Sistem Kuadrilliun Imigran Gelap

Sistem Kuadrilliun Imigran Gelap
Kesedihan Kembali


__ADS_3

Arga benar-benar berjuang habis-hanisan supaya bisa cepat mencapai Mancini. Dengan tekat dan keinginan yang besar, Arga kembali bangkit dan berlari menuju mancini. Hingga beberapa puluh detik demudian arga telah mencapai mancini dengan menghiraukan rasa sakit di sekujur tubuh. 


Dengan segera arga membuka tas yang di bawa oleh mancini. Terlihat di dalam tas terdapat ribuan paspor dan dokumen milik para imigran. Di dalam tas juga terdapat alamat pengirim dan alamat tujuan yang harus di kirim. Ternyata ribuan paspor tersebut akan di kirim oleh Suarez sang pemilik sistem kurir. Saat arga membuka dan menyentuh tumpukan paspor. 


(Misi mencari 2714 paspor dan berkas imigran berhasil. Mendapatkan hadiah skil istimewa keahlian pengobatan kuno permanen. Skil istimewa keahlian pengobatan kuno di aktifkan) 


Setelah Arga membuka notifikasi tersebut, seketika dalam otak Arga seakan penuh dengan segala pengetahuan tentang pengobatan kuno dari berbagai belahan dunia. Merasakan kondisinya yang penuh dengan luka parah, pikiran arga seolah berjalan sendiri dengan penuh pengetahuan untuk menyembuhkan berbagai luka dan menghentikan pendarahan di tubuhnya. 


Arga menjalankan sesuai dengan yang ada dalam pikirannya. Satu jari arga menotok titik-titik tertentu di tubuhnya. Setelah beberapa totokan, darah yang keluar dari luka Arga dalam sekejap berhenti. Setelah pendarahan berhenti, arga kembali melakukan totokan di tubuhnya, dan sedikit melakukan pijatan di bawah ketiak kanan dan kiri di lanjutkan dengan menekan saraf di kepalanya beberapa detik. Hal itu di lakukan untuk menghidupkan sel-sel regenerasi berkali lipat lebih cepat dari kondisi normal. 


Setelah merasa cukup untuk penanganan awal pada dirinya sendiri, arga mulai melihat Mancini. Arga merobek celana Mancini dan melihat kondisi kakinya. Dalam pandangan mancini, seolah kini Arga mengetahui kondisi tulang yang patah dari Mancini hanya dengan melihat bentuk kaki Mancini yang patah dari luar kulitnya. 


Arga memegang kaki Mancini yang patah lalu menanyakan sesuatu kepada Mancini. Di saat Mancini berfikir untuk menjawab dan akan menjawab dari pertanyaan Arga. Bersamaan dengan itu Arga menekan, meremas dan memutar kaki Mancini yang patah. Mancini sedikit terkejut, dengan sedikit berteriak. Akan tetapi Mancini terheran karena sakit yang luar biasa sangat, tiba-tiba mereda dan hanya menyisakan sedikit sakit dan panas seperti sedang di kompres. Bentuk kaki Mancini juga sudah kembali seperti semula. 


Kini Arga yang mendengar nafas Mancini berat dan sesak, Arga merobek baju Mancini dan memegang dada Mancini yang rusuk-rusuknya mengalami keretakan. Dengan hati-hati, kedua tangan Arga di letakkan di masing-masing bawah ketiak, lalu dengkul Arga seperti akan menahan dada Mancini. Baru dengkul Arga menempel di dada Mancini, kedua tangan Arga menekan untuk mengembalikan rusuk Arga seperti semula. Dengan sekejap nafas Mancini kembali normal dan hanya menyisakan sedikit sakit di dadanya. 

__ADS_1


Setelah melihat keadaan Mancini, Arga melakukan totokan yang sama seperti yang di lakukan pada dirinya sendiri supaya sel-sel regenerasi di tubuh Mancini lebih cepat untuk melakukan penyembuhan. Setelah Arga merasa sudah selesai dengan Mancini, dengan segera Arga menuju tempat bella berada. 


Rasa sakit yang sudah jauh berkurang, Arga berlari sekuat tenaga menuju tempat Bella berada. Ketika Arga sudah sampai di tempat Bella. 


"Aaaaaaaa….. Aaaaaaaaa….. Aaaaaaaa……" Arga berteriak sangat kencang saat Arga melihat Bella sudah tidak ada nafas lagi. Bahkan saat Arga menyentuh denyut nadi Bella, sudah tidak ada denyut yang Arga rasakan. Bahkan Arga yang sudah memiliki skil istimewa keahlian pengobatan kuno, tidak merasakan tanda-tanda kehidupan di tubuh Bella. 


"Tiiidaaakkk… Kau tidak boleh mati.. Kau harus tetap hidup.. Kau harus terus melindungiku.." Arga berbicara dengan berteriak dan mengguncang-guncang tubuh Bella. Tetapi tetap saja tidak ada respon apapun dari Bella. Sebab Bella sudah tewas. Tubuh Bella masih hangat, menandakan Bella baru saja meninggal. Arga masih tidak bisa menerima atas tewasnya Bella karena menurut Arga, Argalah yang menjadi penyebabnya. Sebab Arga terlalu lama menyelamatkan Bella. 


"Aaaaaaa… Aaaaaaa… Aaaaaaa… Kau harus hidup… Kau harus hidup… Kau harus hidup…" Arga berteriak tidak dapat menerima kenyataan yang ada dan menotok saraf-saraf di tubuh Bella. Segala cara pertolongan telah Arga lakukan. Arga telah memberikan semua keahlian pengobatannya. Tetapi, tetap tidak ada hasil. 


Dari tempat Mancini berada, mancini hanya bisa menangis mendengar teriakan Arga yang seolah seperti teriakan kesedihan yang dapat membelah langit. Teriakan-teriakan Arga, benar-benar menyayat hati. Mancini berjalan lunglai menuju tempat Arga dan Bella berada. 


"Tuan, bersabarlah… mari kita pulang." Mancini berbicara sambil menggenggam pundak Arga. 


****

__ADS_1


Kini Arga menggendong Bella menuju rumah Suarez untuk pulang menaiki helikopter yang berada di balkon rumah 3 lantai milik Suarez. Tetapi hal mengejutkan bagi Arga dan Mancini saat melihat rumah Suarez yang terdengar suara sorak dari banyak orang. 


"Dia datang.. Dia datang.. Dia datang.." Suara terdengar dari dalam pagar tembok sebelah rumah Suarez. Dengan berjalan waspada, Arga terus berjalan menuju gerbang. Saat Arga masih berjalan dan belum sampai di gerbang, dua puluhan orang keluar dari gerbang rumah Mancini. 


Terlihat pria penuh dengan tato kisaran umur 50an tahun memimpin dua puluhan orang menuju Arga dan Mancini. Mendapati hal tersebut, Arga dan Mancini segera bersikap waspada. Saat dua puluhan orang tersebut sudah dekat dengan Arga dan Mancini, mereka semua memberikan hormat kepada Arga dan Mancini dengan cara membungkukkan badan. 


Arga di buat terkejut di buatnya. Suatu hal yang belum akan terjadi sebelumnya. Bahkan sebagian besar dari puluhan orang tersebut adalah salah satu yang tadinya menuruti Suarez. 


"Siapa kalian dan apa maksud semua ini." Seketika Arga bertanya ketika puluhan orang tersebut membungkuk dan mengucapkan terimakasih. 


"Saya adalah bekas bos dari kelompok ini dan bekas bos dari Suarez. Sebelumnya aku di penjara, karena Suarez masih merasa memiliki hutang budi kepadaku. Tetapi dengan caranya sebelumnya yang menginginkan posisiku dengan paksa, maka saat itulah aku musushnya. Dan setelah kau membunuh Suarez, barulah mereka yang masih setia kepadaku. Membukakanku dan memberikan kursi kepemimpinan padaku."


"Aku tidak peduli dengan hal itu. Ijinkan aku lewat atau.."


"Tidak perlu mengancam. Karena jalan ini milikmu. Silahkan… Dan selama aku masih hidup. Kelompok ini memiliki hutang ratusan nyawa padamu. Maka jika kamu membutuhkan bantuan, hubungi kami. Aku pasti akan membantumu. Bahkan dengan nyawaku."

__ADS_1


"Hmmm... Apakah benar demikian? Baiklah, hal pertama yang aku minta, tolong ambilkan tas berisikan paspor di halaman rumah tempat may*t Suarez berada. Aku tunggu di helicopter." Setelah mengatakan demikian, anak buah dari orang bertato tersebut berlari ke arah tempat pertempuran terakhir suares. Sedangkan Arga yang masih menggendong maya*t Bella, terus berjalan menuju balkon rumah Suarez.


__ADS_2