
(Di laut Tijuana River, 200km dari bibir pantai Border Field State Park ada sebuah kapal ditumpangi oleh 60 imigran telah terkatung-katung selama 2 hari tanpa arah karena bahan bakar kapal mereka telah dikuras oleh oknum petugas yang kejam. Tugas… Menyelamatkan kapal tersebut beserta seluruh penumpangnya. Hadiah misi, tidak tersedia karena transaksi yang digunakan melompati batas level. Hukuman tidak menyelesaikan misi, akan kehilangan 20 poin skil. Waktu, tidak ada batas waktu. Kecepatan penyelesaian misi akan ditambah secara kumulatif dan tidak boleh melebihi 24 jam dari awal misi.)
"Laut Tijuana River berada di barat San Diego. Baiklah aku akan cepat pergi ke sana. Aku harus cepat menuju kamar Elena supaya aku bisa cepat terbang. Jika gagal, aku mendapat pengurangan poin lebih besar. Untung misi ke 3 dan misi ke 4 sudah selesai tanpa aku sadari, jika tidak, aku yakin hukumannya pasti pengurangan poin yang lebih besar." Dengan segera, Arga menuju Hotel bandara dan menuju kamar Elena.
Ketika Arga sudah sampai di depan pintu kamar Elena, Arga sempat ragu untuk masuk. Meski Arga yang sudah memiliki kode kamar dan dapat bebas masuk ke kamar Elena kapan saja. Arga berdiam diri di depan pintu kamar Elena cukup lama hingga hampir 2 menit. Tetapi karena Arga ingat dengan misi yang sedang dia jalani, Arga dengan segera masuk ke kamar Elena. Terlihat Elena sedang tertidur dengan tanpa mengenakan selimut. Sebab suhu di zapata cukup panas di bulan ini. Suhu di Semua wilayah selatan USA kini sangat panas karena memasuki musim panas.
Lampu yang masih gelap membuat Arga hanya mengetahui jika Elena sedang tertidur di ranjang dan hanya terlihat seperti bayangan. Arga mencoba memanggil Elena dari jarak yang tidak terlalu dekat. Ketika Elena terbangun dan menghidupkan lampu, terlihat Elena yang berdiri setelah menghidupkan lampu hanya mengenakan baju tidur transparan. Sehingga memperlihatkan pakaian dalam yang dikenakan Elena.
"Hai, kau sudah datang..? Maaf aku tidak menunggumu dan tertidur, aku kira kamu tidak mau kemari." Elena berbicara dengan sedikit kesadaran karena mata yang masih ngantuk berat. Arga tidak menjawab pertanyaan Elena. Tanpa disadari, Arga sedang memperhatikan lekuk tubuh Elena yang terlihat karena Elena mengenakan baju transparan.
Wajah Elena seketika menjadi merah saat mengetahui Arga memperhatikan yang lain. Elena baru ingat jika dirinya telah berganti pakaian saat mengira Arga tidak akan datang. Untuk mengurangi rasa malu yang sudah terlanjur terjadi, Elena pura-pura tidak menyadari jika dirinya sedang salah pakaian. Lagi pula, sejak awal Elena memang sudah mengundang Arga ke kamarnya. Tentu ketika Elena sudah mengundang pria ke kamarnya, Elena sudah siap dengan segala hal yang akan terjadi.
Kini Arga seolah terhipnotis dengan pemandangan eksotis yang ada di depannya. Tanpa dapat di kontrol, otot Arga yang di bawah menegang dan Arga yang merasakannya tanpa bisa mengendalikan, menjadi mematung di tempatnya berdiri. Rasa penasaran dan ketertarikan Arga kepada Elena sejak awal, membuat Arga berfantasi seperti biasanya.
__ADS_1
Tetapi kalimat dalam fantasi Arga kini terucap dengan sendirinya. Rayuan-rayuan dalam fantasi Arga terucap tanpa dapat Arga kendalikan.
"Sial, ini pasti karena skill merayu. Sehingga mulutku berbicara sesuai dari fantasiku." Arga membatin dalam pikirannya.
"Apakah kau punya minuman, aku sangat lelah. Dan tolong siapkan penerbangan menuju San Diego, kita akan terbang secepat mungkin." Arga meminta minuman dan berbicara sesuai dengan fantasi Arga. Dan semua pembicaraan yang di lakukan Arga merupakan fantasi sekejap Arga. Tanpa rasa curiga, Elena mengambil minuman yang di minta Arga dan akan menelpon petugas yang sedang bertugas.
Tetapi saat Elena memberikan minumannya, tangan Arga tidak meraih minuman yang di julurkan tangan Elena. Arga menyentuh kulit punggung tangan Elena dengan lembut dan terus menjalar hingga ke lengan Elena. Tanpa ingin memberontak, Elena membiarkan Arga yang sedang menyentuh kulitnya lengan tangannya dengan lembut. Kini Arga hanya menyisakan jarak tidak sampai satu langkah dari Elena. Tangan Arga yang satu lagi kini juga mulai menyentuh kulit tangan Elena yang lain dengan sentuhan lembut menjalar ke lengan sampai ke pundak Elena dan terus menjalar ke punggung Elena.
Hingga kini Arga mulai mencium bibir Elena tanpa penolakan. Elena yang memejamkan mata sejak tangan Arga meraba punggungnya, kini telah membiarkan Arga untuk melakukan suatu hal yang mungkin belum pernah di alami Elena.
Elena yang mendapati sentuhan di bibirnya, membiarkan begitu saja semua mengalir tanpa menolak. Elena hanya mengimbangi apa yang di lakukan Arga. Bahkan saat Elena telah merasakan sentuhan tangan Arga yang berusaha melepaskan baju transparannya dari atas ke bawah. Kini Elena mulai membalas ciuman Arga dengan lebih agresif saat Elena telah mendapatkan kenikmatan.
Tangan Arga kini mulai menyentuh daerah sensitif Elena sampai mereka berdua kini sudah berada di ranjang dan saling memberikan kenikmatan yang sama-sama mereka lakukan untuk pertama kalinya. Hal pertama tidak dapat di katakan lama. Sebab dengan sekejab Arga telah memuntahkan sesuatu yang baru pertama kali Elena lihat secara langsung.
__ADS_1
Setelah muntahan tersebut, Arga berbaring ke sebelah Elena dan melihat langit-langit. Arga tidak menyangka akan melakukan hal itu karena skil merayu yang dia tambahkan. Elena kini berbaring dengan memeluk Arga setelah merasakan perih di bagian bawah.
Mereka berdua yang sama-sama diam dan dengan sekali-kali memberikan ciuman hangat. Elena memulai pembicaraan dengan menanyakan apakah Arga jadi akan ke San Diego. Arga hanya menjawab dengan anggukan karena masih merasakan kenikmatan yang baru saja dia rasakan. Setelah Elena menelpon petugas yang sedang bertugas dan meminta untuk menyiapkan penerbangan ke San Diego, Elena kembali berbaring di sebelah Arga dan mengatakan jika mereka masih memiliki waktu 40 menit lagi.
Mendengar perkataan Elena yang memiliki arti ganda. Antara memberi informasi sebenarnya dan sebuah informasi jika mereka masih dapat melakukan sekali lagi. Sebab Elena memang masih belum mencapai puncaknya dan masih bergairah.
Arga yang telah merasakan kenikmatan, mulai melancarkan serangan kembali kepada Elena. Dan serangan kedua kini Arga lebih perkasa hingga Elena benar-benar terpuaskan.
Saat mereka telah selesai, dengan terburu-buru Arga bersiap dan meminta Elena juga bersiap dengan cepat. Kini mereka jalan menuju pesawat dan Elena meminta Arga untuk jalan melewati jalur yang lain, sebab Elena harus melewati jalur khusus untuk pramugari dan pilot, sebab pesawat masih dalam posisi terparkir.
Terlihat Elena yang sudah menaiki pesawat, menuju ke tempat penumpang jet naik sesuai aturan bandara.
Ciiiiiiiinnnnngggggg… … … doooommmm… … Duuuuuaaaarrrr… … suara sebuah drone menabrakkan diri ke jet yang akan Arga tumpangi. Ledakan besarpun terjadi ketika sebuah drone besar menabrakkan diri ke jet yang akan di tumpangi Arga dan yang telah di naiki oleh pilot dan juga Elena. Sontak kejadian tersebut sangat menggemparkan bandara kota sapata di dini hari yang sepi.
__ADS_1