Sistem Kuadrilliun Imigran Gelap

Sistem Kuadrilliun Imigran Gelap
Demo Besar


__ADS_3

Rekaman dan bukti-bukti tentang penyalahgunaan wewenang serta pembunuhan terhadap petinggi organisasi tersembunyi serta pembunuhan terhadap para imigran gelap, menjadi publik di negara itu geger. Hal itu membuat banyak pihak-pihak bergerak untuk melakukan tekanan kepada kepala negara. Tekanan semakin besar ketika organisasi internasional juga mendesak supaya adanya upaya hukum untuk mengadili pemimpin negara. 


Bukti-bukti yang di tunjukkan oleh jendral Julio benar-benar membuat kepala negara terpojok dan tidak dapat memiliki celah lagi untuk mengelak. 


Malam itu menjadi malam yang sangat panjang bagi kepala negara. Sebab banyak pihak yang memintanya untuk mengkonfirmasi kebenaran atas bukti-bukti yang di tunjukkan Jendral Julio. 


****


Kini Arga dan lainnya telah keluar dari kota Springfield dan menginap di sebuah hotel di jalan antar kota. Di sana Arga dan lainnya beristirahat untuk memulihkan kondisi Arga dan Bella yang sudah tergorsir. Bahkan Arga terlihat sangat lemah dan lemas. 


****


"Kini apa yang harus aku lakukan selain mengundurkan diri dan membiarkan proses hukum berjalan..?" Saat sudah pagi, Pemimpin tertinggi yang merupakan kepala negara berbicara kepada orang-orang kepercayaan. Tekanan yang semakin kencang dari publik, membuat pemimpin tertinggi dan orang-orang terdekatnya tidak memiliki cara untuk menghindar. 


"Memang tidak ada cara untuk menghindar tuan, tetapi akan selalu ada cara untuk meringankan." Salah seorang pengacara pribadinya memberikan masukan kepada pemimpin tertinggi kelompok TP&P yang juga merupakan kepala negara. 


"Baiklah, siapkan jumpa pers jam 9 pagi ini. Aku akan mengundurkan diri dari jabatanku." Kepala negara berucap kepada orang-orang kepercayaannya. Mereka yang tidak memiliki solusi lebih baik, hanya diam membisu. 


Keputusan yang benar di lakukan oleh kepala negara karena kini massa mulai berkumpul di jalan untuk melakukan demo dadakan. Kerumunan yang semakin besar, membuat pihak kepolisian harus membubarkan ya karena mereka tidak memiliki ijin keramaian untuk melakukan demo. Tetapi hal itu tidak serta merta membuat massa membubarkan diri. Massa terus bertambah hingga puluhan ribu. Bahkan hal ini tidak hanya terjadi di ibu kota. Tetapi juga terjadi di seluruh kota di Amerika. 


Bentrok dan kerusuhan terjadi di setiap kota, hingga pihak kepolisian tidak dapat mengendalikan lagi dan membiarkan massa berjalan menuju titik yang sudah mereka tentukan yaitu kantor cabang dari kelompok TP&P di setiap kota. Mereka menuntut untuk pengunduran diri kepala negara karena telah menodai kepercayaan rakyat. Mereka juga meminta pembubaran kelompok TP&P.

__ADS_1


Massa yang sudah berkumpul dan berdemo di tempat-tempat strategis, mulai kondusif setelah mendapat kabar jika kepala negara akan melakukan jumpa pers. 


****


"Arga, bangunlah.. Ada hal yang harus kamu lihat." Melisa membangunkan Arga yang sedang tidur di sofa. Sebab ranjang di kamar tersebut di tempati oleh Bella dan Melisa. Sedangkan Smith tidur di kamar berbeda. 


Arga di paksa duduk oleh Melisa supaya Arga dapat melihat siaran televisi dengan jelas. Mata Arga yang sebenarnya masih sangat berat, Tiba-tiba terbuka lebar saat Arga masih menunduk lesu. Mata Arga seolah langsung bersinar ketika melihat paha putih mulus dengan bulu pendek halus menghiasi paha Melisa yang hanya mengenakan hot pants. 


"Aku memintamu melihat Televisi, bukan pahaku. Jika kau menginginkannya, kapanpun aku akan melayanimu sepenuh hati." Melisa berbicara dengan suara semakin pelan ketika Melisa berucap akan melayani Arga. 


Arga menelan ludah mendengar ucapan Melisa. Arga yang sudah merasakan kenikmatan wanita, seolah merasa ketagihan untuk menikmati hal yang sama lagi. 


"Tetapi di kamar ini juga ada Bella. Apa kita akan tetap melakukannya di sini?" Melisa berbisik sambil menunjukkan arah belakang tempat ranjang berada saat tangan Arga mulai menjalar ke paha Melisa yang terpampang indah untuk di lihat. 


"Uuuhhh… Hampir saja." Arga membatin setelah melihat Bella masih tertidur pulas. 


"Kita melihat televisi dulu saja." Arga berbicara sambil membenarkan duduknya dan mulai memperhatikan siaran televisi. Sedangkan Melisa hanya tersenyum kecil melihat Arga yang mengurungkan niatnya. 


Terlihat di semua stasiun televisi sedang menyiarkan demo dan kerusuhan di mana-mana karena meminta kepala negara turun dari jabatannya dan menutup organisasi TP&P yang menjadi kedok dan tangan kanan kepala negara. 


"Menurutku ini kesempatanmu untuk mendapatkan keuntungan." Suara Bella mengejutkan Arga yang sedang melihat televisi. 

__ADS_1


"Kenapa kamu mengagetkan ku? Padahal baru saja aku melihatmu masih tidur." 


"Tidak, aku sudah bangun dari tadi. Aku juga mendengar semua yang kamu dan  melisa katakan dari tadi." Bella berucap kepada Arga dan langsung berpindah duduk di sebelah Arga. 


Bella yang juga mengenakan Hot pants, membuat Arga serasa merasakan panas di kepalanya seperti gunung yang siap meledak. 


"Pagi-pagi seperti ini kalian sudah menggodaku dengan menunjukkan paha kalian." Arga berucap kepada Bella dan Melisa. 


Bella berbicara kepada Arga dan memanfaatkan kesempatan ini untuk melobi-lobi orang-orang yang memiliki jabatan di negara ini. 


Etelah Arga terlihat berfikir dengan ucapan Bella, Arga mencari handphonenya untuk menjalankan seperti apa yang Bella usulkan. 


Handphone Arga yang mati karena kehabisan data, harus segera mengisi daya batrainya. Ketika baru mengisi beberapa persen, Arga menghidupkan handphonenya dan kembali melihat televisi yang menyiarkan demo dan kerusuhan di mana-mana. 


Setelah beberapa menit, handphone Arga berbunyi terus menerus. Menandakan ada seseorang yang mengirim pesan dan juga berusaha menelpinnya ketika handphone Arga kehabisan daya. 


Mendapati handphonenya berbunyi berkali-kali, dengan segera Arga mengambil handphonenya untuk melihat siapa yang sudah menghubunginya dan juga mengirim pesan untuknya. 


Terdapat beberapa no handphone tanpa nama di layar handphone Arga. Setelah melihat siapa yang berusaha menelponnya, Arga membuka pesan WhatsApp. 


Arga membuka salah satu pesan yang merupakan nomor asing yang paling banyak menghubunginya. 

__ADS_1


"Aku wakil kepala negara. Aku yakin jika kepala negara akan mengundurkan diri pagi ini. Sehingga aku pasti akan otomatis di angkat menjadi kepala negara. Aku ingin anda menemui saya secepatnya setelah saya di angkat menjadi kepala negara. Saya ingin bekerjasama dengan anda tuan Arga Litohu." Pesan tersebut sungguh mengagetkan Arga. Karena Arga tidak merasa mengenal sosok wakil kepala negara. Tetapi bagaimana bisa dia mendapatkan nomor handphone Arga dan menawarkan sesuatu kepada Arga padahal mereka belum bertemu sebelumnya. 


"Sambil berfikir, Arga terus melihat pesan yang lain dan mulai membuka pesan dari Julio. "Arga Litohu, aku memberikan nomor handphone mu kepada wakil kepala negara dan aku juga sedikit menceritakan tentang keinginan terbesarmu untuk merubah aturan tentang imigran." Pesan dari Julio membuat senyum di bibir Arga dan menjadikannya titik terang atas pertanyaan Arga tentang bagaimana cara wakil kepala negara bisa mengetahui nomornya. 


__ADS_2