Sistem Kuadrilliun Imigran Gelap

Sistem Kuadrilliun Imigran Gelap
Pelez Dan Thomas Tunduk


__ADS_3

"Dengan tubuh ini, aku bisa mengikuti Arga lagi. Wanita ini juga di ketahui memiliki beladiri yang baik. Pasti akan lebih mudah untuk terus bersama dengan Arga." Adline tiruan oleh seseorang yang misterius kini mengambil semua aksesoris yang di gunakan oleh adline dan juga handphone adline. 


Sedangkan mayat adline dia seret ke kebun di halaman belakang rumah adline untuk di kuburkan. Sebab, mayat ini tidak boleh sampai ada yang tahu. 


Setelah selesai menguburkan mayat Adline, kini Adline palsu telah menjadi Adline seutuhnya dan mulai menjalankan peran sebagai Adline. Dengan ingatan Adline yang sudah di baca, kini Adline menghubungi semua pembantu dan para pekerja di rumahnya untuk menambah libur mereka selama 1 bulan lagi.


Hal itu Adline lakukan agar galian tanah di halaman belakang rumah telah tersamarkan bahkan sudah tidak berbekas. Semua jejak darah telah Adline bersihkan tanpa jejak sedikitpun. Setelah semua bersih, Adline mulai menyiapkan segala sesuatu untuk mengikuti Arga.


****


"Ayah, kelompok pembunuh bayaran yang kita sewa, gagal membunuh wakil kepala negara. Sebab, wakil kepala negara di antar oleh Arga menuju New York dengan menggunakan mobil anti peluru. Bahkan mobil tersebut tahan terhadap ledakan RPG." Thomas berbicara kepada peles dengan hati-hati. 


Braaaak.. Suara meja yang di gebrak oleh Peles setelah mendengar laporan dari putranya. 


"Kini riwayat kita sudah selesai. Nasib Hard Rock Group berada di tangan Arga Litohu sepenuhnya." Peles berucap dengan kesedihan dan tetap duduk di kursinya. 


"Suatu kesalahan telah kita lakukan dengan menjadikan Arga Litohu musuh. Seharusnya kita menjadikannya kawan, bukannya lawan." Pelez menyesal karena terpancing keadaan saat bertemu dengan Arga Litohu. Padahal Pelez datang menemui Arga dengan niat ingin menjalin hubungan baik supaya dapat bekerja sama. Tetapi semua berganti setelah Pelez terpancing oleh emosinya sendiri.


Tok.. Tok.. Tok.. Suara ketukan pintu terdengar saat Pelez dan Thomas sedang berbincang. 


"Masuk!!"


"Tuan, saya mendapat kabar dari hampir seluruh Hotel yang di naungi Hard Rock Group. Semua Hotel di segel karena ijin kita telah di cabut. Hal ini juga membuat harga saham kita turun drastis dalam 1 jam terakhir."

__ADS_1


"Apa!! Secepat itu wakil kepala negara bergerak!!" Thomas sangat terkejut mendengar laporan dari salah satu petinggi perusahaannya. 


"Keluarlah.. Pantau terus perkembangannya. Aku akan mencari jalan." Pelez mencoba untuk tenang menanggapi hal ini. 


"Baik tuan."


Setelah mendapat kabar tersebut, Pelez mengajak putranya menuju kediaman wakil kepala negara untuk menemuinya secara langsung saat mengetahui jika pencabutan ijin di lakukan oleh wakil kepala negara langsung. 


****


"Kita sekarang memiliki masalah baru dalam pemulangan para imigran ini. Hal itu karena syarat yang harus mereka penuhi sesuai permintaanmu." Wakil kepala negara mengabarkan kepada Arga setelah mendapat laporan dari bawahannya. 


Pemulangan tidak berjalan mulus meski Arga akan membayarkan sejumlah uang kepada negara untuk proses mengeluarkan para imigran. Sebab, keplaa negara telah melakukan tekanan terhadap pihak-pihak terkait setelah mendengar jika wakil kepala negara melakukan hal tersebut setelah bekerja sama dengan Arga. 


"Kita harus memindahkan semua imigran yang akan di pulangkan dari tempat penampungan ke tempat lain sebelum mereka akan di antar ke negara masing-masing. Sebelum aku pergi menemui kepala negara. Sebab, kini aku di panggil oleh kepala negara untuk menghadap."


Di saat wakil kepala negara sedang berfikir bersama Arga, wakil kepala negara mendapatkan kabar dari pengawalnya jika wakil kepala negara kedatangan tuan Pelez beserta Thomas. 


"Dalam situasi ini, mungkin mereka solusi dari masalah kita." Wakil kepala negara berbicara bersamaan dengan dia berdiri dan mengajak Arga untuk ikut menemui mereka berdua. 


****


"Ada apa kalian kesini!!" Tuan Jonathan berbicara sesaat melihat Prlez dan Thomas sedang duduk di kursi membelakangi kedatangan tuan Jonathan dan Arga. 

__ADS_1


Dalam kesempatan itu, Pelez dan Thomas dengan segera memohon maaf kepada Arga. Atas ancaman mereka kepada Arga, sehingga membuat tuan Jonathan marah karena Arga merupakan kolega dari tuan Jonathan. 


Tetapi mereka berdua tidak semudah itu mendapatkan maaf dari Arga. Sebab Arga tau jika mereka meminta maaf karena semua hotel mereka kini tidak dapat beroperasi dan tersegel oleh pemerintah setempat. Tanpa penutupan semua hotel mereka, sangat tidak mungkin mereka akan merendah di depan Arga. 


"Sebenarnya, kemarin aku datang ingin membawa kerja sama. Tetapi aku terpancing emosi karena ucapanmu. Aku sungguh menyesal." Pelez menjelaskan kembali kepada Arga hal yang sebenarnya akan dia lakukan. 


Pelez juga membuktikan niat tersebut dengan mengatakan jika dirinya telah memberi tempat bagi Arga yang akan melakukan pertemuan dengan tuan Jonathan. Meski saat itu di hotelnya ada sejumlah tamu yang menginap. 


Atas permintaan Arga, hotel harus di kosongkan dan hal tersebut di setujui karena Thomas yang saat itu berada di hotel dengan cepat memberikannya tanpa syarat. 


Penjelasan Pelez, membuat Arga sedikit merendahkan egonya. Beruntung Arga dan tuan Jonathan tidak mengetahui jika mereka berdua yang membayar para pembunuh bayaran untuk mencoba menghabisi Arga dan lainnya sewaktu di Brownsville. 


Jika Arga dan tuan Jonathan mengetahuinya, dapat di pastikan jika kini Pelez dan Thomas akan kehilangan nyawa. 


"Baiklah, aku berharap permintaan maaf kalian benar-benar tulus dan kalian memang memiliki niat awal yang baik kepadaku. Aku memiliki beberapa syarat sebelum aku memberikan maafku. Pertama, aku ingin kalian memecat ayah Sein dan juga Sein secara tidak hormat dari perusahaan kalian. Kedua aku akan menggunakan seluruh hotel kalian sebagai tempat penampungan secara gratis dan mencukupi semua kebutuhan para imigran gelap di hotel kalian sampai urusan mereka selesai. Setelah semua selesai, maka aku akan menerima permintaan maaf kalian." Arga berbicara kepada Pelez dan Thomas. 


"Baik. Aku akan melakukannya." Tanpa banyak berfikir, Pelez langsung menjawab permintaan Arga. 


Saat itu juga, Pelez menelpon pihak terkait untuk memecat orang tua Sein dan Sein secara tidak hormat dari perusahaannya dan di beritakan ke seluruh negeri. Sehingga semua pengusaha tau jika orang tua Sein dan juga Sein telah di pecat secara tidak hormat. 


Melihat dan mendengar hal itu, Arga membayangkan kembali kejadian saat dirinya di putus oleh efelyn dan perlakuan Sein kepadanya. Arga merasa puas dan merasa jika salah satu dendamnya telah terbalaskan. 


"Sebaiknya kalian pulang dan tunggu kabar dariku secepatnya. Pastikan juga jika hotel kalian telah siap menerima ratusan atau ribuan tamu di tiap kotanya. Sebab, total imigran gelap yang harus kalian tampung sebanyak 286.037.528 orang di seluruh Amerika. Aku juga meminta hotel terbesar kalian di New York untuk bersiap menerima 286.037.528 imigran secara bergantian sebelum di pulangkan ke negaraereka masing-masing." Kini tuan Jonathan berbicara kepada Pelez dan Thomas. 

__ADS_1


Pelez sangat terkejut mendengar jumlah imigran yang harus dia tampung. Pelez tidak pernah berfikir jika jumlah orang yang harus dia tampung sebanyak itu. Pelez berfikir jika dirinya hanya perlu menampung ratusan atau maksimal 1000 orang secara nasional. 


Tetapi Pelez tidak memiliki pilihan lain untuk menyelamatkan perusahaannya. Sebab jika dia menolak, pasti akan membuat Arga dan tuan Jonathan sangat marah dan pasti akan benar-benar memiskinkan Pelez. 


__ADS_2