka semua berada di penjara yang terletak di kota McAllen."
"Mancini belum sembuh?"
"Tentu saja belum tuan, baru 1 hari. Mana mungkin patah tulang bisa sembuh 1 hari. Aku yakin kemarin dia menerbangkan helikopter dengan rasa sakit luar biasa."
"Baiklah, kita menuju bandara." Mereka berjalan menuju lift untuk ke lantai LG dan mengambil mobil. Saat Arga, Roby dan beberapa pengawal Arga di dalam lift. Bunyi lift akan membuka pintu terdengar, lantai masih berada di lantai 9. Saat pintu lift terbuka, Roby dan pengawal lainnya sangat terkejut. Sebab yang berada di luar Lift adalah Mancini yang sudah nampak sehat dan berjalan menuju ke dalam lift dengan normal.
"Tuan.. Terimakasih.. Kakiku kembali normal saat aku bangun tidur." Mancini berbicara denga memeluk Arga yang berada di dalam lift bersama Roby dan pengawal yang lain.
Melihat hal mengejutkan terjadi kepada Mancini. Arga segera keluar dari lift tersebut dan berlari menuju lift lain, yang akan menuju ke atas. Dengan segera Arga kembali naik menuju kamar Bella.
Braaak.. Suara pintu kamar Bella terbuka dengan keras. Dengan segera Arga menuju ke ranjang tempat Arga meletakkan Bella. Hal berbeda terjadi, tidak ada keajaiban seperti yang terjadi pada Mancini. Bella tetap berbaring tanpa detak jantung dan tanpa nafas. Melihat hal tersebut, Arga kembali keluar kamar di mana Roby, Mancini dan pengawal yang lain menunggu di depan kamar Bella.
"Tuan, kita akan kemana? Maaf tuan, sepertinya saya belum bisa berjalan terlalu cepat. Sebab setelah saya berlari mengejar tuan tadi, kaki saya terasa ngilu lagi." Mancini yang belum mengetahui rencana Arga, bertanya dengan mengimbangi Arga yang sedang berjalan dengan cepat menuju lift.
"Kita akan ke penjara pengadilan McAllen yang sedang mengurung para imigran resmi yang di anggap imigran gelap karena kehilangan paspor dan dokumen mereka." Arga menjawab Mancini serta memperlambat jalannya karena Mancini masih mengeluh sedikit sakit di kakinya.
Sedangkan Roby dan pengawal yang lain membatin atas keajaiban yang di alami Mancink. Meski Mancini sempat mengatakan ada sedikit rasa ngilu di kakinya setelah berlari, tetap saja sembuh dari patah tulang dalam 1 malam adalah hal ajaib bagi mereka bahkan bagi dunia kedokteran.
****
__ADS_1
Tlulululululut.. Tlulululululut.. Tlulululululut.. Tlulululululut.. Suara handphone Arga berbunyi saat Arga baru sampai balkon. Terlihat foto David di layar handphone Arga.
"David..!!" Arga membatin saat mengenali foto yang muncul di layar handphone. Arga memilih membiarkannya dan tidak mengangkat telepon David.
Arga yang masih menunggu Mancini menyiapkan penerbangan, handphone Arga kembali berbunyi dan memperlihatkan foto David di layar handphone. Setelah beberapa kali handphone Arga berbunyi karena David terus menelponnya. Meski ragu, akhirnya Arga mengangkat telepon David yang merupakan ayah dari Adline.
"Hallo..?"
"Arga Litohu.. Syukurlah kamu masih mau mengangkat teleponku." David segera berbicara saat mengetahui ketika Arga mengangkat teleponnya.
"Bagaimana kabarmu? Hal pertama yang ingin aku sampaikan, aku ingin meminta maaf kepadamu karena pernah berucap kasar kepadamu dan hal-hal yang tidak menyenangkan. Aku minta maaf." David segera kembali berbicara kepada Arga dengan sedikit basa-basi menanyakan kabar arha.
"Apa yang kau mau dariku?" Arga berbicara dengan dingin kepada David.
"Kau tetap tidak ingin berbasa-basi dan langsung menuju pokok pembicaraan. Baiklah, aku akan langsung menuju pokok pembicaraan."
"Aku ingin kau hari ini ke Sacramento dan mengunjungi Adline." Setelah diam beberapa saat, David kembali berbicara kepada Arga.
"Apakah hanya itu yang kau sampaikan?"
"Ya, ak."
__ADS_1
"Maaf, hari ini aku sangat sibuk, aku tidak bisa ke Sacramento." Arga memotong pembicaraan David dan langsung menutup teleponnya.
Setelah Arga menutup telepon dari David, Arga naik ke helikopter untuk terbang menuju ke McAllen.